Pacarku Vampir Tampan

Pacarku Vampir Tampan
Bab. 31. Mengagumi


__ADS_3

Bu Anjar yang melihat Rio berjalan ke arahnya sedikit bingung dan heran karena seharusnya Rio dan Andrean sudah berangkat menggunakan motor yang sudah dipersiapkan oleh suaminya yaitu Pak Rahmat akan tetapi melihat Rio justru berjalan mendekati dirinya membuat Bu Anjar mengernyitkan dahinya.


Rio yang sudah berjalan dekat dan berada di depan Bu Anjar segera memberikan salam sambil tersenyum kemudian Rio memberikan penjelasan kepada Bu Anjar jika Andrean tidak bisa menggunakan motor yang sudah dipersiapkan oleh Ayah-nya dikarenakan Andrean sepertinya juga mengalami Hilang Ingatan dirinya tidak mampu untuk menjalankan atau melajukan motor miliknya terbukti Andrean merasa sangat bingung dan juga heran.


"Maaf Bu Anjar, sepertinya Rio juga hilang ingatan tentang bagaimana cara mempergunakan motor miliknya Untuk itu saya meminta izin agar Andrean bisa Naik Motor bersama saya biar saya yang membonceng Andrean untuk pergi ke sekolah Apakah Bu Anjar mengizinkan?


Tampak Bu Anjar mengernyitkan dahinya kemudian memandang kepada Andrean yang berdiri di samping motor Rio, tidak lama kemudian Bu Anjar tampak menarik napas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan kemudian manggut-manggut.


"Baiklah ajak Andrean pergi bersamamu, sepertinya Andrean banyak sekali melupakan segalanya untuk itu Ibu meminta kepadamu untuk selalu mengawasi dan membantu Andrean jika dia mengalami kesulitan."


"Siap Bu, tenang saja pasti Saya akan membantu Rio sebisa mungkin, bukankah kami ini sudah berteman lama dan sudah menjadi kewajiban saya untuk membantu Andrean karena Andrean saat ini sedang sakit hilang ingatan. "


"Baiklah, Ibu percaya padamu dan sebelumnya ibu ucapkan banyak terima kasih karena kamu telah mau membantu Andrean agar dia tidak kesulitan dan tidak bingung dengan keadaannya sekarang, ibu juga berharap Nak Rio juga membantu Andrean untuk bisa mengingat kembali tentang Siapa dirinya dan kesehariannya agar ibu juga tidak merasa waspada dan khawatir jika membuat Andrean tersinggung dan marah apabila apa yang ibu lakukan tidak sesuai dengan keinginannya."


"Tentu Bu jangan Khawatir Rio akan mencoba membantu Andrean sebisa mungkin, kalau begitu Rio pamit dulu Bu, sekarang ini hari senin Rio khwatir kami Nanti akan terlambat mengikuti upacara bendera, "


"Pergilah Hati-hati jangan ngebut ya? "


"Iya, Bu, Tenang saja dia sudah jagonya mengemudikan motor , "


Rio berlari kecil menghampiri Andrian yang kala itu berdiri di samping motor Rio kemudian dengan bibir tersenyum Rio meminta Andrian untuk segera naik ke atas motor.


"Cepat Naik, kita berangkat sekarang Aku khawatir kita akan datang dengan terlambat. "


Andrean mengaggukkan kepala dan dalam beberapa menit Andrean sudah berada di belakang boncengan Rio.


Motor melaju dengan kecepatan sedang menuju ke arah Sekolah di mana hari ini cuaca cukup cerah sehingga tidak turun hujan dan tidak mengganggu perjalanan ketika Rio melajukan motornya dan sudah bisa dipastikan karena cuaca hari ini sangatlah cerah maka di sekolah pasti diadakan upacara bendera di mana selalu dilakukan setiap hari Seninnya.


Sesekali Rio menoleh kearah pergelangan tangannya yang mana ada jam tangan disana dan ketika melihat angka hampir menunjukkan pukul 7.00 kurang limabelas menit Rio meminta pada Andrean untuk berpegangan.


"Andrean kita sudah mau terlambat masuk sekolah cepat pegangan yang erst Aku akan melanjukan motorku dengan sedikit kencang, "


"Ya, "


Rio merasa heran kepada Andrean yang mengatakan setuju dan dirinya mau berpegangan akan tetapi Andrean tidak berpegangan padanya sedikitpun, Hal itu membuat Rio merasa sangat heran dan aneh bahkan Rio berpikir Jangan-jangan Andrean juga hilang ingatan tidak tahu cara berpegangan ketika Naik motor.


"Andrean berpegangan cepat, kita tidak punya Waktu banyak jika kita datang terlambat maka kita akan mendapatkan hukuman dari guru untuk itu berpegangan lah aku mohon, Apa kamu tidak mengerti cara berpegangan Jika kamu tidak mengerti biar Aku bantu, "ucap Rio kepada Andrean yang kala itu hanya mangut mangut ketika mendengarkan Rio berbicara dia bisa memperhatikan wajah Andrean melalui kaca spion Hal itu membuat Rio menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Bener-bener ini Andrean hilang ingatan total Rupanya, berpegangan saja juga tidak tau akan tetapi kepalanya manggut-manggut sok paham dan sudah tau saja, huuf tidak ada cara lain Aku akan membantunya."gumam Rio dalam hati.


Rio segera memegang tangan Andrean Dan meletakkan tangan Andrean pada perutnya terlihat Andrean sedikit terkejut dan heran karena Rio meminta dirinya untuk Memegang perutnya, sempat Andrean ingin menarik tangannya akan tetapi Rio menahan dengan memegang tangan Andrean sedikit kuat.


"Sudah diam begini ini caranya orang berpegangan bukan manggut-manggut." ucap Rio pada Andrean yang kala itu terlihat kebingungan karena Rio memaksa dirinya untuk memegang perut Rio.


Setelah melihat Andrean diam dan menurut Rio segera melajukan motornya dengan sangat kencang, pada awalnya Rio berpikir jika Andrean akan terkejut dan juga merasa ketakutan akan tetapi dari kaca spion Rio melihat Wajah Andrean terlihat santai dan biasa saja Bahkan sekali wajahnya seperti mengulum senyum ketika melihat beberapa pepohonan yang mereka lewati.


Karena merasa penumpang di belakangnya tidak merasa ketakutan dan juga tidak trauma maka Rio menambahkan laju kecepatan motornya semua Rio lakukan agar dia tidak datang terlambat ke sekolah di mana hari ini adalah hari Senin yang mana sudah pasti akan diadakan upacara bendera dan akan sangat memalukan jika dia dan Andrean datang dengan terlambat, pastilah akan menjadi bahan gunjingan dan juga tertawaan dari para temannya terlebih Rio juga pasti akan merasa malu dengan gadis incaran hatinya.


"Ini sungguh Aneh Andrean tidak takut dengan kecepatan itu artinya ada satu hal yang positif dari diri Andrean, "gumam Rio dalam hati.


Karena Rio menambah kecepatan motornya maka perjalanan ke sekolah sudah hampir sampai dan lima menit kemudian akhirnya motor yang di kendarai Rio dan Andrean sampai di depan sekolah dengan tepat waktu.


Dengan sedikit buru-buru Rio segera memarkirkan motornya kemudian segera berlari berbaris untuk mengikuti upacara bendera di mana saat itu semua sudah berkumpul di lapangan, Andrean yang melihat Rio berbaris menatap heran kepadanya dan Rio yang memahami jika Andrean Hilang Ingatan dan tidak mengerti apapun dengan cepat menarik tubuh Andrean untuk ikut berbaris di sampingnya, Rio sengaja memilih barisan paling belakang karena Rio khawatir Andrean akan membuat ulah dan akan mempermalukan dirinya dikarenakan tidak seluruh siswa dan murid dari sekolah itu mengetahui jika Andrean mengalami sakit dan Hilang Ingatan.


"Berdiri disini jangan kemana-mana, "


"Berdiri, untuk apa? 'tanya Andrean dengan poloosnya, "


Andrean mangut-mangut menandakan jika dirinya memahami apa yang diminta Rio.


Andrean tidak memiliki teman siapapun di sekolah dan yang Andrean kenal hanyalah Rio untuk itu Andrean hanya mendengarkan apa yang dikatakan Rio kepadanya.


Semua siswa yang sudah berbaris dengan sangat rapi dan upacara pun sudah akan dimulai di mana semua sudah disuruh untuk bersiap dan pintu gerbang sudah tertutup rapat saat itu tepat pukul 07.00 lebih 5 menit tampak tiga orang siswa datang terlambat dan Mereka berdiri di depan pintu pagar yang sudah tertutup.


Wajah mereka menampakkan kesedihan karena mereka sudah datang terlambat dan sudah bisa dipastikan kedatangan mereka Nanti akan mendapatkan hukuman dari Guru mereka masing-masing yang mana sudah pasti hukuman itu sangat memalukan dan membuatnya sangat malu karena akan diketahui oleh banyak murid dan siswa yang ada di sekolah itu.


Andrean yang menghadap ke depan tanpa sengaja menoleh ke arah pintu gerbang terlihatlah olehnya tiga orang Siswa laki-laki sedang berdiri di depan pagar yang tertutup merasa iba dan kasihan Andrean terus menatap ke arah pagar yang kala itu tertutup rapat dan di depannya sudah berdiri Pak satpam yang tidak membukakan pintu.


"Rio, lihat Pak satpam mungkin ketiduran dia tidak membukakan pintu bagi siswa yang ada di belakang pintu pagar Kasihan sekali Apakah sebaiknya kita bukakan pintu untuknya? "tanya Andrean kepada Rio yang kala itu serius menatap ke depan dan mendengarkan acara upacara yang segera akan dimulai.


mendengar perkataan Andrean Rio segera menoleh ke arahnya kemudian menggelengkan kepalanya dengan pelan memberi tanda tidak mengizinkan Andrean untuk membuka pintu untuk mereka,


"Mereka sudah terkunci di belakang pintu gerbang tidak ada yang bisa membukakannya selain Pak satpam dan Pak satpam tidak mau membuka karena mereka sudah datang terlambat untuk itu biarkan saja itu salah mereka sendiri, "ucap Rio kepada Andrean


"Kenapa tidak berperasaan sekali kasihan Mereka berdiri di belakang pagar seperti itu, "

__ADS_1


"Sssssttttt Sudah Andrean, kamu jangan berisik tidak perlu kamu memikirkan mereka sudah kita ikuti upacara kita dengarkan apa yang dikatakan oleh Bapak Kepala Sekolah yang ada di depan sana jangan berisik dan Jangan menoleh ke belakang sudah itu urusan mereka."


Andrean nenarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan kepalanya mangut-mangut kemudian Andrean diam-diam menggulung senyum.


"Tenang Kawan Aku akan membuat Pintu itu terbuka untuk kalian dan Pak satpam juga tidak akan tahu kalau Pintu itu terbuka, Aku akan lakukan untuk kalian Tenang saja Aku pasti bisa membantu kalian, "ucap Andrean dalam hati.


Perlahan-lahan Andrean meniup dan mengarahkan ke pintu gerbang yang ada di belakangnya di mana di belakang pintu gerbang terdapat tiga orang siswa yang terlambat dan sudah terkunci sehingga mereka tidak bisa masuk ke dalam dan di depannya berdiri Pak satpam yang menjaga pintu.


Apa yang dilakukan Andrean membuat tiga orang siswa yang ada di belakang pintu gerbang terkejut bukan ke Palang karena tiba-tiba pintu gerbang terbuka tanpa mengeluarkan suara sedikitpun bahkan Pak satpam seolah-olah tidak mendengar dan melihat apapun wajah Pak satpam lurus menghadap ke depan sementara Andrean tersenyum melihat pintu sudah terbuka dan dengan gerakan spontan tangan Andrian melambai kepada ketiga temannya sehingga mereka yang melihat hal itu dengan terburu-buru langsung masuk ke dalam dan berbaris di belakang samping Andrean yaitu barisan ketiga sementara Andrean berada di barisan kedua.


Tampa Andrean Sadari apa yang Andrean lakukan diperhatikan oleh seorang siswi yang berada di barisan belakang nomor satu dia memperhatikan Andrean dan juga Siswi itu sangat terkejut ketika pintu gerbang Sekolah tiba-tiba terbuka setelah Andrean meniupnya.


Siswi itu benar-benar memperhatikan Apa yang dilakukan Andrean termasuk ketika Andrean meniup ke arah pintu gerbang dengan bibir Andrean terlihat condong ke depan ketika Andrean meniupkan angin yang bisa membuka pintu gerbang dengan mudah tanpa mengeluarkan dan tanpa menimbulkan bunyi suara sehingga Pak satpam tidak terganggu sedikitpun bahkan Pak Satpam tidak tau jika pintunya sudah terbuka.


"Busyet, bagaimana Dion bisa membuka pintu gerbang itu, Bukankah itu suatu hal yang tidak mungkin tapi ini benar-benar terjadi dan Aku melihatnya sendiri apakah aku sedang bermimpi,"


beberapa kali Siswi Itu menepuk-nepuk pipinya dan mencubit tangannya sendiri dan dirinya meringis ketika cubitan itu terasa sangat sakit.


"Ini nyata tapi kenapa begitu Aneh, apa iya ada Manusia bisa meniup sebuah pagar besi dan langsung membuat pagar besi itu bergerak dan terbuka dengan sendirinya, Sungguh ini tidak mungkin kalau bukan Manusia itu masih mungkin tapi ini yang melakukan Dion anak manusia seperti Aku juga ini benar-benar aneh. "


"Hei, Tika lo lagi lihat apa, ngelamun saja hormat tauk, "


"Oh, iya, "


Tika terkekeh mendengar teguran dari temannya dikala hati dan pikiran nya sangat sibuk menerka-nerka dan berpikir apa yang sudah dia lakukan sehingga membuat dirinya menjadi lupa dan tidak konsentrasi dalam mengikuti upacara yang ada, di mana saat ini sudah dilakukan penghormatan kepada sang saka merah putih akan tetapi Tika belum memberikan hormat sehingga temannya yang berada di samping Tika menegur dan menggingatkan dirinya.


sungguh akan sangat lucu jadinya jika teman kita tidak menegur dirinya di mana semua sedang hormat dirinya tidak hormat sama sekali karena yang terlihat sangat aneh dan ajaib gimana kemudian tiba-tiba memiliki kemampuan di luar kemampuan manusia.


Ingin rasanya Tika berbagai cerita dan menceritakan apa yang dia lihat kepada temannya akan tetapi keadaan dirinya yang sedang berbaris dan juga dalam keadaan masih fokus mengikuti upacara bendera membuat Tika tidak memiliki kesempatan banyak untuk bercerita dan mengungkapkan Apa yang dia lihat kepada temannya.


Dimana Tika benar-benar merasa sangat aneh dengan apa yang dilakukan Dion karena sehebat apapun seorang manusia tidak akan bisa menggerakkan besi dari jarak yang cukup jauh akan tetapi yang dilakukan Dion sungguh di luar Nalar manusia bahkan apa yang dilihatnya seolah-olah mimpi dan tidak nyata akan tetapi setelah Tika Perhatikan dan Tika juga mencubit dirinya sendiri Tika merasakan sakit, kini Tika menyadari apa yang dia lihat semuanya benar adanya.


Tika menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan hati dan pikirannya masih memikirkan Dion yang berbaris di barisan nomor Dua paling belakang sesekali Wajah Tika menoleh dan melirik ke belakang melihat ke arah Dion yang kala itu juga sedang hormat terhadap sang saka merah putih yang sedang dikibarkan di depan.


Diam-diam ada perasaan kagum dan juga suka melihat Dion yang kala itu sedang hormat kepada sang saka merah putih.


"Kenapa Dion kali ini terlihat sangat tampan, Aku jadi tertarik padanya tapi Aku dengar dengar katanya Dion sudah berpacaran dengan Sari, Apakah itu benar aku akan cari informasi untuk itu dia benar-benar hebat dan dia benar-benar sangat luar biasa, mungkin Apa yang dilakukannya dia tidak tahu dan tidak sadar jika aku tadi sudah sempat melihat dan mergoki dirinya sedang membuka pintu pagar besi dengan tiupan angin dari bibirnya sungguh sangat luar biasa, mungkin Dion baru saja mendapatkan ilmu dari dukun yang ada di Desanya sehingga Dion menjadi orang yang sangat hebat dan kuat.

__ADS_1


__ADS_2