Pacarku Vampir Tampan

Pacarku Vampir Tampan
Bab. 12.Aneh


__ADS_3

Setelah berpikir beberapa saat akhirnya Ayah Dion mengizinkan sang Nenek untuk ikut melihat putranya yang sedang sakit akan tetapi sebelum Ayah Dion membawa sang Nenek pulang ke rumahnya, Ayah Dion mengumpulkan semua kayu bakar yang sudah dia kumpulkan dalam beberapa tempat menjadi satu kemudian mengikatnya dan membawanya pulang sang Nenek mengikuti langkah kaki Ayah Dion dari belakang.


kurang lebih 15 menit akhirnya mereka sampai di depan sebuah Rumah yang cukup bagus dan terlihat nyaman karena di depannya terdapat sebuah Balai tempat duduk dan beristirahat dengan dikelilingi beberapa bunga, ada yang digantung ada yang serta di depan halaman terdapat beberapa macam bunga dan tanaman kelihatannya pemilik dari Rumah itu sangat menyukai keindahan sehingga semua tanaman nya terurus dengan rapi.


"Silahkan masuk dan tunggu di depan Nek saya masuk lewat pintu belakang dulu untuk menaruh Kayu bakar ini, "


Sang nenek tidak menjawab perkataan dari Ayah Dion dia hanya menganggukkan kepala sambil sesekali kedua bola matanya menatap ke sekeliling rumah bahkan pandangan matanya pun terlihat sangat aneh karena tiba-tiba dia keluar dari teras dan berdiri di halaman Rumah kemudian menatap ke langit-langit atas Rumah yang ada di depannya hal itu sempat dilihat oleh Ayah Dion yang merasa sangat aneh, akan tetapi dia pendam di dalam, Ayah Dion berpikir dalam hati mungkin sang Nenek ingin melihat-lihat dan juga sangat penasaran dengan bangunan rumahnya karena jika dibandingkan dengan Rumah sang Nenek Rumah Ayah Dion cukup bagus, karena terbuat dari dinding batu bata sementara Rumah nenek hanya berdindingkan kayu.


Ayah Dion Menggelengkan kepala kemudian menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan, kemudian berjalan menuju ke belakang Rumah untuk menaruh kayu bakar dan masuk ke dalam Rumah melalui pintu belakang karena pintu depan sedang terkunci dikarenakan Ibu Dion sering Mengunci pintu depan ketika dia sedang mengerjakan tugas rumah mencuci ataupun membersihkan rumah di belakang sehingga jika ada orang yang masuk tidak akan bisa, dikarenakan Rumah sudah terkunci hal itu dikarenakan ada beberapa orang yang berkelakuan kurang baik tiba-tiba masuk dan mengambil barang-barang Milik Kita, Sementara kita berada di belakang dan tidak tahu, hal ini termasuk pencurian ringan di mana mereka diam-diam masuk rumah tanpa sepengetahuan sang pemilik Rumah untuk itu Ibu Dion selalu Mengunci pintu depan ketika dirinya sedang sibuk di belakang.


Ayah Dion segera meletakkan kayu bakar di belakang Rumah tepatnya di dapur kemudian setelah mencuci kaki dan tangan serta mencuci muka, Ayah Dion masuk ke dalam Rumah dan membukakan pintu depan untuk sang Nenek yang berada di teras di mana tadi Ayah Dion sempat melihat sang Nenek sedang berdiri di halaman rumahnya entah apa yang Nenek pikirkan sehingga dia terlihat mengawasi dan Memperhatikan sekeliling keadaan Rumah dengan pandangan matanya yang terasa aneh menatap ke atas langit-langit Rumah.


Ketika pintu Rumah sudah terbuka lagi-lagi Ayah Dion dibuat heran dan terkejut dengan kelakuan dan sikap sang Nenek yang ternyata dirinya masih berdiri di halaman Rumah sambil kedua bola matanya tetap menatap ke atas langit-langit rumahnya, Hal itu membuat Ayah Dion mengeryitkan dahinya.


"Apa ini Kenapa Nenek itu terlihat sangat aneh Apa yang dia lihat apakah atap rumahku sedang bocor Perasaan dari tadi dia menatap seperti itu bahkan wanita tua itu tidak menyadari jika pintu Rumah sudah Aku buka sudahlah mungkin Nenek itu melihat burung atau melihat apa di atas Rumahku, lebih baik Aku panggil dia agar segera masuk ke dalam rumah, Bukankah dia ingin melihat Putraku yang sedang sakit kebetulan istriku juga sudah pergi dan dia ternyata Meninggalkan pesan di atas meja pantas saja pintu depan terkunci. " gumam Ayah Dion dalam hati.


"Nek, sini masuk! " teriak Ayah Dion kepada sang Nenek yang kala itu masih berdiri di halaman rumahnya sambil tetap menatap ke atas langit-langit rumahnya yang Ayah Dion sendiri tidak mengerti apa dan mengapa sang Nenek bersikap seperti itu, akan tetapi Ayah Dion yang tidak ingin ikut campur mencoba untuk tidak ingin tahu dan membiarkan Apa yang membuat Nenek itu senang.


Mendengar teriakan dari Ayah Dion sang Nenek langsung menatap ke arah pintu Kemudian menyunggingkan sebuah senyuman dan mulai melangkah masuk ke dalam Rumah.

__ADS_1


"Ayo Nek, silakan duduk. "


Sang Nenek mengagguk kecil kemudian mendudukkan bokongnya di atas kursi sofa yang ada di ruang tamu, Wajah sang Nenek kembali menatap Keadaan ruangan sekeliling dengan tatapan menyelidiki hal itu kembali membuat Ayah Dion merasa heran dan aneh karena wanita tua yang ada di depannya seperti orang yang sedang menyelidiki sesuatu.


Ayah Dion meneguk ludahnya sebelum kemudian memulai percakapan yang mana dirinya semakin penasaran dengan sikap dari Wanita Tua yang ada di depannya.


"Nek, Saya buatkan minum dulu ya, "


karena merasa bingung Entah harus bicara apa dan merasa tidak enak jika tiba-tiba bertanya tentang sikap Sang Nenek yang Aneh, maka Ayah Dion memilih untuk membuatkan minum Sang Nenek.


"Tidak perlu Aku juga tidak lama disini sesekarang katakan dimana Aku bisa melihat Putramu, "


"Putraku ada di dalam tapi sebelumnya jika saya boleh tau tadi itu Nenek melihat apa, kenapa menatap langit-langit Rumah ku dengan serius."


"Bukan apa-apa Ayo bawa Aku melihat Putramu biar Aku tau Aku bisa menyembuhkan atau tidak. "


"Oh, baiklah Ayo Nek kita masuk itu kamar Putraku, "


Ayah Dion segera membuka pintu kamar dan terlihatlah sosok pemuda sedang terbaring lemah di atas Ranjangnya.

__ADS_1


Tampak wanita tua itu menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan kasar kemudian kedua bola matanya kembali menatap keadaan kamar dengan tatapan mata yang sangat nanar, lagi-lagi Hal itu membuat Ayah Dion merasa heran dan tidak mengerti dengan sikap Wanita tua yang ada di depannya, Jika saja yang berdiri di depannya bukanlah Wanita tua mungkin Ayah Dion sudah merasa kesal karena dia bertanya tidak dijawab akan tetapi Wanita Tua itu Lagi-lagi melakukan hal yang sama seperti seorang yang sedang menyelidiki sesuatu.


"Ada apa Nek, kenapa Nenek bersikap seperti ada sesuatu yang Aneh saja, "


tapak wanita tua itu tersenyum kemudian mengambil posisi duduk dan menatap pada sosok Pemuda tampan yang sedang terbaring lemah di atas ranjangnya.


"Inikah putramu yang sakit itu? "


"Ya, Nek, sakitnya aneh nafasnya sangat lemah apa yang harus Aku lakukan biar putraku bisa sembuh."


dampak wanita tua itu berdiri kali duduknya kemudian membuka jendela yang ada di dalam kamar kemudian menatap ke sekeliling luar halaman dan dalam hitungan beberapa detik kembali balikan badan kemudian berjalan mendekati Ayah Dion.


" kamu jangan khawatir putramu akan bisa disembuhkan sekarang ambilkan aku air hangat beserta kain dan ambilkan lagi air dingin dalam wadah sendiri tabur dengan bunga tujuh rupa bawa kesini, dan jika kamu melihat Aku tertidur jangan kamu bangunkan biarkan saja dan tunggu sampai Aku bangun sendiri karena Aku akan mengobati sakit putramu dengan ilmu kebatinan apa kau mengerti? "


"Ya, Nek saya mengerti,"


"Pergilah dan persiapkan semuanya taruh di atas meja ingat bunga tuju rupa jangan kurang. '


" Baik, Nek, "

__ADS_1


Bergegas Ayah Dion langsung keluar dari kamar putranya, dia mempersiapkan segala yang diminta oleh sang Nenek harapan Ayah Dion dalam hati semoga putranya bisa cepat sembuh dan kembali bisa bersekolah seperti biasa.


__ADS_2