Pacarku Vampir Tampan

Pacarku Vampir Tampan
Bab. 29.Harus Memiliki Sopan Santun


__ADS_3

Pintu tertutup rapat dan lampu teras masih menyala di mana saat itu waktu masih menunjukkan pukul 04.00 lebih di mana Masih sangat pagi, akan tetapi Andrean sudah berada di dalam rumah itu duduk bersantai sambil mengangkat satu kaki.


tidak lama kemudian terdengar suara pintu kamar terbuka keluarlah sosok laki-laki tua paruh baya dengan sorban di leher dan di kepalanya laki-laki tua itu mengerjitkan dahinya ketika mengetahui siapa yang datang menemui dirinya pagi-pagi sekali.


"Andrean, Ada apa Kenapa pagi-pagi sekali kamu sudah berada di sini ini masih pukul 04.00 lebih Apa yang kamu lakukan apakah ada yang penting sehingga kamu datang ke sini dan bagaimana jadinya seandainya Ayah atau Ibumu masuk ke dalam kamar dan kamu tidak ada di sana, Aku yakin kamu tidak keluar lewat pintu dan Aku yakin mereka tidak tahu Kepergianmu, Ada apa katakan setelah itu cepat pulang dan kembali ke kamarmu, "seru Pak Yai dengan perasaan gemas bercampur dengan kesal.


Sejak larangan Pak Yai Andrean yang tidak pernah diberitahu dan juga tidak pernah dikasih tahu tentang Rumah dan keberadaan dari Pak Yai, Akan tetapi karena Andrean bukanlah Manusia biasa dia adalah jelmaan dari seorang Vampir yang bisa dengan mudah melacak keberadaan siapapun, hanya dengan Indra Penciumannya Andrean tidak kesulitan untuk menemukan Rumah kediaman dari Pak Yai dan setiap kali Andrean merasa bosan maka Rumah Pak Yai yang akan Andrean tujuh dan Andrean selalu pergi tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya di mana sudah pasti Andrian pergi dengan cara terbang.


"Tidak ada yang penting Pak Tua, Aku datang hanya untuk menunggu waktu karena Nanti Aku akan berangkat sekolah, karena hari ini Aku sudah mulai sekolah sementara Aku tidak terlalu paham dan tidak terlalu mengerti tentang Apa itu sekolah dan aku sangat jenuh menunggu di Rumah makanya Aku datang ke sini, kau sendiri sedang apa kamu tadi? "


" ini tidak penting dan kamu tidak perlu tahu lebih baik sekarang kamu pulang saja saat ini sudah hampir pukul 05.00 dan sebentar lagi pukul 06.00 dan 07.00 jadi sebaiknya kamu pulang dan bersiap untuk pergi kesekolah, Aku khawatir ada temanmu yang akan mengajak kamu berangkat bersama."ucap Pak Yai memberikan Nasehat kepada Andrean.

__ADS_1


"Pak Tua kamu itu lupa apa bodoh Aku bisa berangkat sendiri dan aku tidak membutuhkan waktu yang lama, Aku hanya bisa menghabiskan waktu 5 menit aku pasti sudah sampai di sekolah jadi tenang saja tidak perlu khawatir akan terlambat Aku tidak akan terlambat masuk sekolah."jawab Andrean dengan senyuman miring dibibirnya.


"Astaga Andrean, Aku harus berapa kali Mengingatkan dirimu Kamu itu Manusia sekarang ini, kamu itu menjadi Manusia jadi kamu harus belajar seperti manusia bukan terbang kamu harus berjalan kaki atau kamu juga harus naik sepeda ataupun motor seperti yang mereka lakukan jika kamu terbang kamu akan membuat mereka semua mati karena jantungan dan ingat sebelum kamu berangkat sekolah pastikan kamu sudah mengeluarkan kekuatanmu agar gigi-gigi kamu yang runcing itu tidak terlihat oleh mereka, Aku tahu kekuatanmu bisa membuat gigi-gigi runcingmu menjadi hilang sementara waktu sehingga kamu bisa seperti Manusia lainnya. "ucap Pak Yai panjang lebar memberikan Nasehat pada Andrean.


Andrean hanya mangut mangut kemudian Andrean justru menyadarkan kepalanya pada kursi sambil memejamkan kedua bola matanya Hal itu membuat Pak Yai sedikit gemas dan kesal karena Andrean bagaikan anak kecil yang sangat bandel dan Nakal tidak mau mendengarkan Nasehat dari orang tua.


Melihat sikap Andrean Pak Yai yang sudah sedikit banyak mengenal dan memahami karakter dari Andrean hanya menggelengkan kepala kemudian berlalu meninggalkan ruang tamu di mana Andrean sedang duduk sambil menyandarkan kepalanya di kursi, Andrean yang memiliki Ilmu sangat tinggi, tanpa melihat Andrean bisa menyadari dan bisa merasakan kepergian dari Pak Kyai yang meninggalkan dirinya sendiri.


Mendengar keluhan dari perkataan Andrean pak Yai yang kala itu melangkah ingin meninggalkan ruang tamu menghentikan langkah kakinya kemudian mengulum senyum sambil membalikkan badan.


" Kamu harus tahu tidak semua tamu itu bersikap baik dan layak untuk diberikan sopan santun dan rasa hormat kepadanya, Contohnya seperti kamu, apa kamu tau kamu itu bukanlah tamu yang baik bagiku, kamu datang tidak mengetuk pintu Kamu langsung menyelonong masuk dan duduk kemudian Aku menasehatimu tapi kamu tidak mendengarkan malah justru tiduran dan menyandarkan kepalamu seolah-olah apa yang aku katakan tidaklah penting dan Tamu seperti ini tidak patut untuk kita hargai kita menyuruhnya dia pergi dia tidak mau pergi ya sudah biarkan saja, Tuan Rumah pun punya pekerjaan lain bukan hanya untuk menemani Tamu yang tidak sopan, "Ucap pak Kyai dengan penuh senyum di bibirnya.

__ADS_1


Mendengar perkataan Pak Yai Andrean mendelik dan membulatkan kedua bola matanya dia tidak menyangka laki-laki Tua yang ada di depannya cukup cerdas dan juga pandai berbicara.


Andrean menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan kasar bangkit berdiri dari duduknya kemudian tersenyum.


"Apa yang kamu ucapkan sungguh benar dan kamu sungguh cerdas dalam menyampaikannya padaku, baiklah Aku pergi dulu Nanti kita bertemu lagi, "ucap Andrean yang dalam hitungan detik tubuhnya tiba-tiba melesat terbang melayang pergi melalui jendela.


" Luar biasa Pemuda itu adalah pemuda Vampir yang cukup luar biasa selain dia memiliki kekuatan yang cukup tinggi dia juga memiliki Ahklak prilaku yang cukup baik, smoga Andrean tidak menyusahkan orang-orang yang ada di Desa ini, dia bisa menyimpan rahasianya dengan baik, Aku khawatir jika Rahasianya sampai diketahui banyak orang dan para warga berbondong-bondong untuk mengurungnya hal itu adalah suatu hal yang sangat membahayakan Andrean tetapi Andrean sendiri juga sedikit berbahaya karena Aku khawatir kebiasaan dirinya yang suka menghisap darah bisa sewaktu-waktu muncul dan mendatangkan bahaya bagi warga yang ada di desa ini, untuk itu aku benar-benar harus mencari cara bagaimana Andrean tidak melakukan keonaran di Desa ini dan rahasia juga Andrian Aman."


Pak Yai menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan kakinya melangkah menuju ke sebuah ruangan di mana Banyak tumpukan buku yang ada di sana, pak Yai seolah-olah sedang mencari sesuatu dari tumpukan-tumpukan buku itu, sesekali wajahnya nampak berkerut dan sesekali tangannya membolak-balik buku yang ada di tumpukan rak itu.


"Tidak ada, Aku harus mencari buku yang bisa memberikan solusi dalam menaklukkan Mahkluk Vampir serta cara untuk menjinakkannya agar tidak berbahaya bagi kehidupan Warga di Desa ini, tapi dimana buku itu, Seingatku dulu Aku punya tapi sekarang ada dimana, " Keluh Pak Yai dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2