
Kevin yang sedang mendengkur tidak mengerti dan tidak mengetahui kehadiran Alya yang itu sudah berada di dalam kamar, Kevin tidur dengan sangat pulas membuat Alya tersenyum miring melihatnya.
Sepertinya Alya sudah merencanakan sesuatu yang akan membuat hatinya sangat senang dan kekesalan yang ada di dalam hatinya berkurang.
"Rasakan ini Vin, "
"Byuuur...! "
Alya langsung menyiram Air yang ada di dalam kaleng ketubuh Kevin, Alya tidak peduli jika Ranjangnya basah karena air yang dia siramkan kepada Kevin.
Sontak saja apa yang dilakukan oleh Alya membuat Kevin sangat terkejut dan juga marah-marah dikarenakan tubuhnya basah kuyup karena air yang sudah disiramkan Alya kepadanya sementara Alya tertawa dengan sangat renyah ketika mendengar Kevin mengumpat marah-marah kepadanya.
"Alyaaa... apa-apaan sih kamu itu, basah nih, " teriak Kevin dengan marah-marah di mana dia langsung meloncat turun dan melemparkan selimut yang dia kenakan sambil berdiri di hadapan Alya dengan berkaca pinggang sementara Alya hanya berdiri sambil tersenyum miring.
"Pergilah dari kamarku tapi tunggu bersihkan semuanya. "
Alya mengumpulkan semua sprei yang basah dia masukkan ke dalam kaleng bersama dengan beberapa tisu yang berserakan kemudian dengan sangat tegas Alea memberikan kaleng itu kepada Kevin.
__ADS_1
"Pergi dan cucilah, Aku lihat kamu tidur dengan mendengkur itu artinya kamu pasti membuat pulau-pulau kecil di bantal dan sprei untuk itu cepat cuci karena aku tidak mau tidur dari bekas orang yang sangat kotor sepertimu. "
"Alya berani kau memerintah diriku? " kamu jangan sombong kamu di rumahku tuh hanya menumpang kamu di rumahku itu hanya tamu dan sudah seharusnya kamu mengerjakan semuanya karena kamu menumpang di rumahku dengan gratis cuci saja sendiri aku tidak mau."
" Untuk kali ini jangan coba-coba melawanku karena jika tidak Aku akan berteriak kepada Paman dan meminta Paman untuk segera datang ke sini dan melihat kelakuanmu padaku, Aku tidak pernah mengundangmu datang ke kamarku tapi kamu mendatangi kamarku dengan menggangguku, Apa yang kamu lakukan apa yang ingin kamu lakukan padaku kamu ingin berbuat yang tidak baik padaku bukan kamu ingin melecehkan Diriku Bukan aku akan adukan semuanya kepada Paman, Jika kamu berani menolak perintahku sekarang tinggal pilih mau mencuci baju sprei bekas tidurmu atau aku berteriak agar Paman Rojak cepat naik ke sini dan melihat Apa yang dilakukan, kupastikan Paman Rojak sudah pasti akan marah dan kamu bisa bayangkan hukuman apa yang akan Paman Rojak berikan kepadamu. "
"Cuiih, kamu menantangku, kau mengancamku bisa-bisanya kau mengancam diriku, Kamu pikir siapa dirimu Coba saja kamu berteriak bilang saja kalau kamu mengadu sama Ayah silakan, karena Ayah tidak akan pernah membela anak orang lain ada Ayah akan membelah diriku karena Aku adalah putra kesayangannya. '
Alya tersenyum miring mendengar perkataan dari Kevin tanpa berkata-kata lagi Alya segera membuka pintu kamarnya dengan sangat lebar kemudian tanpa menunggu lama Alya mulai berteriak Memanggil nama Pamannya yaitu Pak Rojak.
Dengan sangat keras di mana suaranya terdengar dari lantai bawah sampai ke dalam kamar Bu Rumini dan Bu Luna yang berada di kamar lantai bawah.
" Jangan pergi Mas kamu mau ke mana? "
" Apa tadi kamu tuli Kamu tidak mendengar apapun, lihat Alya berteriak-teriak di kamar atas pasti ada sesuatu yang terjadi padanya Aku harus ke sana aku harus melihat apa yang terjadi pada Alya Jika kamu ikut Ayo, tapi jika kamu tidak mau ikut cukup diam saja di sini, "ucap Pak Rojak dengan sangat tegas membuat Bu Rumini sedikit terkejut dan merasa heran karena Pak Rojak terlihat sangat khawatir dan mencemaskan Alya yang kala itu berteriak dengan sangat histeris, sementara Bu Rumini berpikir Alya sedang mencari perhatian di mana dia tahu jika Pak Rojak sekarang berada di dalam rumah tidak seperti biasanya, Pak Rojak yang selalu pergi ke luar kota berhari-hari sehingga dia tidak ada di Rumah dan Alya tidak membuat sebuah drama dan keributan, Tapi saat ini ketika Suaminya berada di Rumah sepertinya Alya sedang membuat drama dan keributan untuk mencari perhatian dari Suaminya dan hal itu yang membuat Bu Rumini semakin geram dan kesal bahkan Bu Rumini Berencana untuk memberikan hukuman kepada Alya ketika Suaminya sudah pergi berangkat kerja.
Bu Rumini menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan kasar dengan rasa malas Bu Rumini akhirnya mengikuti langkah kaki dari Pak Rojak dari belakang meskipun langkah kakinya terlihat sangat pelan dan malas dikarenakan Bu Rumini yakin jika Alya sedang membuat drama di kamar atasnya dan hal itu hanya untuk mencari perhatian dari suaminya yang saat ini Kebetulan berada di rumah karena sebelumnya Alya tidak pernah berbuat macam-macam atau membuat drama ketika Suaminya tidak ada di Rumah dan Alya terlihat seperti anak penurut kala itu tidak membantah dan juga tidak melawan apa yang dia perintahkan.
__ADS_1
Tidak jauh berbeda dengan Bu Luna, ibunya Alya yang kala itu juga mendengar teriakan dari Putrinya merasa sangat terkejut dan khawatir dikarenakan Alya yang baru saja keluar dari dalam kamarnya menuju kamar atasnya tiba-tiba berteriak dengan sangat histeris bahkan teriakan dari Alya sengaja memanggil Pak Rojak Pamannya yang sesungguhnya sangat Bu Luna hindari agar Alya jangan sampai dekat dengan Pak Rojak dikarenakan ada satu rahasia yang tidak ingin Bu Luna beritahu kepada Alya, di mana Alya tidak diizinkan untuk mengetahui rahasia besar tentang dirinya yang memang sesungguhnya Alya bukanlah anak kandung dari Suaminya yaitu David akan tetapi Alya adalah anak dari Rojak mantan kekasihnya.
"Ada apa ini kenapa Alya berteriak dengan sangat kencang dan mengapa Alya memanggil Mas Rojak Aku harus kesana Aku harus tau apa yang terjadi pada Putriku. "
Dengan sedikit terburu-buru Bu Luna segera berjalan menuju ke kamar atas di mana Alya sedang berteriak di sana, ketika sampai di luar pintu dan hendak menaiki tangga Bu Luna bertemu dengan Bu Rumini yang kala itu juga ingin pergi ke kamar atas.
Keadaan yang tidak disangka Bu Rumini dan Bu Luna ibunya Alya bertemu di tangga bawah di mana keduanya hendak naik ke kamar atas milik Alya Akan tetapi karena mereka bertemu di lantai bawah tentu saja Bu Rumini sangat tidak menyukai Bu Luna yaitu ibunya Alya berkaca pinggang di depan Bu Luna dengan sorot mata penuh dengan kebencian.
"Mau apa kamu ikut-ikut Naik ke kamar atas, Oh Aku tau pasti kamu ingin bertemu dengan suamiku kan kamu sudah tahu Alya berteriak memanggil suamiku dan kamu berharap ingin bertemu juga dengan suamiku di kamar putrimu, enak saja pergi kau jangan ikut-ikutan datang ke kamar atas karena anakmu tidak memanggil dirimu dan itu bukan urusan kamu jadi aku harap kamu sadar diri, "sini Bu Rumini pada Bu Luna.
Entah mengapa untuk kali ini Bu Luna tidak mau mengalah dari Bu Rumini dia bersikeras ingin mengetahui apa yang sudah terjadi dengan putrinya di mana Alya berteriak dengan sangat histeris.
"Aku ini Ibunya dan Aku berhak mengetahui apa yang terjadi pada putriku meskipun putriku tidak berteriak memanggil namaku tapi aku yakin putriku sangat membutuhkan aku, seharusnya kamu saja yang tidak usah datang ke sana karena kamu tidak dibutuhkan apa-apa aku sebagai Ibunya dan suamimu sebagai orang yang dipanggilnya sedangkan kamu sebagai apa? "
"Kau !"berani sekali kau memerintah diriku berani sekali kamu mengantar-ngaturku kamu itu hanya wanita yang sedang penumpang di rumahku Dan aku harap kamu tidak melampaui batas dari statusmu, "
"Aku tidak mau tau, minggir.. kau, "
__ADS_1
Dengan sangat kasar Bu Luna menyingkirkan tangan Bu Rumini yang kala itu berusaha menghalangi langkah kakinya.