
Dengan senyum mengembang di bibir dan dengan wajah yang sangat tenang Andrean bangkit berdiri sambil meraih buku yang ada di atas meja sementara Rio yang melihat Andrean bangkit berdiri memegang tangan Andrean dikarenakan Rio yakin Andrean belum mengerjakan semua tugas yang diberikan oleh pak guru Haris kepadanya.
Terlebih Rio melihat buku Andrean sepertinya kosong tanpa ada satu tulisan pun di sana bahkan Rio sempat melihat Andrean ketika duduk dia hanya termenung sambil sesekali tersenyum yang Rio sendiri tidak mengerti mengapa Andrean terlihat sangat bergembira dan wajahnya bersinar cerah seolah-olah baru saja mendapatkan sebuah hadiah yang sangat istimewa hari ini sehingga dia terlihat sangat bahagia.
"Tunggu..Andrean Jangan maju dulu Emangnya kamu sudah menyelesaikan tugas yang diberikan oleh pak guru Haris itu, kamu harus menjawab semua soal-soal yang ada di buku itu jika belum Kamu jangan maju dan jangan memberikan bukumu ke sana, karena pak Guru Haris tidak akan memberikan toleransi kepada muridnya yang sok berlaku sudah selesai tetapi sebenarnya belum, sudah kamu duduklah dan kembali kerjakan tugasmu bilang sama Pak Guru haris Jika kamu belum mengerjakan daripada Nanti kamu tidak mendapatkan nilai dan kamu tahu pak guru Haris jika tidak memberikan nilai dia akan memberikan pelajaran tambahan untuk kamu bisa memiliki nilai darinya dan jika tidak hal itu bisa menghambat dirimu tidak bisa Naik kelas, jadi duduk dan kerjanya tugasmu Nanti Aku bantu jika ada yang tidak bisa kamu kerjakan, "
Andrean tidak menjawab apapun yang dikatakan oleh Rio bibirnya hanya mengulum senyum kemudian tangannya melepaskan genggaman tangan Rio yang menghalangi langkahnya.
"Jangan khawatir Aku mengerti semuanya, " jawab Andrean dengan singkat.
Rio mendelik mendengar perkataan dari Andrian dia tidak menyangka jika antrian benar-benar nekat dan merasa yakin jika dia sudah menjawab semua dari pertanyaan dan soal yang diberikan oleh pak guru Haris kepadanya.
dengan tenang Andrean maju ke depan sambil meletakkan buku di atas meja di depan Pak Guru Haris kemudian Andrian berdiri di samping pak guru Haris menunggu apa yang akan Pak Guru haris katakan kepadanya.
"Ini Pak, "
__ADS_1
Pak guru Haris menganggukkan kepala kemudian meraih buku yang diberikan oleh Andrean kepadanya Ketika pak guru Haris membuka lembaran demi lembaran buku untuk mencapai kertas buku yang sudah ada jawaban dan Andrean yang berdiri di samping pak guru Haris diam-diam menggulung senyum kemudian tiba-tiba bibirnya meniupkan sesuatu kearah bukunya yang sedang di bolak-balik oleh Pak Guru Haris dan tiupan itu mengarah ke buku Andrean yang mana tiba-tiba buku yang tadinya terlihat kosong dan tidak ada jawaban apapun tiba-tiba sudah penuh dengan Sebuah Jawaban.
Pak Guru Haris sedikit heran karena ketika hendak membuka lembaran berikutnya terlihat sekilas buku itu kosong akan tetapi beberapa detik kemudian buku itu sudah penuh dengan berbagai macam jawaban dari Andrean.
Perlahan-lahan pak guru Haris mulai memeriksa satu persatu jawaban dari Andrean dan Alangkah terkejutnya Pak Guru haris ketika mendapati semua jawaban dari Andrean adalah benar tidak ada satupun jawaban yang salah Hal itu membuat pak guru Haris seolah-olah merasa sakit kepala dan pening karena dengan tiba-tiba Pak Guru Haris memijit-mijit kening kepalanya.
" Bagaimana ini bisa terjadi mana mungkin jawaban Andrean benar semua Apakah aku tidak salah lihat ataukah pandangan mataku yang salah, Aku harus memeriksanya untuk kedua kali agar aku bisa memastikan jika pandangan mataku tidak salah gumam Pak Guru Haris bermonolog sendiri dalam hati.
Untuk kedua kali Pak Guru Haris mulai kembali memeriksa jawaban dari Andrean yang kala itu dia masih berdiri di samping Pak Guru Haris dan lagi-lagi untuk memeriksa dan melihat hasil jawaban dari Andrean Pak Guru Haris kembali dibuat tercengang karena Apa yang dia lihat semuanya benar tidak ada yang salah di mana semua jawaban dari Andrean memang benar.
Pak Guru harus menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan dan dengan perlahan-lahan pak guru Haris menutup buku milik Andrean kemudian memutar sedikit kursinya menghadap tepat dihadapan Andrean kemudian pak guru Haris bangkit berdiri di mana kini pak guru Haris dan Andrean berdiri saling berhadapan dengan jarak yang cukup dekat.
"Bagus, hasil yang kamu berikan padaku cukup memuaskan kamu boleh duduk, "Ucap pak guru harus kepada Andrean yang langsung mendapatkan anggukan dari Andrean kemudian dengan gerakan cepat Andrean melangkah menuju ke tempat duduknya.
Pak Guru haris yang memang sudah merasa Curiga dengan Andrean menatap tak berkedip setiap gerakan yang Andrean lakukan dan benar saja untuk saat ini Pak Guru Haris juga menemukan suatu kejanggalan dimana Andrean hanya melangkah tiga langkah sudah sampai di bangku tempatnya duduk sementara jika dilakukan anak-anak normal pada dasarnya paling tidak melangkah 10 langkah tapi Andrean hanya melangkah tiga langkah gerakan langkahnya pun terlihat sangat cepat sehingga antara jarak satu kedua sampai ketiga hanya dalam hitungan detik.
__ADS_1
Andrean yang sudah sampai di bangkunya segera duduk bibirnya tersenyum tipis Karena tanpa Pak Guru haris sadari Andrean pun menyadari jika dirinya sedang diperhatikan oleh guru yang ada di depannya, Andrean yakin Pak Guru Haris telah mencurigai dirinya, Andrean bisa merasakan hal itu karena Andrean memiliki kekuatan cukup dalam dalam indra penciuman serta indra perasa Karena bagaimanapun juga Andrean adalah makhluk Vampir dan bukan Manusia sehingga dirinya bisa memiliki kekuatan di luar Nalar.
" Rupanya Guru itu sedang mencurigai diriku tidak masalah silakan saja mencurigai Aku selama kamu tidak mendapatkan bukti apapun maka kamu tidak akan pernah bisa mengetahui siapa Aku dan mengapa aku seperti itu, Berjuanglah keras karena yang bisa membuktikan siapa Aku hanya Pak Yai kurang ajar itu tapi bagaimanapun juga Pak Yai itu sudah menolongku dia bukan Yai kurang ajar tapi Yai penolong Meskipun banyak sekali aturan darinya membuat Aku sangat pusing dan terkadang malas untuk mengikutinya tapi jika Aku membangkang dan menolak sudah pasti dia akan menyiksaku dengan Doa do'anya yang sungguh membuat kepalaku menjadi sakit dan berat, untuk itu Aku lebih sering memggalah dan menurutinya. "
Rio yang melihat sahabatnya sudah duduk di sampingnya sedikit heran dan terkejut karena Rio tidak melihat Pak Guru Haris memarahi Andrean atau memberikan hukuman kepada Andrean Karena penasaran Rio akhirnya bertanya dengan suara yang sangat lirih kepada Andrean.
"Apakah nilai kamu sempurna aku tidak mendengar Pak Guru itu memarahimu atau memberikan hukuman kepadamu, Apakah jawabanmu semuanya benar jika semua itu benar Wah hebat sekali dirimu Bagaimana mungkin kamu bisa mengingat semua soal-soal yang ada di dalam buku itu sementara kamu hilang ingatan? "tanya Rio Yang penasaran kepada Andrean.
Sementara Andrean mengulum senyum sambil menarik buku Rio yang ada di depannya Andrean mengamati jawaban dari Rio yang kala itu sudah menjawab 8 soal di mana ada 15 soal dan Rio kurang 7 soal tanpa bicara Andrean meniupkan sesuatu ke arah buku Rio yang tidak lama kemudian jawaban nomor 9 sampai 15 semua sudah tertulis dengan lengkap, dan suatu hal yang sangat aneh tulisan dari Rio dan juga tulisan ajaib yang tiba-tiba ada di kertasnya Sama persis dengan tulisannya Rio, sehingga Guru tidak akan pernah tahu jika itu bukan tulisan tangan dari Rio.
Rio yang terkejut dengan semuanya menatap heran kepada Andrean sementara Andrean tersenyum cuek kemudian mengalihkan pandangannya ke depan seolah-olah tidak ada sesuatupun yang dia lakukan, hal itu membuat Rio sedikit bingung dan pusing untuk itu Rio juga memijit-mijit kening kepalanya dan sesekali Rio mengusap kedua bola matanya Rio berpikir mungkin matanya salah melihat dan salah memandang.
Sungguh aneh dan ajaib Ternyata apa yang Rio lihat tidak berubah di mana memang untuk jawaban nomor 9 dan 15 sudah tertulis di sana Dan satu hal yang aneh ketika Rio mencoba untuk menghitung dan mengerjakannya semua sama dan benar.
" Bagaimana mungkin bisa terjadi seperti ini, sungguh ini sangat ajaib sekali mana mungkin tulisannya Bisa sama dengan tulisan tanganku dan mana mungkin jawabannya juga sama dengan jawaban yang ada dalam pemikiranku ini sungguh suatu hal yang sangat mustahil akan tetapi ini benar-benar nyata, Siapa yang melakukan semua ini apakah Andrean, tadi aku melihat Andrean menatap ke arah bukuku tapi bagaimana mungkin Andrean bisa melakukannya, Apa iya Andrean memiliki sihir sehingga dia bisa menyihir bukuku menjadi ada tulisan jawaban, sungguh memusingkan tapi ini juga sangat menguntungkan diriku sehingga aku tidak perlu capek-capek untuk berpikir dan mengumpulkan jawabanku kepada Pak Guru Haris di mana aku akan memiliki nilai yang cukup bagus sehingga aku tidak akan mendapatkan teguran dan juga nilai buruk darinya, meskipun Sesungguhnya aku sangat penasaran Mengapa tiba-tiba ada jawaban di kertas buku dan tulisannya sungguh sangat Sama persis dengan tulisan tanganku seolah-olah aku sendiri yang menulis jawaban ini, tapi Sesungguhnya aku tidak pernah menulis jawaban seperti ini Lalu siapa yang menuliskan jawaban seperti ini Apakah di sini ada setan dan hantu ataukah di sini ada penyihir sehingga bukuku tersihir, sudahlah ini semakin memusingkan kepalaku. " gumam Rio dalam hati.
__ADS_1