Pacarku Vampir Tampan

Pacarku Vampir Tampan
Bab. 55.Merasa Kesal


__ADS_3

Kevin dan Bu Rumini yang kala itu berjalan menuruni tangga dengan menunduk sedikit terkejut dan heran karena tiba-tiba Pak Rojak sudah berdiri di bawah tangga di mana sepertinya Pak Rojak sedang Menghadang dan menantikan kedatangan langka kaki mereka Hal itu membuat Bu Rumini dan Kevin benar-benar terkejut karena tidak menduga.


Pak Rojak sudah berdiri di depan mereka karena keduanya berpikir Pak Rojak sudah pergi dan tidak ada di rumah, tapi ternyata dugaan Mereka salah karena Pak Rojak ternyata masih berada di dalam rumah dan kini justru sedang Menanti kedatangan mereka.


langkah kaki Kevin dan Bu Rumini menjadi sedikit melambat semua dikarenakan mereka berdua merasa bingung dan juga sedikit was-was dan khawatir jika Pak Rojak tiba-tiba marah kepada mereka dikarenakan dirinya telah mengajak Kevin untuk segera turun dari kamarnya Alya dan tidak melakukan tugasnya.


"A-Ayah disini? "


"Hmmm, duduk kalian, "


Dengan hati berdebar-debar dan sangat takut Kevin dan Bu Rumini akhirnya duduk di Ruang tamu, mengerjakan perintah dari Pak Rojak yang meminta mereka untuk duduk.


Meskipun dalam hati Kevin dan Bu Rumini berkecamuk berbagai pertanyaan tentang apa yang akan dilakukan oleh Pak Rojak kepada mereka membuat keduanya duduk dengan menundukkan kepala, Hal itu membuat Pak Rojak tersenyum miring melihat kedua orang terdekatnya yang tidak lain adalah istri dan Putranya.


Pak Rojak menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan sangat perlahan bibirnya mengulum senyum sinis menatap kedua orang yang ada di depannya.


"Kevin, Katakan padaku Apakah tugasmu sudah selesai sehingga kamu turun dari kamar Alya dan kau Bu, mengapa kamu turun bersama dengan putramu Apakah kau yang mengajaknya? "


"Ayah Kevin, ___


Kevin tidak melanjutkan ucapannya melainkan dia menatap kepada sang ibu yang kala itu menggelengkan kepalanya memberikan isyarat kepada Kevin agar tidak berbicara jujur kepada Ayahnya, karena ibunya tahu jika Ayah-nya Pasti akan sangat marah dan memberikan hukuman kepada mereka untuk itu Kevin berpikir keras alasan apa yang akan dia katakan kepada Ayah-nya agar Ayah-nya tidak terlalu marah kepadanya.


Pak Rojak menatap Kevin dengan tatapan mata yang sangat tajam dan Intens menunggu Jawaban apa yang akan Kevin berikan kepadanya juga alasan apa yang akan Kevin berikan untuknya,


Sementara Kevin yyang menunduk masih terus berfikir dan sedikit bingung karena dia tidak tahu harus memberikan alasan apa kepada Ayah-nya agar Ayah-nya tidak terlalu marah kepadanya.


"Kenapa masih diam saja katakan Kenapa kamu sudah turun dari kamar Alya, Apakah kamu sudah menyelesaikan semua tugas yang Ayah perintahkan kepadamu dan kamu sudah melakukannya dengan benar atau ada alasan lain yang akan kamu berikan kepada Ayah. "tanya Pak Rojak dengan penuh selidik.


"Ayah, Bagaimana Aku bisa mengerjakan semua tugas yang ayah perintahkan itu seorang diri sedangkan saat ini Aku harus pergi ke sekolah tepat waktu karena saat ini di sekolah ada acara khusus yang harus datang tepat waktu dan Kevin meminta kepada ibu untuk membantu Kevin agar Kevin bisa mengerjakan tugasnya dengan cepat, tapi Ibu tidak mau untuk itu Kevin turun bersama ibu Karena Kevin ingin meminta izin kepada Ayah, agar ibu mau membantu menyelesaikan tugas Kevin dikarenakan Kevin sebentar lagi harus masuk sekolah pada jam dan saat yang tepat karena jika terlambat Kevin juga akan mendapatkan hukuman di sana."jawab Kevin dengan panjang lebar memberikan jawaban dan alasannya pada sang Ayah.


Kevin tidak menyadari ucapan dari pemikirannya yang tiba-tiba muncul begitu saja membuat Bu Rumini sedikit mendelik dan melotot pada Kevin dia tidak menyangka jika Kevin menjadikan dirinya sebagai suatu alat agar tidak mendapatkan amarah dari Ayahnya karena beralasan agar Kevin bisa mengerjakan tugas dan perintah yang diminta oleh Pak Rojak Suaminya.


Kevin yang mendapatkan tatapan mata tajam dari sang ibu dengan melotot kearahnya, hanya tersenyum nyengir, Karena Kevin menyadari jika ucapannya sungguh sangat menyakitkan ibunya di mana dia menjadikan sang Ibu kambing hitam untuk dirinya agar terbebas dari kemarahan Ayahnya.


"Kevin kenapa kamu bicara begitu, ini sama halnya dengan menjerumuskan Ibu kamu itu, "


Kevin hanya menundukkan kepala mendengar semua amarah dan juga kekesalan dari ibunya yang mana memang Kevin menjadikan ibunya sebagai kambing hitam agar dirinya tidak mendapatkan amarah dari sang Ayah.


Sementara Pak Rojak memandang Kevin dan Bu Rumini sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Sudah-sudah, tidak perlu kalian saling menyalahkan satu sama lain apa yang dikatakan Kevin juga ada benarnya, Bukankah kamu juga tidak memiliki pekerjaan yang sangat berat Bu dan kamu juga tidak sedang sibuk jadi tidak ada salahnya kamu membantu Kevin untuk membersihkan kamar Alya sekarang, lagi pula apa yang dikatakan Kevin memang benar dia harus pergi sekolah dan Ibu juga tahu jika pergi sekolah tidak boleh Terlambat untuk itu aku membenarkan apa yang dikatakan Kevin sekarang cepat bersihkan kamar Alya kalian berdua harus membersihkannya dengan sangat cepat karena sebentar lagi waktu juga akan menunjukkan pukul 08.00 di mana Kevin harus masuk sekolah pukul 07.30 Bukankah seperti itu Kevin, sekarang masih pukul 05.00 cepat kerjakan selagi waktu masih banyak dan untuk hari ini aku tidak pergi bekerja dikarenakan Aku ingin kalian menyelesaikan tugas terlebih dahulu Cepatlah waktu kalian satu jam mulai dari sekarang."


" Tapi Ayah ini tidak adil Aku tidak melakukan apapun kenapa aku harus membersihkan juga biarkan Kevin sendiri yang membersihkan itu kan tanggung jawabnya dia sendiri atau biarkan Kevin dan Alya saja yang bersihkan karena itu adalah tugas mereka berdua untuk apa aku yang harus ikut mengerjakannya Aku tidak mau, " tolak Bu Rumini dengan tegas.


"Alya sibuk sebentar lagi Dia harus sekolah juga sekarang Alya sedang menyiapkan sarapan pagi bersama dengan ibunya, Untuk itu kamu yang tidak memiliki pekerjaan apapun sudah tepat dan benar kamu yang mengerjakannya cepatlah jangan banyak alasan karena Aku tidak mau mendengarkan alasan apapun dari kalian kerjakan sekarang juga, "


Setelah mengucapkan hal itu Pak Rojak segera meninggalkan tempat di mana Kevin dan Bu Rumini berada Mereka berdiri dengan wajah yang masing-masing menyiratkan suatu kekesalan dan kemarahan dikarenakan mereka berdua harus bekerja sama untuk membersihkan kamar Alya di mana hal itu adalah suatu hal yang sangat merendahkan bagi mereka karena mereka harus membersihkan kamar tempat orang yang menumpang di rumahnya sementara orang yang menumpang di rumahnya sedang bersantai dan berleha-leha tanpa mengerjakan apapun.


"Sudah cepat ayo kita kerjakan, agar kamu cepat berangkat sekolah Ibu sudah sangat muak dan kesal dengan semua ini Nanti kita pikirkan bagaimana caranya untuk membalas semua yang dilakukan Alya kepada kita, Ibu tidak akan tinggal diam enak saja kita diperlakukan dan diminta untuk membersihkan kamarnya Sedangkan Alya sendiri enak-enakan di dapur dengan bersantai Ria, Aku yakin yang mengerjakan dan memasak itu pasti ibunya sementara Alya sedang bersantai sambil menertawakan kita."


"Ibu benar, kita harus membalas perbuatan ayah kepada kita enak saja dia Mau bersantai Ria sedangkan kita diperlakukan seperti pembantu saja Bukankah semua terjadi juga kesalahannya dia yang menyiramkan air keranjangnya Kenapa pula aku yang disalahkan Bukankah alias sendiri yang melakukannya dan seharusnya alias sendiri yang membersihkan semua ini bukan kita, "


"Kau benar, "


Bergegas Kevin dan Bu rumini naik ke lantai atas mereka berdua bekerja sama untuk membersihkan kamar Alya yang basah dan juga kotor akibat tisu yang berserakan di sana sini sesekali Bu Rumini menyeka keringat yang mengalir di keningnya, Begitu juga dengan Kevin mereka berdua sangat merasa capek dan lelah dikarenakan harus membersihkan mencuci dan mengepel Setelah semuanya selesai Ibu Rumini mendudukkan bokongnya di kursi dengan nafas sedikit tersengal-sengal karena rasa capek yang dia rasakan setelah bekerja keras membersihkan kamar Alya di mana semuanya kini sudah beres.


"Akhirnya semuanya sudah selesai. "


"Iya, Bu Kevin merasa sangat capek sekarang."


"Sudah Vin Ayo kita turun dan kamu cepat pergi ke kamarmu dan mandilah Karena hari sudah mulai siang kamu harus cepat berangkat sekolah agar kamu tidak datang terlambat dan untuk Alya Biarkan Ibu nanti yang akan membuat perhitungan dengannya karena dia sudah membuat kita sangat capek dan membuang waktu kita biar Gadis itu tidak belagu di rumah ini mentang-mentang Ayahmu membelanya dan mentang-mentang mendapatkan perhatian yang lebih dari Ayahmu Gadis itu mulai bertingkah dan melunjaak kepada kita, untuk itu kita harus bisa memberikan balasan yang setara dengan apa yang sudah dia lakukan kepada kita, enak saja dia akan bersenang-senang dan bersantai setelah membuat kita capek dan dimarahi Ayahmu Gadis itu pun harus merasakan hal yang sama seperti yang telah kita rasakan." ucap Bu Rumini dengan suara yang keras dikarenakan rasa geram dan kesal yang sedang melanda hatinya.


Bu Rumini Menggangukkan kepala mendengar perkataan dari putranya, membenarkan semua yang akan di rencanakan putranya sungguh hatinya merasa sangat kesal dan geram karena ulah Alya dirinya harus dimarahi Pak Rojak Suaminya dan juga harus capek bekerja.


Dengan cepat Kevin berjalan menuju ke kamarnya kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, kurang lebih 20 menit Kevin melakukan ritual mandi sebelum kemudian Kevin mengganti baju kotor dengan baju bersihnya, menyisir rambut seadanya menyiapkan segala keperluan sekolah dan masukkan semua tugas-tugas yang ada di sekolah kemudian dengan cepat Kevin kembali keluar dari kamar menuju ke ruan makan di mana perutnya sudah terasa sangat lapar karena beberapa waktu yang lalu energinya Kevin, yang sudah terkuras akibat dari mengerjakan tugas yang diperintahkan oleh Ayah-nya untuk membersihkan kamar Alya.


Tanpa menunggu siapapun Kevin langsung membuka tutup tudung yang ada diatas meja ruang makan di mana terdapat beberapa menu makanan.


Dengan cepat Kevin langsung mengambil nasi dan lauk kemudian melahapnya dengan sangat cepat pula dikarenakan waktu sudah menunjukkan pukul 07.00 di mana hanya kurang 30 menit lagi Kevin akan terlambat jika belum sampai di sekolahnya.


Kevin makan dengan sangat lahap dengan menu yang sudah tersedia di depan meja setelah menyelesaikan ritual makannya dan setelah merasa kenyang Kevin langsung mencuci tangan tanpa membersihkan piring kotor nya.


Sedikit merasa heran dan aneh Karena Kevin tidak melihat Alya di rumah, Kevin berpikir mungkin Alya sudah berangkat lebih dulu dengan menggunakan Naik angkot atau diantar oleh Ayah-nya dikarenakan Kevin juga tidak melihat Ayah-nya Pak Rojak di ruang tamu.


Karena merasa penasaran Kevin dengan sedikit berjinjit dan berjalan dengan perlahan menuju ke kamar Ayah-nya Kevin ingin tahu apakah Ayah-nya berada di dalam kamar ataukah sudah pergi.


Melihat pintu kamar terbuka sedikit, Kevin melongokkan wajahnya ke dalam karena merasa tidak begitu jelas Kevin membuka sedikit pintu kamar yang sudah terbuka.


"Apa yang kamu lakukan disini Vin? "

__ADS_1


Sebuah suara yang membuat Kevin sangat terkejut hingga dengan gerakan spontan Kevin membalikkan badan dan terlihatlah olehnya sang Ayah sudah berdiri tegak di belakangnya, karena ketahuan bersalah Kevin hanya tersenyum nyengir.


"Ayah..!


" Hmm, apa yang kamu lakukan disini kenapa kamu bersikap seperti pencuri, berjalan dengan mengendap-endap dan mengintip kenapa kamu tidak mengetuk pintu dan langsung masuk saja, "


"Maaf, Ayah tadinya aku pikir ada orang apa tidak di dalam karena terlihat sangat sepi sekali, "


" Emangnya kenapa dan ada apa, kamu mau cari siapa mau cari ibumu atau mencariku? "


Dengan tersenyum nyengir Kevin mengarahkan telunjuknya kepada sang Ayah yang artinya Kevin ingin bertemu dengan Ayah-nya.


"Ingin bertemu dengan Ayah, "ucap Kevin malu-malu.


"Baiklah sekarang kita sudah bertemu ada apa? "


"Biasa Ayah, kan bentar lagi Kevin akan berangkat sekolah Kevin mau minta uang jajan pada ayah karena jatah bulanan Kevin yang kemarin sudah habis. "


"Oh, itu Baiklah Tunggu sebentar aku akan mengambilkan untukmu. "


Dengan Langkah tegap Pak Rojak masuk ke dalam kamar, Kevin menunggu di luar kamar tidak lama kemudian Pak Rojak keluar kamar sambil mengulurkan beberapa lembar uang merah kepada Kevin. Ada sekitar sepuluh lembar uang merah yang Pak Rojak ulurkan pada Kevin.


" ini untukmu aku rasa cukup untuk satu minggu dan yang ini Tolong berikan kepada Alya aku rasa dia juga membutuhkannya, "


Kevin mengeryitkan dahinya ketika melihat Ayah-nya mengulurkan uang lembaran merah kepada dirinya untuk diberikan kepada Alya, di mana ketika Kevin menghitung jumlah dari uang lembaran berwarna merah yang diulurkan Ayah-nya untuk diberikan kepada Alya ternyata jumlahnya sangat sama dengan jumlah yang diberikan Ayah-nya kepadanya.


Merasa heran dan aneh karena jumlah yang diberikan sama Kevin menatap heran kepada Ayah-nya.


Pak Rojak menaikan satu alis matanya ketika Kevin diam tertegun menatapnya.


"Ada apa Kenapa kamu sepertinya heran dan terlihat bingung seperti itu, apa yang kamu pikirkan Apakah uang yang Ayah berikan kepadamu Masih kurang, Apakah uang jajan yang kamu pergunakan di sekolah cukup banyak sehingga kamu tidak cepat pergi dan masih berdiri di sini? "


Kevin meneguk ludahnya dengan perlahan kemudian tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


"Tidak Ayah, uang yang Ayah berikan kepada Kevin sudah cukup bahkan sangat lebih tapi yang membuat Kevin sangat bingung dan merasa heran kenapa ayah menitipkan uang kepada Alya dengan jumlah yang sama dengan milik Kevin, seolah-olah Alya itu Anak Ayah, kami itu berbeda Ayah. Alya itu hanya anak dari teman Ayah yang tidak seharusnya disamakan dengan Kevin untuk apa Ayah harus memberikan uang sebanyak ini pada Alya Bukankah 200.000 juga sudah cukup. "


"Kevin..! Sejak kapan ayah mengizinkan kamu untuk membantah semua perintah Ayah jika Ayah memutuskan untuk memberikan uang yang sama itu adalah hak Ayah, itu bukan uangmu itu uang Ayah jadi Ayah berhak memberikan kepada siapa saja yang Ayah mau cepat pergi dan berangkat Sekolah dan berikan uang itu kepada Alya, Ingat jangan sampai berkurang Jika kamu sampai melakukan itu Ayah akan memotong semua uang jajanmu."


Dengan perasaan kesal dan sedikit geram Kevin akhirnya melangkah pergi meninggalkan rumah Setelah dia menciuum tangan sang Ayah sambil berpamitan.

__ADS_1


__ADS_2