
Tidak lama kemudian Acara upacara bendera pun selesai para murid sudah berlari masuk kedalam kelasnya masing-masing ada juga yang berlari menyempatkan diri ke kantin untuk mengisi perut yang kosong setelah hampir satu jam mereka di jemur di lapangan yang panas dengan terik matahari yang sangat membuat mereka panas dan. perut semakin keroncongan.
Terlebih di kantin banyak sekali makanan yang sangat menggiurkan bagi para siswa dan siswi yang terbiasa menjadikan kantin untuk sarapan pagi, karena terkadang Di rumah masing-masing mereka malas untuk melakukan sarapan pagi dikarenakan takut terlambat dan ada juga yang lebih memilih menu yang ada di kantin dikarenakan menu yang ada di kantin sangat bervariasi bermacam-macam dan juga sangat menyenangkan karena rasanya lebih enak.
hal itu biasa bagi para siswa-siswi yang terbiasa suka dengan jajan di luar rumah mereka suka menghabiskan uang jajan mereka dengan membeli makanan yang mereka sukai.
"Tika Kenapa lu tadi tidak konsentrasi dalam upacara Memangnya apa yang lo lihat aku dari tadi mengintip dirimu dan dirimu seolah-olah melihat ke arah belakang Memangnya di belakangapamu ada apa? "
"Oh, itu tadi Aku tidak sengaja melihat Dion membuka pintu pagar dengan meniup udara lewat mulutnya dan tiba-tiba pintu pagar terbuka dan tiga siswa bandel itu yang terlambat mereka bisa masuk tanpa sepengetahuan Pak satpam. "
"Dion..!
" Iya, Dion teman kita Dia benar-benar hebat dan benar-benar membuat aku tak percaya jika Dion ternyata sangat hebat Dulu Aku tidak menyukai dia tapi sekarang sepertinya aku akan mengejarnya, " ucap Tika dengan
"Dion yang pakai kacamata itu?
"Iyalah Santi, memang siapa lagi di sekolah kita Yang bernama Dion hanya dia saja kan, dia sekarang benar-benar sangat menakjubkan dan sangat mengagumkan tidak seperti waktu-waktu itu sangat culun dan menyebalkan tapi kali ini sangat menyenangkan. "puji Tika berapi-api.
Wajah Tika berbinar ceria ketika dia menceritakan tentang Dion betapa dirinya terlihat sangat mengagumi dan sangat membanggakan Dion di hadapan Santi temannya.
"Hmmm, tapi bukankah Dion itu sudah pacaran sama Sari Kayaknya Aku dengar-dengar Dion nembak Sari deh dan Dion kayaknya di Terima waktu itu dan mereka sudah jadian Kalau tidak salah ada Tiga hari lalu, "ucap Santi memberikan penjelasan kepada Tika yang kala itu wajahnya berbinar ceria dan senang tiba-tiba berubah sendu tampak wajah Tika berubah ketika Santi mengatakan jika Dion sudah memiliki kekasih yang bernama Sari.
" Itu kan baru dugaan saja lagi pula mereka berpacaran juga baru tiga hari Aku rasa itu hanya cinta yang tidak tulus saja dan Aku rasa dia akan lebih memilih Aku ketimbang Sari jika memang mereka sudah berpacaran Aku akan merebutnya, lihat saja Sari akan diabaikan oleh Dion karena Aku yakin Dion hanya main-main dan tidak benar-benar menyukai Sari apalagi Cinta, kamu lihat saja Nanti, Bagaimana hubungan Sari dengan Dion apakah akan berjalan sangat manis dan lancar ataukah Dion akan mengabaikannya sudah Ayo kita makan Sebentar lagi masuk Aku sudah sangat lapar."
Santi menganggukkan kepala kemudian berjalan mendekati Ibu tuh kantin dan memesan dua makanan soto ayam kali ini Santi dan Tika memesan soto ayam untuk sarapan pagi mereka.
Dengan perasan jeruk nipis dengan ditambah sambal dan kecap membuat makanan soto ayam yang ada di depan mereka tidak menunggu waktu lama sudah tandas mereka berdua bagaikan orang kelaparan karena menyantap soto ayam dengan sangat lahap.
"Alhamdulillah, akhirnya kenyang juga, kamu mau gorengan tidak Tik, kalau mau ambil saja untuk hari ini semua makanan Aku yang bayar, "
"Uhuk..!
" Uhuk..!
"Bugh...bugh..!
" Santiiii...! uhuk.. uhuk..! kenapa lo memukul punggung gue, sakit tauk, "
"Tika..! Kenapa lo jadi marah-marah, seharusnya lo itu berterima kasih sama gue, kenapa lo justru marah-marah, Bukankah lo itu lagi batuk makanya Aku tepuk-tepuk punggung lo bukan memukul tapi Aku tepuk-tepuk agar batuk kamu itu reda, Aku juga heran kenapa kamu tiba-tiba batuk perasaan tadi nggak batuk kenapa sekarang jadi batuk apa Kamu lagi sakit?
Mendengar perkataan dari temannya yang sangat poolos Tika memijat keningnya yang tidak sakit kemudian menggelengkan kepalanya sungguh sahabatnya itu sangat poolos sekali, dia batuk bukan karena sakit Akan tetapi karena ucapan Santi yang terdengar sangat aneh dan juga sangat langka, karena tidak biasanya sahabatnya itu mentraktir dirinya, biasanya Santilah yang selalu meminta Tika untuk mentraktir segala makanan yang dia pesan bahkan Santi tidak segan-segan pergi meninggalkan kantin dan membiarkan Tika untuk membayar semua makanan yang mereka pesan seorang diri dan hari ini adalah satu hal yang sangat luar biasa bagi Tika dikarenakan Santi tiba-tiba menawarkan diri untuk mentraktir semua makanan yang Tika makan bahkan memberikan penawaran kepada Tika jika masih ingin makan gorengan Santi juga siap membayarnya.
"Tidak, Aku tidak sakit Aku cuma heran padamu, tumben kamu Mau mentraktir Aku, Memangnya hari ini uang kamu banyak dan Memangnya hari ini kamu mendapatkan lotre sehingga kamu Mau mentraktir diriku? "tanya Tika dengan Wajah dan tatapan mata yang serius.
Mendengar perkataan Tika sahabatnya Santi tertawa lebar sungguh dirinya tidak menyalahkan Tika jika heran dan terkejut dengan tawarannya hari ini, yang mana Santi berniat untuk mentraktir dirinya.
__ADS_1
" hahaha cerdas juga dirimu Tika, hari ini memang aku memiliki uang lebih dikarenakan Ibuku baru saja menjual hasil panen dari kebun dan pendapatannya hari ini lumayan banyak untuk itu aku ingin berbagi denganmu aku sudah sering Kamu traktir aku sudah sering meminta kamu untuk mentraktirku sekarang tidak ada salahnya jika giliran aku yang akan mentraktir dirimu, "
"Hmmm, kalau begitu terima kasih banyak sebenarnya kamu bisa simpan uang kamu dan biarkan aku saja yang membayar semuanya kamu tidak perlu mengeluarkan uang Karena aku tahu tidak selamanya kamu akan mendapatkan rezeki yang seperti ini untuk itu simpanlah siapa tahu nanti kamu membutuhkan pengeluaran yang lebih banyak jadi itu bisa kamu gunakan, "
" apa kamu menolak aku traktir mentang-mentang aku bukan orang kaya dan mentang-mentang aku tidak terlalu memiliki banyak uang sehingga kamu selalu menganggap aku kekurangan aku juga bisa mentraktir dirimu dan aku mau untuk hari ini kamu tidak menolak keinginanku, "
" Oke Baiklah aku akan terima Jangan cemberut seperti itu ayo dong senyum Aku sambil nambah makan gorengan ini ya? "
Wajah Santi yang tadinya muram karena Tika tidak ingin dia traktir tiba-tiba ceria dan bersemangat serta merasa sangat senang ketika meminta dirinya untuk mentraktir gorengan juga.
"Boleh, ayo kita makan bersama, "
Tika dan Santi asik menikmati makanan gorengan yang ada di depan mereka setelah itu mereka bergegas kembali ke dalam Kelas, mereka tidak ingin terlambat dan mendapatkan hukuman dari salah satu guru yang cukup keras dan tegas dalam memberikan bimbingan pelajaran kepada mereka bahkan, hanya terlambat 5 menit sudah tidak diizinkan untuk masuk ke dalam kelas untuk itu Santi dan Tika segera berlari menuju ke kelasnya.
"Cepat Santi waktunya kurang sepuluh menit ayo berlari jangan sampai Guru galak itu sudah masuk lebih dulu dari pada. kita. "seru Tika dengan sedikit panik.
Santi menganggukkan kepala kemudian berjalan sedikit berlari menuju ke kelasnya dan benar saja ketika mereka berdua sampai di pintu kelas tampak suasana kelas sudah penuh dengan siswa yang sudah masuk tinggallah dirinya dan juga Santi.
"Hampir saja beruntung kita masuk tepat Waktu, "
"Kau benar, beruntung kita belum terlambat, "
"Hei, Santi mana Dion kok dia belum masuk lihat bangkunya kosong, "
Santi yang tadinya tidak memikirkan dan tidak mau tahu tentang Dion pada akhirnya ikut menoleh ke arah bangku di mana Dion duduk dan tampaklah bangku itu kosong tidak berpenghuni.
" Hala Tika, ngak usah Biarkan saja dia datang terlambat dia kan juga tahu dan mengerti jika saat ini adalah jadwal dari Pak Guru galak Jika dia tidak cepat datang itu resikonya dan itu salahnya sendiri Jika dia tidak diizinkan masuk kamu tidak usah ikut mencari karena Nanti kamu juga tidak akan diizinkan masuk kita lihat saja dan mau bagaimana lagi Kita cukup prihatin dari jarak jauh,"
"Kamu benar Santi tapi aku merasa sangat kasihan Aku tidak tega Jika tiba-tiba dia mendapatkan hukuman dari pak Guru galak itu, tidak masalah Seandainya Aku tidak diizinkan masuk yang penting Aku bisa berduaan dengan Dion, "
"Buugh..!
" Auuw...Santi? " kenapa lo memukul gue lagi, sakit tau, jadi Manusia ringan tangan bener sih lo, " Tika memaki-maki Santi yang tiba-tiba memukul dirinya Tika tidak mengerti mengapa temannya sangat suka sekali memukul dirinya sedangkan dirinya tidak pernah melakukan kesalahan atau menyakiti sahabatnya itu, Santi yang mendapatkan omelan dan dimarahi Tika hanya tertawa lebar kemudian menggelengkan kepalanya.
"Kamu itu bukan lagi cinta sama Dion, tapi kini sudah menjadi tergila-gila sama Dion dan hal itu sangat berbahaya bagi dirimu bisa-bisa kamu Nanti masuk rumah sakit jiwa seandainya Dion tidak membalas cintamu untuk itu lebih baik lupakan Dion, sudah sekarang keluarkan buku PR kamu aku mau conteek sebentar karena ada beberapa Nomor yang belum Aku kerjakan cepatlah Aku tidak ingin mendapatkan Nilai buruk di pelajaran Pak Guru galak itu. "
Mendengar permintaan Santi Tika mendelik dan membulatkan kedua bola matanya menatap tajam pada Santi yang kala itu justru memberikan senyuman termanisnya ketika mendapati Tika mendelik padanya.
"Ayolah jangan menatap horor begitu Tika, Apa kamu tidak kasihan dengan sahabatmu ini jika nanti Nilainya sangat buruk kemudian Pak Guru galak itu marah dan menghukum diriku apa kamu tega melihat semua itu kalau tega ya sudah biarkan saja kamu tidak perlu memberikan bukumu kepadaku dan Aku tidak akan mencontek lagi biar saja Seandainya Aku dihukum oleh pak Guru galak itu, " Ucap Santi dengan Wajah sedih.
Sungguh jika ingin tertawa melihat tampang dari wajah Santi yang terlihat begitu memelas menurutnya.
"Nih, Contek sepuasnya Aku mau berdoa smoga Dion cepat datang sebelum Guru galak itu masuk, "
"Kalau seperti itu sepertinya itu lebih bagus dari pada kamu juga merepotkan dirimu sendiri yang Mana sudah jelas dan Pasti Kalau kamu pergi mencari Dion maka kamu akan mendapatkan hukuman juga."
__ADS_1
"Ya Bawel sudah cepat ditulis keburu Pak Guru galak itu masuk kamu belum selesai. "
Dengan senyum tersungging di bibir Santi segera meraih buku yang diberikan Tika kepadanya dengan sangat serius Santi langsung mencontek beberapa nomor yang belum Santi kerjakan Selain itu Santi juga menyamakan hasil dari yang dia kerjakan sama dengan hasil yang dikerjakan oleh Tika, Santi khawatir Jika ada yang tidak sama dan pastinya dirinya mendapatkan nilai yang buruk.
Disisi lain Dion dan Rio yang masuk kedalam Ruang Guru kini mereka berdua sudah duduk didepan seorang Guru yang ada di depan mereka.
"Ada apa mengapa kalian kesini? "
Rupanya kedatangan Dion dan Rio ke ruang Guru bukan karena Dion dan Rio mendapatkan panggilan dari Guru mereka akan tetapi karena keinginan Rio dan Dion sendiri di mana Sang Guru justru merasa heran dan bertanya tentang mereka yang tiba-tiba sudah berada di ruang Guru.
"Maaf, Pak. saya mau memberikan info kepada Bapak Guru jika Dion yang berada disamping saya sedang sakit, Dia mengalami hilang ingatan dan dia tidak mengingat apapun, bahkan untuk namanya Dion meminta kepada kami selaku kerabat terdekatnya untuk memanggil Dion dengan sebutan Andrean Untuk itu saya memberitahukan kepada bapak guru agar Bapak Guru memberikan informasi ini kepada semua murid yang ada di kelas agar mereka tidak merasa heran dan aneh apabila mendapati sikap Dion yang tidak lain adalah Andrean Tidak seperti biasanya bahkan mungkin tidak akan mengenali mereka dikarenakan Dion yang kini harus kita Panggil sebagai Andrean sedang mengalami sakit Hilang Ingatan."ucap Rio memberikan penjelasan kepada Pak Guru yang kala itu mendengarkan penjelasan Rio sambil menatap pada Andrean yang duduk diam saja.
tanpa pak guru menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan kemudian menganggukkan kepala.
"Baiklah, Rio Aku akan berikan informasi ini kepada murid yang lain, sekarang tinggalkan kami berdua Aku ingin berbincang-bincang sebentar dengan Diob maksudku dengan Andrean. "
"Baik, Pak Saya akan menunggu di luar, "
Bapak Guru itu Menggaggukkan kepala, tidak lama kemudian Rio keluar dari Ruang Guru dan duduk di depan kantor Sekolah yang mana disampingnya ada kursi dan meja yang bisa dibuat untuk duduk.
Pak Guru bangkit dari duduknya kemudian tersenyum pada Andrean.
"Siapa Namamu? '
" Andrean, "
"Apakah kamu ingat siapa Aku,
" Tidak, Aku tidak tau, bagaimana bisa tau kita juga baru saja bertemu, "ucap Andrean dengan santainya.
Tampak Pak Guru menarik napas panjang kemudian menghembuskan nya dengan perlahan kemudian Pak Guru itu kembali tersenyum.
" Baiklah, apakah kanu ingat kamu adalah Siswa dan murid di Sekolah ini, "
"Tidak, Aku tidak tau tapi Ibuku bilang Aku harus pergi SekolahSekolah untuk itulah Aku pergi kesini semua karena Ibu yang meminta, "
"Baiklah Aku harus memanggil Namamu dengan sebutan Andrean kan apa tidak lebih baik Aku memanggil Namamu dengan sebutan Dion saja kurasa Nama itu lebih cocok untuk kamu, "
"Aku tidak mau, Namaku Andrean jadi panggil saja Aku dengan Andrean, "
"Ok, Baiklah kalau begitu Silakan kamu pergi dan masuk ke dalam kelasmu, kita akan bertemu di mata pelajaranku, "
Andrean memahami maksud dari Pak Guru yang ada di depannya dikarenakan Pak Guru yang ada di depannya juga menggunakan bahasa isyarat tangan yang meminta Andrean untuk keluar dari Ruang Kantor.
Andrean bergegas keluar tanpa mengucapkan salam dan langsung menemui temannya Rio yang sedang menunggu di luar.
__ADS_1
Rio yang melihat kehadiran Andrean bergegas bangkit dari duduknya dan mengajak Andrean untuk masuk kedalam kelas.