Pacarku Vampir Tampan

Pacarku Vampir Tampan
Bab. 28.Larangan Pak Yai


__ADS_3

Dalam perasaan yang bosan dan merasa sangat jenuh Pangeran Andrean berniat untuk melihat keadaan kota yang ada di desa itu di mana pangeran Andrean ingin mencari udara segar yang mana berada di dalam satu rumah yang menurut Pangeran Andrean sangat sempit dan juga tidak bisa membuat dirinya bergerak dan berjalan leluasa selain hanya dalam satu ruangan yang sangat kecil.


Hal itu membuat Pangeran Andrean merasa sangat bosan dan memutuskan untuk pergi keluar melihat keadaan di luar.


"Smoga diluar lebih nyaman daripada disini. "


"Hoop..bruugh...!


Tubuh Pangeran Andrean yang tadinya hendak melompat kala itu langsung jatuh tersungkur ke lantai akibat sebuah kekuatan yang menahan tubuhnya hingga terjatuh ke belakang dengan gerakan spontan Pangeran Andrean mendongak melihat Siapa yang telah membuat dirinya jatuh tersungkur ke lantai.


"Kau, "


" Apa yang kamu lakukan Andrean? "


"Kau lagi, Mengapa kamu ke sini dan Untuk apa kamu menghalangi aku Aku hanya ingin keluar melihat-lihat keadaan di kota ini karena di ruangan ini sangat sempit dan juga tidak terlalu nyaman Memangnya kenapa?


" Hemm, Aku tidak ingin kamu keluar dari tempat ini karena kamu baru saja satu hari ini itupun Baru beberapa jam dirmu berada di sini dan aku harap kamu tidak membuat ulah dengan pergi dan memperlihatkan dirimu di sana Tidurlah dan beristirahatlah."

__ADS_1


"Hei, Pak Tua Apakah kamu sudah tidak waras mau memaksa diriku agar mau mengikuti semua saranmu, sudahlah Aku mau pergi, Aku mau melihat-lihat keadaan Desa ini jangan lagi kau menghalangiku karena aku tidak akan pernah mau mendengarkan apa yang kamu katakan? "


Pangeran Andrean segera bangkit dari jatuhnya ke lantai setelah selesai mengucapkan kalimat itu kemudian kembali berniat Terbang, melesat meninggalkan kamar ruangannya yang dianggap sangat sempit dan juga membosankan, akan tetapi Gerakan langkah kakinya juga kekuatannya yang hendak terbang terpaksa tidak bisa berhenti dari tempatnya berdiri karena pak Yai ternyata telah mengeluarkan kekuatan tenaga gaibnya untuk menahan kepergian Pangeran Andrean.


"Sial apa yang kau lakukan Pak Tua? "


Wajah Pangeran Andrean sangat merah padam menatap tajam kepada Pak Yai yang kala itu berdiri di depan pintu dan menutupnya dari dalam Karena pak Yai tidak ingin orang lain masuk ke dalam kamar Andrean dalam keadaan Andrean yang tidak wajar di mana Andrean yang sesungguhnya jelmaan dari Pangeran Vampir hendak terbang melesat meninggalkan rumah dikarenakan merasa sangat bosan.


"Bersabarlah Andrean, kamu harus bisa beradaptasi dengan kehidupan Manusia jangan lagi kau samakan dengan kehidupan kamu sebelumnya, "


"Tapi kamar ini sempit? '


"Ciiih, sangat menyebalkan Pergilah Jangan menggangguku,"


Pak Yai itu senyum tipis kemudian berjalan mendekati Andrean yang kala itu masih berdiri di di dekat jendela karena dirinya hendak terbang melesat keluar sungguh merasa sangat bosan dan tidak nyaman berada di dalam satu ruangan yang menurutnya sangat sempit.


" aku yakin dan percaya kamu bisa beradaptasi dengan sangat baik aku pergi dulu karena sebentar lagi kemungkinan keluarga kamu ayahmu dan ibumu akan datang ke sini untuk menemanimu Jika kamu merasa sangat bosan Carilah kesibukan di kamar yang bisa kamu kerjakan Jangan keluar rumah karena itu sangat berbahaya terlebih kamu baru satu hari dan menjadi manusia dan baru satu hari semua warga dari Desa ini mengetahui kamu bisa jawab kembali Jadi aku harap kamu memahami itu dan mengerti tidak melakukan suatu hal yang mencurigakan racikan para warga dan para orang-orang di desa tahu jika kamu sesungguhnya adalah jelmaan dari makhluk vampir maka mereka bisa saja membunuhmu. "

__ADS_1


"Ya, ya Pergilah Aku paham itu dan Aku tidak akan mempertanyakan lagi, Pergilah dan jangan khawatirkan Aku karena sekarang aku memahami dan mengerti, Aku tidak akan keluar dari rumah Pergilah aku sudah sangat Bosan dan muak melihatmu sudah tua masih suka-suka menghalangi dan memerintah orang Pergilah, " seru Andrean dengan pandangan mata kesal.


Sementara pak Yai mengulum senyum melihat sikap Andrean yang pada akhirnya bisa dia taklukkan dan bisa dia kendalikan di mana Andrean yang terlihat sangat liar dan tidak bisa dikendalikan masih memiliki akhlak yang cukup baik karena dia mau mendengarkan dan memahami larangannya.


" Baiklah kalau begitu aku pergi dan ingat pesanku jangan keluar rumah terlebih kamu masih baru di tempat ini dan jika kamu bosan kamu bisa melakukan sesuatu yang ada di dalam kamar Aku pergi dulu. "


Andrean menatap sekilas kepada pak Yai kemudian melangkah menuju ke atas ranjang Andrean memilih naik di atas ranjang untuk merebahkan tubuhnya.


Apa yang dikatakan pak Yai ternyata memang benar tidak lama kemudian setelah kepergian dari Pak Yai meninggalkan kamar Andrean kini kamar Andrean kembali diketuk dari luar dan sudah bisa Andrean pastikan itu adalah orang tuanya yang mana pak Yai tadi mengatakan jika mereka ingin melihat Andrean dalam kamar.


"Masuk, " seru Andrean dari dalam kamar. "


"Nak, Ayah ingin bertanya padamu Apakah kamu mau Ayah siapkan makan malam dan membawanya makan malam ke kamarmu atau kamu mau makan malam bersama kami di ruang makan. "


"Ayah dan ibu tidak perlu repot-repot membawa makanan ke sini biar Andrean keluar untuk makan malam kita akan makan malam bersama ucap Pangeran Andrean yang kemudian mendapatkan angkutan dari Ayah nya. '


" Baiklah Ayah tunggu kamu di ruang makan kita akan Makan malam bersama. "

__ADS_1


Malam itu adalah malam pertama kali Andrean makan malam bersama di sebuah rumah dari makhluk penghuni manusia yang ada di bumi, di mana sebelumnya Andrean yang terbiasa Makan malam dengan di layani seorang pembantu dan juga makan malam bersama dengan banyaknya orang di dalam kerajaan istananya kini Andrean harus mulai beradaptasi dengan makan malam di sebuah ruangan kecil dan hanya bertiga dengan Ayah dan ibu angkatnya dengan beberapa lauk yang sangat sedikit di atas meja bahkan terkadang makanan yang ada di atas meja tidak terlalu Andrean sukai karena terlalu banyak sayur di mana Andrean sama sekali tidak menyukai sayur akan tetapi dia lebih menyukai makanan daging.


Satu Minggu sudah Andrean tinggal di Bumi Manusia satu minggu sudah Andrean tidak pernah keluar rumah ataupun pergi kemanapun Andrean mengikuti saran dan larangan dari pak Yai yang tidak mengizinkan dirinya untuk pergi Meskipun Andrean sangat ingin sekali melihat keindahan dan juga ingin merasakan kebebasan di dunia luar selain di dalam rumah, Akan tetapi karena larangan dari Pak Yai yang mengatakan dirinya masih baru dan juga Andrean baru akan diizinkan ketika dia sudah mulai mengikuti kegiatan dan sudah memahami apapun yang Manusia lakukan seperti bersekolah dan juga pekerjaan lainnya, dan hari ini Andrean sudah diizinkan untuk keluar dari rumah melihat keindahan alam bebas, karena Andrean sudah mulai aktif lagi masuk sekolah.


__ADS_2