
Serasa seluruh tubuh Sari terasa sangat lemas dan tak bertenaga duduk termenung di samping Rio yang kala itu berada di sampingnya hati dan pikiran Sari benar-benar sangat kacau dan juga sangat bingung, di satu sisi dia tidak ingin hubungan yang baru saja diajalin dengan Dion berakhir tapi di sisi lain Sari juga memikirkan dirinya karena Dion yang tidak lain adalah Andrean sedang mengalami sakit hilang ingatan sudah bisa dipastikan dia tidak akan mengingat dirinya bahkan mungkin tidak akan pernah menerima kehadirannya untuk itu Sari tidak tahu harus memutuskan apa dan bagaimana.
Rio yang melihat Sari duduk terdiam diam-diam mengulum senyum Rio yakin Sari akan memilih jalan untuk mengakhiri hubungan yang baru saja dijalaninya dengan Dion di mana Baru beberapa hari hubungan mereka jalani. Sari pasti akan memikirkan tentang keadaannya jika sampai Dion tidak mengakui hubungan mereka sudah bisa dipastikan Sari akan merasa sangat malu dan serasa terhina untuk itu dia yakin untuk menghindari apa yang akan dia alami pastilah Sari akan memilih jalan yang terbaik untuknya di mana dia tidak akan mempermalukan dirinya sendiri terlebih hubungan diantara mereka juga baru berjalan beberapa hari dan keadaanlah yang membuat mereka terpisah di mana tiba-tiba Dion mengalami sakit dan kini sudah sembuh akan tetapi Dion masih mengalami hilang ingatan.
"Ehrmm...!
Rio berdeham kecil untuk mencari perhatian Sari yang kala itu Duduk diam termangu di sampingnya,
" Apakah kamu sudah makan, maksudku kamu lapar apa tidak, jika lapar akan Aku belikan sesuatu di kantin bagaimana? "
Sari Magelang lemah ketika Rio bertanya apakah dirinya lapar dan Rio menawarkan diri mau dibelikan makanan atau tidak.
"Sekarang Apa kamu tahu di mana Dion berada maksudku Andrean berada, Aku ingin bertemu dengannya aku ingin tahu Apakah dia juga benar-benar tidak mengenali diriku atau masih bisa mengenali diriku. "ucap Sari dengan suara yang lirih.
Rio sempat terkejut dan heran dengan sikap Sari yang mendadak ingin bertemu dengan Andrean di mana Rio sudah memberikan penjelasan jika Andrean Hilang Ingatan sudah pasti dan otomatis dia tidak akan mengingat Sari, bahkan Rio sudah memberikan pengarahan bisa jadi Andrean yang tidak mengenalisari akan mempermalukan dirinya jika Sari mengatakan kalau di antara mereka ada hubungan tapi rupanya gadis yang ada di sampingnya benar-benar sangat keras kepala dan ingin mengetahui sendiri apa yang akan Andrean lakukan dan katakan kepadanya.
Rio meneguk kasar ludahnya merasa ada kegetiran hati ketika Sari bersikeras ingin bertemu dengan Andrean.
Ada perasaan kecewa dan juga ada perasaan sedih di mana Rio yang tadinya berharap jika Sari akan melupakan Andrean dan mulai membuka hati untuk orang lain di mana diam-diam Rio memang sudah sangat menyukai Sari sejak lama dan berharap Sari memahami akan perasaan hatinya akan tetapi rupanya harapan Rio hanyalah sebatas isapan jempol belaka, di mana Sari sama sekali tidak memahami bahkan tidak tahu jika Rio mempunyai hati kepadanya.
Sambil tersenyum kecut Rio bangkit dari duduknya kemudian menatap Sari yang kala itu masih duduk dan menatap dirinya untuk sesaat Rio memejamkan kedua bola matanya mengumpulkan semua kekuatan hati dimana sejujurnya Rio merasa sakit hati dan juga merasa sangat kecewa karena Sari benar-benar sangat keras kepala dan ingin mengetahui sendiri bagaimana sikap Andrian kepadanya.
"Andrean sedang pergi mencari Alya tadi di kantin ada sesuatu hal yang terjadi di antara mereka, terjadi keributan kecil yang mana Andrean merasa bersalah dan ingin meminta maaf kepada Alya kamu bisa mencari Alya di kelasnya atau mungkin di mana karena Andrian sedang mencari Alya, "ucap Rio dengan tersenyum kecut.
Tampak wajah Sari membulat ketika mendengar Andrean sedang mencari seorang gadis bernama Alya di mana diam-diam ada perasaan tidak suka dan kecewa karena Andrean yang tidak lain adalah Dion lebih memikirkan gadis lain daripada dirinya yang jelas-jelas adalah kekasihnya.
"Baiklah Aku akan pergi mencari Andrean, Aku ingin tau dan ingin mendengar dari mulutnya sendiri tentang sikap dan bagaimana tanggapannya tentang hubungan kami, Terima kasih kamu sudah memberikan informasi yang aku butuhkan, Aku pergi dulu, "ucap Sari seraya bangkit dari duduknya kemudian tanpa menunggu jawaban dari Rio yang terpaku menatapnya Sari segera melangkah pergi meninggalkan Rio yang masih tertegun dengan hati kecewa.
Sari segera pergi menuju ke ruang kelas Alya karena Sari yakin Andrean sudah berada di sana dan di antara mereka mungkin sudah bertemu dan saling berbicara, Entah mengapa hati dan perasaan Sari merasa sangat sakit dan kesal ketika nama Alya disebut.
Sampai di depan kelas Sari segera masuk tanpa mengetuk pintu ataupun tanpa permisi di hadapan beberapa murid siswa-siswi yang berada di sekitar kelas itu, mereka Semua terlihat bingung dan merasa aneh dengan kedatangan Sari yang terburu-buru Bahkan ada di antara mereka mengumpat kesal karena sikap Sari dianggap tidak sopan dan sangat kurang ajar masuk ke kelas orang tanpa permisi dan tanpa rasa sopan santun.
"Ada apa sih, Kenapa anak di situ langsung masuk tanpa permisi Namanya dia siapa, memangnya kelas kita bisa dimasukin keluar masuk siswa yang bukan dari kelasnya benar-benar tidak sopan, ' grutu salah satu Siswi yang berada di dekat pintu masuk.
Wajar saja dirinya semasa kesal dan marah karena Sari tanpa sengaja menabrak kecil bahu dari gadis itu tanpa minta maaf.
"Benar itu gadis kelas mana tidak punya sopan santun." sahut salah satu temannya juga yang sontak saja langsung melingokkan Wajahnya masuk kedalam kelas melihat apa yang akan dilakukan Gadis itu.
Di dalam kelas yang kala itu sedang ramai dengan hiruk piuk siswa siswi yang sedang bercanda dan bergurau mendadak diam seketika ketika Sari bertanya dengan suara sdikit keras.
"Dimana Andrean dan Alya? "
"Andrean...! siapa itu Andrean? "
"Andrean itu Cowokku dia kesini sedang mencari Alya dimana mereka? "
"Mana kami tau sedari tadi tidak ada Alya di dalam kelas dan Andrean kami tidak melihat anak kelas lain datang kesini, "
__ADS_1
"Lalu dimana mereka? "
"Mana kami tau pergilah jangan brisik di kelas orang, "
Sari mengerucutkan bibirnya karena merasa sangat sedih dan kecewa ternyata Andrean tidak ada di dalam kelas, Begitu juga dengan Alya. Sari mulai melangkah keluar meninggalkan kelas dengan beberapa siswa siswi yang ada di tempat itu mencibir ke tidak sopannya yang berani masuk ke dalam kelas tanpa permisi.
"Huuuu, memalukan sekali mencari cowok sampai di kelas orang kalau tidak ingin cowoknya pergi ikat dia jangan biarkan saja bikin orang kesal saja sudah tidak punya sopan santun tidak punya rasa malu, tidak bilang minta maaf lagi," ucap Salah satu Siswi yang berada di depan pintu.
Sari yang mendengarkan hal itu mencoba untuk menutup kedua telinganya, Sari tahu apa yang dia dengar sangat menyakitkan akan tetapi Sari tidak peduli karena Sari ingin bertemu dengan Andrean terlebih ketika Sari mencari Andrean Alya pun tidak ada di dalam kelasnya Sari yakin diantara mereka berdua pasti sedang berduaan atau mungkin sedang berasyik bersama entah mengapa Sari merasakan sesak di dada ada rasa sakit yang tiba-tiba menghimpit hatinya.
Sari benar-benar kecewa dengan sikap Andrean yang tidak menggingat dirinya tapi justru asik dengan Wanita lain.
Dengan Wajah kesal dan geram Sari terus mencari keberadaan Andrean dan Alya yang entah di mana mereka berdua berada, Sari mencari dari satu kantin ke kantin yang lain bahkan Sari mencari di belakang Sekolah di mana Di sana terdapat taman dan juga tempat duduk bagi para Siswa-siswi yang sedang beristirahat.
Sari menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan kasar ketika kedua bola matanya memandang ke arah sekeliling taman yang ada di belakang sekolah tidak ada dan tidak tampak olehnya sosok Pemuda bernama Andrean membuat Sari benar-benar sangat kecewa dan merasa lelah karena sudah berlari ke sana ke mari dan mencari ke mana-mana akan tetapi belum bisa menemukan.
ketika Sari membalikkan badan dan hendak pergi meninggalkan halaman belakang yang mana Sari mencari keberadaan Andrean dan Alya tidak ada di sana secara kebetulan Sari kembali bertemu dengan gadis yang tadi menabrak dirinya pandangan mereka bertemu tatapan mata mereka begitu tajam dan sangat terlihat bermusuhan dan tidak bersahabat hal itu terlihat dari kedua wajah mereka saling menatap sinis dan dingin satu dengan yang lainnya.
"Kau lagi rupanya mau apa kau mengikuti Aku? " sinis Sari pada Gadis yang ada di depannya.
Tampak Gadis itu juga tidak menyukai Sari terlihat jelas juga dari tatapan matanya yang sangat dingin kepadany, terlihat gadis itu melangkah maju ke depan lebih dekat ke arah Sari kemudian dengan suara yang juga cukup lantang tersenyum sinis sambil berkaca pinggang.
"Oh, rupanya kita berjodoh kita bertemu di sini kembali, kalau Aku pergi ke sini bukan berarti aku mengikutimu karena sekolah ini bukan milikmu dan taman yang ada di belakang Sekolah ini juga bukan milik pribadimu, siapapun berhak keluar masuk ke sini terserah mereka dan suka-suka mereka, begitupun dengan diriku jadi suka-suka Aku mau pergi ke mana jika kau suka ke sini itu urusanku bukan urusanmu dan bukan hakmu untuk bertanya Aku mau apa, karena aku juga tidak pernah mau bertanya Kamu mau apa ke sini Pergilah dan jangan menggangguku Bukankah kamu sudah selesai di sini, jadi sekarang silakan pergi Go go go pergi dari pandangan mataku, karena Kehadiranmu di sini bikin Aku sakit Mata saja. "sinis Tika yang tidak kalah dinginnya.
Sari yang mendengar celotehan dari gadis yang ada di depannya mendelik seketika dia tidak menyangka gadis yang ada di depannya itu sangat berani dan juga sangat galak di mana Dia tidak memiliki rasa takut sedikitpun dengan bentakan dan juga hinaan dari dirinya.
"Ya-ya kamu benar Taman Sekolah yang ada di belakang Ini milik umum Siapapun boleh datang dan Siapapun boleh keluar masuk sesuka hatinya dan aku memang sudah selesai di tempat ini, aku akan pergi Tapi ingat jangan kamu ikuti lagi aku khawatir kamu tidak punya teman dan tidak punya tempat sehingga sebentar lagi kamu juga akan mengikuti aku pergi kemudian kamu tiba-tiba sudah ada di belakangku seperti saat ini Bukankah kamu seorang gadis yang suka ngikutin orang. "
Mendengar perkataan Tika yang marah-marah, Sari mendelik seketika Sari benar-benar tidak menyangka gadis di depannya benar-benar sangat kelewatan dan membuatnya sangat kesal akan tetapi Sari tidak punya pilihan lain selain pergi dan membiarkan gadis itu memakinya, karena jika Sari meladeni gadis ada di depannya maka sama saja dia juga dengan gadis itu sama-sama gilaanya, untuk itu Sari memilih pergi daripada membuang waktu untuk gadis yang tidak berguna bagi Sari yang terpenting adalah menemukan di mana Andrean dan Alya kini berada karena Entah mengapa hati Sari mengatakan jika Andrean memiliki rasa ketertarikan terhadap Alya, buktinya Andrean lebih mencari Alya daripada dirinya yang sudah jelas-jelas dan sangat benar adanya jika di antara mereka ada hubungan kekasih meskipun Andrean dikatakan saat ini sedang sakit Hilang Ingatan.
Melihat gadis yang ada di depannya pergi Tika mengulum senyum kemudian melanjutkan perjalanannya menuju ke halaman belakang Sekolah, di mana tampak beberapa Siswa-siswi sedang duduk di bawah pohon dan juga taman yang ada di belakang Sekolah, ada yang menikmati makan ada yang duduk bersantai,
Tika mengedarkan pandangannya ke sekeliling halaman belakang taman sekolah Tika berharap di antara mereka ada Andrean dan juga Arya.
"Mereka tidak ada disini, lalu dimana mereka? "
Tika yang merasa lelah mencari keberadaan Andrean dan Alya memutuskan untuk duduk di taman dekat pohon yang ada di halaman belakang Sekolah, rasanya kakinya sudah terasa capek dan lelah di mana waktu istirahat pun sebentar lagi juga akan masuk akan tetapi Andrean dan Alya tidak terlihat olehnya.
Sementara di sisi lain Andrean yang sedang mencari Alya mengeluarkan Indra penciumannya untuk mengetahui keberadaan dari Alya.
Setelah mengetahui posisi dari Alya, untuk sesaat Andrean menenggok kekiri dan ke kanan setelah merasa Aman tidak ada siapapun dengan cepat Andrean terbang melesat kearah dimana tercium dari bau Alya dan Andrean melakukan dengan sangat hati-hati dimana semua tanpa sepengetahuan siapapun.
"Brugh..!
Sebuah benda jatuh tiba-tiba terdengar di belakang Alya yang kala itu sedang berdiri menatap beberapa temannya yang sedang bermain sepak bola, tentu saja suara yang sangat keras bagaikan buah kelapa yang baru jatuh dari pohonnya membuat Alya dengan gerakan spontan menoleh ke belakang dan Alangkah terkejutnya Alya ketika mengetahui siapa yang sudah berdiri di belakangnya.
Wajah Alya yang terkejut membulat seketika sambil mendelik tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sementara sosok yang berdiri di depannya menunjukkan barisan giginya yang putih di mana Andrean sedang tersenyum manis kepadanya, membuat Alya menggelengkan kepalanya kemudian membalikkan badan dan hendak melangkah pergi, akan tetapi langkah Alya dihentikan oleh Andrean yang tiba-tiba sudah berdiri di depannya lagi-lagi Alya mendelik dan melotot kepada Andrean karena merasa kesal dan Andrean sudah dianggapnya sangat mengganggu.
__ADS_1
"Hei, minggir mau apa kau kesini, bikin mood hancur saja pergi kau? "
Alya membentak dan berteriak mengusir Andrean agar segera pergi dari hadapannya, Alya merasa sangat kesal dan geram karena mengingat sikap Andrean yang sudah membuatnya marah dan malu di kantin berapa menit yang lalu ketika dirinya berada disana.
Andrean bukannya menjawab ataupun merasa marah dengan sikap Alya yang memaki serta membentak dirinya akan tetapi Andrean justru lagi-lagi tersenyum hal itu semakin membuat Alya merasa geram dan kesal.
"Iiihh, dasar cowok gilaa bukannya pergi justru cengegesan bagaikan orang yang kurang dari seratus dan Aku akan menjadi ikut gilaa apabila aku terus meladeni cowok tidak benar ini, lebih baik Aku yang pergi dan tidak usah bicara dengan laki-laki ini benar-benar menjengkelkan, " gumam Alya dalam hati.
Karena Andrean tidak mau menyingkir dari hadapan Alya maka Alya Memutar Balik badannya berniat mengalah dengan mengambil jalan memutar balik ke belakang kemudian berlalu pergi, akan tetapi kali ini Andrian tidak membiarkan Alya pergi dengan begitu saja tangan kekar dari Andrean menggenggam tagan Alya sehingga Alya tidak bisa melangkah pergi Hal itu membuat Alya semakin terkejut dan mendelik tidak percaya dengan apa yang dilakukan Andrean kepadanya dan kemarahan alias semakin memuncak melihat Andrean yang begitu mengganggu dan menyebalkan dirinya.
"Hei, Brengsek lepasin tanganku jangan kurang aajar kau..? "
"Namaku bukan brengsek, Namaku Andrean, " jawab Andrean dengan poloosnya, bagaimanapun juga Andrean bukanlah makhluk Manusia pada umumnya karena Andrean adalah makhluk Vampir yang mana sesungguhnya tidak begitu mengerti dan memahami dunia Manusia untuk itu Andrean berpikir jika Alya yang menyebut dirinya dengan brengsek adalah sedang memanggil Namanya.
Alya lagi-lagi dibuat terkejut dan melongo dengan sikap Andrean yang bagaikan pemuda yang sangat culun dan bodoh di mana Andrean tidak tersinggung ataupun marah ketika dia memanggil dengan sebutan brengsek bahkan menganggap Alya mengenal Namanya dengan sebutan Brengsek.
"Issh, ini Cowok aneh sekali apa jangan-jangan dia pemuda yang keterbelakangan mental, Araagh bikin pusing dan pening saja. " gumam Alya dalam hati.
Alya menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan kemudian menyunggingkan sebuah senyuman meskipun senyuman itu sangat terpaksa sekali.
"Ya-ya, Andrean...tolong lepaskan tanganku ya? Aku mau pergi dan tolong please jangan mengagguku Aku lagi ingin sendiri, Ok. "
"Oh, ok. "
"Nah bagus trimakasih, ayo lepaskan tanganku, " ucap Alya yang mulai mengatur nada suaranya dengan sangat lembut, meskipun sejujurnya ingin berteriak dan memaki akan tetapi Alya mulai berpikir jika sesungguhnya Andrean adalah pemuda yang keterbelakangan mental untuk itu Alya mulai bersikap lunaak dan mengalah.
mendengar suara Alya yang mulai lembut dan baik kepadanya Andrian mulai melepaskan genggaman tangannya Alia tersenyum meskipun dengan senyuman terpaksa setelah tangannya terlepas dari genggaman antrean Alya segera membalikkan badan dan kembali hendak berlari akan tetapi Andrean berseru dan memintanya berhenti.
"Alya tunggu, jangan pergi Aku ingin bicara?
Alya yang mendengarkan teriakan Andrean terpaksa berhenti dan membalikkan badan sambil menyunggingkan sebuah senyuman meskipun itu hanyalah sebuah senyum pura-pura.
" Astaga ini cowok mau apa lagi coba, sabar-sabar Alya ngadepin cowok yang keterbelakangan mental itu memang. harus super sabar. " gumam Alya dalam hati.
"Ada apa lagi bukannya tadi kita baru saja bicara? "
"Bukan itu maksudku Aku mau membicarakan soal di kantin itu, "
"Oh, itu..!lupakan saja tidak perlu dibahaa Aku sudah mengerti kok, tidak apa-apa. "
"Apa kamu sudah tidak marah? "
"Oh, tidak,
" Kalau begitu kau memaafkan Aku, maksudku kamu memaafkan apa yang Aku lakukan itu. "
"Ya-ya, Aku memaafkan, sudah ya Aku pergi Aku lagi pusing dan ingin sendiri, " jawab Alya langsung pergi meninggalkan Andrean yang tersenyum senang.
__ADS_1
Sementara Alya mengumpat dalam hati.
"Tentu saja Aku memaafkan karena kamu itu cowok idiot cowok yang keterbelakangan mental jadi terpaksa Aku maafkan kalau Aku tidak memaafkan itu sama halnya Aku juga idiot dong tapi jika yang melakukan cowok normal sudah Aku gabruuk dan pukul kamu itu, bikin orang malu di depan murid-murid lain saja huuuffp menyebalkan."sungut Alya yang terus berjalan sambil ngomel ngomel dalam hati dan tanpa sepengetahuan Alya ternyata Andrean berjalan mengikuti meskipun dengan jarak yang cukup jauh.