
Ayah Dion yang merasa aneh dan geram bercampur menjadi satu karena tubuhnya tidak bisa digerakkan dan tidak bisa bergerak setelah tangannya yang ingin memukul sang Nenek Tua yang ada di depannya digenggam dengan sangat kuat bahkan tidak terlihat jika wanita yang ada di depannya adalah seorang Nenek-nenek Tua.
"Kurang ajar kau benar-benar keterlaluan Wanita Tua Aku tidak menyangka ternyata kau memiliki niat buruk pada Putraku, brengsek kau dirimu benar-benar seperti Nenek lampir kejam dan jahat, " Ayah Dion terus menerus mengumpat dan marah-marah.
Sementara sang Nenek mendengarkan dengan tenang tanpa melakukan apapun bahkan tidak sekalipun membalas ucapan dari amarah Ayah Dion yang sedang meluap-luap, Hal itu membuat Ayah Dion semakin meradang amarahnya semakin besar dan tidak terkendali semakin bertubi-tubi bahkan tidak ada jeda sedikitpun untuk memberi kesempatan sang Nenek bicara karena Ayah Dion benar-benar sangat marah dan emosi.
Sang Nenek hanya bisa menarik napas panjang kemudian menghembuskannya dengan sangat perlahan, menunggu dengan sabar Ayah Dion berhenti memaki dan marah-marah padanya.
Apa yang dipikirkan sama sang Nenek ternyata benar Ayah Dion yang tadinya marah-marah tanpa jeda akhirnya capek juga, napasnya tersengal sengal dan pada akhirnya berhenti bicara berganti dengan menangis tanpa Air mata.
melihat ayah Dian yang sudah tenang dan tidak lagi marah-marah dengan tidak jelas sang nenek mulai melepaskan genggaman tangannya kemudian berjalan dengan tenang mendekati Ayah Dion.
"Berdirilah dan lihatlah Putramu biar kamu mengerti apa yang sesungguhnya terjadi. "
"Apalagi yang harus Aku lihat kamu sudah membunuuhnya dan Putraku yang malang sudah mati, tidak ada gunanya Aku melihat semua hanya akan membuat Aku sakit dan Aku tidak tau harus bicara apa pada Istriku ketika dia datang dan menanyakan keadaan Putranya. "
Sang Nenek tersenyum wajahnya yang Tua terlihat tenang tidak menampakkan sedikitpun kecemasan maupun perasaan bersalah.
"Aku hanya tidak menyangka jika kamu ternyata Wanita Tua yang tega, kamu benar-benar Nenek jahat. "
"Sudah cukup jangan kamu membuang-buang waktu cepat lihat Putraku Aku akan menjelaskan.
__ADS_1
Malas dan kesal akan tetapi mau tidak mau Akhirnya Ayah Dion bangkit dari duduknya kemudian berjalan dengan lemah mendekati ranjang tempat putranya terbaring dengan lemah di atas ranjangnya.
kedua bola mata Ayah Dion membulat seketika ketika dia melihat putranya masih bernafas dengan sangat lemah bibirnya mulai mengembangkan sebuah senyuman.
"Kau membohongiku lihat putraku masih hidup dia masih bernapas, " seru Ayah Dion dengan bahagia.
Sang Nenek yang mendengarkan perkataan dari Ayah Dion menggelengkan kepalanya dengan kuat.
"Kamu salah karena sesungguhnya Putramu ini sudah mati, dia bisa bernapas dengan sangat lemah itu karena lihat cahaya merah yang ada di belakang telinga Putramu, cahaya inilah yang membuat tubuhnya tetap segar tidak membusuk dan tetap bisa bernapas meskipun dengan sangat lemah."
"Apa itu benar, kamu pasti berbohong. " ucap Ayah Dion tidak percaya.
Lagi-lagi sang Nenek menggulung senyum kemudian Berjalan Lebih Dekat mendekati ranjang tempat putra dari ayah Dion yang sedang terbaring.
Sang Nenek kembali memejamkan kedua bola matanya kemudian mengangkat tinggi tangannya keatas dan pada detik berikutnya tangan Sang Nenek mencabut cahaya merah yang ada dibelakang telinga dari Putra Ayah Dion.
Sungguh Ayah Dion tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, ketika cahaya kecil berwarna merah itu terlepas tiba-tiba Napas dari putranya berhenti dan tubuh putranya berubah menjadi dingin bagaikan Es.
"Ke-kenapa bisa seperti ini lalu apa yang harus Aku lakukan? " teriak Ayah Dion dengan suara yang keras penuh dengan kepanikan.
Sang Nenek kembali mengembalikan cahaya merah di belakang telinga dari Putra Ayah Dion, setelah semua kembali, napas Dion yang tadi terhenti kembali berdetak dengan sangat lemah.
__ADS_1
"Nek, apa yang harus aku lakukan dan bagaimana mengatasi ini semua Aku benar-benar tidak paham dan tidak tau harus berbuat apa, " ucap Ayah Dion frustasi merasa putus Asa hingga tidak mampu menahan berat tubuhnya sehingga limbung dan jatuh terduduk.
"Putramu sudah mati tapi tubuhnya menjadi pilihan dari sebuah kekuatan besar yang dihasilkan dari Cahaya Merah, cahaya merah ini harus bertemu dengan Tuannya dan Aku tidak tau mahkluk apa yang sedang dinantikan cahaya merah ini, yang jelas dan Pasti putramu harus dibawa alam terbuka bisa juga kehutan biarkan dia disana dan jika Cahaya merah ini sudah bertemu dengan Tuannya makan putramu akan hidup kembali, meskipun dengan jiwa yang berbeda dan Nantinya dia sendiri yang akan mengatakan siapa dirinya. "
"Apa itu artinya jasad putraku mejadi tempat untuk mahkluk lain, "
"Benar, "
"Lalu bagaimana dengan putraku? "
"Putramu kan sudah meninggal dan hanya keajaiban yang bisa mengembalikan Putramu bisa hidup kembali tapi hal itu membutuhkan waktu yang panjang dan juga pastinya ada kekuatan yang besar yang harus di dapatkan, ini sulit tapi semua tergantung dari mahkluk penghuni baru jasad dari putramu jika dia mahkluk baik pasti akan mencarikan jalannya, sehingga keduanya bisa tetap hidup, "
"Lalu bagaimana Aku akan membawa putraku ke alam terbuka apa yang harus Aku katakan pada istriku jika dia bertanya. "
"Serahkan semua padaku kamu bisa menemuiku setelah malam bulan purnama, ini tidak lama karena purnama akan segera muncul jadi biarkan Aku membawanya jika kamu ingin melihat putramu bisa kembali seperti anak anak lainnya dan ini rahasia kita berdua yang tau jika sesungguhnya Putramu sudah tidak ada, dan yang ada mahkluk lain yang akan bersemayam ditubuhnya. "
"Baik, lakukan yang terbaik untuk putraku Aku percayakan semuanya padamu Nek, "
"Baiklah Kalau begitu Aku tidak akan membuang waktu lagi karena Aku khawatir terlambat Aku pergi dulu, "
"Iya Nek, Hati-hati, "
__ADS_1
Sang Nenek Memgagguk kemudian dengan sangat cepat tangannya bagaimana memengang benda yang ringan sudah membawa tubuh dari putra Ayahnya Dion dan dalam sekejap mata tubuhnya tiba-tiba terbang melesat melalui jendela.
Ayah Dion lagi-lagi dibuat terpanah dia tidak menyangka Nenek tua yang disangkanya lemah ternyata memiliki ilmu dan kekuatan yang tinggi, dan Ayah Dion berharap agar secepatnya bisa bertemu dengan putramu menanti dengan sabar kedatangan bulan purnama.