
Kevin yang berada di dalam kamar Alya terus berteriak akan tetapi Alya tidak memperdulikan dan tidak menggubris teriakan dari Kevin yang terus memanggil-manggil namanya, bahkan Kevin berteriak mengancam serta meminta Alya untuk membuka pintu akan tetapi Alya tidak memperdulikan teriakan Kevin.
Alya terus berjalan menuju ke kamar ibunya di mana Alya membiarkan Kevin untuk tidur dalam kamarnya dalam keadaan terkunci dari luar.
Sampai di dalam kamar, ibu Luna Ibunya Alya merasa heran karena Alya tiba-tiba masuk ke dalam di mana kala itu Bu Luna sedang merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan belum Mengunci pintu kamarnya.
Sedikit terkejut karena suara Kenop pintu terbuka dengan sedikit keras dan kasar dari luar yang mana sontak saja membuat Bu Luna ibunya Alya yang Kala itu sedang berbaring sambil menatap langit-langit kamar merasa heran dan terkejut
"Alya kenapa kau kesini, ini sudah malam dan seharusnya kamu sudah tidur di dalam kamarmu? "
"Aku tidur disini Bu, " ucap Alya yang kala itu langsung mengunci pintu kamar.
Bu Luna merasa heran dan juga berprasaan aneh karena tidak biasanya Alya tiba-tiba datang ke dalam kamarnya dan tidur bersama dengan dirinya, Bu Alya berpikir mungkin Alya ingin tidur bersama dengan dirinya dikarenakan Alya memiliki keinginan yaitu besok bisa pergi dari rumah yang menyebalkan baginya di mana dia tidak pernah dihargai dan juga Hanya dianggap sebagai seorang pembantu belaka,
"Alya? " Apa ibu tidak salah dengar kamu mau tidur di sini memangnya kenapa? mengapa kamu tidak tidur di dalam kamarmu saja, Bukankah Jika kamu tidur di sini kamar ibu itu sangat sempit dan juga tidak terlalu besar untuk kita berdua ini akan sangat sempit dan kamu tidak akan nyaman tidur bersama ibu, Pergilah ke kamarmu dan Tidurlah di sana karena di dalam kamarmu lebih nyaman daripada kamu tidur bersama ibu yang mana kamar Ibu tidak terlalu besar dan pastinya kamu tidak akan nyaman untuk beristirahat. "
"Tidak masalah Bu, untuk malam ini Alya ingin tidur bersama dengan Ibu," ucap Alya yang langsung Naik keatas Ranjang dan merebahkan tubuhnya di samping Ibunya yang menatap heran pada Putrinya yang tiba-tiba ingin tidur bersamanya.
"Alya kamu serius, "
"Tentu saja Serius Bu, sudahlah Ibu jangan banyak bicara Alya ingin tidur dan beristirahat Bukankah besok kita akan pergi ke rumah kontrakan kita yang baru, "
Bu Luna tersenyum kecut mendengar perkataan dari Alya putrinya di mana Alya putrinya sangat bergembira dan yakin jika besok dia akan pergi dari rumah yang sangat membuatnya tertekan dan terhina di mana dirinya tidak memiliki harga diri sama sekali bahkan kehadirannya sudah dianggap seperti seorang pembantu.
"Ya sudah sekarang kita tidur besok baru kita akan pergi, tapi Ibu mau setelah Pamanmu Rojak pergi berangkat kerja lebih dulu, Ibu tidak ingin pamanmu mengetahui jika kita pergi dari sini karena kamu tahu sendiri pamanmu tidak akan mengijinkan dikarenakan pamanmu sudah mendapatkan pesan dan titipan dari Ayahmu, Untuk menjaga dan membantu kita sedangkan ibu tidak ingin pamanmu untuk sementara tahu, kamu sendiri juga mengerti jika Bu Rumini istri dari pamanmu Pak Rojak dia tidak menyukai kita Begitu juga dengan anaknya kan untuk itu Ibu harap kamu tidak bilang pada siapapun jika hari ini kita pergi dari rumah ini apa kamu ngerti? "
"Ibu tenang saja Alya mengerti. "
mendengar jawaban dari putrinya Ibu Alya merasa lega kemudian dengan perlahan-lahan Bu Alya naik ke atas ranjang dan tidur di sebelah putrinya.
Malam semakin larut udara dingin mulai berhembus kencang menerpa pepohonan dan juga rintik hujan yang turun membasahi bumi di mana suaranya menjadi senandung indah di malam hari.
*****
Andrean yang menunggu kedatangan dari Pak Yai di dalam kamarnya merasa sedikit lelah dan jenuh dikarenakan pak Yai belum juga masuk ke dalam kamar, sementara hari sudah semakin malam di mana rintik hujan mulai turun membasahi bumi dengan udara dingin yang sangat kencang.
"Lama sekali Pak Yai itu, memangnya Dia kemana sih, jika aku tunggu sampai 1 jam lagi tidak ada dan tidak masuk kedalam kamarnya Aku akan pulang saja, untuk apa aku menunggu lama-lama jika dia tidak ada dan bau yang sangat aneh itu biarlah Besok saja aku tanyakan padanya. "
Andrean yang sudah merasa lelah dan kelelahan karena menunggu kehadiran dari Pak Yai di dalam kamar belum juga muncul dan masuk ke dalam kamarnya, Andrean memutuskan untuk berbaring menunggu kedatangan Pak Yai dalam jangka waktu Satu jam lagi dan bila dalam Satu jam belum juga Pak Yai masuk ke dalam kamarnya maka Andrean memutuskan untuk segera pulang ke rumahnya dikarenakan Andrean juga merasa khawatir dan cemas jika sewaktu-waktu ibu dan Ayah-nya tiba-tiba masuk ke dalam kamar dan tidak mendapati dirinya di sana pastilah ibu dan Ayah-nya akan merasa sangat khawatir dan mencemaskan dirinya dan hal itu akan membuat kecurigaan baru bagi orang tuanya yang mana Andrean sendiri juga tidak terlalu mengenal dan mengerti tentang orang tuanya.
Berbaring dengan sedikit resah dan juga dengan perasaan kesal karena orang yang ditunggunya belum juga muncul membuat Andrean kembali bangkit dari tidurnya kemudian melangkah mengelilingi ruang yang ada di dalam kamar itu di mana Andrean berjalan untuk melihat-lihat semua yang ada di dalam kamar.
"Tidak ada apapun di sini sangat membosankan semua hanya ruangan kosong yang ada hanya beberapa tumpukan buku malas untuk membaca lebih baik Aku tunggu saja tinggal 30 menit lagi jika Pak Yai itu belum juga datang lebih baik Aku pergi pulang ke Rumah Aku khawatir ayah dan ibu masuk ke dalam kamarku dan tidak mendapati diriku di sana, " gumam Andrean dalam hati di mana Andrean mulai menarik kursi dan duduk dengan menatap beberapa tumpukan buku yang ada di rak meja.
__ADS_1
Tidak lama kemudian Andrean kembali mencium bau aneh yang sangat kuat dan bau itu lama semakin lama semakin kuat dan terasa dekat.
"Bau itu ada di sekitar sini lagi Aku harus bersembunyi.
Dengan cepat Andrean langsung terbang melesat ke atap ruangan dan bertenger di sana.
" Sepertinya akan ada yang datang dan masuk kesini, Akan Aku tunggu siapa dia. "
Andrean terus bermonolog sendiri Tak lama kemudian sekitar 10 menit kemudian pintu kamar Pak Yai dibuka dari luar.
Tanpa berkedip Andrean memperhatikan dengan seksama Siapa yang masuk ke dalam ruangan itu di mana bau itu sangat tajam dan juga sangat dekat Andrean merasa sangat yakin jika makhluk itu berada di sekitar kamar Pak Kyai.
"Apa yang kamu cari Baron, di kamarku ini tidak ada apapun? "
Terdengar suara pak Yai sedang berbicara dengan seseorang di luar pintu kamarnya akan tetapi Andrean bisa mendengar dengan sangat jelas suara dari pak Yai yang mana Andrean berdiri di tiang langit-langit kamar.
Tampak seseorang yang dipanggil dengan sebutan Baron tersenyum miring kemudian melongkan sedikit wajahnya ke dalam kamar.
" Aku ingin masuk ke dalam kamarmu karena aku yakin di dalam kamarmu ada yang sedang aku cari, "
" kamu jangan bicara yang aneh-aneh ini sudah malam juga lebih kamu pulang kembali ke rumahmu, "
" Apa aku tidak boleh masuk ke dalam kamarmu Aku ingin melihat sebentar saja. "
" Bukannya tidak boleh cuma ini sudah sangat malam dan sepertinya Aku sangat lelah dan aku ingin segera beristirahat kamu tahu pekerjaanku sangat menyita waktu di mana aku harus pergi ke beberapa warga yang membutuhkan Aku dan sekarang Aku ingin beristirahat dan bukan maksud apa-apa aku cuma tidak ingin kamu masuk dalam kamarku, dikarenakan Aku tidak pernah mengijinkan siapapun masuk ke dalam kamarku dan kalau dia masuk dalam kamarku aku pasti akan tahu dan ini kamu tahu sendiri pintunya masih terkunci dan tidak akan ada yang bisa masuk dalam kamarku jadi percuma saja jika kamu ingin masuk ke dalam dan melihatnya karena kamu tidak akan menemukan apapun."
" ya Ya aku tahu kamu jangan khawatir aku tidak akan pernah membahayakan siapapun Aku juga memikirkan kehidupan dari warga yang ada di desa dan kota ini jadi kamu tidak perlu mengkhawatirkan semuanya karena aku pasti akan memberitahumu jika aku melihat atau ada sesuatu hal yang tidak sewajarnya di desa kami, "
" Baguslah Aku percaya kepadamu dan aku pergi dulu. "
Sambil tersenyum Pak Kyai menganggukkan kepala dan mempersilakan tamunya Baron untuk pergi, tidak seperti layaknya manusia lainnya Baron tidak pergi melalui pintu akan tetapi memutar tubuhnya satu kali kemudian tubuhnya sudah hilang dari pandangan mata, yang terasa hanya hembusan angin yang cukup besar.
Pak Yai menarik nafas lega ketika Tamunya sudah keluar dari rumahnya, dengan perlahan-lahan Pak Yai mulai masuk ke dalam kamar kemudian menutup dan menguncinya dari dalam.
" Turun dari keluarlah Jangan hanya bertengger di atas sana dia sudah pergi Ucap pak Yai.
Andrean yang kala itu berdiri di tiang langit-langit atap kamar Rumah Pak Yai sedikit terkejut karena ternyata Pak Yai mengetahui kedatangannya Andrean mulai menyadari jika dirinya tidak boleh meremehkan kekuatan dan kemampuan dari Pak Yai yang bisa merasakan kehadirannya tanpa melihat sedikitpun.
" Busyet ternyata Pak Tua ini memiliki kemampuan yang cukup hebat dan tinggi jika orang tua ini saja kemampuannya sangat hebat apalagi makhluk yang aku cium baunya itu pasti dia akan lebih hebat dan lebih berilmu tinggi Aku harus berhati-hati karena sepertinya orang itu mengetahui kehadiranku dan sedang mengincarku gumam Andrean dalam hati.
Andrean yang belum turun dari atas Bahkan dia masih tertegun menatap ke bawah Pak Yai menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan sangat kasar kemudian mendudukkan bokongnya di kursi dan Pak Yai duduk dengan bersilang kaki.
" Mau sampai kapan kamu berdiri di sana cepat turun, "seru Yai pada Andrean yang kala itu masih tertegun dengan pemikirannya sendiri di mana Andrean memikirkan siapa kira-kira orang yang memiliki bau sangat aneh dan sepertinya orang itu sengaja mencari sesuatu di rumah Pak Yai di mana Andrean merasa orang itu sedang mengincar dirinya.
__ADS_1
Mendengar seruan kedua kali dari pak Yai bergegas Andrean turun dan berdiri di hadapan pak Yai.
"Jlep..! "
tanah sedikit bergetar ketika kedua kaki dari Andrean menginjak tanah lantai kamar pak Yai.
"Mau apa kau kesini? " tanya pak Yai tanpa basa basi.
" Tidak ada aku hanya ingin melihat-lihat saja dan merasa jenuh di rumah Aku sepertinya mencium bau berbeda di rumah ini siapa tadi yang datang, "tanya Andrean kala itu.
Pak Yai bangkit dari duduknya kemudian berjalan menuju ke dekat jendela pandangan matanya menatap ke sekeliling luar jendela untuk beberapa saat.
" cepat pulang dan jangan terlalu lama di sini karena aku ingin segera beristirahat ini sudah malam orang tuamu pasti sudah bingung mencarimu terlebih ibumu jika masuk ke dalam kamar dan tidak mendapati dirimu di dalam kamar pasti ibumu akan cemas dan kebingungan cepatlah pulang dan jangan pernah keluar rumah kamu tidak perlu sering datang ke rumahku karena aku juga bosan kamu selalu datang ke sini. "
" kalau tidak datang ke sini mau datang ke mana lagi, Aku merasa jenuh di rumah dan aku tidak memiliki teman ataupun kesibukan apapun yang bisa membuat aku terhibur jadi Jangan larang aku datang ke sini, bukankah kamu juga sendirian di rumah, Bukankah kamu juga tidak memiliki kegiatan apapun dan kehadiranku Bukankah akan menjadikan keberuntungan untukmu kamu bisa memiliki teman seperti aku dan kamu juga bisa mengajak diriku untuk berbincang-bincang Bukankah itu suatu hal yang menyenangkan Seharusnya kamu senang bukan justru kamu meminta aku untuk tidak datang. "
" Sejak kapan aku mengizinkan kamu untuk membantah setiap perintah dan pesan dariku jika aku mengatakan tidak mengizinkan kamu datang ke sini Aku harap kamu mau dan bersedia menuruti semua keinginanku, itu artinya aku ingin sendiri dan aku tidak ingin kamu ganggu kamu bisa melakukan apapun yang kamu mau di Rumah dan aku peringatkan jangan sering-sering keluar rumah, cukup kamu berada di dalam rumah duduklah ada sesuatu yang ingin Aku berikan kepadamu. "
Dengan sedikit berat hati Andrean menganggukkan kepala Andrean juga merasa sangat heran dengan larangan dari Pak Yai kepadanya.
Andrean yang memiliki kecerdasan cukup tinggi bisa menerka dan menebak maksud dari Pak Yai yang kala itu melarang dirinya untuk sering keluar rumah, pastilah ada sesuatu hal yang tidak baik untuk dirinya atau ada sesuatu hal yang sangat membahayakan dirinya untuk itu Pak Yai memerintahkan dirinya untuk selalu tetap tinggal dan berada di dalam Rumah.
"Ini untukmu, pakai dan selalu bawa kemanapun kamu pergi, "Pak Yai memberikan satu kalung berwarna hitam dengan mutiara warna hitam jernih seperti mata.
"Apa ini? "tanya Andrean yang tidak mengerti maksud dari Pak Yai sambil menerima kalung hitam dengan mutiara warna hitam sebagai penghias nya.
" Pakai saja dan jangan di lepaskan, kalung ini hanya sebagai perisai untuk melindungi kamu.
" Apakah ini sangat perlu aku rasa tidak perlu memakainya Aku sudah bisa terbang aku bisa pergi dengan cepat aku tidak perlu menggunakan kalung pelindung seperti ini karena aku bisa melindungi diriku sendiri Justru lebih baik kalung ini kamu pakai untuk dirimu sendiri untuk melindungi dirimu.
"Isssh, ini Vampir jelek benar-benar bodoh, dikasih bantuan bukannya berterimakasih dan senang justru sombong pamer dirinya kuat, benar-benar dia ini, "geram Pak Yai dengan suara lirih yang mana suaranya bisa di dengar oleh Andren.
" tidak perlu mencibir mana Biar aku pakai aku Bukannya sombong padamu tapi kalau ini juga berguna untukmu dan kamu juga membutuhkannya sekarang aku mau tanya apakah kamu memiliki kalung kekuatan ini juga, "
" Tentu saja tidak Andrean Mana mungkin Aku memiliki banyak, Kamu pikir aku pabriknya Tentu saja aku hanya memiliki satu dan itu cukup untukmu saja, aku tidak membutuhkannya karena aku tidak memiliki sesuatu pun yang perlu aku khawatirkan dan aku takuti. '
" Apakah itu artinya ada sesuatu hal yang sangat buruk dan mengincar diriku sehingga kamu begitu mengkhawatirkan Aku, Sebenarnya aku tahu kamu berbohong pada makhluk yang baru saja berada di rumahmu kamu mengatakan tidak ada siapapun di sini tapi kamu tahu aku sudah berada di sini kamu berusaha melindungi dan membuat orang itu percaya jika di rumahmu tidak ada siapa-siapa itu artinya orang itu sangat membahayakan diriku Apakah benar begitu sekarang tolong katakan padaku siapa orang itu dan mengapa dia mengincarku? "
" Aku tidak bisa menjelaskannya sekarang padamu cukup lakukan perintahku, sekarang pakai dan pulanglah ke rumahmu Dan jangan keluar rumah terlalu sering Jaga dirimu baik-baik karena aku tidak akan bisa selamanya untuk melindungi dirimu dan kamu akan mengetahui sendiri Bahaya apa yang mengincar dan sedang menunggumu, karena Aku tahu kamu makhluk Vampir yang cukup cerdas dan juga memiliki ilmu dan kekuatan yang cukup tinggi di mana kamu juga tidak bisa dipandang remeh tapi dengan adanya kalung ini kamu bisa sedikit leluasa dan terlindungi meskipun kalung ini tidak bisa sepenuhnya melindungi dirimu, karena yang bisa melindungi dirimu hanyalah dirimu sendiri berhati-hatilah sekarang cepat pergi dari Rumahku dan Jangan Belok ke mana-mana Langsung pulang apa kamu mengerti. "
"Ya.. baiklah Aku akan Memakai kalung ini dan aku akan pergi aku juga berpesan padamu berhati-hatilah karena sepertinya tamu yang datang ke rumahmu juga tidak begitu baik padamu selalu berhati-hati karena bisa jadi dia juga sedang mengincar dirimu juga dan aku tidak tahu makhluk apakah itu. "
"Aku tau, Terima kasih kamu sudah mengingatkan diriku Cepatlah pergi jangan terlalu lama."
__ADS_1
" Baiklah Aku pergi dulu, "
Bergegas Pangeran Andrean terbang melesat melalui jendela kamar Pak Yai yang dalam sekejap bayangan dari Andrean hilang sudah dari pandangan mata.