Pacarku Vampir Tampan

Pacarku Vampir Tampan
Bab. 59.Sahabat yang Baik


__ADS_3

Setelah melihat ke tempat keliling tidak ada siapapun Andrian segera terbang melesat menuju ke arah kelas Alya tidak menunggu lama Andrean pun sudah sampai di dekat kelas di mana ruangan itu masih tertutup dengan rapat Hal itu sama dengan kelasnya di mana kelas Alya sepertinya masih ada guru yang juga masih mengajar didalamnya.


Andrean kembali merasa heran karena dirinya lagi-lagi tidak mencium bau dari keberadaan Alya du dalam kelas itu


"Bau Alya juga tidak ada ada apa ini, mengapa Aroma keberadaannya tidak ada, "


Andrean terus bermonolog dalam hati, tubuhnya terus terbang melayang Naik keatas atap kelas. Andrean mencoba melihat dan mencari melalui celah dari langit langit atap kelas.


Kini terlihat jelas du bawah dimana semua murid sedang berkonsentrasi memperhatikan Guru mereka yang menjelaskan materi pelajaran.


Setelah melihat semuanya Andrean merasa heran karena di dalam kelas itu memang tidak ada Alya, itu artinya Alya tidak masuk sekolah dan Andrean tidak mengerti mengapa, akan tetapi Andrean yang mengetahui dimana Alya tinggal dia bisa pergi mencari dan menemui Alya secara pribadi di dalam Rumah nya.


"Rupanya Alya tidak masuk sekolah baiklah Nanti Aku akan pergi ke Rumah nya untuk melihat Alya mengapa dia tidak masuk sekolah, untuk sekarang lebih baik Aku kembali masuk ke dalam kelasku, Aku khawatir Pak Gery akan bingung dan berpikir yang bukan bukan karena Aku pergi ke kamar kecil terlalu lama.


Bergegas Andrean terbang melesat menuju kembali ke kelasnya dan Hanya dalam Sekejap Andrean sudah berdiri di depan kelas.


dengan perlahan-lahan Andrian mengetuk pintu kelas di mana kala itu pak guru Gerry memberikan tugas kepada semua murid-muridnya untuk mengerjakan soal yang diberikan.


Setelah memberikan isyarat ketukan pintu beberapa kali Andrean memutar knop pintu dan membukanya, sambil menyunggikan sebuah senyuman Andrean mengganggukan kepala meminta izin untuk bisa masuk dan duduk bakteri yang kala itu sedang fokus dengan memberikan tugas kepada titiknya mengganggukan kepala memberikan izin kepada Andrean untuk segera masuk dan duduk.

__ADS_1


" Andrean kamu kerjakan juga soal yang Bapak berikan sama dengan teman-temanmu yang lain yang sudah mengerjakannya kamu bisa bertanya pada Rio untuk tugasnya. "


Dengan santun Andrean menganggukkan kepala, Rio tanpa dimintai oleh Andrean teman sebangkunya segera menyodorkan halaman dari tugas yang diberikan Pak Guru Gery kepada Andrean.


"Ini tugasnya Aku sudah kerjakan sepuluh soal tinggal sepuluh lagi yang belum, kamu tinggal contek saja dari pada ribet mikir,karena Aku yakin kamu tidak bisa jadi salin saja jawabanku itu, "ucap Rio kepada Andrean, sungguh Rio adalah seorang teman yang sangat pengertian dan juga sangat perhatian sehingga dirinya tidak memiliki perasaan pelit dan juga sangat memahami Andrean sehingga tanpa rasa engan dan khawatir Nilainya sama dengan Andrean yang baru saja masuk Rio justru mempersilahkan Andrean untuk mencontek jawabannya.


Andrean tersenyum smrik mendengar perkataan dari sahabatnya yang mana beberapa kali Rio selalu membantu agar dirinya tidak mendapatkan marah dari setiap Guru yang mengajar.


Mungkin Apa yang dilakukan oleh Rio adalah satu bentuk dari rasa persahabatan yang dalam atau karena Rio merasa kasihan dengan dirinya di mana Andrean mengalami sakit hilang ingatan yang mana tidak akan mengetahui dan juga tidak akan bisa mengingat dan memahami semua pelajaran serta hal-hal yang bersangkut pautkan dengan kehidupan sehari-hari.


"Trimakasih, " ucap Andrean kepada Rio yang sudah menyodorkan buku tugasnya kepada Andrean.


Rio tersenyum mendengar ucapan terima kasih dari Andrean temannya kemudian Rio kembali fokus mengerjakan soal-soal yang masih belum selesai dia kerjakan.


Kesempatan itu Andrean gunakan untuk meniup buku yang ada di depannya tentu saja dengan kekuatan yang dimiliki oleh Andrean di mana Andrean yang memang bukan Manusia mengeluarkan kekuatan dari kecerdasan ilmu batinnya untuk mengerjakan semua soal-soal yang ada didepannya sehingga soal soal itu sudah terjawab dengan sempurna hingga sampai soal terakhir.


Perlahan-lahan Andrean melirik kepada Rio yang kala itu masih fokus mengerjakan soal-soal sisa yang belum selesai dia kerjakan.


Perlahan-lahan Andrean menyodorkan buku Andrean kepada Rio yang sudah ada jawaban dan di buku itu semua soal yang belum terjawab sudah Andrean kerjakan.

__ADS_1


"Tidak perlu lagi mengerjakan semua sudah selesai, "ucap Andrean dengan sangat lirih kepada Rio yang kala itu masih fokus mengerjakan sisa dari soal-soal yang belum selesai dia kerjakan, sontak saja apa yang dikatakan oleh Andrean membuat Rio sedikit terkejut dan merasa heran.


Bahkan karena merasa heran dan tidak percaya Rio mengusap dan mengerjapkan kedua bola matanya mencoba menatap dan melihat dengan seksama dan apa yang dilihatnya memanglah benar, semua soal-soal yang tadinya belum terjawab sudah terjawab sempurna.


Rio menatap Andrean dengan pandangan mata yang penuh dengan tanda tanya sementara Andrean berpura-pura tidak melihat pandangan mata dari sahabatnya yang penuh dengan tanda tanya, Karena Andrean yakin Rio tidak akan berani untuk bertanya dengan keras.


Karena jika Rio sampai bertanya maka akan mengundang perhatian dari Pak Guru Gery untuk itu Rio Hanya bisa menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan sesekali pandangan mata Rio terhadap ke sekeliling di mana semua teman-temannya masih sibuk mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh Pak Guru Gery kepada mereka.


Batas mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh Pak Guru Gery pun akhirnya berakhir, di mana semua siswa-siswi diharuskan segera mengumpulkan tugas mereka tidak ada yang boleh terlambat karena jika terlambat mengumpulkan maka pak guru Gery tidak akan menerimanya, Karena waktu sudah sempit banyak sekali diantara mereka yang menjawab dengan asal-asalan.


Setelah buku dan semuanya terkumpul di depan dan waktu sudah menunjukkan jam istirahat mereka diizinkan untuk beristirahat.


Waktu berlalu dengan cepat tak terasa jam pulang pun sudah tiba semua Siswa-siswi yang berada di sekolahan itu keluar.


Mereka berhamburan ke tempat parkir untuk mengambil motor mereka masing-masing Rio seperti biasa menunggu kedatangan Andrean untuk pulang bersama, tapi kali ini Andrean mengatakan kepada Rio untuk tidak ikut pulang bersama dikarenakan Andrean ingin pergi ke tempat temannya.


Pada awalnya Rio memaksa Andrean untuk pergi bersamanya Rio menawarkan diri untuk mengantar Andrean, akan tetapi Andrean mengatakan tidak mau dan Andrean ketika ditanya akan pergi dengan siapa Andrean juga tidak bisa memberikan jawaban dikarenakan dia hanya mengatakan dengan orang aku lupa namanya dan ketika Rio ingin menemani menunggu Andrean yang katanya akan pergi bersama seorang yang mengajaknya.


Andrean mengatakan tidak perlu dan meminta Rio segera pergi karena Andrean tidak ingin temannya melihat Rio bersamanya.

__ADS_1


Hal itu membuat Rio sedikit bertanya-tanya sebenarnya Andrean mau pergi dengan siapa Mungkinkah Andrean akan pergi dengan Sari karena Sari juga membawa motor, tidak mau membuat temannya curiga Rio pun mengikuti dan menuruti keinginan dari Andrean.


Rio tidak lagi ikut pergi bersama dengan Andrean menunggu temannya dan membiarkan Andrean pergi bersama temannya dan menunggu nya sendiri, akan tetapi dengan diam-diam sesungguhnya Rio mencari tempat yang aman untuk Mengintip dan melihat dengan Siapakah Andrean akan pergi.


__ADS_2