Pacarku Vampir Tampan

Pacarku Vampir Tampan
Bab. 54.Sangat Terkejut


__ADS_3

Bu Rumini tidak menyangka jika Bu Luna berani mendorong tubuhnya untuk menyingkir dari anak tangga yang kala itu Bu Rumini berdiri tepat di tengahnya di mana Dia sengaja menghalangi Bu Luna untuk naik ke atas.


Sungguh Bu Rumini sangat terasa kesal dan kecewa karena Bu Luna sepertinya mendapatkan perhatian lebih dari Suaminya, bagaimanapun juga Bu Rumini merasa sangat cemburu dengan perlakuan suaminya kepada Bu Luna dan anaknya dimana Bu Luna dulunya adalah mantan dari kekasihnya juga dan yang namanya seorang mantan tetaplah akan ada di dalam hati Meskipun mereka tidak saling memiliki dan hal itu tidak ingin Bu Rumini alami.


Sudah banyak kisah dan cerita dari sebuah keluarga yang hancur hanya karena kedatangan mantan kekasih di mana Cinta Lama bisa bersemi kembali dan kisah lama mereka terulang kembali dan hal itu tidak ingin Bu Rumini alami, maka dengan sangat ketat Bu Rumini membuat jarak di antara mereka berdua agar tidak selalu dekat dikarenakan kekhawatiran dari Bu Rumini seperti yang dialami oleh teman-temannya Di mana mereka harus kehilangan Suami hanya gara-gara mantan kekasih yang datang dan yang pada awalnya hanya untuk dibantu namun akhirnya justru menjadi duri dalam kehidupan Rumah tangga mereka yang akhirnya hanyalah penyesalan belaka yang mereka dapatkan, karena kebaikan mereka yang tak pernah dihargai oleh orang yang dibantunya.


Melihat Bu Luna Naik ke lantai atas Bu Rumini tidak mau tinggal diam dengan sigap dan dengan langkah cepat Bu Rumini pun sedikit berlari Naik ke atas untuk mengejar Bu Luna agar Bu Luna, tidak sampai di kamar Alya lebih dahulu dan tidak sampai bertemu dengan Suaminya hanya dalam keadaan berduaan saja.


Meskipun di dalam kamar itu ada Alya akan tetapi bagi Bu Rumini itu sama saja dengan berduaan karena tidak ada dirinya disana yang bisa mengawasi gerak gerik mereka berdua.


Bu Luna yang melihat sikap dari Bu Rumini hanya tersenyum sinis memahami apa yang dirasakan oleh Bu Rumini kepadanya, Bu Luna sendiri tidak mau ambil pusing dengan apa yang dilakukan oleh Bu Rumini yang terpenting baginya adalah dia ingin tahu keadaan putrinya Mengapa Alya sampai berteriak dengan sangat histeris di dalam kamarnya, Mungkinkah Alya melihat cicak ataupun tokeek yang sejak kecil Alya takuti.


Karena jika yang ada di dalam kamar Alya adalah hantu maka Alya tidak akan pernah takut karenanya.


Semua karena Alya tidak pernah mempercayai adanya hantu untuk itu Aliya tidak pernah takut yang Alya takutkan hanyalah cicak dan tookek yang selalu mengganggu dan merayap di dinding, Alya merasa geli dan bergidik melihatnya.


Di kamar atas Alya yang berteriak dengan sangat histeris dan Pak Rojak yang sudah sampai di lantai kamar atas tempat Alya berteriak sedikit tertegun dan terkejut dengan apa yang dilihatnya di mana Putranya yang bernama Kevin juga berada di dalam kamar Alya dan yang lebih mengherankan Kevin dalam keadaan basah kuyup.


"Apa ini, ada apa dan kau Kevin kenapa kau sampai basah kuyup begitu dan mengapa kau berada di dalam kamar Alya? " tanya Pak Rojak yang merasa sangat bingung dan aneh melihat Kevin yang pagi-pagi sudah berada di dalam kamar Alya.


Pandangan mata Pak Rojak yang sangat tajam menatap Wajah Kevin yang kini dalam kebingungan mendapati tiba-tiba Ayahnya sudah berada di dalam kamar dan mendengar teriakan dan panggilan dari Gadis yang dianggapnya sebagai pembantu, masih merasa tidak percaya dengan Pandangan Matanya.


Kevin sungguh tidak percaya dengan hal itu dikarenakan Kevin tidak menyangka jika Ayah-nya yaitu Pak Rojak yang super sibuk meluangkan waktu hanya untuk seorang Anak dari temannya yang seharusnya tidak perlu terlalu dalam diperhatikan dan tanggapi tapi kali ini rupanya Kevin telah salah di mana Ayah-nya dengan sangat cepat berlari menuju kamar Alya karena mengkhawatirkan Gadis itu.


Melihat Putranya diam saja dengan pandangan mata yang bingung Pak Rojak mendekati sambil menangkup wajah Kevin yang kala itu basah kuyup di depannya, sementara Alya memandang semua itu dengan senyum penuh kemenangan Kevin yang melihat hal itu menggeram kesal dalam hati.


"Sial Gadis ini justru menertawakan Aku." umpat Kevin dalam hati.


"Kenapa diam ayo jawab kenapa kamu berada di dalam kamar Alya dan mengapa kamu basah kuyup seperti ini, aa yang kamu lakukan disini? '


" Ayah, Aku, __

__ADS_1


"Paman, Kevin datang kesini langsung Naik ke atas Ranjang ku dan dia membuang sembarangan tisu milikku Aku pikir dia maling makanya Aku siram pakai Air agar pergi, tapi ketika Aku berteriak ternyata bukan maling ternyata yang ada di dalam Kamarku adalah Kevin Aku tidak tahu makanya aku siram dengan Air dan sekarang sprei dan semua yang ada di sini basah dan kotor karena Air untuk itu Aku meminta Kevin untuk bertanggung jawab, karena dia datang dengan diam-diam sehingga Aku tidak sengaja menyiramkan air ke tubuhnya Apakah itu salah Paman? Bukankah salah Kevin tidak permisi dulu sehingga aku menyiram tubuhnya dengan air dan bukan salahku kan Paman jika seandainya aku meminta Kevin untuk membersihkan semuanya bukankah itu juga tidak salah Paman, karena gara-gara dia semua menjadi seperti ini? "ucap Alya memberikan penjelasan panjang lebar kepada Pak Rojak yang kala itu manggut-manggut mendengar perkataan dari Alya.


"Kau benar, dan apa yang kamu minta itu sangat benar karena Kevin adalah penyebab dari kamu menyiramkan Air ke tubuhnya sehingga membuat semua sprei yang ada di sini basah dan kotor maka Kevin memang harus bertanggung jawab untuk membersihkannya karena semua terjadi gara-gara Kevin, Paman membenarkan Apa yang kamu katakan jadi kamu tidak salah dan itu benar dan untukmu Kevin Kamu harus segera membersihkan apa yang menjadi tanggung jawabmu karena semua ini terjadi karena ulahmu."


Mendengar permintaan dan perkataan dari Ayah-nya Kevin mendelik tak percaya, sungguh kali ini apa yang diharapkan Kevin benar-benar di luar pemikirannya.


Dimana Ayah-nya yang selalu membela dirinya kini Ayah-nya terlihat sangat membela Gadis yang ada di depannya bahkan sama sekali Ayah-nya tidak melihat sebab atau bertanya Mengapa seperti ini dan hanya mendengarkan perkataan dari gadis yang ada di depannya sungguh satu hal yang sangat aneh.


"Ayah apa Kevin tidak lagi salah dengar, Ayah membela gadis ini dan tidak mau mendengarkan perkataan Kevin dengarkan dulu penjelasan Kevin Ayah semua tidak benar semua yang dikatakan gadis ini adalah bohong Kevin tidak seperti itu yang sebenarnya terjadi adalah Kevin dikunci di kamar ini dan Kevin, ___


"Tidak Kevin berbohong Paman, Aku tidak seperti itu Aku, __


" Sudah-sudah tenang semuanya jangan ada yang berdebat biar Aku yang akan memutuskan, "


Kevin dan Aliya langsung terdiam mendengar perkataan dari Pak Rojak kata-kata yang begitu sangat berwibawa dan penuh dengan ketegasan.


"Karena Kau yang membuat dan yang mengakibatkan kamar Alya basah dan kotor malah kamu harus bertanggungjawab untuk membersihkannya, cuci dan ganti sprei kamar Alya dengan yang baru dan jangan lupa pel juga lantainya, "


" Sejak kapan ayah membiarkan keputusan ayah bisa dibantah lakukan dan kerjakan apa yang Ayah perintahkan. "


"Tapi, Ayah, ___


" Ada apa ini? mengapa ribut-ribut, Kevin Kenapa kau berada di kamar Alya dan kenapa Kamu basah kuyup seperti itu, 'tanya Bu Rumini yang tiba-tiba sudah datang bersama dengan Bu Luna yang kala itu juga sudah sampai di dalam kamar atas tepatnya di kamar Alya.


Tampak Bu Luna juga sedikit kebingungan dengan apa yang terjadi di dalam kamar Alya putrinya, di mana Kevin juga berada di sana bahkan Kevin dalam keadaan basah kuyup pikiran negatif pun mulai berkeliaran di alam pemikirannya di mana Bu Luna mulai berpikir negatif tentang Kevin jangan-jangan Kevin berbuat sesuatu hal yang sangat tidak baik sehingga Alya bersikap buruk kepadanya dan hal itu sungguh membuat Bu Luna meneguk ludahnya dengan kasar dikarenakan rasa khawatir yang teramat sangat.


"Itu, Bu. sebenarnya Kevin __


Belum juga Kevin selesai menjelaskan duduk persoalannya kepada Ibunya, Pak Rojak yang tidak mau basa-basi lagi dan memperpanjang masalah segera Memotong pembicaraan Kevin agar semuanya cepat selesai dan tidak berlarut-larut.


" Sudah tidak ada yang perlu dijelaskan sekarang, cepat kerjakan apa yang Ayah perintahkan kepadamu Vin dan kau Alya, turun dan bantulah Bibimu memasak di dapur biar kamar ini Kevin yang membereskan semuanya, ayo kalian semua turun, biarkan Kevin bekerja, "

__ADS_1


ibu Rumini dan Kevin menatap tajam dan tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Pak Rojak Suaminya, di mana Pak Rojak tidak membela Putranya bahkan tidak mengizinkan Putranya untuk memberikan penjelasan sedikitpun kepada dirinya dan meminta dirinya untuk segera keluar dari kamar dan pergi ke dapur untuk memasak.


"Ayah ini bagaimana, masa Putra Kita disuruh bersih-bersih Bukankah yang harus bersih-bersih pemilik kamar ini bukan putra kita, sudah Kevin ikut ibu turun tidak perlu membersihkan kamar ini ibu tidak mau Putra Ibu kecapean karena bersih-bersih kamarnya orang yang menumpang di rumah ini, enak saja dia mau bersantai-santai dan berleha-leha sementara Putraku harus membersihkan kamar ini dan mengepelnya sampai bersih salah sendiri dia yang menyiramkan Air ke atas Ranjang jadi biarkan dia sendiri yang bertanggung jawab untuk semuanya, tadi Aku sempat mendengar itu kan permasalahannya, Aku tadi mendengarkan apa yang Ayah katakan ketika Aku hampir sampai di lantai atas bukankah Begitu Ayah. "


"Meskipun Apa yang kamu katakan benar akan tetapi perintahku tetaplah suatu perintah yang harus dikerjakan dan Aku mau Kevin bertanggung jawab untuk semuanya karena Alya tidak akan melakukan semua itu jika tidak ada Kevin yang mengganggunya, jadi karena Kevin yang memicu semuanya maka Kevin yang harus bertanggung jawab dan mengerjakannya tidak ada penolakan ataupun tawar-menawar ini adalah perintah, jadi meskipun benar atau salah tetap Aku yang meminta Kevin untuk bertanggung jawab atas semuanya Bukankah Kevin adalah seorang laki-laki maka Seorang laki-laki akan bersikap jantan dan tegas berani mengambil resiko dari segala perbuatannya, Ayo Alya sekarang kita turun.' ajak Pak Rojak kepada Alya yang langsung ditanggapi dengan Anggukan kepala.


Pak Rojak turun dari kamar lantai atas milik Alya bersama dengan Alya yang kala itu mengikutinya dari belakang, kemudian diikuti oleh Bu Luna ibunya Alya kini di dalam kamar tinggallah Bu Rumini dan Kevin.


Di mana mereka berdua sangat marah dan kesal dengan apa yang diputuskan oleh Pak Rojak di mana keputusan itu dinilai sangatlah berat sebelah dan tidak adil bagi Kevin, dikarenakan Kevin bukanlah orang yang membuat kamar itu menjadi basah dan berantakan.


"Lihat Kevin Ayahmu sepertinya sudah kena pelet wanita itu, sehingga Ayahmu memilih Anak gadis dari Mantannya daripada membela putranya sendiri bukankah ini sangat tidak adil dan bukankah ini sangat memalukan, di mana Ayahmu bersikap tidak baik kepadamu di hadapan orang lain dan ini sangat memalukan, sudah tidak perlu kamu kerjakan Biarkan saja Nanti Alya yang akan mengerjakannya lebih baik kita turun Untuk apa kamu harus capek dan membuang-buang tenaga hanya untuk membersihkan kamar gadis yang tidak tahu diri itu. "


" Sebenarnya Kevin juga ingin seperti itu sebenarnya Kevin ingin tidak akan mengerjakan apa yang Ayah perintahkan pada Kevin Akan tetapi jika sampai Ayah mengetahui dan Kevin tidak mengerjakan Apakah Ayah tidak akan merah pada Kevin lagi, sudah pasti Ayah akan marahin Kevin dan Kevin akan semakin malu karena Ayah akan menghina dan merendahkan Kevin di hadapan gadis itu, Kevin akan membuat perhitungan pada Gadis itu setelah ini untuk saat ini biarlah Kevin mengerjakan semua tugas yang Ayah perintahkan kepadaku."


"Tapi, Vin. ini pekerjaan untuk cewek kamu mana bisa kamu juga tidak pernah bekerja di rumah apalagi sekarang Ayahmu minta kamu untuk membersihkan kamar ini otomatis kamu harus mengepel juga harus mencuci sprei yang basah dan menggantinya Bukankah ini sangat sulit bagimu Sudahlah jika Ayahmu marah Biarkan saja, kamu laki-laki kamu tidak bisa mengerjakan pekerjaan cewek tinggalkan saja biarkan Alya sendiri yang mengerjakan semua itu, Bukankah Alya di sini hidup menumpang dan Bukankah Alya di sini hanyalah seorang yang dibantu lalu untuk apa kita sebagai tuan rumah harus sengsara memberikan bantuan yang terbaik untuknya, Jika kamarnya Alya kotor dan juga basah itu urusannya bukan urusan kita."


"Tapi, Bu, __


" Sudahlah jangan lagi kau banyak berpikir Ayo kita pergi dari kamar ini biarkan saja nanti Alya sendiri yang mengurusnya Untuk apa kita membuang-buang waktu hanya ingin membersihkannya, lagi pula sebentar lagi kamu juga harus berkat sekolah sudah ayo kita turun, "


Tanpa membantah akhirnya Kevin turun dari kamarnya dan berjalan mengikuti ibunya, Kevin tidak lagi membersihkan juga mengganti serprei dan juga mencucinya Kevin memilih mendengarkan perintah dan larangan ibunya dikarenakan Kevin juga merasa Apa yang diperintahkan Ayahnya adalah suatu perintah yang tidak adil.


Di mana mereka adalah tuan rumah dari tamu yang mereka bantu dan mereka tolong Apabila ada sesuatu hal yang kotor ataupun yang tidak menyenangkan dalam kamar mereka Bukankah itu adalah tanggung jawab mereka sendiri jadi Kevin memilih mendengarkan semua perkataan dari ibunya.


Pak Rojak yang kala itu berada di ruang tamu merasa aneh dan heran Melihat Kevin turun dari kamar Alya bersama dengan ibunya.


Pak Rojak mengeryitkan dahinya menatap heran pada Kevin dan Bu Rumini yang kala itu sedang menuruni anak tangga.Pak Rojak menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan.


"Pasti ini karena hasutan dari Ibunya sehingga Kevin tidak mengerjakan apa yang sudah Aku perintahkan kepadanya, keterlaluan sekali bisa-bisa nya mempengaruhi anaknya dan menghalangi anaknya untuk bisa bertanggungjawab, rupanya mereka perlu diberikan pelajaran agar mereka tidak berbuat sesuka hatinya."gumam Pak Rojak dalam hati.


Meletakkan koran yang dia pegang kemudian bangkit berdiri dan melangkah mendekati anak tangga yang arahnya menuju kamar Alya di mana Pak Rojak sengaja Menghadang langkah kaki dari Kevin dan Bu Rumini.

__ADS_1


"Mau kemana kalian? " tanya Pak Rojak yang tiba-tiba sudah berdiri di depan Kevin dan Bu RuminiRumini, sontak saja hal itu membuat Kevin dan Bu Rumini terkejut.


__ADS_2