
Ibu Dion terus menangis dan tahan intinya menggoyang-goyangkan tubuh dari Dion yang tidak bergerak sedikitpun suara tangisan dan juga guncangan dari pergerakan tangan Ibu Dion yang mengguncang tubuh Dion tidak membuat ion terbangun dari pingsannya.
Merasa sangat sedih dan panik ibu Dion mencoba melihat Apakah putranya masih bernafas ataukah tidak.
"Pak, bagaimana ini Napas Dion sangat lemah bahkan tidak terdengar, "seru Ibu Dion dengan perasaan sangat panik sungguh dirinya tidak pernah menyangka jika Dion yang baru saja keluar Rumah dengan meminta izin ingin pergi mengembalikan buku kepada temannya tiba-tiba pulang dalam keadaan yang sangat memprihatinkan, meskipun tidak ada luka sedikitpun di tubuh Dion akan tetapi ibu Dion merasa heran mengapa Dion tiba-tiba pingsan dan nafasnya begitu sangat lemah bahkan bisa dikatakan hampir tidak terdengar dan terlihat.
"Aku juga tidak tau Bu, anak-anak katakan pada kami apa yang terjadi pada diri Dion Kenapa dia tiba-tiba seperti ini Bukankah sebelum dia pergi dia baik-baik saja dan tidak terlihat sakit."
" Kami juga tidak tahu Pak kami melihatnya ketika kami melewati Jalan Setapak tiba-tiba kami melihat Dion Limbung kemudian terjatuh dan kami segera berlari menolong Dion dan kami melihat Dion sudah pingsan dan kami melihat nafasnya tiba-tiba tidak terdengar untuk itu kami langsung membawanya ke sini, "
"Bagaimana ini Pak, anak kita apa yang harus kita lakukan, " ibu Dion terus menangis dan berteriak sangat histeris apa yang terjadi pada keluarga Dion di rumah itu di mana suara tangis dari ibu Dion yang sangat histeris sangat mengganggu Warga setempat di mana jarak rumah di antara mereka tidak terlalu jauh sehingga Apapun yang terjadi dengan salah satu warga mereka akan terdengar pada tetangga yang lain.
Karena merasa khawatir dan was-was terjadi sesuatu yang buruk mereka yang mendengar suara teriakan histeris dari ibu Dion segera berbondong-bondong datang ke rumah Ibu Dion dan dalam sekejap rumah Ibu Dion sudah banyak sekali Warga yang memadati tempat itu di mana mereka sangat penasaran dan khawatir dengan apa yang terjadi pada keluarga Dion.
"Ada apa Ini Bu Anjar mengapa kau menangis dan berteriak-teriak begini, "
"Putraku Bu, Putraku pingsan dan napasnya sangat lemah bagaimana ini apa yang harus kami lakukan sungguh kami sangat takut, "
"Tenanglah saya akan menyuruh salah satu Warga untuk memanggil Dokter Endang biar beliau yang akan memeriksa Putra Ibu, "
"Trimakasih Bu, maaf jadi merepotkan, saya benar-benar tidak tau mengapa bisa begini padahal sebelum pergi anaknya baik-baik saja. "
"Tidak apa-apa bu, Nah itu Bu Dokter Endang sudah datang, "
Bergegas Ibu Dion segera bangkit dari duduknya dan menyambut kedatangan dari Bu Dokter Endang kemudian membawa Dokter Endang untuk masuk melihat Anaknya yang berada di kamar Ruang Tamu..
Dengan hati berdebar-debar ibu Dion menanti hasil dari dokter Endang yang memeriksa putranya.
__ADS_1
Di dalam rumah itu tidak hanya Ibu Dion dan Ayah Dion yang menunggu hasil dari kesehatan Dion setelah di periksa oleh Dokter Endang yang ada di desa itu.
Tidak lama kemudian Dokter Endang keluar dari ruangan kamar tempat di mana Dion diperiksa semua orang yang ada disitu langsung berdiri dan menunggu penjelasan dari dokter Endang dengan hati yang sangat cemas dan was-was mereka khawatir jika keadaan Dion sangat parah.
"Dokter Bagaimana keadaan Putra saya, "
Tampak wanita itu menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan dan dengan perlahan-lahan wanita itu yang tak lain adalah dokter Endang menggelengkan kepalanya.
"Dokter katakanlah bagaimana keadaan Putra saya, "
"Iya dokter tolong beritahu kami apa yang terjadi dengan Putra kami kenapa dia begini."
"Sebenarnya Putra Bu Anjar dan Bapak tidak kenapa-napa semuanya terlihat Normal cuma saya sendiri kurang mengerti kenapa napasnya begitu lemah dan itu sangat aneh karena dari menit ke menit napasnya begitu semakin melemah, "
"Lalu apa yang harus kami lakukan Bu, kami ingin anak kami bisa kembali sehat dan bisa seperti sedia kala, tolong katakan apa yang harus kami lakukan? "
Tampak Wajah ibu Dion terlihat tidak lagi bersemangat, hatinya betul-betul di landa gunda gulana.
"Sudah, Bu jangan bersedih pasti ada jalan lain, "
"Dengan sangat lemah Ibu Dion menganggukkan kepala.
Hari berganti Waktupun berlalu, Ayah Dion tidak pernah putus asa dia selalu mencari informasi tentang orang yang bisa menyembuhkan putranya meskipun beberapa orang yang datang membantu mereka tidak bisa berhasil.
Hingga suatu hari ketika Ayah Dion sedang mencari kayu bakar di hutan yang mana tidak jauh dari tempat tinggalnya Ayah Dion bertemu dengan seorang wanita tua yang kala itu sedang kesusahan membawa kayu di punggungnya, dengan penuh ikhlas Ayah Dion membantu sang Nenek untuk membawakan kayu ke rumahnya tentu saja hal itu membuat wanita tua sang Nenek merasa sangat senang.
" Terima kasih sudah membantuku kamu sangat baik dan sangat Tulus Apakah kamu juga sedang mencari kayu bakar? " tanya sang nenek kala itu.
__ADS_1
"Iya, Nek Aku sedang mencari kayu bakar dan Kebetulan aku sudah mendapatkannya hanya tinggal mengumpulkan kemudian membawa pulang, Rumah kamu dimana Nek biar Aku bawakan kayu bakar ini sampai Rumah. "
"Wah trimakasih sekali, kamu sungguh baik Ayo ikuti Nenek biar kamu tau Rumahku."
Tanpa membantah Ayah Dion segera mengikuti Nenek tua yang berjalan di depannya, karena merasa sudah berjalan jauh akan tetapi sang nenek belum juga berhenti akhirnya Ayah Dion kembali bertanya.
"Nek, apa Rumahmu masih jauh? "
"Tidak apa kamu capek, "
"Tidak Nek tidak capek hanya bertanya saja
" Itu, Rumah ku, Ayo kita sudah dekat,
Ayah Dion sedikit terkejut karena tadi ketika berjalan dia merasa jalanan itu sangat panjang dan lama dan tidak ada satu Rumah pun akan tetapi ketika dirinya berhenti dan bertanya di mana rumah sang Nenek dan sang Nenek segera menunjukkan Rumahnya, tiba-tiba di depan sudah terdapat sebuah Rumah yang sederhana dan sudah menyala lampunya meskipun heran Ayah Dion tidak memusingkan akan hal itu baginya dia akan membantu Nenek membawakan kayu bakar sampai di rumahnya kemudian dia bisa segera pulang ke rumah membawa kayu bakar dan setelah itu bergantian dengan sang istri untuk menjaga putranya yang masih sakit, di mana putranya tidak pernah bangun dari tidurnya Setelah dia mengalami suatu pingsan yang aneh.
"Sudah letakan saja kayunya disitu, Ayo masuk biar Aku buatkan kamu minum, "
"Trimakasih, Nek tidak perlu repot-repot saya juga ingin segera pulang karena istri saya akan segera pergi ada kondangan dan saya harus segera berada di rumah karena di rumah ada Putra saya yang sedang sakit saya harus menjaganya jadi Terima kasih atas tawaran nenek Lain kali saja Saya permisi pulang dulu ucap Ayah Dion
memberikan penjelasan kepada sang nenek, "
" Apa aku boleh tahu sakit apa putramu itu atau jika kamu tidak keberatan Apakah boleh aku melihatnya, Aku sedikit bisa tentang memberikan beberapa ramuan tentang obat-obatan Siapa tahu putramu membutuhkan dan bisa segera sembuh. "
Tempak Ayah Dion diam sesaat kemudian menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan hatinya bertanya dan mempertanyakan di mana sudah banyak orang yang mengobati putranya akan tetapi mereka pulang semua dengan tangan kosong dikarenakan putranya tetap terbaring dan ayah mengambil kesimpulan bahwa tidak semua pengobatan akan gagal dan gagal pastilah suatu saat akan menemui titik terangnya dan siapa tahu lewat perantara dari nenek yang ada di depannya putranya bisa sembuh.
"Baiklah Nek, mari ikut Aku, " ajak ayah Dion kepada sang nenek dan dengan senang hati Sang nenek mengikuti langkah kaki Dion di belakangnya .
__ADS_1