Pacarku Vampir Tampan

Pacarku Vampir Tampan
Bab. 65.Kecewa


__ADS_3

Kevin merasa heran kepada ibunya yang tiba-tiba syok dan bingung justru bukan karena Alya tidak ada dan ibunya tidak ada, akan tetapi karena Ayah-nya tidak ada.


Antara bingung dan kesal Di mana ibunya justru mengkhawatirkan Ayah-nya sementara Kevin yang mengatakan jika Alya dan ibunya tidak ada di rumah tidak diperdulikan bahkan terkesan diabaikan oleh ibunya terlihat ibunya begitu panik dengan menyebut-nyebut nama Ayah-nya membuat Kevin memukul kecil jidatnya.


"Vin Ayahmu apa Ayahmu juga pergi Vin, aduh bagaimana ini cepat kamu cari Ayahmu, jangan sampai dia pergi, " seru Ibu Kevin dengan sangat panik sangat terlihat jelas di wajahnya jika Ibu Kevin benar-benar sangat panik dan ketakutan berkali-kali Ibu Kevin menggoyang-goyangkan bahu dan tangan Kevin untuk segera mencari Ayah-nya.


Sementara Kevin merasa bingung dan heran karena dia datang bukan untuk mengatakan jika Ayah-nya tidak ada akan tetapi mengatakan dan memberitahu kepada ibunya jika Alya dan ibunya tidak ada di kamarnya dan Kevin sedang bertanya apakah ibunya mengetahui keberadaan Alya dan ibunya tapi yang terjadi justru sebaliknya, ibunya sangat panik dan khawatir kepada Ayah-nya.


Karena setelah dari kamar ibunya diantara mereka ada sedikit perselisihan dan Hal itu membuat Ayah Kevin pergi tanpa bicara dan oleh sebab itu ibu Kevin merasa cemas dan khawatir jika Ayah Kevin ikut pergi juga.


Kevin yang bingung dengan sikap ibunya mengguncang-guncangkan bahu serta tangannya meminta dirinya untuk segera mencari Ayah-nya.


Kevin hanya bisa mangut-mangut tanpa mampu berkata-kata dikarenakan ibunya terus saja bicara dan berteriak meminta Kevin untuk segera mencari Ayah-nya.


"Bu, Ibu tenang dulu ya, jangan panik Nanti Kevin akan mencari Ayah."

__ADS_1


"Kalau begitu cepatlah Vin, Ibu tidak mau Ayahmu pergi ikut dengan wanita itu, terlebih ibu melihat ayahmu begitu perhatian dengan Anak dari wanita itu, Cepatlah kamu pergi dan bawa Ayahmu kembali ke rumah, Ibu tidak mau tahu apapun Ibu hanya mau Ayahmu cepat kembali.


Kevin menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan kepalanya mangut mangut mendengarkan setiap perkataan dari ibunya ibunya yang sangat panik dan sangat terlihat sekali Jika dirinya sedang ketakutan meskipun Kevin sendiri tidak mengerti mengapa ibunya begitu ketakutan seolah-olah ayahnya benar-benar akan meninggalkan mereka.


"Baiklah Bu, Kevin pergi dulu Nanti Kevin akan mencari Ayah sekarang Kevin mau menemai Teman Kevin yang datang tadi ke Rumah. "


"Kamu pulang ke Rumah membawa teman Vin, "tanya ibunya ketika Kevin mengatakan jika dirinya akan menemui temannya terlebih dahulu sebelum mencari Ayah-nya."


"Ya Bu, kan temanku cowok dan Aku datang ke sini ingin bertanya kepada Ibu Alya dan ibunya tidak ada di Rumah, Apakah ibu mengetahui Aku tidak menyukai jika Ibu justru mencari Ayah."


Kevin menarik nafas panjang kemudian Menghembuskannya dengan kasar dan dengan kuat menganggukkan kepala.


"Ibu tenang saja, " sudah mengatakan itu Kevin segera keluar dari kamar ibunya kembali menemui Mario di ruang tamu,


"Bagaimana, apa kata Ibumu? "

__ADS_1


Kevin menaikkan bahunya kemudian mendudukkan bokongnya di kursi depan Maro.


Mario yang merasa heran dan binggung dengan sikap temannya yang di sangka sangatlah aneh, karena baru keluar dari dalam kamar Ayah dan Ibunya, Kevin terlihat kesal dan masam.


"Ada apa, Kamu kenapa wajahmu begitu terlihat sangat masam sekali Apakah ibumu mengatakan sesuatu hal yang membuatmu tidak suka atau Ibu tidak memberitahu Nana perginya alias sehingga kamu merasa sangat kusut seperti itu. "


"Percuma Aku masuk ke kamar ibu dan Ayah, apa kau tau Ibu bukannya memberitahu aku Mengapa Alya dan ibunya tidak ada di rumah Ibu justru mencari keberadaan Ayah dan meminta aku untuk mencarinya, Bukankah itu sangat menjengkelkan seharusnya ibu itu mendengarkan apa yang aku tanyakan dan seharusnya ibu memberikan jawaban bukan Justru itu memerintah diriku dan bertanya padaku dimana Ayah, Bukankah ini semakin memusingkan dan menjengkelkan. "


Mario yang mendengar perkataan dari Kevin temannya yang bicara sambil mendengus kesal dan terlihat marah Mario tertawa simpul.


"Kenapa justru kamu menertawakan Aku Emangnya ada yang lucu, Apakah kamu juga seperti Ibu membenarkan apa yang Ibu Katakan padaku, sehingga kamu menertawakan diriku,"geram Kevin pada Mario temannya sementara Mario hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum.


Tidak jauh dari tempat Kevin dan Mario berada tampak Andrean sedang menggelengkan kepalanya mendengar perkataan dari Kevin yang merasa sangat kesal dan geram dengan sikap ibunya yang mana ketika Kevin ingin bertanya tentang keberadaan Alya dan ibunya sang Ibu justru memerintahkan Kevin untuk segera mencari Ayah-nya dan menemukan Ayah-nya dikarenakan Ayahnya baru saja pergi meninggalkan kamar ibunya dalam keadaan marah, Ibu Kevin khawatir jika Ayah-nya pergi seperti yang dilakukan Alya dan ibunya.


"Percuma Aku disini aku tidak mendapatkan informasi apapun sebaiknya aku segera pergi dari tempat ini karena sepertinya Ayah memang sudah tidak berada di rumah ini dia sudah pergi bersama dengan Ibunya dan kini aku baru tahu jika Alya Bukanlah adik kandung dari Kevin, akan tetapi Alya hanya seorang anak dari teman Ayah-nya yang mana mereka berdua dititipkan kepada Ayah-nya.

__ADS_1


Dengan keputusan untuk pergi meninggalkan rumah Kevin, Andrean segera terbang melesat meninggalkan rumah itu dengan menggunakan indra penciuman, Andrean mencoba mencari jejak Alya meskipun sangat sulit.


__ADS_2