
Dengan sesekali melihat ke sekeliling tempat tinggal Alya yang mana Mario dan Kevin baru saja masuk ke dalam, Andrean berharap dirinya bisa melihat Alya keluar dari dalam Rumah.
Andrean berharap dirinya yang salah, kekuatan dari indra penciuman nya yang tidak benar. Sehingga Andrean masih berharap jika Alya masih berada di dalam Rumah.
Menunggu beberapa saat membuat Andrean mulai jenuh dan mulai resah untuk itu Andrean memutuskan untuk melihat sendiri Alya di dalam Rumah untuk itu Andrean segera terbang melesat ke atap rumah dan dalam sekejap tubuhnya sudah berada di atas atap rumah Alya, Andrean segera pergunakan indera penciumannya untuk merasakan aroma di mana kamar Alya berada, setelah mengetahui update setelah terbang Turun ke bawah melalui celah yang ada di sana.
"Disini kamar Alya, kamarnya masih rapi dan bersih, sepertinya Alya belum masuk ke kamar Setelah membersihkan kamarnya. "
Andrean melihat ke sekeliling ruangan kamar Alya dan dengan kekuatannya Andrean segera membuka almari dan juga berapa Narkas yang berada di kamar Itu di mana Andrean ingin mengetahui apakah semua benda dan semua barang milik Alya masih berada di sana.
Sungguh Andrean menjadi sangat syok dan terkejut ketika tidak mendapati apapun di dalam almari tersebut juga di dalam narkas yang biasanya terdapat aksesoris ataupun benda-benda lainnya semua ruangan kosong tanpa apapun.
"Tidak ada apapun disini itu artinya Alya pergi dari Rumah ini, lalu jika Alya pergi ke dari rumah ini Alya pergi kemana dan dengan siapa apakah Alya pergi sendiri, mengapa dia harus pergi coba Aku sekarang pergi ke kamar ibunya, siapa tahu di sana Aku bisa mendapatkan informasi.
Tubuh Andrean kembali terbang melesat seperti kilat tanpa terlihat sedikitpun Andrean menggunakan indra penciuman di mana Andrean berharap bisa menemukan kamar dari ibunya Alya.
"Aku tidak bisa melacak dengan indra penciuman Baiklah setiap kamar akan aku singgahi dan aku lihat karena hanya dengan cara itu aku bisa menemukan jawaban, Bukankah semuanya tidak penting dan yang penting hanyalah aku mengetahui kamar Alya dan saat ini aku mengetahui kamar Alya kosong tanpa apapun Aku harus mencari tahu tentang ibunya Mungkinkah ibunya Alya yang mengusir Alya dari rumah ini ataukah ibunya juga ikut pergi." gumam Andrean dalam hati.
__ADS_1
Kini Andrean mulai mencari satu persatu kamar Ibu Alya dan Andrean mulai membuka satu persatu tiap kamar yang ada di tempat itu.
Kurang lebih ada 6 kamar di rumah itu dan semuanya kini sudah dimasuki oleh Andrean dan semuanya terlihat kosong tidak ada orang di dalamnya, akan tetapi Andrean yang kala itu berada di sebuah kamar di mana terdapat sebuah gelang tangan di atas Narkas Hal itu membuat Andrean mulai berpikir jika di dalam kamar itulah kamar dari Ibunya Alya beristirahat.
Ketika Andrean sedang asyik melihat dan Memperhatikan sekeliling di mana Andrean sedang mengamati sesuatu yang ada di dalam kamar itu tiba-tiba indra penciuman dari Andrean menciumm Aroma bau Manusia di mana aroma itu sangat dekat dan akan masuk ke dalam kamar dengan cepat Andrean segera terbang melesat naik ke atas berdiri di tiang langit-langit kamar.
"Hop..!
" Kreeekk..!
"Oh jadi Wanita ini Ibunya Alya, jika Ibu Alya berada di dalam Rumah dan kakaknya Si Kevin juga berada di dalam Rumah lalu Alya pergi dengan siapa dan mengapa Alya pergi dengan membawa baju, Aku yakin Alya pergi dengan membawa semua baju-bajunya karena di dalam kamar itu tidak terlihat pakaian ataupun benda-benda lainnya bahkan buku pelajaran sekolah pun tidak ada di sana, Aku yakin semua sudah Alya bawah tapi dengan siapa Alya pergi mungkinkah dia pergi sendiri.
Jika dia pergi sendiri Mengapa ibunya tidak begitu khawatir dan membiarkan begitu saja Lihatlah wanita itu justru sedang sibuk bersolek di depan cermin sama sekali Dia tidak memikirkan atau khawatir dengan Alya Anaknya, jika seperti ini dugaan Aku pasti benar Alya pergi mungkin karena Wanita itu yang mengusirnya.
Jika seperti ini, Aku harus cepat mencari di mana Alya berada Aku khawatir akan terjadi sesuatu hal yang buruk yang tidak diinginkan bagaimanapun juga pergi seorang diri itu bukanlah suatu hal yang aman bagi seseorang gadis seperti Alya.
Terlebih Alya juga memiliki wajah yang cukup cantik, itu sangat membahayakan dirinya Aku harus segera mencari keberadaan Alya kini aku sangat yakin jika Alya pergi karena diusir oleh orang tuanya Atau ibunya sendiri karena Ibunya Alya sama sekali tidak merasakan kehilangan ataupun merasa bersalah, semua bisa terlihat dari sikapnya, baiklah Aku tidak boleh membuang-buang Waktu lebih lama Aku harus segera pergi untuk mencari Alya.
__ADS_1
Karena Kevin kakaknya sepertinya tidak memperdulikan adiknya atau Kevin juga tidak tau jika Alya tidak ada di dalam Rumah." gumam Andrean dalam hati.
Andrean yang berniat untuk terbang melesat meninggalkan Rumah di mana Alya berada tiba-tiba mengurungkan niatnya dikala Andrean menciuum aroma dari bau Manusia lain yang sepertinya akan memasuki kamar itu.
Karena merasa penasaran Andrean akhirnya menunggu orang itu masuk ke dalam dan benar apa yang menjadi dugaan dan prasangka dari Andrean.
Tidak lama kemudian pintu kamar pun dibuka dari luar dan muncullah sosok laki-laki yang sudah berumur kelihatannya laki-laki itu adalah Suami dari wanita yang ada di dalam kamar itu dan itu artinya laki-laki itu adalah Ayah dari Alya.
Mengetahui di dalam kamar itu kini ada dua orang laki-laki dan perempuan yang bisa dikatakan kedua orang tua Alya membuat Andrean semakin bingung dan heran karena orang tua Alya semuanya berada di rumah tapi Alya tidak ada di rumah.
" Siapakah di antara mereka berdua yang mengusir Alya dari rumah, ibunya kah atau Ayah-nya atau keduanya, jika hal itu terjadi sungguh itu suatu hal yang sangat menyakitkan dimana benar-benar kedua orang tua Alya bukanlah orang yang baik, mereka adalah orang tua yang sangat tidak berprasaan, mungkin Alya telah melakukan suatu kesalahan sehingga mereka murka dan mengusir Alya dari rumah dan karena Alya masih sangat muda dan juga sangat labil maka dengan emosi yang ada di dalam hatinya membuat Alya nekat untuk pergi dari rumah tanpa sepengetahuan siapapun.
Andrean meneguk ludahnya dengan kasar pikirannya yang kacau hatinya yang resah,serta bingung dalam memecahkan masalah Alya yang sebenarnya Andrean sendiri juga belum bisa memahami penyebab dari kepergiannya Alya.
Andrean yang memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah Alya dan berniat untuk mencari Alya, langkah kakinya terhenti ketika suara Kevin dan Mario yang kala itu mereka berada di ruang keluarga.
Dimana Kevin Membawa Mario untuk masuk ke dalam rumahnya dan menempatkan Mario di Ruang keluarga.
__ADS_1