Pacarku Vampir Tampan

Pacarku Vampir Tampan
Bab. 58.Penasaran


__ADS_3

Rio yang melihat sahabatnya Andrean justru senyum-senyum Setelah dia memberikan penjelasan kepadanya semakin merasa heran dan aneh, karena Andrean dibantu bukannya berterima kasih tapi justru senyum-senyum seolah-olah ada sesuatu yang sedang Andrean pikirkan dan karena merasa penasaran Rio mendekati Andrian dan menepuk nepuk kecil punggung Andrean.


"Ada apa, Kenapa kamu senyum-senyum begitu apa yang kamu pikirkan Apa kamu lagi menertawakan Aku, sial bener sih, Aku memikirkan rencana ini itu tidak mudah, apa kamu tahu tidak aku berpikir ini sangat keras dan susah karena aku harus membuat alasan yang tepat agar pak guru Gerry tidak lagi meminta dirimu untuk maju ke depan dengan memberikan penjelasan tentang materi yang sudah dia Jelaskan kamu itu benar-benar sangat menyebalkan sudah tahu diberikan penjelasan dan pelajaran dari Pak Guru justru tidak fokus dan hanya memikirkan entah yang apa yang kamu pikirkan.


Mendengar perkataan dan penjelasan dari Rio yang panjang lebar membuat Andrean teringat akan Alya, di mana dia sama sekali tidak bisa merasakan kehadirannya di sekolah ini dan Hal itu membuat Adrean merasa resah dan sangat penasaran dan bertanya-tanya Apakah Indra penciumannya yang sudah tidak bisa kuat seperti sediakala, ataukah memang Alya tidak ada di dalam kelasnya dan rasa penasaran itu membuat Andrean mengulum senyum karena dia berencana akan menemui Alya di saat dirinya sudah berada di luar kelas dan di saat gurunya tidak akan pernah tahu jika dia keluar kelas hanya untuk menemui Alya.


"Hei, Andrian Kenapa bengong ditanya bukannya menjawab tapi kamu justru bengong begitu, kamu lagi memikirkan apa sih apa jangan-jangan hari ini Tante Anjar dan Om Rahmat tidak memberikan uang saku kepadamu jika hal itu kamu tenang saja aku memiliki banyak uang kamu ingin makan apa saja Nanti aku traktir. "


Andrean tersenyum kecut mendengar perkataan dari Rio sahabatnya, tidak bisa dipungkiri Rio adalah sahabat yang sangat pengertian dan juga perhatian kepada dirinya di mana Rio sangat mengkhawatirkan dirinya ketika Pak Guru Gery memberikan perintah untuknya maju ke depan kelas untuk memberikan penjelasan dari materi yang sudah dijelaskan oleh pak guru Gerry dikarenakan Andrean kala itu tidak fokus mendengarkan pelajaran yang diberikan Pak Guru Gery kepadanya.

__ADS_1


"Issh, ditanya bukannya menjawab justru senyum-senyum tidak berterima kasih lagi kepadaku, dasar kamu itu, beruntung otakku sangat lancar dan cerdas sehingga Aku bisa menemukan ide yang cemerlang agar kamu bisa terbebas dari Pak Guru Gerry yang meminta dirimu untuk maju ke depan dan memberikan penjelasan tentang materi yang diberikannya pada murid-murid yang lain."


"Hebat, trimakasih Rio, ini Bukan soal wangsaku yang tidak diberikan oleh ibu dan ayah mereka selalu ingat memberikan uang saku kepadaku sehingga aku tidak kekurangan karena uang saku yang mereka berikan juga cukup lebih untuk hari ini biasanya hanya Ibu Anjar yang memberikan uang saku kepadaku tapi hari ini ayah juga memberikan wangsaku kepadaku sehingga aku punya uang sedikit lebih aku hanya memikirkan seseorang lebih baik kamu masuk saja ke dalam daripada membuat guru itu curiga karena kita berada di luar bersama aku akan berpura-pura berada di dalam kamar kecil jadi kamu masuk saja dan mengikuti pelajaran dari pak guru. "


"Hmm, begitu ya Lalu kamu mau kemana apa mungkin kamu akan berdiam diri di kamar kecil Apakah kamu akan pergi ke kantin untuk bersembunyi di sana sementara waktu. "


"Hmm, Baiklah kalau begitu aku akan masuk ke dalam kelas dan ingat kamu masuk sebelum pelajaran dari Pak Guru Gery selesai karena jika kamu terlambat Aku khawatir akan menjadikan permasalahan baru lagi apa kamu mengerti? "


" Siap, tenang saja Aku mengerti, "

__ADS_1


" Bella juga seperti itu aku akan masuk lebih dulu Jaga dirimu baik-baik aku pergi dulu, "


Bergegas Rio kembali masuk ke dalam kelas sementara Andrean menatap kepergian Rio sambil tersenyum setelah tubuh Rio hilang dari pandangan Andrean segera terbang melesat menuju kelas Alya di mana dia ingin bertemu dengan Alya dan ingin mengetahui Mengapa dirinya tidak bisa merasakan kehadiran Alya apa yang terjadi.


Apakah Indra penciumannya yang memang sudah tidak berfungsi ataukah memang Alya tidak ada di dalam kelasnya.


Andrean pergi dengan cara terbang melesat tapi sebelum itu Andrean tidak ingin ceroboh, untuk itu Andrean terlebih dahulu menengok ke kiri dan ke kanan melihat segala sesuatu yang ada di sekelilingnya Andrian khawatir ada yang melihat dirinya terbang dengan tiba-tiba dan hal itu akan membuat mereka merasa takut dan juga heran,


Untuk itu Andrean selalu berhati-hati dalam melakukan segala sesuatu yang akan dia kerjakan Terutama ketika dirinya hendak terbang menuju ke kelas Alya.

__ADS_1


__ADS_2