Pacarku Vampir Tampan

Pacarku Vampir Tampan
Bab. 71.Mahkluk Asing


__ADS_3

Andrean cukup terkejut dengan apa yang terjadi dengan tiba-tiba Di mana pisau yang melayang kepadanya dan mengarah ke arahnya kini seolah-olah tidak bisa dilemparkan atau di kembalikan ke pemiliknya,


'Aneh, kekuatan dari pisau ini tidak Wajar, tidak ada kekuatan Manusia yang bisa membuat sebuah pisau bisa memilih kekuatan seperti magnet yang tidak bisa di arahkan pergerakannya.


Hanya kekuatan Gaib yang mampu melakukan ini, sungguh Aneh Manusia yang bernama Gumbus Geni ini, Aku akan mencari tau siapa dia sebenarnya dan mengapa berkeliaran di bumi Manusia.


Tapi aku harus berpikir keras bagaimana caranya agar hanya aku dan Gumbus Geni yang berada di tempat ini, Sementara kedua anak buah dari Gumbus Geni ini dia harus pergi dan tidak boleh melihat semua ini karena jika dia sampai melihat maka rahasiaku akan ketahuan dia akan mengetahui jika aku dan Gumbus Geni ini bukanlah berasal dari makhluk Manusia. "


Melihat Andrean Masih Berdiri terpaku dengan pandangan mata menerawang jauh membuat Gumbus Geni tertawa lebar Gumbus Geni semakin yakin jika Andrean sudah mulai merasa ketakutan untuk itu Gumbus Geni segera mengangkat tangan dan dengan sangat Ajaib pisau yang tidak bisa Andrean kendalikan kembali ke tangan pemiliknya dengan masuk ke dalam genggaman Gumbus Geni dengan sempurna.


"Menyerahlah Anak muda karena kekuatan mu tetap tidak sehebat dengan kekuatan ku, "


"Kau benar, Aku juga tidak ingin menjadi yang terhebat untuk itu biarkan Aku pergi, karena tidak penting untuk kita lanjutkan kembali pertarungan ini karena semua telah akan sia-sia, lagi pula di antara kita tidak ada permusuhan apapun aku juga tidak mengerti mengapa tiba-tiba kamu menyerangku sementara aku tidak tahu apa kesalahanku, untuk itu kalian yang aneh yang sesungguhnya hanya membuang-buang waktu saja, kalau gitu aku pergi dulu karena aku tidak memiliki banyak waktu untuk bisa melayani semua tentang keanehan yang entah apa mau kalian sesungguhnya, karena diantara kita tidak ada permusuhan.


"Tidak semudah itu anak muda, kamu harus berlutut dulu di depan Bosku dan mengatakan Jika kamu sangat bodoh maka kamu akan segera dilepaskan. "


"Apa maksudmu? " tanya Andrean yang tidak mengerti apa maksud dari perkataan salah satu anak buah Gumbus Geni yang tiba-tiba mengambil alih pembicaraan dari Bosnya.


"Hahaha dasar Bodoh cepat berlutut dan meminta maaf pada Bos ku. "


"Oh, berlutut maaf, Aku tidak punya banyak Waktu, Aku pergi dulu dan tangkaplah Aku jika kalian mampu. "


"Kurang ajar kau meledek kami, Bos bagaimana ini apakah Bos mengizinkan Aku untuk membereskan nya, jika Bos mengizinkan maka Aku akan segera bertindak aku akan memberikan pelajaran pada anak muda ini agar mulutnya tidak sombong dan tidak lancaang kepada Bos aku yakin anak muda ini hanyalah anak muda yang suka menggertak dan suka mencari cari alasan tapi sesungguhnya anak muda ini pasti sedang menertawakan bos dan menghina Bos karena anak muda ini masih bisa berlari ataupun pergi.


"Hei Anak Muda cepat kau berlutut dihadapanku sekarang juga jika kamu ingin di izinkan pergi, tapi jika kamu tidak mau maka jangan salahkan Aku jika Aku yang akan membuat dirimu untuk berlutut dihadapanku, " Geram Gumbus Geni dengan suara yang sangat lantang.


Mendengar perintah dari Gumbus Geni Andrean tertawa sinis, tanpa rasa takut Andrean membalikkan badan kemudian berjalan meninggalkan Gumbus Geni dan kedua orang anak buahnya di mana kedua anak buah Gumbus Geni berteriak dengan sangat histeris ketika Andrean melangkah pergi tanpa memperdulikan perintah dari Bosnya.

__ADS_1


"Woi jangan kabur lo, Bos anak muda itu kabur. "


"Tangkap dia? '


Mendengar perintah dari Bosnya kedua anak buah dari Gumus Geni langsung berlari mengejar Andrean yang kala itu berjalan meninggalkan mereka dengan langkah kaki yang cukup cepat.


ke-dua anak buah dari Gumbus Geni sedikit merasa heran karena langkah kaki dari Andrean sangatlah cepat dan seperti berlari di mana kedua orang anak buah dari Gumbus Geni terpaksa berlari dengan cukup kencang untuk mengejar langkah kaki dari Andrean yang semakin lama semakin menjauh dari tempatnya berada.


"Busyet kenapa cepat sekali jalannya, "


"Benar, jalannya sungguh cepat ayo kita berlari sedikit kencang biar bisa terkejar, "


"Ayolah, tapi bagaimana dengan Bos dia masih berdiri disana? "


"Biarkan saja, untuk membawa pemuda brengsek itu adalah tugas kita jadi biarkan Bos menunggu disana kita yang akan menangkap dan membawanya ke hadapan Bos."


Kedua anak buah dari Gumbus Geni mulai berlari dengan sangat cepat untuk mengejar langkah kaki dari Andrean yang langkahnya seperti orang yang sedang berlari di mana Hanya Sekejap saja tiba-tiba langkahnya sudah jauh.


"Mana, dimana anak muda itu kenapa bayangan dari tubuhnya tidak terlihat? " tanya salah satu anak buah Gumbus Geni kepada temannya


"Kau benar Aku juga tidak melihat apakah kita yang berlari terlalu kencang dan anak muda itu masih berjalan di belakang. "


"Mana Aku tau bagaimana ini apa yang harus kita lakukan, Aku benar-benar tidak melihatnya."


"Kemana anak muda itu pergi, apakah kita balik saja dan kita bilang pada Bos jika Anak muda itu menghilang, "


"Aku rasa itu yang lebih baik kita lakukan karena Percuma saja kita mencari. "

__ADS_1


"Baiklah ayo, kita balik lagi, "


kedua anak buah dari gembus Geni kemudian membalikkan badan Kembali ke tempat semula di mana di tempat itu Gumbus Geni berdiri Menanti kedatangan mereka.


Alangkah terkejutnya kedua anak buah dari Gumbus Geni ketika mereka sampai di tempat di mana Gumbus Geni tadinya berdiri mereka tidak melihat Bos mereka di sana bahkan mereka juga tidak melihat Bos mereka melewati jalan yang sama ketika berlari ke arahnya untuk mengejar anak muda yang telah pergi.


"Apa kamu melihat Bos tadi juga berlari mengejar Anak muda itu? "


"Tidak Aku tidak melihatnya, "


"Sama, Aku juga tidak melihat nya lalu dimana Bos kita, "


"Mana Aku tau, "


"Sekarang apa yang harus kita lakukan? "


"Kita cari kita telusuri jalan ini, sapa tau Bos ada didepan sana, "


"Baiklah ayo, "


Di sisi lain Andrean yang sengaja terbang melesat dengan kecepatan tinggi dan sengaja menjauh dari dua orang anak buah Gumbus Geni yang kala itu mengejarnya sehingga kedua anak buah dari Gumbus Geni tidak mampu mengajar dan melihat dirinya lagi.


Andrean tersenyum miring ketika tubuhnya berhenti dari terbang.


"Akhirnya mereka sudah jauh, aku yakin Gumbus Geni yang bukan makhluk Manusia pasti dia akan mengejarku dengan caranya, lihat saja sebentar lagi dia pasti akan datang dan berada di dekatku karena aku yakin dia juga akan mengeluarkan kekuatannya untuk mengejar diriku. "gumam Andrean dalam hati yang mana dengan tiba-tiba angin bertiup sangat kencang dan keras.


" Rupanya dia datang, selamat datang Mahkluk Asing, Aku sudah menunggu mu disini, " gumam Andrean dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2