Pacarku Vampir Tampan

Pacarku Vampir Tampan
Bab. 27.Andrean Merasa Bosan


__ADS_3

Pangeran Andrean terus melangkah ke dalam kamarnya dengan diam-diam tersenyum miring kepada Pak Yai yang masih menatap kepergiannya mungkin pak Yai masih merasa sangat khawatir dan was-was jika Pangeran Andrean melakukan satu hal yang sangat mencurigakan, di mana tidak ada yang tahu di antara mereka jika Dion yang kini menjadi Andrean adalah jelmaan dari makhluk Vampir yang terbuang dari kerajaannya.


Setelah bayangan Andrean menghilang dari balik pintu kamarnya Bu Anjar dan Bu Tanti serta Pak Rahmat, Pak Rusli dan pak Yai yang kala itu berada di ruang tamu kini duduk bersama dalam satu meja, mereka sedang bertanya dan ingin tahu kepada Pak Yai bagaimana Dion Putranya yang kini harus dipanggil dengan Andrean bisa lolos dari maut dan bisa hidup kembali, mereka sungguh sangat penasaran dan juga ingin mengetahui apa penyebabnya.


"Pak Yai bagaimana Putraku bisa selamat seperti itu, ini sungguh suatu keajaiban sungguh ketika Pak Yai, Mas Rahmat dan Pak Rusli keluar Rumah dan memberikan kabar berita ini sungguh Aku seolah tidak percaya jika putraku Dion bisa hidup kembali."


Pak Yayi menyunggingkan sebuah senyuman ketika Bu Anjar bertanya, Pak Yai memahami Bu Anjar pasti memiliki rasa penasaran dan juga ingin tahu penyebab dari putranya bisa lolos dari maut dan kini bisa hidup kembali karena hal itu adalah suatu keajaiban yang jarang dan tidak pernah ditemui di manapun kalaupun ada itu hanya bisa dihitung dengan jari.


Tampak pak Yai bangkit dari duduknya kemudian berjalan menuju ke jendela pandangan matanya lurus keluar menatap Jalan Raya di mana Banyak berlalu Lalang motor yang sedang lewat dan beberapa orang berjalan kaki Bu Anjar yang sangat penasaran Menanti Jawaban apa yang akan Pak Yai berikan kepadanya.

__ADS_1


Pak Yai menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan dan dengan perlahan-lahan wajahnya mulai menengadah ke atas kemudian dalam hitungan menit pak Yai membalikkan badan menatap ke arah Bu Anjar yang kala itu sedang menunggu jawaban darinya.


Begitu juga dengan Pak Rahmat dan Pak Rusli yang ada di ruangan itu mereka juga menunggu jawaban dari Pak Yai Meskipun mereka sendiri juga mengetahui tidak ada satu hal yang aneh di dalam kamar saat itu mereka hanya tahu tiba-tiba Dion bangkit dari tidurnya.


" Aku sendiri tidak tahu harus memulai memberikan penjelasan dari mana karena tidak ada penjelasan apapun yang benar-benar penting dan berharga untuk Aku sampaikan kepada Bu Anjar, sekeluarga karena apa yang terjadi pada Dion yang kini kita harus memanggilnya sebagai Andrean itu dalam suatu keajaiban yang aku sendiri tidak tahu dan kita hanya bisa bersyukur dan juga senang dengan kehadirannya kita harus memperlakukan dia sebaik mungkin apapun yang Dion inginkan kalian harus memberikannya, Jangan membuat dia marah ataupun murka karena selain itu Dion yang kini kita harus memanggilnya sebagai Andrean dia sedang hilang ingatan aku harap Pak Rahmat dan Bu Anjar menjaga ucapan agar tidak menyinggung Dion maksudku Andrean agar Andrean tidak mengalami emosi yang terlalu tinggi di mana Andrean ini memiliki tingkat emosi di luar rata-rata terkadang Apa yang dilakukannya akan membuat kita merasa heran karena berada di luar Nalar manusia, "


Pak Rusli tertawa mendengar penjelasan dari pak Yai yang mana kala itu Pak Rusli menganggap penjelasan dari Pak Yai adalah suatu penjelasan yang seolah-olah memberikan gambaran kepada dirinya dan juga keluarga Dion jika Dion yang kini Harus dipanggil dengan Andrean bukanlah sosok manusia yang sewajarnya untuk itu Pak Rusli tertawa dengan sangat keras karena Pak Yai dianggap sangat aneh dan terlalu dalam memberikan suatu pesan seolah-olah pak Yai sendiri merasa sangat khawatir akan terjadi sesuatu hal yang sangat buruk jika membuat Andrean marah.


"Ada apa Rusli, kenapa kau tertawa apa ada yang lucu? "

__ADS_1


Pak Rusli menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan dengan kepala mangut mangut Pak Rusli mengiyakan dari pertanyaan yang ditanyakan pak Yai kepadanya.


"Benar ada, Pak Yai. apa yang Pak Yai katakan pada Bu Anjar dan keluarga dari Pak Rahmat ini sangat berlebihan di mana Pak Yai terlihat sangat khawatir sekali Jika keluarga dari Pak Rahmat sampai membuat Dion atau Yang sekarang kita harus memanggilnya Andrean marah dan emosi, Pak Yai menggambarkan jika hal itu terjadi maka akan sangat buruk dan berbahaya bagi mereka apakah pak Yai tidak menyadari akan hal itu? Bukankah nasehat dari Pak Yai ini namanya sangat berlebihan dan yang Namanya orang tua sudah pasti akan ada emosi dan Namanya orang tua sudah pasti akan ada marah akan tetapi pak Yai sungguh terlihat sangat mewanti-wanti kepada keluarga dari Pak Rahmat ini agar jangan sampai Andrean merasa marah ataupun emosi, bukankah ini Nasehat yang sangat berlebihan. "


Mendengar perkataan dari Pak Rusli, Pak Yai menganggukkan kepala dengan sangat lemah akan tetapi tidak memberikan penjelasan apapun selain hanya memberikan sedikit senyuman meskipun senyuman itu terlihat sangat dipaksakan.


"Aku rasa ini Nasehat biasa saja Jadi jangan terlalu berpikir negatif atau berpikir yang berlebihan ini biasa saja karena Andrean adalah pemuda yang mendapatkan keajaiban dia bisa hidup kembali meskipun dirinya dalam keadaan Hilang Ingatan, di mana tidak akan pernah mengingat apapun tentang kalian bahkan kebiasaan yang dia lakukan ataupun sesuatu hal yang mungkin selama ini dia sukai dia pun tidak akan ingat sama sekali, untuk itu kalian hanya Aku sarankan lebih mendengarkan apa yang dia inginkan dan menjaga perasaannya itu saja jadi Jangan berpikir kalau nasehatku ini terlalu berlebihan dan terlalu memiliki makna sangat membahayakan bukan bukan seperti itu Jadi kalian Tenang saja ada aku Nanti kalau ada apa-apa atau kalian tidak mampu mengatasi Andrean kalian bisa memanggil diriku. "ucap Pak Yai dengan senyum tersungging dibibir.


Pak Rusli Pak Rahmat dan Bu Anjar serta Bu Tanti akhirnya mangut mangut mengaggukkan kepala dan memahami apa yang dikatakan oleh Pak Rusli.

__ADS_1


Sementara di dalam kamar Andrean berdiri di dekat jendela menatap keluar di mana jendela dari kamar Andrean berada di samping, sehingga tidak terlihat jalan raya yang ada di depan hal itu membuat Andrean melihat suasana yang sangat Hening dan juga sunyi.


"Jadi seperti ini kehidupan Para manusia di bumi sangat sepi dan juga sangat membosankan, apa aku mampu tinggal dengan cukup lama di tempat seperti ini, lalu Aku harus bagaimana agar Aku bisa kembali ke kerajaan di sini benar-benar sangat membosankan Aku tidak memiliki teman siapapun dan Aku juga tidak memiliki kegiatan apapun sangat membosankan, apa iya Aku harus selalu tidur, "Pangeran Andrean mendengus kesal dan geram dengan keadaan dirinya yang merasa sangat hambar karena suasana yang sangat sunyi dan dia hanya seorang diri.


__ADS_2