Pacarku Vampir Tampan

Pacarku Vampir Tampan
Bab. 36.Merasa Bersalah


__ADS_3

Tika mulai berpikir dan juga merasakan aneh yang sama dengan Apa yang dirasakan oleh Santi temannya, akan tetapi Tika tidak mengerti mengapa semua itu bisa terjadi dan bagi Tika hal itu tidak penting mungkin karena hati Tika sudah sangat menyukai dan mengagumi Dion yang saat ini harus di panggil dengan sebutan Andrean yang saat ini terlihat sangat tampan dan menawan baginya sehingga keanehan ataupun sesuatu hal yang di luar Nalar manusia Tika mengabaikannya.


"Suuusssstt... suutt.. Tika Aku bicara padamu kenapa kamu justru melongo dan diam saja. " seru Santi dengan suara yang sangat lirih.


Gimana Suara Santi hanya Tika yang bisa mendengarnya Selain itu tidak ada yang bisa mendengar suara Santi ketika menoleh sekilas ke arah Santi yang Bertanya kepadanya kemudian menggelengkan kepalanya dengan perlahan Hal itu membuat Santi semakin bingung dan Herang dengan jika yang terlihat cuek dan tidak memperdulikan perkataannya.


"Isssh, nyebelin sekali sih kamu orang diajak bicara Mengapa diam dan cuek saja bikin kesel saja, " sungut Santi dengan Suara yang juga sangat pelan.


"Sssstt, diamlah jangan brisik dengarkan tuh Pak Hamid bicara beliau belum selesai bicara kan jadi kamu jangan brisik saja, malu sama Pak Hamid apa kamu tidak sadar dari tadi Pak Hamid itu memandang ke arah kita, mungkin karena saat ini kita mendapatkan libur dari satu mata pelajarannya maka pak Hamid tidak memarahi kita tapi apa yang kamu lakukan itu sangat membuat Pak Hamid tidak suka beberapa kali Aku melihat beliau menatap ke arah kita jadi Berhentilah untuk berisik dan dengarkan apa kata Pak Hamid.


"Hmmm, Ya-ya Aku paham. "


"Baiklah Anak-anak sekarang saatnya kita akan mendengarkan perkenalan dari Andrean yang tidak lain adalah Dion kalian harus ingat kalian memanggil namanya dengan sebutan Andrean Apa kalian paham, "


"Paham, Pak! " jawab semua Siswa siswi dengan serentak.


"Nah Andrean Silahkan kamu memperkenalkan dirimu terlebih dahulu disini, agar semua teman-temanmu bisa mengenalimu dengan baik."


Andrean menganggukkan kepala memahami perintah dari pak guru Hamid yang kala itu meminta dirinya untuk memperkenalkan diri di hadapan semua teman-temannya Meskipun ini adalah hari pertama bagi Andrean untuk bisa melihat dan mengenal teman-temannya akan tetapi Andrean tetap mengingat pesan dari Pak Yai, di mana dia diberikan saran dan pengertian jika sesungguhnya dirinya dulu pernah bersekolah dan memiliki teman teman di sekolahnya untuk itu Andrean diminta untuk bersikap sewajarnya dan selalu baik kepada temannya.


"Selamat Pagi teman-teman perkenalkan namaku Andrean aku berasal dari kerajaan Amundra Jaya dan aku adalah putra mahkota satu-satunya di kerajaan itu.


belum juga selesai Andrean menceritakan tentang kepribadiannya dan Siapa dirinya terdengar gelak tawa dari ruang kelas yang mana semua siswa-siswinya menertawakan Andrean yang terkesan bicara sangat ngawur dan di luar ke Normalan yang mana disini tidak ada kerajaan karena kerajaan pada dahulu kala sudah banyak yang punah dan musnah dan kini berganti dengan Negara yang di pimpin satu orang saja.


Mendengar suara tawa dari para Siswa-siswi yang ada di dalam kelas Pak Guru Hamid tidak tinggal diam dengan cepat pak guru Hamid mengambil penggaris dan mengetukkannya dengan keras di depan papan tulis sehingga suaranya membuat para siswa siswi yang kala itu sedang tertawa berhenti mendadak.


"Dook.. Dook.. Dook..!


"Tenang semua jangan ada satupun diantara kalian yang menertawakan apa yang dikatakan oleh Andrean jika Di Antara Kalian ada yang menertawakan maka saya tidak segan-segan akan memberikan hukuman kepada kalian apa kalian mengerti? "


Dengan terpaksa semua siswa-siswi serentak mengatakan Iya kepada Pak Guru Hamid yang tiba-tiba kini berubah menjadi pak guru galak kembali tidak seperti beberapa menit yang lalu di mana saat itu terlihat pak guru Hamid sangat cool dan manis terhadap semua siswa-siswinya sehingga dengan sangat baik hati, Pak Guru Hamid yang sangat galak memberikan libur untuk satu mata pelajarannya di mana mata pelajarannya sangat memusingkan dan membuat pening kepala.


" Silakan Andrean kamu lanjutkan perkenalan mu Dan kamu tenang saja mereka tidak akan lagi menertawakanmu, lanjutkan apa yang kamu ingat dan apa yang kamu tahu serta Seperti apa dirimu biar kami memahami dan kami mengerti silakan.'

__ADS_1


Dengan tersenyum kecut Andrean menganggukkan kepala kemudian maju sedikit lebih ke depan menatap semua teman-temannya yang kala itu sedang menunggu apa yang akan Andrean katakan .


" Teman-teman Aku sangat memahami dan aku mengerti mengapa kalian menertawakan perkataanku Mungkin kalian memang tidak pernah mengetahui jika ada kerajaan Amundrajaya, kerajaan itu sangat jauh dari tempat ini dan Aku juga lupa kerajaan itu berada di sebelah mana, Aku adalah Putra satu-satunya dan Aku, ___


"Stop..cukup Andrean hentikan ucapanmu," seru Rio yang Tiba-tiba Rio maju kedepan dengan suara lantang menatap kearah Andrean dan menghentikan ucapannya.


Dengan spontan Andrean pun menghentikan ucapannya, menatap heran pada Rio yang kini sudah berdiri disampingnya.


"Selamat pagi teman-teman saya sebagai teman terdekat Andrean meminta maaf kepada kalian semua, Andrean sedang sakit Dia mengalami hilang ingatan untuk itu bicara dan ucapannya sangat ngelantur, saya harap teman-teman tidak mempercayainya, sudah jelas dan pasti Andrean adalah Putra satu-satunya dari Pak Rahmat dan Bu Anjar, cukup sekian, Ayo duduk Andrean semua sudah beres. "ajak Rio kepada Andrean yang langsung mendapatkan anggukan kepala dari Andrean yang mana Andrean langsung mengikuti langkah kaki Rio menuju bangkunya.


Setelah perkenalan dan ketika waktu menunjukkan jam istirahat semua berlari ke kantin untuk beristirahat tinggallah di dalam kelas Andrean dan Rio yang masih tetap duduk di bangkunya.


"Apa kamu mau ke kantin? "tanya Rio pada Andrean yang justru bukan nya di jawab tapi justru menggulang pertanyaan.


"Ke kantin?


" Iya kekatin kita makan apa kamu mau kita akan Makan disana..? "


"Makan? "


Meskipun Andrean tidak begitu memahami dan tidak mengerti Andrean tetap menganggukkan kepala dan setuju dengan apa yang dikatakan oleh Rio temannya Andrean mengikuti langkah kaki Rio menuju ke kantin merasa terkejut dan sedikit heran karena di kantin sudah sangat penuh dengan banyaknya orang yang duduk sambil menikmati makan di sana Andrean mengertitkan dahinya ketika melihat beberapa teman siswanya sedang menikmati makan, pandangan Andrean tertuju pada Seorang Gadis yang duduk paling tepi dia sedang membuka bungkusan berwarna hitam kemudian memakannya, sesuatu yang menurut Andrean bukanlah sebuah makanan yang layak dimakan, dengan cepat Andrean menampar tangan gadis yang hendak memasukkan permen kopiko kedalam mulutnya hingga permen yang ada di tangan Gadis itu terbuang, Sontak saja hal itu membuat Gadis itu marah marah kepada Andrean.


"Diooooonnn...! lo gila ya pakai nampar tangan gue jadi jatuh tuh permenku, " bentak Gadis itu dengan Wajah merah padam, Sontak saja teriakan dari gadis itu membuat semua yang ada ditempat itu menatap kearah mereka, begitu juga dengan Rio yang tak kalah terkejutnya.


"Alya..! Wah Gawat Andrean pasti bikin ulah Aku harus melerainya,"


"Rio bergegas melangkah ke arah Andrean dan Alya.


Sementara Andrean yang dimaki-maki Alya tidak terima dengan apa yang dikatakan Alya kepadanya.


" Hei Gadis galak, Bukannya kamu berterima kasih justru marah-marah padaku, Harusnya kamu itu berterima kasih karena aku menyelamatkan kamu bukan marah-marah seperti ini dasar gadis tidak tahu di untung tidak tahu rasa Terima kasih tidak punya sopan santun dan tidak punya etika, "ucap Andrean yang tidak kalah kerasnya.


Dengan spontan membuat Alya mendelik seketika menatap tajam pada Andrean. Alya membulatkan kedua bola matanya Alya sungguh tidak menyangka laki-laki di depannya justru marah-marah juga kepadanya, Begitu juga dengan Rio yang kala itu mendengarkan Makian dan teriakan Andrean kepada Alya sejujurnya Rio merasa geli dan ingin tertawa dengan apa yang dikatakan oleh Andrean temannya di mana Andrean memaki-maki Alya dengan perkataan yang sungguh sangat lucu dan tidak layak diucapkan oleh seorang pemuda karena perkataan seperti itu biasanya hanya dilakukan oleh kaum wanita yang merasa kesal dengan orang.

__ADS_1


Alya yang tidak terima di maki-maki oleh Andrean di depan banyak siswa-siswi yang kala itu sedang makan di kantin berkacak pinggang di hadapan Andrean.


"Hei Dion kamu itu jangan sok bodoh kamu yang membuat permen aku jatuh dan menjadikan permen itu mubazir karena tidak bisa dimakan oleh manusia Kamu benar-benar sangat menjengkelkan kamu pikir perlakuan kamu itu benar Kamu membuang makanan dengan seenaknya itu mubazir namanya dan kamu mengatakan Aku tidak punya sopan santun karena memarahimu Yang benar saja kamu jadi orang. "


mendengar Alya memarahi Andrian dengan cepat Rio segera berdiri di tengah-tengah diantara mereka berdua dengan cepat Rio mengangkat tangan kedua tangannya sambil berbicara kepada Alya Untuk menghentikan amarahnya.


"Sudah Alya stop.. stop.. jangan kamu lanjutkan lagi amarahmu dan kamu salah memanggilnya dengan sebutan Dion dia bukan Dion dia Namanya Andrean karena Dion kemarin mengalami sakit dan sekarang dia mengalami sakit Hilang Ingatan untuk itu sekarang dia hanya mengingat Namanya sebagai Andrean untuk itu Aku harap kamu memanggilnya dengan sebutan Andrean dan jangan memanggil dengan sebutan Dion karena Andrean tidak akan mengerti, lagi pula Apa yang dilakukan Andrean kepadamu itu adalah suatu hal yang mungkin karena Andrean Hilang Ingatan, Andrean tidak tahu apa yang kamu makan Mungkin dia menganggap yang kamu makan adalah sesuatu hal yang sangat membahayakan sehingga dia membuangnya jadi tolonglah kamu memahami dan memaklumi apa yang saat ini terjadi banyak kok diantara teman-teman yang lain yang sudah mengenal dan mengetahui jika Andrean Hilang Ingatan bahkan pak guru Hamid baru saja memperkenalkan dan memberikan peringatan kepada kami, " ucap Rio memberikan penjelasan kepada Alya di mana Alya hanya bisa mengernyitkan dahinya Alya sungguh merasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Rio karena Alya yakin Rio adalah teman baik dari Dion maka Rio akan melakukan apa saja yang akan melindungi Dion dari amarah dirinya akan tetapi Alia juga khawatir jika seandainya apa yang dikatakan oleh Rio Ternyata semuanya benar alangkah bersalahnya dia karena dia telah meragukan dan telah bersikap Acuh dengan apa yang sudah Rio Jelaskan kepadanya di mana sudah jelas dan sangat gamblang Rio mengatakan jika Dion mengalami sakit Hilang Ingatan dan dia tidak mengetahui dan menggingat apapun.


Alya menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan Alya mencoba memahami apa yang dikatakan Rio kepadanya dengan perlahan-lahan Alya mulai kembalikan badan dan berniat untuk pergi meninggalkan tempat itu, Alya sudah muak dan kesal melihat wajah Dion yang seolah-olah tidak bersalah dengan apa yang sudah dia lakukan kepadanya, sungguh sangat menyakitkan dan membuat kesal bahkan Alya merasa sangat geram karena merasa sudah dipermalukan di depan umum di mana dengan sangat lantang seorang laki-laki membentak dan memaki seorang wanita di depan banyak orang bahkan di tempat umum hal itu sungguh membuat hati Alya merasa sakit hati kepada Dion yang tidak lain adalah Andrean.


setelah kepergian Alya Rio yang menyadari jika Andrean temannya melakukan kesalahan dengan cepat menarik tangan Andrean menjauh dari kantin kemudian di tempat yang sedikit sunyi dari beberapa siswa-siswi yang berlalu Lalang di tempat itu Rio mulai menjelaskan kepada Andrean jika yang dimakan oleh Alya adalah sebuah permen coklat yang hal itu sudah biasa dimakan oleh para manusia terutama pada seorang anak kecil ketika terjadi remaja dan juga orang dewasa.


dari penjelasan Rio akhirnya Andrean memahami jika Apa yang dia lakukan ternyata salah dan Gadis itu marah-marah kepadanya itu bukan suatu hal yang salah dikarenakan Andrian telah membuang makanan miliknya.


"Aku akan minta maaf padanya, " ucap Andrean dengan tiba-tiba.


Mendengar perkataan Andrean, Rio mengeryitkan dahinya kemudian menggelengkan kepalanya dengan cepat.


"Tidak kamu tidak bisa menemukannya karena Gadis itu berbeda kelas dengan kita dan kamu juga tidak tau Alya berada dimana." ucap Rio memberikan penjelasan.


Andrean yang mendengarkan penjelasan Rio hanya mengulum senyum kemudian dengan sangat lirih akan tetapi begitu tegas terdengar di telinga Rio Andrean mengatakan Jika dia akan bisa menemukan gadis itu dengan mudah.


"Kamu tenang saja tidak perlu khawatir aku pasti akan menemukannya kamu tunggu saja di sini atau kamu mau pergi ke tempat itu tadi jika kamu mau pergi ke tempat yang tadi Pergilah tidak masalah aku akan menemui Gadis itu siapa nama Gadis itu tadi,"


"Sudahlah kamu jangan Nekad Andrean Nanti kamu tambah pusing dan sakit kamu tidak bisa cepat sembuh dan hal itu akan merugikan dirimu di mana Sebentar lagi kita juga akan mengikuti ujian nasional yang mana membutuhkan pemikiran dan ketenangan Jika kamu hilang ingatan dan belum mengingat semua Bagaimana kamu bisa menghafal Semua buku-buku yang akan kamu pelajari Nantinya, "


" kamu tenang saja tidak perlu mengkhawatirkan Aku Percayalah aku pasti bisa sekarang Katakan padaku siapa Nama Gadis itu aku ingin menemuinya dan aku ingin meminta maaf padanya, sebelum aku bisa meminta maaf padanya rasanya aku tidak tenang karena aku tadi telah berkata kasar dan memaki dirinya di depan banyak orang pasti Gadis itu sedang sakit hati dan marah kepadaku, untuk itu Aku ingin meminta maaf kepadanya Katakanlah siapa Nama Gadis itu biar aku tidak salah orang. "


Rio menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan.


"Cukup bandel juga kamu tapi baiklah terserah kamu, tapi jika kepalamu tambah pusing kamu jangan menyalahkan Aku. "ucap Rio memberikan peringatan kepada Andrean.


" Tenang saja semuanya pasti akan aman sekarang Katakan padaku siapa Nama Gadis itu Aku akan menemuinya sekarang juga Karena aku ingin meminta maaf kepadanya. '

__ADS_1


"Alya Nama gadis itu adalah Alya , sekarang Pergilah Aku akan menunggumu di sini Aku ingin tahu apakah kamu akan datang dengan membawa keberhasilan ataukah kamu datang dengan membawa kegagalan jadi pergilah dan semoga sukses, " ucap Rio memberikan semangat kepada Andrean yang sesungguhnya ucapan itu adalah sebuah sindiran untuk Andrean di mana sesungguhnya Rio sama sekali tidak yakin jika Andrean mampu menemukan Alya dan meminta maaf kepadanya.


__ADS_2