Pacarku Vampir Tampan

Pacarku Vampir Tampan
Bab. 24.Jalan Yang Benar


__ADS_3

Mendengar perkataan dari pak Yai wajah Pak Rahmat dan juga Pak Rusli selaku RT yang berada di desa itu sangatlah terkejut dan juga merasa tidak percaya dengan apa yang didengarnya.


"Apa kami tidak salah dengar Pak Yai, benarkah dia akan hidup kembali dan Benarkah Dion akan bisa seperti anak-anak yang lainnya tanya Pak Rahmat yang kala itu benar-benar sangat berantusias dan tak percaya dengan apa yang didengarnya.


" Benar tapi kita harus mengikuti semua yang dia katakan termasuk jika dia mengunakan Nama baru, "


" menggunakan nama baru Apakah itu artinya Putraku Hilang Ingatan pak Yai Dia terkena Amnesia, "


" Aku belum bisa memastikan kita lihat saja apa yang akan terjadi selanjutnya tunggu saja sebentar lagi putramu pasti akan segera bangun."


Pak Rusli dan Pak Rahmat mangut mangut mendengarkan penjelasan dari pak Yai kemudian dengan hati penuh tanda tanya Serta tidak sabar menunggu penjelasan yang dikatakan Pak Yai, jika Dion akan segera bangkit kembali mereka berdua duduk dengan hati yang tidak sabar ingin segera melihat keajaiban itu, Pak Rahmat memandang tak berkedip ke arah Ranjang tempat di mana Dion putranya berbaring.


Kurang lebih 20 menit akhirnya tubuh Dion yang terbaring lemah di atas Ranjang kini mulai bergerak Pak Rahmat dan Pak Rusli selaku RT dari desa tersebut terperanjat tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, dengan penuh keheranan Pak Rusli menatap tak berkedip dengan apa yang dilihatnya hingga tubuhnya yang tadinya duduk dengan tenang Pak Rusli langsung bangkit dan berniat untuk melangkah mendekati Dion karena dia ingin mengetahui kebenaran dari kedua bola matanya yang melihat keadaan Dion yang benar-benar aneh dan diluar dugaan.


"Dimana Aku..? "


Tubuh Dion yang sudah duduk dan bibirnya sudah mulai mengeluarkan sebuah suara satu pertanyaan yang seolah-olah dirinya benar-benar Hilang Ingatan dan tidak mengetahui apa yang terjadi pada dirinya, Hal itu membuat Pak Rahmat segera berjalan dengan cepat menghampiri Ranjang putranya kemudian duduk di samping putranya dengan menggenggam erat kedua tangan dari putranya.


"Dion...! kau sudah sadar Nak bagaimana rasanya apa kamu merasakan sakit dan tidak enak badan. "


Tampak pemuda yang dipanggil dengan nama Dion menatap Intens kepada sosok laki-laki paruh baya yang ada di sampingnya Di mana kini dia sedang duduk di tepian Ranjang tempatnya tidur.


"Kamu siapa? "

__ADS_1


mendengar pertanyaan Dion yang sangat aneh di mana Dirinya Tidak mengenali ayahnya sendiri membuat Pak Rahmat segera menoleh ke arah Pak Kyai yang kala itu berdiri di depannya Pak Kyai hanya menganggukkan kepala kemudian Pak Rahmat kembali menoleh ke arah Dion yang kala itu Bertanya kepadanya.


"Aku Ayahmu Nak, apa kau tidak ingat?


tampak pemuda itu memicingkan kedua bola matanya kemudian bibirnya menyunggingkan sebuah senyuman.


" Kamu, Ayahku? tapi Namaku bukan Dion Namaku Andrean jadi panggil Aku Andrian Ayah."


Lagi-lagi Pak Rahmat yang merasa bingung dengan semua ini kembali menatap kepada Pak Kyai yang mana lagi-lagi Pak Kyai menganggukkan kepala dan Hal itu membuat Pak Rahmat memahami dan mengerti maksud dari Pak Kyai jika dirinya diminta untuk mengiyakan apapun yang pemuda itu Katakan karena sedari awal Pak Kyai sudah mengatakan jika di dalam tubuh putranya terdapat Sukma lain yang ada di sana.


"Oh, Iya Ayah lupa Andrean apakah kamu merasakan sakit atau baik-baik saja Nak? "


"Aku baik, "jawab pemuda itu dengan tenang yang kemudian dia turun dari tempat tidur dan berjalan mendekati Pak Kyai yang sedari tadi mengawasi dirinya dari jauh.


Andrean yang berjalan mendekati Pak Yai segera memeluk tubuh Pak Yai semua berpikir jika Andrean sangat santun dan berprilaku baik untuk itu Pak Rahmat dan Pak Rusli tersenyum dengan sangat senang dan bangga.


"Rahasia ini hanya kita berdua yang tau Pak Tua Aku tidak mau semua tau jika Aku sebenarnya seorang Vampir jadi tugasmu melindungi identitas ku. "


Pak Yai meneguk ludahnya mendengar perkataan dari Andrean Pak yai tersenyum tipis sambil menganggukkan kepala.


"Tentu, kamu tenang saja tapi jangan pernah membuat ulah dan kekacauan di Desa ini karena jika hal itu kamu lakukan maka Aku akan membuat kamu lepas dari raga ini. "


"Tenang saja, Aku tidak akan bertindak bodoh dan Aku juga yakin kamu tidak akan melakukannya karena jika kamu melakukan itu, sama halnya kamu membunuh Pemuda ini karena pemuda ini tidak bisa hidup tanpa ada sukmaku di dalam nya dan jika ingin lepas maka kamu harus mendapatkan penangkal mutiara hitam yang pernah Aku katakan kepadamu. "

__ADS_1


"Aku tau, "


"Baiklah, sekarang kamu yang harus memperkenalkan Aku kepada mereka? "


Pemuda yang bernama Andrian melepaskan pelukannya kemudian pak Yai dengan tersenyum ramah mendekati Pak Rahmat dan juga Pak Rusli selaku ketua RT yang ada di desa itu.


"Maaf Pak Rahmat dan Pak Rusli karena Dion mengalami sakit yang mengakibatkan dia banyak Hilang Ingatan dan dia hanya menginginkan dipanggil dengan sebutan Andrian, maka mulai hari ini putra Pak Rahmat bernama Andrean dan Pak Rahmat Jangan pernah terkejut ataupun merasa aneh jika terjadi sesuatu hal yang mungkin tidak sewajarnya, Pak Rahmat harus memaklumi Karena bagaimanapun juga ini adalah suatu keajaiban di mana putra Pak Rahmat yang seharusnya sudah tiada dia bisa hidup kembali Meskipun mungkin kehidupannya tidak akan seperti sebelumnya. "


" Aku mengerti Pak Kyai dan Aku sudah cukup bersyukur dan senang karena Allah masih memberikan kesempatan kepada kami untuk bisa bersama dengan Putra kami meskipun Putra kami harus menggunakan nama yang berbeda karena dia mengalami amnesia yang mana tidak mengingat nama dia sebelumnya. "


"Baguslah kalau begitu dan kini kita harus segera keluar untuk menggumumkan kepada para Warga yang sudah menunggu di depan Rumah, Ayo Andrean kita keluar. "


Pak Rahmat dan Pak Rusli serta Pak Kyai dan juga Andrian keluar dari dalam kamar, Andrian berjalan di belakang pak Yai pada awalnya pak Yai tidak merasa aneh dengan keadaan Andrean akan tetapi setelah melangkah beberapa langkah dan Pak Kyai melihat Andrean tidak berjalan akan tetapi melompat membuat Pak Kyai menghentikan langkah dari Andrean dengan memegang tangannya.


"Hei kenapa melompat, kamu harus bisa berjalan tuh lihat didepan Ayahmu berjalan perhatian baik-baik dan ikuti jangan melompat. "tegur Pak Yai pada Andrean.


Andrean menunjukkan barisan giginya tersenyum dengan riang ketika mengetahui cara berjalannya sangat salah andrahan adalah seorang pangeran dari kerajaan vabir yang sangat cerdas pintar dan juga memiliki ilmu tinggi sehingga hanya dengan sekali melihat dan menatap Andrean bisa mengikuti apa yang dilakukan oleh orang-orang yang ada di depannya.


"Apa begini, "


"Ya benar begitu, sekarang Ayo kita keluar ingat jalan yang benar, apa kamu mengerti? "


"Aku mengerti, tenang saja. "

__ADS_1


"Hmmm, ternyata pemuda ini Vampir yang cukup cerdas, Wajah aslinya juga tampak tampan mungkin dia bukan berasal dari sembarangan Vampir, " gumam Pak Yai, yang diam-diam merasa kagum dengan Pangeran Andrean.


__ADS_2