
Andrean yang hendak turun menemui Pak Yai tiba-tiba mengurungkan niatnya ketika dirinya merasakan dan mencium bau yang sangat aneh dari biasanya di Rumah Pak Yai. Andrean tidak mengerti mengapa kali ini di rumah pak Yai sungguh berbeda dari hari-hari biasanya di mana ketika Andrean hendak turun dan masuk ke dalam Rumah Pak Yai, Tiba-tiba Andrean mencium bau yang tidak seperti biasanya.
Andrean menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan.
"Rupanya di Rumah ini sedang ada tamu coba Aku intip siapa tamu yang baru datang itu. "
Bergegas Adrean mencari tempat untuk bisa melihat kedalaman rumah melalui celah yang ada di atas atap Rumah, karena sepertinya melalui celah yang ada di langit-langit atap rumah pak Yai Andrean mulai mempertajam Indra penglihatannya di mana Dia sedang melihat keadaan yang ada di dalam ruangan itu.
Andrean menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan Andrean tidak melihat apapun di ruang tamu di mana tidak ada siapapun di tempat itu.
" Bagaimana mungkin tidak ada orang di ruangan ini sementara aroma dari bau yang tidak biasanya terlihat jelas di tempat ini, bagaimana mungkin ini bisa terjadi, "gumam dari Andrean yang kala itu sedang memikirkan Mengapa di dalam ruang tamu tidak ada siapapun sementara dirinya mencium ada aroma yang berbeda di tempat itu.
"Aku harus mengelilingi rumah ini akan aku lihat ada apa di dalam sana, Mengapa ada bau berbeda yang tidak seperti biasanya dan ini bukanlah bau dari Manusia pada umumnya.
Tubuh Andrean segera berkelebat mengelilingi Rumah pak Yai kelebatan dari bayangan Andrean tidak terlihat oleh siapapun, Di mana Rumah Pak Kyai dengan rumah beberapa warga yang lain tidak saling berdekatan sehingga tidak akan ada yang mengetahui jika ada bayangan berkelebat mengelilingi rumah Pak Yai.
Kurang lebih 5 menit Andrean mengelilingi Rumah Pak Yai dengan sangat cepat dan Andrean tidak melihat apapun yang mencurigakan di sana.
"Sungguh sangat aneh tidak ada apapun di sini tapi bau itu, bau itu sangat aneh dan bau itu terasa sangat berbahaya bagiku Aku harus masuk ke dalam kamar Pak Yai, Aku akan menunggu pak Yai dan akan meminta penjelasan darinya Siapa yang baru saja menjadi tamunya, "
Dengan cepat Andrean segera masuk ke dalam kamar pak Yai yang kala itu kamar Pak Yai masih sangat kosong dan tidak ada siapapun di dalamnya dan di dalam kamar pak Yai pun tidak ada aroma bau yang tidak biasanya aroma bau yang sangat aneh dan tidak biasa hanya tercium di ruang tamu akan tetapi Andrean yang sudah mencoba mengelilingi dan melihat Bau apa yang sangat berbeda tidak bisa diketahui oleh Andrean karena tidak terlihat siapapun di ruang tamu atau tidak ada makhluk apapun di ruang tamu akan tetapi aroma dari yang tidak biasanya sangat tercium dengan sangat kuat.
Andrean yang masuk melalui celah langsung ke dalam kamar Pak Yaitu dan tidak mendapati siapapun di dalam kamar itu mulai melangkahkan kakinya ke arah jendela di mana di dalam kamar Pak Kyai terdapat sebuah jendela berukuran panjang dan ketika jendela itu dibuka terlihatlah hamparan luas tanah beserta rerumputan dan tanaman yang ada seperti di depan halaman Andrian menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan sangat kasar.
"Lebih Baik Aku menunggu kedatangan dari Pak Yai masuk ke dalam kamarnya, karena sepertinya jika aku keluar dari dalam kamar Pak Yai ini bisa berbahaya dikarenakan bau yang terasa aneh itu sepertinya tidak baik untuk keberadaanku. "
*****
Suasana sore yang sangat teduh dengan dingin angin yang berhembus udaranya masuk ke dalam kamar Alya yang kala itu sedang berbaring tidur di kamarnya semenjak pulang sekolah Alya lebih suka mengurung diri di dalam kamar Hal itu membuat saudara sepupu Alya yaitu Kevin merasa heran dan merasa sangat aneh karena tidak biasanya Alya tidak keluar dari dalam kamarnya.
Bahkan seringkali Alya dan dirinya selalu bersiteru karena di antara mereka tidak ada kecocokan sama sekali di mana Kevin sering kali mengganggu Alya dan menggodanya sementara Alya sudah sangat muak dan kesal karena saudara sepupunya yang sangat jahil dan menyebalkan.
"Tumben Alya tidak keluar dari dalam kamar coba Aku lihat dan Aku tanya dia, "
Kevin yang merasa penasaran karena Alya belum juga keluar dari dalam kamarnya berniat untuk naik ke kamar atas.
Di mana kamar Alya berada di atas dan ketika Kevin akan melangkah terdengar suara sang Ibu memanggilnya dengan sangat terpaksa akhirnya Kevin menghentikan langkah kakinya menoleh ke sumber suara di mana Ibunya sudah berdiri sambil Melambaikan tangan meminta Kevin untuk mendekat kepadanya.
Dengan perasaan kesal dan tidak suka akhirnya Kevin mengurungkan Niatnya untuk Naik ke ruang atas di mana Alya berada, Kevin berjalan mendekati ibunya yang sedang memanggil dirinya.
"Kamu mau kemana? "
"Aku mau melihat Alya Bu, semenjak pulang dari sekolah itu anak sepertinya tidak keluar dari dalam kamar Aku khawatir ada apa-apa jadi Aku berniat untuk melihatnya. "
__ADS_1
" untuk apa sih kamu melihat anak itu ingat dia itu bukan adikmu dia tidak ada hubungan apapun dengan kita kamu tidak perlu memperhatikan anak itu dengan berlebihan Kevin atau jangan-jangan kamu suka pada anak itu ingat Ibu tidak pernah mengizinkan kamu bersama dengan Alya apalagi dekat dengannya tidak pernah mengizinkan sama sekali kembali ke tempatmu biar aku yang akan memanggil Alya aku yang akan menyuruhnya untuk keluar dari kamar. "
"Tapi, Bu, ____
Kevin tidak bisa melanjutkan ucapannya dikarenakan sang Ibu sudah mengangkat tangannya ke atas memberikan tanda jika ibunya tidak ingin mendengarkan alasan apapun dari Kevin.
Ibu Kevin adalah seorang wanita yang cukup keras dan berwatak kasar di mana dia tidak pernah bersikap baik kepada Alya dan ibunya mungkin karena Ibu Kevin merasa jika suaminya harus memberikan nafkah dan juga perhatian kepada adik iparnya.
Dimana adik iparnya tinggal bersama dengan dirinya sebagai seorang penumpang setelah suami dari adiknya meninggal.
dengan sangat terpaksa akhirnya Kevin masuk ke dalam tapi tidak lagi melanjutkan niatnya untuk melihat Alya yang kala itu belum keluar dari dalam kamarnya seterah pulang dari sekolah.
sementara Ibu Alya yang merasa geram dengan sikap Alya yang seakan-akan selalu mencari perhatian dari orang-orang yang ada di rumah membuat Ibu Kevin semakin kesal dan geram.
Wajah Merah Menahan marah Ibu Kevin naik ke kamar atas di mana dia ingin bertemu dengan Alya.
"Tok..!
" Tok..!
"Tok..!
Ketukan pintu yang cukup keras membuat Alya yang kala itu terbaring dengan wajah yang sedih dan mata yang sembab akhirnya bangkit dari tidurnya kemudian melangkah menuju ke pintu dengan sangat malas Alya membukakan pintu kamarnya.
Suara Ibu Kevin yang sangat khas di mana tidak pernah bersikap manis ataupun bersikap lembut sedikitpun kepada Alya, bahkan terkadang Ibu Kevin juga sangat berani bersikap keras dan kasar kepada ibunya hal itu terkadang membuat Alya merasa sangat sakit hati dan kesal, Akan tetapi karena Alya tidak memiliki apapun Alya tidak bisa berbuat apa-apa selain diam dan menangis sungguh hatinya sangat sakit melihat orang tuanya diperlakukan buruk di hadapannya bahkan di depan Putra dan suami Ibu Kevin Sendiri.
"Ada apa Tante, "
"Ada apa, ada apa, kamu itu jangan jadi anak pemalas kamu di rumah ini tuh penuh kamu dan ibumu itu adalah benalu Seharusnya kamu tahu diri sepulang sekolah kerja bukan tidur dan hanya berlehah-lehah saja memangnya kamu adalah majikan di rumah ini cepat keluar dan Bersihkan rumah serta buat dan kami makan malam ingat kerjakan semua dengan benar jika tidak aku tidak akan segan-segan untuk mengusir dirimu dan ibumu dari rumahku.
Alya hanya bisa menundukkan kepala sambil meremas tangannya hatinya begitu sakit dan sangat marah akan tetapi Alya tidak bisa berbuat apa-apa dikarenakan dirinya dan sang Ibunya memang hanyalah seorang penumpang di Rumah itu.
Semenjak Ayah-nya meninggal Alya dan ibunya dititipkan kepada Pamannya yang bernama Rojak di mana Pamannya adalah seorang Inspektur dengan pangkat yang cukup tinggi dan Alya mengakui jika Pamannya sangatlah memberikan semua perhatian dan juga materi dan segala yang dibutuhkan oleh Alya dan ibunya akan tetapi Alya dan ibunya setiap hari harus merasakan tekanan batin yang cukup dalam.
Dimana istri dari Pamannya yang tidak terima dengan kehadiran mereka seringkali mengungkit-ungkit dan merendahkan mereka dengan sesuka hatinya.
" Terkadang Alya ingin segera memiliki rumah sendiri dan pergi dari rumah yang kini dia tempati meskipun Rumah itu sangat kecil dan sangat sederhana akan tetapi harga diri serta martabatnya diri dan ibunya tidak akan diinjak-injak dan dihina.
Tapi sayangnya Sampai detik ini Alya belum memiliki apapun sehingga dia tidak bisa berbuat apa-apa selain diam dan menangisi nasibnya.
"Jawab kenapa diam, mau melawan perintahku? "
"Baik, Tante. Alya akan turun dan mengerjakan semuanya. "
__ADS_1
"Bagus, jangan lama-lama, apa kamu mengerti? "
"Ya, Tante, "
Sambil tersenyum sinis Ibu Kevin membalikan badan kemudian pergi meninggalkan kamar Alya yang kala itu dengan perlahan-lahan Alya menutupnya, setelah mengganti baju seragam dengan baju biasa Alya segera turun dari kamar menuju ke dapur pertama-tama Alya membersihkan semua ruangan Rumah kemudian Alya lanjutkan dengan Mulai menyiapkan makan malam.
"Alya, Biar Ibu yang kerjakan Nak, kamu beristirahat saja pasti kamu lelah karena kamu baru saja membersihkan semua ruangan Rumah. "
"Ibu, apakah ibu pulang dari kerja maksud Alya apakah Ibu sudah mendapatkan pekerjaan? "
Dengan sangat lemah Ibu Alya menggelengkan kepala kemudian tersenyum dan meraih sayur yang dipegang Alya.
" Jadi hari ini ibu juga gagal mendapatkan pekerjaan, kalau begitu izinkan Alya besok sepulang sekolah untuk mencari pekerjaan biar Alya bisa membantu perekonomian kita, Alya ingin kita tidak hidup bergantung pada Paman, Boleh ya Bu? "
tampak wanita paruh baya itu menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan sangat perlahan sangat terlihat jelas diraut wajahnya ada suatu beban yang sangat berat yang sedang dia rasakan.
"Tidak perlu, besok teman Ibu akan membantu Ibu untuk mencarikan pekerjaan jadi Alya di Rumah saja belajar yang benar, Ibu akan berusaha besok pasti berhasil, sudah sekarang kamu duduk saja biar Ibu yang menyiapkan makan malam. "
"Tidak, Ibu saja yang duduk biar Alya yang mengerjakan, "
"Alya? "
Melihat raut wajah sang ibu yang melarang dirinya untuk membantu Menyiapkan makan malam membuat Alya tidak lagi bisa berkutik Alya terpaksa mengikuti apa yang ibunya minta.
ketika ibu Alya sedang sibuk menyiapkan makanan dan Alya terpaksa duduk menuruti perintah sang Ibu tiba-tiba terdengar suara tepukan tangan dari pintu dapur di mana Di sana sudah berdiri ibunya Kevin.
"Pok..!
" Pok..!
"Pok.!
Bagus Ibunya disuruh kerja anaknya enak-enakan duduk, "
Sontak saja suara itu membuat Alya dan ibu Alya menoleh ke sumber suara di mana sudah berdiri di depan pintu dapur ibunya Kevin.
"Apa lihat-lihat, cepat kamu pergi untuk mencuci baju yang kotor Jangan hanya duduk saja aku yakin ibumu pasti gagal mendapatkan pekerjaan dan pastilah tidak memiliki uang sama sekali dan aku tidak mau kalian numpang di sini dengan gratis, enak saja mau tinggal dan makan dengan gratis cepat pergi dan cuci baju di sana Ingat jangan sampai ada yang tertinggal."
"Rumini, Alya baru saja membersihkan Rumah dia capek biar Aku Nanti yang mencuci baju, biarkan dia beristirahat, "
"Apa membiarkan dia beristirahat, tidak, dia disini juga numpang jadi sudah kewajiban dirinya juga harus memenuruti perintahku jika tidak mau di perintah kalian bisa pergi dan angkat kaki dari sini, "
"Deg..!
__ADS_1
Alya yang mendengar penghinaan dari Ibunya Kevin hanya bisa mengepalkan tangannya dengan kuat hatinya benar-benar sakit akan tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.