
Kurang lebih 10 menit Baron duduk bersila dengan memejamkan kedua bola matanya dengan tangan di depan dada kemudian menghembuskannya dengan sangat perlahan ketika dirasa cukup untuk melakukan penyelidikan dan pengamatan melalui kekuatan gaib yang dia miliki, Baron merasa heran dan aneh karena dia tidak menemukan suatu hal apapun yang bisa menjadi petunjuk Jika di rumah itu memang ada Makhluk Asing yang baunya sempat tercium dan pusatnya berada di dalam rumah itu.
Sungguh Baron merasa heran dengan semuanya dikarenakan dia tidak mendapatkan petunjuk apapun dari kekuatan gaibnya yang dia selidiki.
Rasa kesal dan juga merasa putus asa dikarenakan dirinya tidak mampu menembus dinding banteng yang ada di dalam rumah itu Karena Baron tidak melihat apapun di sana kecuali kegelapan.
"Sial percuma Aku menggunakan kekuatan gaibku semuanya tidak bisa dan sia-sia masa iya untuk melihat Berapa orang yang ada di dalam Rumah itu Aku juga tidak bisa dan sulit untuk Aku ketahui, benar-benar hanya kegelapan dan garis-garis hitam yang Aku sendiri tidak mengerti, apa jangan-jangan ada kekuatan lain yang sedang melindungi Rumah itu Tapi mana mungkin hal itu terjadi Mungkin memang di Rumah itu Karena Lentera lampu tidak dinyalakan jadi semuanya gelap dan penghuni yang ada di dalam rumah itu tidak bisa terlihat dengan mata gaibku, Bukankah Seharusnya aku bisa melihat meskipun keadaan di dalam rumah itu gelap tapi ini sangat aneh tidak bisa sama sekali aku menembus dan melihat keadaan di dalam rumah itu, Sudahlah daripada aku pusing dan bingung lebih baik sekarang aku pergi saja dari tempat ini mungkin aku salah dalam penciumanku, Aku akan kembali ketempat gedung yang ada di ujung sana, di sana aku bisa beristirahat dengan tenang dikarenakan tidak ada seorangpun yang menghuni gedung itu daripada aku berdiri di teras atas rumah orang yang sewaktu waktu orang itu bisa keluar dari dalam kamar dan menuju keluar sehingga mereka bisa melihat kehadiranku di sini Dan mencurigaiku sebagai pencuri ini akan menjadi tambah gawat dan kacau."
dengan gerakan cepat Baron kembali terbang melesat menuju gedung tempat di mana pertama kali dia memutuskan untuk beristirahat.
gelap dan sepi itulah yang terlihat dalam pandangan mata balon ketika memasuki gedung yang kini sudah ada di depan mata dalam sekejap Baron mengeluarkan kekuatan tenaga gaibnya untuk menyalakan satu lampu yang ada di ruang tengah di mana Baron tidak ingin menginap dan bermalam di ruangan yang gelap itu Baron menyalakan lampu di ruangan itu.
Hujan rintik-rintik mulai berhenti dan Baron mulai merebahkan tubuhnya di atas karpet lantai yang berwarna hijau daun dan dalam sekejap Baron pun mulai terlelap dalam tidur.
******
Pagi yang cerah dengan sinar mentari yang mulai menerobos celah dinding langit-langit jendela kamar, Alya sudah bangun sebelum Ibunya terbangun.
__ADS_1
"Tampak Bu Luna merasa heran karena hari masih gelap dan masih sangat dingin akan tetapi Alya sudah bangun dari tidurnya, suatu hal yang tidak biasa karena biasanya Alya bangun pukul 5.30 tapi saat ini belum juga pukul 5.00 Alya sudah bangun dan yang lebih mengherankan Alya sudah mandi.
Bu Luna yang tidak memahami apa yang sedang terjadi pada Putrinya menatap heran pada Alya yang kala itu sedang tersenyum padanya.
"Alya kamu sudah mandi? "
"Iya, Bu Alya sudah mandi, Ibu pergilah mandi Airnya tidak dingin kok, ini justru terasa sangat segar." ucap Alia dengan hati berbunga-bunga karena hari ini terlihat sangat senang dan bergembira.
Bu Luna meneguk ludahnya dan menatap heran pada Alya Putrinya,
"Ibu kenapa bertanya begitu tentu saja Aku bisa tidur dengan nyenyak bahkan tidur dengan di samping Ibu aku merasa sangat nyaman tidurku, Aku cuma ingat hari ini kan kita akan pergi dari Rumah Paman Rojak dan Bu Rumini untuk itu Aku bangun pagi, bukankah Ibu juga bilang jangan sampai kepergian kita membuat mereka curiga untuk itu Alya berpikir akan bagun pagi akan mengerjakan segalanya sehingga Bu Rumini dan Paman Rojak tidak akan curiga."
"Oh begitu, Ibu kira ada apa, "
"Bu, Alya balik ke kamar Alya dulu biar tidak ada yang curiga jika Alya semalam tidur bersama dengan Ibu disini, "
"Baiklah Nak pergilah Ibu akan pergi mandi dulu sebentar lagi Adzan Subuh."
__ADS_1
Dengan senyum tersungging di bibir Alya segera pergi meninggalkan kamar Ibunya dan berjalan menuju ke dalam kamarnya.
Sebelum Alya pergi Naik ke dalam kamar lantai atas dimana kamar Alya terletak disana, Alya menenggok ke kiri dan ke kanan melihat ke sekeliling, setelah semua dirasa aman tidak ada yang melihat Alya segera pergi meninggalkan Kamar Ibunya dan berjalan Naik ke lantai atas.
Alya masih ingat benar jika di dalam kamarnya dirinya telah mengunci Kevin yang berniat kurang ajar kepadanya.
Sambil menyunggingkan senyuman Alya masuk ke dalam kamar, dengan perlahan-lahan Alya membuka kunci pintu kamarnya dan ketika pintu kamar Alya buka, Alangkah terkejutnya Alya ketika melihat Kevin sedang tidur mendengkur diatas Ranjangnya dengan tisu berhamburan disana sini.
Di atas kasur dan di lantai, Kevin benar-benar membuat kamar Alya seperti kapal pecah dan Alya yang melihat pemandangan yang memusingkan kepalanya sungguh tiba-tiba merasa pening kepala nya, ingin berteriak akan tetapi rupanya Alya memilih cara lain untuk menegur Kevin yang menurutnya sudah sangat kurang aajar karena Dia telah lancang dan berani membuat kamarnya menjadi berantakan, dimana semua berserakan di lantai dan diatas tempat tidur nya,
Alya menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan sangat perlahan dan dengan langkah kaki yang sangat perlahan Alya masuk ke dalam kamarnya.
"Brengsek sekali sih Kevin ini, masa kamarku di buat begini memusingkan awas saja Aku akan balas Nanti biar dia tau rasa enak saja kamarku dibuat berdasarkan seperti kapal pecah. "
Sambil terus mengumpat dengan pelan Alya berjalan langsung masuk kedalam kamar mandi dan dengan sigap mengambil Kaleng kecil yang kemudian dia isi dengan air, sambil tersenyum miring Alya mulai berjalan keluar menuju ke Ranjangnya dimana Kevin sedang tertidur dengan pulas sambil mendengkur.
"Kamu memang harus diberikan pelajaran Vin biar kamu tidak lagi berbuat sesuka hatimu enak saja membuat kamarku berantakan, jangan mentang-mentang kami tinggal menumpang di Rumah mu kalian berbuat seenaknya. " grutu Alya dalam hati.
__ADS_1