Pacarku Vampir Tampan

Pacarku Vampir Tampan
Bab. 23.Mahkluk lain


__ADS_3

Pak Rahmat Ayah Dion dan juga Pak RT pak Rusli sangat terkejut dengan keadaan yang ada saat itu akan tetapi karena Pak Kyai melarang mereka untuk mendekat maka mereka berdua hanya bisa Diam Terpaku sambil menyaksikan apa yang terjadi di dalam kamar itu sungguh suatu keanehan yang tidak pernah terlihat di manapun.


Tubuh Dion yang tadinya lemah dan tidak bernafas tiba-tiba duduk dan membuka kedua bola matanya akan tetapi Ketika pak Rusli dan Pak Rahmat ingin mendekat Pak Kyai melarangnya Hal itu membuat Pak Rahmat menjadi heran dan bingung dikarenakan dia sebagai orang tua dari Dion akan tetapi tidak diizinkan untuk mendekati putranya ingin bertanya akan tetapi karena rasa sungkan dan juga rasa segan akhirnya Pak Rahmat hanya bisa diam dan memendam semua keinginan nya dalam hati juga rasa penasarannya.


Meskipun tidak dipungkiri apa yang terjadi di depannya adalah suatu hal yang sangat membuatnya bahagia dimana Dion yang sudah dianggap mati dan tidak akan hidup lagi tiba-tiba kini bisa bergerak dan terlihat seperti orang yang baik-baik saja.


Senyum tersungging dari bibir Pak Rahmat Ayah Dion hatinya berbunga-bunga bahagia meskipun merasa sedikit kecewa karena Pak Kyai melarang dirinya untuk mendekati Dion dengan satu alasan yang tidak Pak Rahmat tidak mengerti.


Begitupun dengan Pak Rusli keduanya saling berpandangan dan keduanya saling menatap kagum dengan apa yang dilihatnya seorang pemuda tampan yang hampir saja akan dikafani ternyata bisa hidup lagi dan rasanya sudah tidak sabar ingin menyebarkan kabar gembira ini kepada seluruh masyarakat warga desa ini yang ada di luar halaman rumah.


Dimana seluruh warga desa itu pasti sedang menunggu dan menanti hadirnya Dion di tempat itu setelah dirinya dikafani cukup lama berada di dalam kamar ruangan tempat Dion terbaru Ayah Dion yaitu Pak Rahmat dan Pak RT pak Rusli mereka Diam Tanpa bersuara hanya menatap dan melihat apa yang terjadi di depannya dikarenakan Pak Kyai melarang ayah Dion untuk mendekati Dion sementara itu tubuh Dion yang tiba-tiba sudah bangun dan tertutup dan kini membuka kedua bola matanya sedang berbicara dengan pak Yai.


"Aku berada dimana Pak Tua dan Siapa kamu Bisakah kamu menjelaskan kepadaku Aku berada di mana saat ini."


"Kamu berada di rumah salah satu wargaku kamu lihat di ujung sana ada dua orang laki-laki paruh baya satu yang memakai baju warna hitam dia adalah Ayahmu dia bernama Pak Rahmat dan di sebelahnya itu adalah Pak RT namanya Pak Rusli dia adalah salah satu dari pimpinan warga RT yang ada di tempat ini, jadi kalau kamu memiliki keperluan apapun Kepada beliau lah kamu harus bertanya, Anak muda Jika boleh Aku tahu siapa kamu dan mengapa kamu bisa sampai berada di tempat ini."


"Namaku Andrean Aku tidak ingat Aku berasal dari mana Aku hanya ingat Namaku saja, '


"Baiklah mulai saat ini kamu salah satu dari warga kami dan kamu harus patut dan taat pada dia karena dia adalah Ayahmu apa kau mengerti, "


"Aku mengerti,"

__ADS_1


"Ada satu hal lagi yang ingin ku tanya apakah Wajahmu akan tetap begini tidak berubah ke wujud dirimu Andrean, maksudku apakah kau tetap memakai tubuh Dion, "


"Dion, siapa itu Dion pak Tua, "


"Dia adalah pemilik tubuh yang kamu tempati ini,"


"Aku tidak tau Pak Tua, "


"Baiklah, bersiaplah Aku akan menyempurnakan dengan kekuatan ku agar mereka tidak curiga kepadamu ingat jangan berbuat yang tidak baik karena jika Aku mendengar kamu berulah maka Aku akan membuat kamu keluar dari Tubuh Dion secara paksa, apa kau mengerti? "


Tampak Pemuda itu tersenyum miring ketika pak kyai memberikan ancaman kepada dirinya apabila pemuda itu yang menghuni raga Dion melakukan hal yang tidak benar dan suatu kesalahan yang tidak bisa termaafkan maka Pak kyai memberikan ancaman untuk mengeluarkan Sukmanya dari Raga Dion.


"Aku tau Pak Tua dan kamu tidak perlu khawatir aku akan berbuat sebaik mungkin tapi jika Aku melakukan kesalahan dan kamu tidak menerima kesalahanku itu dan kamu berniat ingin menghukumku dengan mengeluarkan Aku dari raga pemuda ini, Aku cuma mau mengatakan kepadamu itu tidak mudah meskipun kamu memiliki kekuatan yang cukup tinggi karena Aku masuk raga ini bukan atas kemauanku, Carilah kekuatan yang membawaku masuk ke sini karena setelah kamu bisa melumpuhkan orang itu maka kamu baru bisa melepaskan Aku dari Raga pemuda ini jadi jangan coba-coba kamu mengancamku Pak Tua mungkin, selama ini kamu memang sangat hebat dan kuat akan tetapi kamu tidak memahami ada kekuatan yang lebih hebat darimu dibelakangku, justru Aku ingatkan pada kalian jangan coba-coba membuat Aku marah, karena jika itu terjadi Aku bisa menbunuuh kalian semua, "


"Hahaha, bagaimana tidak jika Aku haus darahmu juga bisa Aku hisaap Pak Tua."


"Darah, kau penghisap darah. '


" Hahaha, ya kenapa? "


"Jadi ksu mahkluk Vampir..?

__ADS_1


" Benar, "


"Kalau kau mahkluk Vampir maka Aku tidak akan mengizinkan kamu berada di tubuh pemuda ini kamu hanya akan menimbulkan malas petaka dan bahaya disini, bersiaplah Aku akan mengeluarkan kamu sekarang juga. "


"Sudah kubilang tidak semudah itu Pak Tua. "


"Bersiaplah, "


pak kyai langsung duduk bersila dengan bibir berkomat kamit membaca mantra.


Sementara Andrean duduk dengan tenang tapi beberapa detik kemudian memilih tidur dengan membaringkan tububmya.


Pak kyai yang sudah merapal sebuah mantra dengan kedua tangannya diarahkan ke tubuh Dion akan tetapi beberapa saat kemudian justru tubuh dari Pak Kyai terpental jauh ke belakang Hal itu membuat Ayah Dion yaitu Pak Rahmat dan juga Pak RT pak Rusli terkejut dan mereka juga sangat heran dengan cepat dan sigap langsung mendekati Pak Kyai dan hendak membantunya akan tetapi Pak Kyai dengan gerakan tangan menahan dan melarang Pak Rahmat dan Pak Rusli untuk membantu dirinya Karena kode larangan dari tangan Pak Kyai maka Pak Rahmat Ayah Dion dan juga pak Rusli mengurungkan niat mereka sementara itu Dion yang tadinya terbaring kini duduk sambil bicara.


" Sudah kubilang Kamu tidak akan bisa dan tidak akan mampu Pak Tua sekarang jangan ganggu diriku aku juga tidak akan sembarangan melakukan dan membunuh orang. "


"Baiklah, rahasia ini hanya kita berdua yang tahu mereka tidak tahu jika kamu sebenarnya adalah makhluk vampir yang sangat mereka takuti. '


" Tenanglah Pak tua aku tidak akan melakukan keburukan pada semua orang. "


Pak menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan kemudian Pak Kyai bangkit dari duduknya meminta kepada Pak Rahmat dan Pak Rusli untuk mendekat.

__ADS_1


" kemarilah di dalam tubuh pemuda ini ada jiwa yang lain yang bersemayam di dalamnya dan kali ini putramu bisa hidup Karena jiwa dari pemuda itu sekarang kita bisa keluar dan memberitahu kepada warga tidak ada acara pemakaman lagi. "ucap pak kyai pada pak Rahmat dan pak Rusli.


__ADS_2