Pacarku Vampir Tampan

Pacarku Vampir Tampan
Bab. 66 Andrean yang marah.


__ADS_3

Andrean yang sudah pergi dari rumah Kevin untuk mencari Alya sudah berputar berkali-kali di daerah tempat itu akan tetapi tidak sekalipun Andrean menemukan Alya di sana bahkan Kevin tidak mencium aroma keberadaannya hingga waktu menunjukkan pukul 04.00 sore.


Dimana dirinya harus segera pulang jika tidak maka ibu dan Ayah-nya Pasti akan sangat mengkhawatirkan dirinya dan hal itu pasti akan membuat Ayah dan ibunya akan banyak pertanyaan ketika dirinya datang dan pulang.


Sangat malas menjawab pertanyaan dari Ayah dan ibunya ketika mereka menginginkan jawaban Kenapa dirinya pulang terlambat dan cukup sore membuat Andrean memutuskan untuk segera pulang dikarenakan dia tidak ingin mendapatkan beberapa pertanyaan yang sudah pasti sangat Andrean tidak suka, dikarenakan Andrean tidak ingin Apa yang dia lakukan diketahui oleh siapapun untuk itu Andrean memilih untuk cepat pulang.


Setelah melihat ke sekeliling tidak ada siapapun Andrean segera terbang melesat dengan kecepatan tinggi tapi ketika Andrean terbang dalam jarak yang belum jauh tiba-tiba aroma dari Alya samar-samar tercium oleh Andrean di tempat itu.


"Aroma Alya ada disini, Aku harus melihat nya. " gumam Andrean dalam hati yang kemudian dengan cepat Andrean mulai mendaratkan kakinya kembali di atas tanah setelah menengok kiri dan ke kanan Andrean mulai berjalan dengan perlahan mengikuti aroma dari keberadaan Alya melalui Indra penciumannya,


" indra penciuman Andrean semakin kuat ketika mendekati sebuah Rumah kecil yang ternyata sebuah kedai di mana Banyak sekali orang sedang menikmati hidangan makanan yang ada di tempat itu Andrean merasa heran karena mereka yang datang ke tempat itu rela untuk berdiri menunggu dan memesan makanan untuk mereka.


"Banyak yang berdiri untuk mengantri Rupanya disini adalah sebuah Warung Makan, cukup Ramai pengunjung dan Aroma dari Alya cukup kuat disini, Aku harus mencarinya.

__ADS_1


Andrean melangkahkan kakinya maju lebih dalam dan mencari keberadaan dari Alya. tidak salah lagi semakin Andrean ke dalam aroma dari Alya semakin kuat dan Andrean sedikit terkejut ketika melihat seorang gadis sedang bangkit meninggalkan tempat itu bersama dengan ibunya.


Rupanya Alya dan Ibunya baru saja menyelesaikan makan bersama di mana kini keduanya sudah akan Beranjak Pergi dari tempat itu.


Melihat hal itu Andrean bergegas melangkah mendekati tempat di mana Alya dan ibunya akan melangkah pergi akan tetapi langkah kaki dari Andrean terhenti oleh 4 orang yang tiba-tiba mendorong tubuh Andrean sedikit ke belakang, sehingga tubuh Andrean hampir saja jatuh.


Beruntung Andrean memiliki keseimbangan tubuh yang cukup kuat, sehingga dirinya tidak jatuh dan hanya tergeser sedikit kebelakang,


Untuk itu mereka mendorong tubuh Andrean agar mereka bisa mengambil alih tempat yang akan ditempati oleh Andrean.


Merasa kesel dan sedikit geram karena dirinya tiba-tiba didorong secara bersama-sama oleh empat orang Asing yang tidak dikenal, membuat Andrean sedikit tersulut emosi sehingga tanpa sadar Andrean membentak dan memaki keempat orang yang telah mendorong tubuhnya.


Tidak bisa dielakkan lagi dan yang terjadi adalah Andrean dan keempat orang itu pun saling adu mulut dan diantara mereka tidak ada yang mengalah atau meminta maaf sehingga kegaduhan terjadi kala itu.

__ADS_1


Untuk sejenak Andrean yang tersulut emosi karena ulah dari keempat orang laki-laki yang mendorongnya membuat Andrean lupa dengan tujuannya sehingga Andrean justru melayani cacian dan hinaan serta Makian dari keempat orang yang sangat menjengkelkan baginya.


"Kuraang aajaar, apa maksud kalian mendorongku, " teriak Andrean emosi.


Sementara keempat laki-laki yang mendorong Andrean tertawa dan tersenyum miring melihat Andrean yang tersulut emosi karena perbuatan mereka satu diantara mereka langsung duduk di tempat di mana Alya baru saja meninggalkan tempat itu.


Sedangkan ketiga temannya yang lain melayani dan menanggapi segala yang Andrean lakukan kepada mereka Maka terjadilah, kekacauan dan keributan disana.


Keempat laki-laki yang mendengar teriakan dan Makian serta amarah dari antrian yang tersulut emosi hanya tertawa miring kemudian mereka bertiga bersama-sama mendekatii Andrean dengan berkaca pinggang.


"Disini lu jangan berlaga menjadi jagoan di sini di tempat umum dan kami juga berhak melakukan apapun untuk mengambil alih dari apa yang kamu inginkan karena tempat ini bukanlah milikmu, "


Andrean tersenyum miring mendengar perkataan dari keempat laki-laki yang ada di depannya, tanpa perasaan khawatir takut dan juga was-was Andrean segera menepuk-nepukkan baunya dari salah satu ke empskatsagar tidak ada yang tertinggal di sana

__ADS_1


__ADS_2