Pacarku Vampir Tampan

Pacarku Vampir Tampan
Bab. 49.Rencana Alya


__ADS_3

Dengan senyum dibibir Bu Luna bangkit mengantar Putrinya keluar dari dalam kamar, kemudian menguncinya kembali.


Bu Luna menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan, Wajahnya yang masih menyisahkan sisa-sisa kecantikan memejamkan kedua bola matanya.


Mata terpejam tubuh terbaring di Ranjang akan tetapi tidak tidur karena Bu Luna Masih memikirkan apa yang dikatakan oleh Pak Rojak kepadanya sungguh Luna tidak pernah mengerti dan memahami jika Pak Rojak berani mempertanyakan tentang Alya kepadanya.


Ada seraut kecemasan dan kekecewaan serta kekhawatiran yang kini mulai bermain di alam pikirannya.


" Bagaimana mungkin Mas Rojak bisa tahu jika Alya bukan anak dari Mas David apa yang harus aku lakukan saat ini, aku benar-benar takut dan cemas Aku tidak ingin Mas Rojak mengambil Alya dariku bagaimanapun juga Mas Rojak tidak boleh tahu jika Alya adalah anaknya.


Karena aku tidak ingin Alya mengetahui Siapa Ayah kandungnya untuk itu aku harus segera pergi dari rumah ini Meskipun aku tidak tahu harus pergi kemana dan untuk sementara Alya memang harus berhenti sekolah Aku akan bawa Alya pergi ke tempat yang jauh dan untuk sementara memang Alya tidak bisa masuk sekolah.


Aku akan mencarikan sekolah yang baru untuk Alya dan tempat itu Aku pastikan sangat jauh dan tidak akan diketahui oleh Mas Rojak karena aku tidak ingin dia dekat dengan Alya apalagi sampai Alya mengetahui jika Mas Rojak itu adalah Ayah-nya. "


Angan dan pikiran dari Bu Luna terus melayang dan berpikir bagaimana caranya dia bisa menjauhkan Alya putrinya dengan Pak Rojak yang kini menjadi pemilik rumah tempat di mana Dirinya tinggal.


Pada awalnya Bu Luna tidak mengetahui jika Rojak mengetahui tentang kepribadiannya yang sudah lama menyimpan satu rahasia tentang Siapa Ayah kandung dari Alya putrinya di mana saat itu Bu Luna memiliki seorang suami yang bernama David di antara mereka yang sering diketahui orang adalah Alya putrinya.


Tidak banyak yang tahu mengenai perjalanan dan sejarah terjadinya pernikahan antara dirinya dengan David di mana David adalah seorang laki-laki yang menderita penyakit impoten.


Sejak menikah dengan Bu Luna Pak David yang sudah divonis memiliki penyakit impoten dan mandul bisa merasakan reaksi ketika menyentuh Bu Luna akan tetapi apapun yang dilakukan tidak bisa membuat Bu Luna bisa memiliki seorang anak dan Bu Luna menikah dengan Pak David ketika dirinya sedang mengandung Alya.


ketika itu Bu Luna hendak pergi ke rumah Rojak untuk memberitahu jika dirinya sudah telat akan tetapi hati dan perasaan Bu Luna hancur ketika seorang temannya datang ke rumah memberikan surat undangan di mana Rojak akan menikah dengan gadis pilihan dari ibunya dan di antara mereka akan melangsungkan pernikahan dalam waktu satu minggu lagi hancur kesal dan kecewa semua bercampur menjadi satu.

__ADS_1


Saat itu Luna tidak lagi berkeinginan untuk pergi ke rumah Rojak apalagi memberitahu Rojak jika dirinya sudah telat dan di dalam rahimnya tumbuh benih cinta mereka.


Ketika Rojak datang dengan dingin dan Acuh Luna langsung memutuskan hubungan di antara mereka.


Saat itu pertengkaran terjadi antara Bu Luna dan Pak Rojak, di mana pak Rojak sungguh terkejut dan merasa heran dengan keputusan dari Bu Luna yang tiba-tiba memutuskan hubungan secara sepihak.


Marah kesal semua bercampur menjadi satu hingga Pak Rojak meminta alasan mengapa Bu Luna meninggalkannya dengan santai dan terang bulan mengatakan jika dirinya sudah mencintai dan menyukai laki-laki lain dan sebentar lagi dia juga akan menikah dengan laki-laki itu.


Pak Rojak tidak percaya Pak Rojak masih Keke dengan pikiran dan hatinya Jika dia salah mendengar dan Bu Luna sedang bercanda akan tetapi faktanya adalah benar.


Bu Luna melangsungkan pernikahan tiga hari setelah Pak Rojak datang ke rumahnya di mana Bu Luna sengaja meminta calon suaminya yaitu Pak David untuk segera menikahinya pada awalnya Bu Luna berbohong kepada Pak David dan tidak berkala jujur Jika dirinya sedang mengandung, akan tetapi Seiring berjalannya waktu Bu Luna yang menganggap setelah pernikahan dengan Pak David dirinya akan segera mendapatkan talak dan diceraikan setelah Pak David tau jika dirinya sedang mengandung dan karena dirinya sudah berbadan dua.


Ternyata apa yang menjadi pemikiran dari Bu Luna semua salah dikarenakan Pak David yang telah mengetahui jika Bu luna sudah berbadan dua tidak marah sedikitpun ataupun kecewa bahkan tidak ada talak ataupun perceraian di sana.


Tanpa merasa kecewa ataupun marah Bu Luna menerima semua keadaan dari Pak David Begitu juga dengan Pak David yang kala itu dengan sukarela menerima keadaan Bu Luna yang sudah berbadan dua dan dengan penuh kasih sayang merawat dan membesarkan Alya Putri semata wayang mereka meskipun diantara mereka tidak ada ikatan batin.


di dalam kamar Alya yang baru saja masuk Setelah dari kamar ibunya sedikit terkejut ketika mengetahui Kevin sudah berada di dalam kamarnya.


"Kau, kenapa kau ada disini keluarlah Aku mau beristirahat. "


"Kenapa memangnya bukan Kak Ini rumahku Dan ini juga termasuk kamarku jadi aku bisa bebas Kemanapun aku mau dan kalau aku mau juga tidur di sini tidak masalah bukan yang menumpang itu adalah kamu jadi kamu tidak punya hak untuk mengusirku karena ini adalah kamarku. "


"Kau, __

__ADS_1


" tenang Alya bukankah kita juga sudah Cukup dewasa Kamu tidur di sampingku juga boleh aku akan ajari kamu bagaimana Tidurnya yang aman nyaman dan enak, untuk kita berdua kalau mau, " tanya Kevin dengan kerling mata mengoda.


Alya yang melihat sikap dan gelagat Kevin yang dirasa sudah tidakbbagus dan tidak baik untuk dilanjutkan di mana semua sepertinya memang sudah direncanakan oleh Kevin dengan senyum terpaksa Alya berjalan mendekati Kevin Alya yang memiliki pemikiran cerdas memahami ke arah mana Kevin mengajaknya bicara.


"Benar ranjang di kamar ini juga cukup besar dan bagus memang sangat muat untuk kita berdua baiklah jika kau ingin tidur bersamaku tidak masalah.


Alya segerak naik ke atas ranjang di mana Kevin sedang duduk di atasnya dengan santai Alya menjajari Kevin yang kala itu sedang duduk menatapnya dengan pandangan mata tak percaya.


Sementara Alya mengamati wajah Kevin dari ujung kaki sampai ujung rambut dan pandangan mata Alya tertuju pada samping pinggang Kevin di mana terdapat sebuah kunci tergeletak dengan manis di sana.


Alya menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan. Alya merapatkan duduknya di samping Kevin dan tangannya menarik Wajah Kevin untuk menatapnya.


"Cukup lumayan Wajah kamu, bagaimana apa yang kamu inginkan dariku? "


Kevin ya tidak menyangka mendapatkan sikap yang terlihat cukup aneh dari Alya menatap bingung, sementara tangan Alya bergerak cepat mersih kunci yang ada di samping Kevin.


"Aku dapat, " gumam Alya dalam hati yang mana langsung turun dari Ranjang dan berjalan menuju ke pintu yang kala itu di kunci oleh Kevin.


Dengan gerakan cepat Alya membuka pintu dengan kunci yang ada di tangannya Kevin yang melihat hal itu bergegas turun berusaha menghalangi Alya akan tetapi sangat terlambat dikarenakan Alya sudah keluar dan kembali menutup pintu kamarnya dan menguncinya dari luar.


"Sial, kenapa Aku kamu kunci disini, Alya buka pintunya jangan macam-macam kau, "


Kevin terus berteriak akan tetapi Alya tidak menggubris dan tidak mendengarnya Alya tetap mengunci pintu kamarnya dari luar.

__ADS_1


__ADS_2