Pacarku Vampir Tampan

Pacarku Vampir Tampan
Bab. 13.Kesal


__ADS_3

Dengan sangat cekatan Ayah Dion segera melakukan apa yang diperintahkan oleh sang Nenek tua yang ada di rumahnya dia berharap, agar apa yang Nenek tua lakukan bisa membuat putranya cepat sembuh dan bisa bersekolah seperti biasa meskipun dalam hati Ayah Dion benar-benar merasa sangat heran dengan permintaan sang Nenek yang terlihat sangat aneh dan mistis, dimana dia meminta disediakan juga bunga tujuh rupa Ayah Dion seolah-olah mengingat sesuatu Apa yang dilakukan sang Nenek bagaikan seorang dukun.


Hal itu membuat Ayah Dion yang tadinya berbunga-bunga dan senang karena kemungkinan besar putranya bisa sembuh dari sakitnya kini harapannya menjadi Pupus dikarenakan Ayah Dion tidak percaya dengan sesuatu hal mistis yang berbaur dengan perdukunan dan sudah bisa dipastikan Apa yang dilakukan Nenek Tua itu tidak akan mendapatkan hasil apapun, akan tetapi Ayah Dion tetap melakukan apa yang diperintahkan dan diminta oleh sang Nenek, semua dilakukan hanya untuk menghargai dan menghormati usaha sang Nenek meskipun sudah bisa dipastikan semuanya akan gagal, karena tidak hanya satu dua orang yang datang sebagai seorang dukun untuk menyembuhkan putranya dan semuanya gagal tanpa ada hasil yang memuaskan, Hal inilah yang membuat Ayah Dion merasa sangat yakin jika Apa yang dilakukan oleh sang Nenek pasti juga akan gagal total.


Ayah Dion menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan bibirnya tersenyum kecut dan masam perasaan bahagia dan harapan akan bisa melihat putranya sembuh sirna sudah, dikarenakan Wanita yang ada di depannya termasuk seorang dukun yang mana sudah pasti akan gagal dalam mengobati putranya.


"Aku pikir Wanita Tua itu bisa ilmu pengobatan tapi ternyata dia tidak lebih dari seorang dukun belaka, tidak jadilah Aku menaruh harapan karena sudah bisa dipastikan semuanya akan gagal, tapi tidak apa-apa Aku akan menuruti semua yang dia minta toh permintaannya juga tidak berat, kebetulan di sekitar rumah banyak sekali bunga sehingga sangat mudah mencari bunga tujuh rupa. " desis Ayah Dion bermonolog sendiri.


Sambil memetik beberapa bunga yang diminta oleh sang Nenek Ayah Dion terus berdoa dalam hati agar Putranya diberi kesempatan untuk hidup seperti pada umumnya.

__ADS_1


Setelah merasa semua yang diminta Sang Nenek sudah siap Ayah Dion segera pergi kembali masuk ke dalam Rumah dan berjalan menuju kamar Dion.


Ketika Ayah Dion membuka pintu dan berniat untuk memanggil Sang Nenek, Ayah Dion ingat dengan pesan yang Nenek Tua itu katakan jika dirinya melihat Sangat Nenek seperti tidur tidak boleh di ganggu atau dibangunkan, harus menunggu hingga Nenek itu bangun sendiri dan diminta untuk meletakkan semua yang dia pesan diatas meja.


Ayah Dion segera meletakkan baskom berisi Air hangat dengan ditutup kain dan baskom berisi Air dingin dengan bunga tujuh rupa, kemudian dengan perlahan-lahan meninggalkan tempat itu keluar dari kamar.


Menunggu di ruang tamu duduk dengan santai setelah pergi kedapur untuk mengoreng singkong yang ternyata sudah istrinya siapkan di dapur singkong rebus agar rasanya masih enak dan hangat makan Ayah Dion berinisiatif untuk mengoreng singkong sambil menunggu sang Nenek untuk ikut menikmati cemilan makan singkong bersama, Ayah Dion yakin Apa yang dilakukan sang Nenek adalah sia-sia untuk itu Ayah Dion yang mengetahui istrinya merebus singkong dan melihat sang Nenek sedang tidur maka Ayah Dion memutuskan untuk menggoreng singkong dia yakin Setelah matang dan setelah nenek bangun mereka akan menikmati makan bersama untuk melepaskan kekecewaan yang ada karena bagaimanapun juga Ayah Dion pasti kecewa karena Sangat Nenek yang sudah pasti gagal dalam mengobati Putranya.


Hampir 20 menit Ayah Dion menunggu sang Nenek bangun dan keluar dari pintu kamar Dion akan tetapi sampai waktu berlalu pintu kamar Dion tetap tertutup dan sang Nenek tidak keluar dari dalam kamar, membuat Ayah Dion merasa khawatir dan was-was, untuk itu Ayah Dion memutuskan untuk segera masuk ke dalam kamar dan melihat keadaan sang Nenek yang kala itu sedang tertidur dan juga melihat keadaan putranya, khawatir jika terjadi sesuatu yang buruk dan tidak dia inginkan di dalam kamar dikarenakan permintaan dari sang Nenek sungguh sangat aneh dan hal itu sangat kental dengan kegiatan perdukunan, karena ada bunga tujuh rupa seandainya sang Nenek tidak meminta bunga tujuh rupa mungkin Ayah Dion tidak akan berpikir jika Nenek itu adalah seorang dukun karena sang nenek meminta bunga 7 rupa maka Ayah Dion yakin Nenek itu adalah seorang dukun, khawatir Nenek yang diajaknya bukan orang baik-baik dengan cepat Ayah Dion masuk ke dalam kamar putranya.

__ADS_1


Sangat terlihat jelas jika Ayah Dion begitu was-was khawatir dan terburu-buru akan tetapi ayah Dion yang ingat akan pesan sang nenek agar tidak membangunkan dirinya maka Ayah Dion membuka pintu dengan sangat perlahan-lahan dan penuh dengan hati-hati agar suara dari derit pintu yang terbuka tidak mengganggu sang nenek yang sedang tidur dan Alangkah terkejutnya Ayah Dion ketika pintu sudah terbuka dan melihat sang Nenek sudah berdiri di depan kedua baskom, yang satu berisi air hangat dengan kain di atasnya dan satu berisi air dingin dengan bunga 7 rupa di dalamnya.


"Duduklah, jangan berdiri di pintu dan tutup kembali pintunya,"


lagi-lagi suara dari sang Nenek membuat Ayah Dion merasa sangat terkejut karena tanpa menoleh ke belakang dan melihat mengetahui keberadaan Ayah Dion sedangkan Ayah Dion sudah berusaha membuka pintu dengan sangat pelan bahkan tiada bunyi sedikitpun akan tetapi rupanya telinga sang nenek yang sangat tajam mendengarnya sehingga dia mengetahui keberadaan dari ayah Dion di dalam kamar itu.


"Oh, iya Nek, apa ada yang bisa Aku bantu? "


"Duduk saja AKU bisa sendiri, "

__ADS_1


Dalam hati Ayah Dion mengumpat karena sang Nenek ternyata memiliki sifat egois juga di mana dia merasa paling bisa dan sanggup serta tidak mau mempercayakan pada orang lain Meskipun orang itu tidak akan memiliki niat buruk ataupun Merugikan dirinya


__ADS_2