Pacarku Vampir Tampan

Pacarku Vampir Tampan
Bab 7 Tidak percaya


__ADS_3

Panglima Besar kerajaan Panglima satu beserta beberapa pembesar yang lain sudah mempersiapkan segala sesuatu yang akan digunakan untuk menjadi alat dari pelemparan Pangeran Andrean Tivanius dengan cermin Ajaib semua sudah selesai dan semua sudah siap kini Pangeran Andrean Tivanius maju ke depan berdiri tepat di hadapan sebuah papan kayu setinggi 1 Meter.


Tepat dibelakang kayu yang terdapat sebuah cermin yang sangat besar dengan tinggi dua Meter dengan sekeliling kaca berwarna kuning keemasan.


Cermin ini masih berwarna gelap dari luar pertanda belum terbuka tutup perisainya, semua yang menyaksikan berdebar-debar begitu juga dengan Ratu Agung Dewi Wardani dan Raja Agung Victor Antonius diantara mereka tidak ada satupun yang bicara bibir terkatup rapat dengan pandangan mata tidak berkedip, pandangan lurus kedepan, mereka tau jika perisai terbuka maka Pada saat itulah tubuh Pangeran Andrean Tivanius akan terlempar dengan sendirinya dengan terbang melewati papan kayu setinggi satu meter dan dalam sekejap saja tubuh dari Pangeran Andrean Tivanius akan menghilang dari pandangan.


"Bagaimana, apa Pangeran sekarang sudah siap? "


"Iya, Pamam Aku sudah siap, lakukanlah tugas kalian, "


"Pangeran Paman minta maaf karena tidak bisa membantu dan menolong Pangeran."


"Tidak apa-apa Paman, do'akan saja Aku mampu melewati semua ini, "

__ADS_1


Setelah mendengar Pangeran Andrian Tivanius merasa sudah siap pembesar kerajaan Panglima satu segera mundur kemudian kedua tangannya mulai merapal sebuah mantra dan dalam hitungan menit perisai penutup bergerak Naik keatas seperti kelambu yang sedang ditarik.


ketika perisai bergerak naik ke atas dan terbuka sedikit demi sedikit Ratu Agung Dewi Wardani berteriak dengan sangat keras membuat panglima kerajaan menghentikan kegiatannya dan terputus lama mantra yang dia rapalkan sehingga perisai cermin ajaib yang tadinya sudah terbuka sekitar 2% tertutup kembali dengan sendirinya,


"Tunggu...!


Setelah pembesar Panglima kerajaan vampir menghentikan kegiatannya Ratu Dewi Wardani segera terbang melesat menghampiri putra mahkota yang kala itu sudah berdiri menghadap ke arah cermin ajaib di dekat papan kayu yang ada di depannya.


Pangeran Andrean Tivanius juga merasa sangat heran dan terkejut karena tiba-tiba Ratu Agung dewardani menghentikan jalannya kegiatan untuk hukuman sang Pangeran.


" tanpa bicara apapun Ratu Agung Dewi Wardani segera melepaskan satu cincin yang ada di jari manisnya kemudian diberikannya kepada pangeran Andrian tivanius,


" Cincin ini akan selalu melingkar di jarimu dan akan menjadi tanda serta bukti jika kamu adalah Putraku Pergilah pangeran dan Ibu Ratu akan selalu menunggu kepulanganmu di sini. "

__ADS_1


"Trimakasih Ibu Ratu, "


Ratu Agung Dewi Wardani segera Kembali ke tempat asal mula ketika selesai memberikan cincin bermata biru miliknya kepada Pangeran Andrean Tivanius.


Panglima penasehat kerajaan kembali berapa mantra untuk membuka perisai dari kaca cermin naga ajaib dan pameran Andrean tivanius sudah siap di depannya,


kembali perlahan-lahan perisai dari kaca cermin ajaib terbuka sedikit demi sedikit dan ketika kaca perisai pelindung dan penutup dari kaca cermin ajaib sudah mencapai setengah dari kaca cermin ajaib tiba-tiba tubuh Pangeran tatius bergetar dengan sangat hebat semua disaksikan oleh para prajurit dan juga para rakyat serta Ibu Ratu dan juga Raja Agung Victor Antonius yaitu ayah dari pangeran andriantivarius di mana mereka juga sangat terkejut dengan apa yang terjadi dengan pangeran Andrian Tifa di mana hal itu tidak pernah terjadi pada siapapun sebelum pelemparan.


bagaikan magnet mantra naga bumi Raja Agung Victor Antonius yang merasa sangat heran dan juga cemas bermaksud untuk terbang melesat menemui putra mahkota yang dirasa membutuhkan pertolongan dan bantuan darinya di mana tubuh Pangeran Andrean Tivanius bergetar dengan sangat hebat kemudian tubuh itu terangkat ke atas kemudian terjatuh ke bawah dan detik berikutnya membuat Pangeran Andrean Tivanius terangkat kemudian terbang melesat menembus kaca Cermin Ajaib.


Semua yang melihat berteriak dengan sangat histeris, mereka tidak menyangka jika pelemparan dengan kaca cermin ajaib terjadi berbeda dengan pelemparan pada salah satu pembesar kerajaan yang kala itu juga melakukan kesalahan di pelemparan kedua ini tubuh Pangeran Andrean Tivanius bergetar dan jatuh terbanting ke tanah kemudian langsung terbang melesat menembus kaca cermin ajaib dan hilang dalam sekejap mata.


"Pangeran...!

__ADS_1


Ratu Agung Dewi Wardhani berteriak dengan sangat histeris ketika tubuh Putranya menghilang dari pandangan mata, tidak lama kemudian tubuh dari Ratu Agung Dewi Wardani Limbung dan pada detik selanjutnya Ratu Dewi Wardani jatuh pingsan.


semua menjadi panik dan keadaan lapangan alun-alun menjadi sangat kacau di mana semua segera berhamburan berlari naik ke atas tempat di mana pangeran Andrean tiffanus menjalani hukuman mereka mencari keberadaan pangeran andreaktifanius yang tiba-tiba sudah terlempar dari Raja cermin ajaib bahkan gajah cermin ajaib sudah kembali tertutup perisai berwarna gelap yang mana sudah tidak lagi memiliki fungsi apapun sementara penasehat kerajaan 1 yang selalu menggunakan dan berapa mantra untuk menutup dan membuka kaca dari cermin ajaib juga merasa keheranan dengan apa yang terjadi dengan Hal itu membuat dirinya tidak percaya dan kemudian mencoba melihat dari segi lain


__ADS_2