Pacarku Vampir Tampan

Pacarku Vampir Tampan
Bab. 43.Jalan menuju Rumah Alya


__ADS_3

Rio Yang merasa heran terus bermonolog sendiri dan berpikir apa yang membuat dirinya melihat tiba-tiba di kertas buku jawabannya sudah terjawab semua soal-soal yang belum Rio jawab dan yang mengherankan jawaban semuanya terlihat sangat benar.


Andrean yang menyadari sahabatnya merasa keheranan dengan apa yang sudah terlihat tidak mau ambil pusing Andrean hanya duduk dengan santai sambil sesekali melihat keluar halaman sekolah di mana Banyak di antara para Siswa-siswi yang sudah berhamburan keluar dari dalam kelasnya mereka sudah pulang lebih dulu berbeda dengan kelas Andrean yang sampai saat ini belum dipulangkan dikarenakan ada beberapa teman Andrean yang belum selesai mengerjakan tugas soal yang diberikan oleh Pak Guru Haris kepadanya dan Pak Guru Haris kali ini memberikan tambahan waktu 10 menit untuk mereka otomatis jam waktu pulang pun akan sedikit terlambat.


"Bagaimana, apakah sudah selesai semua Waktunya sudah habis dan silakan dikumpulkan, "


Dengan sedikit tergesa-gesa dan suara Riuh dari beberapa siswa yang belum selesai mengerjakan mereka bergegas mengerjakan dan ada yang langsung bangkit dan memberikan buku jawaban kepada Pak Guru Haris dan menumpuknya di atas meja.


Dalam sekejap suasana kelas yang sudah ramai kini Hening seketika ketika seluruh siswa sudah mengumpulkan buku jawaban mereka dan menumpuk di depan meja pak guru Haris.


"Baiklah sekarang kita berdoa dan pulang. "


Semua Siswa-siswi sudah berhamburan keluar setelah mereka berdoa dan mengucapkan selamat siang kepada Pak Guru Haris, jam pulang sudah sangat sepi di mana anak-anak dari kelas yang lain sudah pulang terlebih dahulu dan hanya kelas Andrean yang tergolong terlambat dikarenakan pak guru Haris memberikan tugas yang cukup berat dan membutuhkan waktu yang lama untuk menjawab semuanya .


Rio menunggu Andrean di parkiran motor di mana Andrean akan berboncengan dengan Rio karena Andrean tidak bisa mengendarai motor ketika itu sehingga Andrean berangkat ke sekolah bersama dengan Rio dengan Naik di boncengan motor Rio.


merasa sedikit heran dan juga aneh karena sudah menunggu hampir 10 menit Andrian juga belum keluar sementara dirinya tadi melihat antrian sudah keluar kelas bersama dengan yang lain.


"Kemana Andrean kenapa dia belum muncul juga, Mau sampai kapan Aku menunggu si Andrean ini, sebenarnya kemana sih anak itu apa jangan-jangan Anak itu lagi berduaan bersama dengan Sari atau dengan yang lain sepertinya anak-anak Yang lain sudah pulang lebih dulu, Bagaimana mungkin Sari bersama dengan Andrean ini sungguh sangat menyebalkan kalau aku tinggal apa kata Bu Anjar Nantii, jika aku tunggu pusing kepalaku karena aku harus mengantuk menunggunya." gumam Rio dalam kekesalan hatinya.


"Buugh..!


sebuah pukulan mendarat di punggung Rio dengan tiba-tiba Hal itu membuat Rio yang sedang duduk melamun dengan pikiran tidak karuan menjadi terkejut Sontak saja Rio langsung menoleh ke belakang di mana ternyata Andrean sudah berdiri di belakangnya sambil tersenyum.


"Andrean lama sekali sih, memangnya kamu habis dari mana? "


Rio yang sudah tidak bisa menahan rasa penasaran dan juga kekesalan yang ada di dalam hatinya langsung bertanya kepada Andrean yang kala itu sudah Naik ke atas motor boncengan Rio.


"Sudah Ayo jalan jangan bertanya Yang aneh-aneh, "


"Ciiih, pertanyaan yang Aneh bagaimana Aku menunggumu dari tadi kamu tidak nongol-nongol juga sekarang setelah nongol aku tanya Kenapa kamu bilang aneh yang aneh itu kamu sudah tahu Temannya menunggu sampai jamuran seperti ini masih saja kamu bersikap sok tak bersalah."

__ADS_1


Andrean tertawa renyah ketika Rio sedang marah-marah kepadanya seolah-olah Andrean memang tidak memiliki salah sedikitpun bahkan dengan santai dan tenangnya Andrean mengatakan hal yang sungguh semakin membuat Rio kesal dan geram.


"Tau arah jalan Rumahnya Alya tidak? "tanya Andrean dengan tiba-tiba.


Rio yang kala itu melajukan motornya sedikit heran dan terkejut dengan pertanyaan dari Andrean di mana dirinya yang bertanya belum dijawab kini Andrean justru balik Bertanya kepadanya dan hal bodoh yang Rio lakukan justru dia tanpa sadar memberikan jawaban yang sedang Andrean tanyakan.


"Tentu saja tau, memangnya kenapa? "jawab Rio masih dengan nada kesal.


Andai tidak mengingat jika Andrean mengalami sakit Hilang Ingatan mungkin Rio tidak akan bersikap sebaik dan semanis ini terhadapnya di mana Andrean sebenarnya sangat menyebalkan dan juga menjengkelkan dirinya.


Andrean mengulum senyum kemudian menganggukkan kepala Rio bisa melihat lewat kaca spion yang ada di di sampingnya.


" Bisa antar Aku ke arah tempat Alya tinggal Aku ingin bertemu dengannya, "


" Mau ngapain bukankah tadi sewaktu istirahat kamu mencarinya Apakah kalian belum bertemu dan Apakah kamu tidak bisa menemukannya? "Tuh kan, apa aku bilang kamu tidak akan bisa menemukan Alya, karena kamu hilang ingatan dan kamu tidak tahu Alya berada di kelas mana tapi jika saat ini kamu menginginkan untuk mengetahui arah jalan ke rumah Alya Baiklah tidak ada masalah aku akan mengantarmu ke arah jalan di mana rumah Alya, Bahkan Aku akan Tunjukkan kepadamu Alya tinggal di mana Dengan senang hati."


"Wah, baik sekali kamu, ayolah cepat Aku sudah tidak sabar, "


"Syarat, maksudnya syarat apa?


" Kenapa kamu ingin bertemu dengan Alya Kenapa kamu ingin lewat di jalannya dan mengetahui jalan tempat rumah Alya Apakah jangan-jangan kamu punya hati dan perasaan sama Alya?


Andrean tertawa lebar mendengar perkataan dari Rio temannya.


" Bagaimana ya? Alya itu kan pacar aku tentu saja Aku memikirkannya, dia itu pacarku dan calon istriku jadi aku ingin mengetahui di mana arah tempat tinggalnya agar aku bisa mudah ke tempatnya jika aku menginginkan sewaktu-waktu ingin bertemu."


"Isshh, Andrean play boy sekali sih lo jadi cowok, kemarin lo pacaran sama si Sari sekarang llo bilang sedang pacaran sama Alya Apakah semua cewek ingin kamu pacari?" Astagah yang benar saja kamu itu Andrean benar-benar cowok Play Boy kamu itu, padahal Sari tadi mencarimu dan ingin bertemu denganmu ternyata kamu malah memikirkan cewek lain dan ingin mendapatkan cewek itu benar-benar keterlaluan. " sunggut Rio dengan wajah sangat kesal dan geram karena Entah mengapa Rio yang memiliki hati dan perasaan kepada Sari menjadi merasa sangat kasihan dan iba dengan gadis yang ternyata sama Andrean diduakannya bahkan Andrean sedang memikirkan wanita lain.


Andrean yang tidak mengerti maksud dari ucapan Rio hanya menaikkan satu alisnya sambil menatap heran pada Rio yang tiba-tiba marah dan mengatakan dirinya Play boy, sementara Andrean sendiri tidak tau mengapa dirinya dikatakan Play Boy bahkan Andrean tidak mengenal Nama Gadis yang baru saja Rio sebutkan, meskipun Andrian menatap wajah Rio melalui kaca spion motor yang ada di depannya.


"Sari itu siapa? "

__ADS_1


Rio yang mendengar pertanyaan dari Andrean membulatkan kedua bola matanya dan menatap tajam melirik ke arah spion di mana Andrean sedang menatapnya juga lewat kaca spion, Rio menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan sangat kasar


" Apakah kau sungguh tidak mengingat Sari Sari itu adalah gadis yang pernah kamu tembak."


"Apa? " serius lo, Aku pernah Nembak Sari terus bagaimana keadaannya apa lukanya parah Astaga ternyata Aku sejahaat itu ya!? "


Rio yang mendengar perkataan dari Andrean mendengus kesal antara marah dan juga geli karena Andrean berfikir jika dirinya menembak Sari dengan sebuah senjata yang mana akan mengakibatkan luka pada Sari, sementara Andrean tidak memahami jika maksud dari menembak adalah mengungkapkan rasa cinta kepada Sari, lagi-lagi Rio harus memberikan penjelasan yang sangat memuakkan di mana dia harus mengatakan jika dulu Andrean sebelum dia mengalami sakit Hilang Ingatan sudah mengungkapkan rasa cinta kepada Sari dan diantara mereka sudah ada hubungan kekasih.


"Andrean, Kebanyakan orang yang sakit Hilang Ingatan dia akan tetap ingat satu nama dari orang yang sangat dia cintai dan dia sukai tapi kenapa dirimu Sungguh berbeda, kenapa dirimu sungguh aneh dan juga sangat lain daripada yang lain dimana kamu sama sekali tidak mengingat Sari Bahkan kamu tidak mengenal Sari, apa kamu lupa Sari itu adalah pacar kamu sebelum kamu sakit Hilang Ingatan apa kamu lupa kamu mengatakan cinta padanya dan Sari menerimanya dan sekarang Diantara Kalian ada hubungan cinta itu yang terjadi di antara kalian. " ucap Rio memberikan penjelasan meskipun hatinya sangat merasa sedih dan kesal dikarenakan diam-diam Rio juga memiliki hati dan perasaan kepada Sari akan tetapi hati Sari yang memang sudah mencintai Dion yang tidak lain adalah Andrean membuat Rio sudah pasti hanya menyimpan perasaannya di dalam hati karena Sari tidak akan pernah tahu dan Sari tidak juga pernah akan mau menjadi kekasihnya.


" Benarkah seperti itu tapi aku tidak mencintainya aku sudah punya kekasih dan aku tidak akan mencintai gadis lain selain Alya Aku mencintai Alya dan Alya adalah kekasihku. "


"Astaga Andrean, Bagaimana kamu bisa berbuat seperti itu kasihan sari teganyz sari kan pacar kamu kenapa sekarang kamu justru pacaran dengan Alya lebih baik kamu putuskan Aliya dan kamu kembali pada Sari kasihan Sari karena dari tadi Sari sangat mencarimu dan dia sangat mencintaimu sepertinya hati Sari benar-benar untukmu. "


Entah mengapa tiba-tiba Andrean mendengar perkataan dari Rio tertawa lebar Hal itu membuat Rio merasa heran dan kembali bertanya pada Andrean.


"Apa ada yang lucu, kenapa kamu justru tertawa? "


Andrean menepuk-nepuk kecil punggung Rio yang kala itu sedang mengemudikan motornya dengan suara yang sedikit lirih akan tetapi tidak terlalu lirih Andrean menjawab apa yang Rio tanyakan.


" Kenapa kamu harus membohongi hatimu sendiri Jika kamu mencintai Sari Seharusnya kamu kejar dia Kenapa kamu biarkan dia bersama dengan orang lain Bukankah kamu sangat mencintai Sari kejarlah dia katakan Jika kamu mencintainya dan tunggu jawabannya, "


Rio yang tidak menyangka jika Andrean akan mengatakan hal itu sedikit mendelik dan heran.


"Kamu itu bicara apa, jangan bicara omong kosonglah, "


"Hmmm, kamu itu mencintai Sari kan kenapa cuma disimpan saja bilang saja terus terang padanya, "


"Issh, Anak hilang ingatan ini kenapa bisa tau Aku suka pada Sari, " gumam Rio bermonolog sendiri.


"Hahaha, Tentu saja aku tahu Rio karena kamu sangat terlihat jelas jika menyukai Sari Sudahlah jangan bertanya tentang hal itu nanti akan aku bantu Bagaimana kamu bisa mendapatkan Sari oke sekarang bantu aku mengetahui Di mana rumah Alya karena aku ingin tahu Alia tinggal di mana, "

__ADS_1


Rio menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan tanpa bicara Rio langsung melajukan motornya lebih kencang dari biasanya dia berpikir Andrean akan merasa takut dan berpegangan dengan erat akan tetapi dugaannya ternyata salah karena Andrean ternyata duduk dengan santai dan tenang bahkan tidak terlihat sedikitpun wajah ketakutan di wajahnya ketika Rio melirik ke arah kaca spionnya.


__ADS_2