Pacarku Vampir Tampan

Pacarku Vampir Tampan
Bab. 22.Bicara dengan kekuatan batin


__ADS_3

Seolah-olah tidak mendengar seruan dari Pak Rusli dan juga pak Rahmat Ayah Dion, Pak Kyai menatap nanar ke tubuh Dion yang kala itu masih terbaring sungguh pak Yai melihat bibir Dion bergerak dan mengeluarkan suara meskipun kedua bola matanya belum terbuka.


Karena tidak mendapatkan jawaban apapun dari Pak Kyai, Pak Rahmat dan Pak Rusli menggoyangkan tangan pak Yai.


"Pak yai ada apa katakan pada kami? "


Ayah Dion yaitu Pak Rahmat benar-benar merasa sangat was-was khawatir dan juga cemas dengan apa yang dilihat oleh Pak Kyai karena sebagai seorang muslim Pak Rahmat menjadi sangat ketakutan jangan-jangan putranya menampakkan suatu aib yang sangat memalukan.


Dimana bisa membuat beberapa orang akan menggunjing dirinya mungkin pernah melakukan suatu kesalahan Ataupun dosa yang tidak diampuni sehingga ketika dirinya sudah mati dan hendak dikafani maka azab diterimanya sungguh Pak Rahmat benar-benar merasa sangat cemas bahkan bibirnya bergetar dan berdoa dalam hati.


Semoga apa yang dilihat oleh Pak Kyai tidak di sebarkan kepada warga umum atau semoga yang dilihat Pak Kyai bukan hal yang sangat buruk dan memalukan.


"Benar, Pak Yai tolong katakan pada kami apa yang terjadi mengapa Pak Yai tiba-tiba melompat mundur apa yang pak Yai lihat? "


Pak Rusli yang juga sangat kepo dan penasaran dengan apa yang dilihat oleh Pak Kyai bertanya dan mendesak agar pak Yai mau menjelaskan apa yang sedang terjadi.


"Tolong Pak Yai, jangan diam saja Apakah Putraku menunjukkan sesuatu yang sangat mengerikan dan sesuatu yang sangat tidak baik untuk dipandang pak Yai, Jika seperti itu adanya saya sebagai Ayah dari Dion almarhum Putra saya, dengan kerendahan hati saya memohon kepada Pak Kyai agar Pak Kyai tidak menceritakan hal ini kepada banyak warga di luar sana karena saya sangat malu dengan semua ini semoga Pak Kyai mau mengabulkan permintaan saya." ucap Pak Rahmat dengan penuh harap.

__ADS_1


"Tenanglah tidak terjadi apa-apa kalian duduk saja dan tidak perlu lagi kain kafan ini, simpan saja atau bakar saja Nanti, "


"Apa maksudnya, apakah kain kafan ini sudah tidak dibutuhkan lagi? "


Merasa sangat bingung dan aneh dengan apa yang dikatakan oleh Pak Kyai Pak RT Rusli bertanya dengan sangat cepat dan antusias karena di mana-mana yang namanya orang sudah tidak ada itu pasti akan dimandikan dan ddikafani, akan tetapi Mengapa untuk jenazah dari almarhum Dion putra dari Pak Rahmat, Pak Kyai justru meminta agar kain kafan itu dibakar atau dibuang Itu artinya sudah tidak dipergunakan lagi dan hal itulah yang menjadi pertanyaan dari Pak RT Rusli karena merasa aneh dan penasaran dimana dirinya sendiri juga melihat suatu keanehan yang ada dalam tubuh Dion yang tanpa sengaja dia melihat tangan Dion seolah-olah sedang bergerak.


"Lakukan saja apa yang menjadi perintahku untuk sementara dan untuk pertanyaan-pertanyaan kalian yang belum ada jawabannya tunggulah dan Bersabarlah kalian boleh duduk di pojok ruangan jangan mengganggu ataupun jangan bertanya, apabila kalian melihat sesuatu hal yang aneh Diam dan perhatikan saja karena belum waktunya Aku memberikan penjelasan kepada kalian apakah kalian mengerti dan Aku harap kerjasamanya agar semuanya bisa dengan cepat jelas dan terselesaikan. "


Pak Rahmat ayah dari Dion menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan kepalanya mengangguk mendengar nasehat dan juga penjelasan dari Pak Yayi Begitu juga dengan Pak RT Rusli yang tadinya bertanya-tanya akhirnya memahami dan diam mereka berdua memilih duduk di pojok ruangan sambil memperhatikan Apa yang dilakukan oleh Pak Kyai.


Perlahan-lahan pak Yai melihat sebuah bayangan keluar dari dalam tubuh Dion duduk di depan Pak Kyai yang tentu saja bayangan itu tidak bisa disentuh ataupun berbentuk secara nyata dan hanya Pak Kyai yang bisa melihatnya, sementara untuk Pak Rahmat Ayah dari Dion dan Pak Rusli sebagai RT warga desa situ tidak bisa melihat dan juga tidak bisa mendengar.


"Aku berada dimana dan kamu siapa mengapa ada didepan ku? "


"Justru Aku yang ingin bertanya kamu itu siapa dan mengapa berada di jasad Nak Dion, Aku tau kamu ini bukan Nak Dion, sekarang katakan siapa kamu darimana asalmu dan mengapa masuk ke dalam jasad Wargaku, "


pak Yai bisa melihat senyuman tersungging dari sosok bayangan yang duduk di depannya kemudian bayangan itu bangkit dan kembali membalikkan badan dengan berdiri membelakangi Pak Kyai.

__ADS_1


Aku putra mahkota dari kerajaan Vampir Namaku Pangeran Andrean Tivanius Aku mendapatkan hukuman terlempar dari kaca cermin Ajaib dan satu kunci cahaya merah milikku masuk dalam tubuh pemuda ini, di mana cahaya merah ini memiliki kekuatan yang bisa membuat siapapun akan bisa hidup kekal abadi akan tetapi dia tidak bisa menjadi manusia normal seperti layaknya manusia yang lain, karena dia memiliki dua kekuatan dan dua energi serta dua elemen yang berbeda di satu sisi dia akan bisa menjadi dirinya sendiri tapi di sisi lain akulah yang menjadi penguasanya."


"Apa itu artinya kehidupan dari Pemuda ini bisa kembali berjalan normal tapi dirimu yang menguasainya dan bagaimana dia bisa kembali seperti asal mula memiliki kehidupan sendiri tanpa dirimu yang menguasai, '


"Benar Aku yang akan menguasai Tubuh dari pemuda ini dan dia bisa terbebas dan lepas apabila tubuh ini bisa menelen pil hitam ber mutiara emas tapi itu sangat sulit dan sampai saat ini belum ada yang mendengar keberadaan dari pil hitam ber mutiara emas konon itu pil milik Raja Langit yang jatuh kebumi.


" lalu apa yang terjadi jika pil hitam ber mutiara emas tidak kalian dapatkan? "


"Selamanya jiwaku terkurung disini dan selamanya pemuda ini tubuhnya Aku kuasai. "


"Apa tidak ada cara lain, "


"Aku belum tau, sudah waktunya Aku bangun. "


Sosok bayangan yang membelakangi Pak Kyai segera melesat masuk ke dalam tubuh Dion untuk beberapa saat Semua terlihat biasa saja dan Hening tapi pada menit berikutnya tubuh Dion bergerak kemudian kedua bola matanya terbuka dan secara perlahan-lahan dia duduk dari tempatnya terbaring.


Apa yang dilakukan oleh tubuh Dion membuat Pak RT Rusli dan Pak Rahmat Ayah Dion terkejut hingga mereka Langsung bangkit berdiri dan hendak melangkah mendekati Dion, akan tetapi tangan dari Pak Kyai yang memberikan satu aba-aba dengan gerakan isyarat Di mana mereka menyadari jika mereka tidak boleh maju ataupun mendekat sehingga Pak RT Rusli dan juga Pak Rahmat Ayah Dion kembali mundur ke belakang dan duduk kembali di tempatnya, ingin bertanya akan tetapi mereka tahan dikarenakan Pak Kyai sudah melarangnya dalam bahasa isyarat tangan di taruh di depan mereka seperti orang yang sedang menyetop kendaraan.

__ADS_1


__ADS_2