Pacarku Vampir Tampan

Pacarku Vampir Tampan
Bab. 37.Kecewa Hati


__ADS_3

Andrean mendengarkan dengan seksama semua perkataan dan ucapan dari Rio dia mengatakan Nama Gadis itu adalah Alya kemudian Rio juga mengatakan jika Alya berbeda kelas dengan dirinya serta Rio menantang Andrean Apakah dia akan datang dengan membawa keberhasilan bisa menemukan Alya dan meminta maaf padanya ataukah datang dengan membawa kegagalan di mana sama sekali Andrean tidak akan bisa menemukan dan meminta maaf kepada Alya.


"Baiklah Aku pergi dulu kamu tunggu disini dan lihat apakah Aku akan datang dengan kegagalan, ataukah Aku akan datang dengan keberhasilan, " ucap Andrean dengan senyum dibibir dan dengan Wajah tenang


Rio yang mendengarkan perkataan dari Andrean hanya manggut-manggut, mengiyakan semua yang Andrean katakan.


Meskipun Rio tidak yakin Andrean akan mampu menemukan Alya di kelas yang berbeda dimana, Alya dan dirinya berbeda kelas selain itu Andrean yang memiliki sakit hilang ingatan mana mungkin bisa menemukan Andrean dengan mudah, bahkan untuk sebuah permen kopiko warna coklat saja Andrean lupa dan tidak ingat menganggap jika Permen itu obat dan sangat berbahaya sehingga dirinya langsung melemparkan permen yang akan dimakan oleh Alya.


Rio menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan, kemudian menggelengkan kepalanya dengan perlahan.


"Andrean Andrean sok bisa dan berani saja dirimu itu, "lirih Rio ketika Andrean sudah pergi meninggalkan dirinya sendiri di tempat itu.


Rio melangkah kembali masuk ke dalam kantin karena merasa perutnya juga lapar dan ingin membeli beberapa makanan untuk menggisi perutnya yang lapar.


Sampai dikantin Rio merasa terkejut ketika Tika dan Santi menyerbunya dengan beberapa pertanyaan yang membuat Rio bingung untuk menjawabnya.


"Hai Rio, mana Dion maksudku Andrean kenapa kamu tidak bersamanya? "


Rio tidak langsung menjawab pertanyaan dari Tika yang kala itu sedang menanyakan Andrean kepadanya akan tetapi Rio justru mengenyitkan dahinya merasa heran dan juga aneh karena kedua gadis yang ada di kantin justru mempertanyakan Andrean yang tidak ada di sampingnya.


" Mengapa menatapku seperti itu dimana Andrean bukannya menjawab malah menatapmu seperti itu tetapanmu itu horor Rio, "ucap Tika dengan Wajah kesal, karena Rio bukannya menjawab pertanyaan akan tetapi justru menatap dirinya dengan pandangan mata yang terlihat sangat aneh dan mengherankan Hal itu membuat Tika merasa sangat kesal dan geram.


Sementara Santi yang berada di samping Tika hanya mengulum senyum, Santi sangat memahami mengapa Tika begitu mencari Dion yang tidak lain adalah Andrean semua karena Tika sudah dari awal mulai memiliki perasaan kepada Andrean untuk itu beberapa kali sahabatnya Tika selalu mencari Andrean sepertinya hari-hari Tika akan menjadi kelabu jika tidak melihat Andrean di dekatnya.


Tika yang melihat Santi mengulum senyum langsung mendelik ke arah Santi dan Hal itu membuat Santi semakin terkekeh dikarenakan Tika sahabatnya terlihat sungguh sangat lucu dan menggemaskan jika sedang jatuh cinta benar-benar sangat bingung dan resah apabila tidak bertemu dengan Pujaan hatinya.


"Santi..! apaan sih lo senyum senyum begitu ngeledek ya? "bentak Tika yang merasa tersinggung karena temannya tersenyum seolah-olah sedang mencibir mereka


Santi menarik napas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan, Santi menggelengkan kepalanya dengan sangat kuat berharap sahabatnya tidak salah paham dan juga tidak berprasangka buruk kepadanya di mana sesungguhnya Santi memaklumi Apa yang dirasakan oleh Tika sahabatnya karena seperti itulah yang namanya orang sedang jatuh cinta dan dimabuk Cinta.


"Jika tidak menggapa Senyum senyum begitu bikin orang jadi merasa gimana begitu, " sunggut Tika pada Santi.


Rio yang melihat dua orang itu sedang berdebat beradu mulut kesempatan itu Rio gunakan untuk pergi membeli makanan kemudian menyingkir dari tempat itu secara diam-diam.


Apa yang dilakukan Rio ternyata tidak lepas dari pandangan mata ketika yang kala itu sedang melirik ke arahnya dengan cepat tangan tidak langsung meraih pergelangan tangan Rio Yang mana membuat langkah dari Rio terpaksa berhenti dikarenakan pegangan tangan dari tiga cukup kuat.


"Berhenti..! kamu mau kemana kamu belum menjawab pertanyaan Aku jawab dulu baru pergi. "


"Astaga Tika lepasin taganmu seragam ku bisa Robek Nanti? "


"Peduli, sekarang Katakan padaku di mana Dion berada, maksudku di mana Andrean Aku ingin bertemu dengannya, Aku ingin bicara dengannya, " seru Tika pada Rio yang hanya bisa mengangkat satu Alis matanya keatas , karena gadis yang ada didepannya sungguh sangat keras kepala dan benar-benar ingin mengetahui dimana Andrean berada saat ini.

__ADS_1


"Ya-ya tapi tolong lepaskan cengkraman tanganmu dulu bisa robek ini bajuku,"seru Rio pada Tika yang kala itu masih menggenggam lengan baju dari Rio.


Dengan kasar akhirnya Tika melepaskan cengkraman tangannya pada lengan Rio kemudian meminta dengan sangat tegas kepada Rio untuk mengatakan di mana Andrean saat ini berada dikarenakan Tika ingin berbicara kepada Andrean.


"Andrean sedang mencari Alya, kamu pergi saja ke kelas Alya mungkin Andrean sudah berada disana, "


"Alya, Memangnya ada hubungan apa antara Andrean dan Alya Mengapa Andrean harus mencari Alya? "


"Tidak tau, masalah itu bisa kamu tanyakan sendiri kepada Andrean Jangan tanya padaku kita sudah clear sudah jangan ganggu Aku ingin menikmati makanan yang sudah Aku beli ini."


"Baiklah,"


Tika segera pergi meninggalkan tempat di mana ada Santi dan Rio yang sedang berada di kantin, Tika melangkah dengan sangat cepat sehingga Tika tidak menyadari di depannya juga ada seorang gadis yang sedang melangkah menuju ke kantin sehingga mereka berdua terpaksa tubuhnya saling bertabrakan.


"Bruuugh..!


" Auuww...!


"Auuww..!


Keduanya sama-sama meringis karena sama-sama merasakan sakit akibat dari tubuh mereka yang Saling bertabrakan.


"Kamu itu kalau jalan lihat-lihat dong jangan asal jalan saja sakit tauk, "seru seorang gadis pada Tika yang mana langsung membuat Tika mendelik ke arahnya.


"Cuiih, egois sudah tau salah masih juga cari alasan, malas Aku meladeni anak kecil sepertimu, Rio tunggu, "


Gadis itu segera berlalu dengan sedikit berlari mendekati Rio, sementara Tika yang merasa kesal dan geram karena dikatain anak kecil mendengus dengan kesal menatap tajam pada gadis yang sedang berlari mendekati Rio.


Pandangan mata Tika tidak berkedip dari sosok gadis yang berlari ke arah Rio dengan Wajah geram dan mengumpat Tika terus memandang Gadis itu hingga kedua telinganya mendengar satu kata yang sangat membuatnya tertegun dan tak percaya dengan apa yang didengar nya kala itu.


"Rio, dimana Dion..? "


Dengan gerakan Refleks Rio menoleh ke sumber suara yang tidak lain dari seorang Gadis yang ada dibelakangnya.


"Sari..? "


"Iya, Dimana Dion? Aku dengar hari ini Dion sudah masuk Aku mau bertemu dengannya, "seru gadis itu dengan lantangnya.


Tika yang mendengar percakapan antara Rio dan gadis yang ada di belakangnya yang ternyata dia adalah Sari di mana sahabatnya Santi pernah menceritakan kepada dirinya jika Dion pernah memiliki hubungan dengan seorang gadis bernama Sari dan Baru kali ini Tika melihat sendiri gadis yang bernama Sari.


"Oh, jadi dia yang dikatakan Santi sebagai pacarnya Dion, Sudah berani menabrakku maka aku akan merampas pacarmu dari tanganmu Tidak akan aku biarkan Dion bersamamu enak saja membiarkan dirimu bersama dengan Andrean, " geram Tika yang kemudian berlalu dengan cepat meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


Tika tidak ingin gadis yang bernama Sari bertemu dengan Dion terlebih dahulu, untuk itu Tika segera pergi untuk mencari Dion agar Dion tidak bisa bertemu dengan Sari Karena bagaimanapun juga Tika Sudah bertekad untuk merampas Dion yang tidak lain adalah Andrean dari tangan Sari dan berniat menghancurkan hubungan di antara keduanya karena Tika menginginkan Andrean menjadi kekasihnya bukan menjadi kekasih Sari dan Tika berharap Dion segera meninggalkan Sari dan menerima cintanya itulah yang menjadi harapan dari Tika.


Rio mengeryitkan dahinya kemudian mengajak Sari untuk duduk dan membicarakan apa yang Sari inginkan Karena sejujurnya diam-diam Rio juga memiliki hati pada Sari yang kala itu sudah menjadi kekasih Andrean atau Dion.


"Kita duduk disini dengan tenang agar kamu bisa menceritakan apa yang kamu inginkan. "


Sari menarik napas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan meskipun ada perasaan tidak suka akan tetapi mau tidak mau Akhirnya Sari menuruti ajakan Rio untuk duduk di sampingnya, hati Rio sungguh merasa berdebar-debar dan dag dig dug tidak karuan kala Sari mendudukkan bokongnya di samping dirinya sementara Sari merasa cuek dan Acuh seakan-akan malas akan tetapi dengan terpaksa menyembunyikan perasaannya dengan menyunggingkan sebuah senyuman demi untuk menghargai Rio sebagai teman dekatnya Dion yang kini menjadi Andrean.


Serasa remuk redam hati Rio ketika melihat senyuman Sari yang begitu manis dan menggoda Iman di mana memang sudah dari awal Rio memiliki hati dan perasaan suka kepada Sari sehingga apapun yang dilakukan Sari membuatnya benar-benar takjub dan juga sangat terpesona, berbeda dengan Sari yang kala itu merasa sangat malas dan enggan untuk berlama-lama dengan Rio akan tetapi demi ingin mendengarkan dan mengetahui di mana Dion berada mau tidak mau Akhirnya Sari memberikan kekuatan hati yang penuh dengan kesabaran untuk mendengarkan serta duduk berduaan dengan Rio yang sesungguhnya Sari tidak menyukainya.


" Sekarang Katakan padaku di mana Dion berada Bukankah hari ini dia masuk sekolah, Aku tadi sempat melihatnya meskipun hanya sekilas, "ucap Sari membuka percakapan di antara mereka berdua karena Sari menunggu Rio untuk memberikan penjelasan dan jawaban tapi ternyata Rio hanya diam saja, hal itu membuat sari berinisiatif untuk membuka percakapan terlebih dahulu.


" Oh, Iya Andrean sudah masuk sekolah hari ini, "jawab Rio dengan sedikit gugup, sungguh mati hati Rio sangat berdebar-debar berada dekat dengan gadis yang dia sukai.


"Tampak Sari menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan kasar terlihat sekali raut dari wajahnya terlihat kesal di sana.


" Rio...! bisa nggak kamu itu bicara serius sedikit kepadaku, Aku itu bertanya tentang Dion bukan Andrean siapa Andrean Aku tidak mengenal Andrean dan aku tidak mempertanyakan tentang Andrean aku bertanya tentang Dion, buka lebar-lebar sedikit telingamu, Kenapa sih jawabnya ngawur begitu, kalau orang bertanya itu yang serius dong jawabnya jangan bercanda saja sehingga apa yang ditanya apa juga yang dijawab bikin orang kesal saja, " sungut Sari kesal.


Rio meneguk ludahnya ketika mendengar omelan dan ocehan dari gadis yang sangat disukainya Rio tidak merasa sakit hati ataupun kesal, bahkan Rio merasa sangat gemas melihat kemarahan dari gadis yang ada di sampingnya sungguh menggemaskan wajah gadis yang ada di sampingnya ketika marah, andai saja gadis yang ada di sampingnya adalah kekasih nya mungkin kedua Pipi itu sudah terkena cubitan tangannya yang jahil akan tetapi sayangnya gadis yang ada di sampingnya adalah pacar dari Dion yang tidak lain adalah Andrean Hal itu membuat Rii tersenyum kecut dengan kenyataan yang harus dia alami.


Betapapun berusaha menyembunyikan perasaan hatinya pasti akan sakit hati dan kecewa ketika mengetahui orang yang kita sukai dan orang yang kita taksir ternyata menjadi kekasih teman kita sendiri.


Sambil nyengir Rio menggelengkan kepalanya berharap Sari mau memahami dan mengerti apa maksud dari perkataannya, Akan tetapi karena dia juga belum memberikan penjelasan Sari pun semakin merasa kesal dan geram dengan sikap Rio yang terlihat sangat aneh dan menyebalkan di mana terlihat sangat mempermainkan dirinya.


"Apaan sih malah senyum-senyum begitu kamu lagi kesambet ya? ledek Sari karena merasa semakin kesal.


"Bukan begitu Sari apa yang Aku katakan adalah benar, Dion yang kamu cari saat ini itu dia sedang sakit dia sakit Hilang Ingatan dan dia hanya mengingat dan menginginkan dirinya dipanggil dengan sebutan Andrean untuk itu Mulai sekarang kamu juga harus memanggilnya dengan Andrean karena Andrean tidak mengetahui dan tidak mengenal siapa itu Dion jadi aku harap kamu memahami dan menjadikan maklum adanya, Dion lagi sakit Hilang Ingatan dan dia hanya mengingat namanya sebagai Andrean."


"Serius nih, "


"Tentu saja serius masak Aku bercanda, "


Sari mangut mangut mendengar perkataan dan penjelasan dari Rio kini dirinya mulai mengerti dan memahami mengapa Rio memanggil temannya dengan sebutan Andrean semua dikarenakan karena Dion mengalami sakit Hilang Ingatan dan dirinya hanya ingin dipanggil dengan sebutan Andrean sungguh sangat menyedihkan mendengar semua itu, akan tetapi Sari berusaha untuk tersenyum dan mengabaikan perasaan yang terasa sangat sedih dan menyesakkan hati di mana Sari berpikir jika Dion tidak mengingat namanya Bukankah bisa jadi dia juga tidak akan mengingat dirinya, terlebih hubungannya dengan Dion yang baru beberapa hari terjalin Bukankah itu sangat menyakitkan dan sangat menyedihkan akan tetapi mau bagaimana lagi jika seandainya semua itu adalah benar maka Sari harus ikhlas dan sabar menerima semua kenyataan Nanti.


" menurutmu kira-kira Dion nanti maksudku Andrean nanti dia akan mengingat aku atau tidak jika dia tidak mengingat aku bagaimana, apa yang harus Aku lakukan Aku harus berbuat apa Aku jadi bingung dan apa yang harus aku lakukan sementara hubungan kami baru berjalan beberapa hari Menurut kamu aku harus bagaimana Aku sungguh merasa sangat bingung , bantu Aku untuk mencari solusinya."


"Maaf Sari Aku juga tidak tau mungkin untuk sementara hubungan kalian stop dulu saja karena sudah jelas pasti Andrean tidak ingat dari pada kamu kecewa dan sakit hati. "


" Maksudmu apa Apakah harus berakhir begitu? "


"Ya begitulah tapi Semua terserah kamu semua terserah atas keputusan dan keinginan kamu sendiri aku hanya memberikan saran karena sudah jelas dan pasti jika Andrean tidak akan pernah mengingat dan mengenali dirimu bahkan namamu pun tidak akan pernah dia tahu jadi daripada kamu sakit hati, menurutku lebih baik kamu untuk sementara mundur dan tidak mengganggu dia lagi sehingga kamu juga tidak akan merasa malu Aku khawatir Andrean akan mempermalukan kamu di depan teman yang lain apabila kamu mendekatinya dan dia tidak mengingatmu bahkan tidak mau menerimamu Bukankah itu sangat memalukan? "

__ADS_1


Sari terdiam untuk sesaat apa yang dikatakan oleh Rio semuanya adalah benar dan dia pasti merasa sangat malu apabila Dion yang tidak lain adalah Andrean tidak mau menerima dirinya bahkan jika semua itu dikatakan di depan umum pastilah hal itu sangat memalukan dan menyakitkan dirinya di mana sudah jelas dan pasti Sari tidak akan bisa menerima semua itu karena hal itu sama saja dengan mencoreng Nama baiknya meskipun sesungguhnya disaat yang lalu Dion yang kini menjadi Andrean adalah kekasihnya akan tetapi hubungan diantara mereka yang baru berjalan kurang lebih 5 hari sudah pasti tidak akan pernah diakuinya.


__ADS_2