Pacarku Vampir Tampan

Pacarku Vampir Tampan
Bab. 44.Ikan Bakar


__ADS_3

Hati Rio sungguh merasa sangat heran dan merasa aneh karena Andrean yang mengalami sakit Hilang Ingatan seharusnya dia merasa takut dengan Naik kendaraan Bermotor, apalagi kendaraan itu melaju dengan sangat kencang terlebih Andrean tidak mengingat Bagaimana cara Naik motor.


Tetapi rupanya Apa yang dilihat oleh Rio sungguhlah berbeda dan apa yang terjadi pada Andrean sungguh di luar dugaannya di mana Andrean sama sekali tidak merasa takut cemas ataupun Khawatir.


Rio melihat Andrean Wajahnya terlihat seperti biasa saja Bahkan dengan santai dan tenang Andrean duduk sambil memandang ke sekeliling tempat yang mereka lewati dimana di kanan kiri banyak sekali pepohonan yang sangat menghijau juga dengan berbagai macam buah-buahan yang sedang berbuah dan beraneka cat warna Rumah yang berbeda-beda karena mereka sudah memasuki area perkampungan.


Rio menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan kecepatan laju motornya sedikit demi sedikit Rio kurangi di mana saat ini Rio sudah hampir sampai di dekat perkampungan tempat tinggal Alya.


Andrian yang merasakan laju motor dari Rio sedikit melambat mulai merasa heran dan memperhatikan Rio lewat kaca spion.


"Kenapa pelan sudah mau sampai kah yang mana Rumah Alya? "


"Iih, kamu itu tidak sabaran sekali sih, sebentar lagi sampai, sudah diam dan jangan berisik. "


Rio memberikan peringatan kepada Andrean agar tidak banyak tanya dan juga tidak Berisik dikarenakan Rio sedang mencari tempat untuk mereka menghentikan motornya dan terlihatlah sebuah warung kecil ada di ujung jalan, di mana warung itu bisa terlihat dari sebuah rumah yang bertingkat dengan pagar besi berwarna hitam serta tembok bercat putih dan biru laut.


"Ciiiit...!


suara motor Rio ketika menginjak rem secara mendadak di mana Rio meminta Andrian untuk segera turun dari motornya sementara antrian merasa bingung dan heran karena dia diturunkan di dekat sebuah warung kecil yang saat itu terlihat sangat sepi tidak ada siapapun.


" kenapa turun di sini Apakah rumah Alya di sini tanya Andrean yang kala itu tidak memahami maksud dari Rio ketika dia menghentikan motornya di dekat sebuah warung.


"Capek Bro.. kita makan dan ngopi dulu di sini Bukankah kamu tadi siang belum menjajakan uang kamu dan Bukankah Bu Anjar memberi kamu uang sebanyak Rp50.000 Kamu traktir Aku dong, ini bensin juga mahal kamu sudah ngikut Aku pulang dan pergi jadi untuk imbalannya cukup Kamu traktir Aku perutku sudah sangat lapar dan Aku ingin makan ayolah cepat turun jangan banyak tanya, "ajak Rio kepada Andrean.


Andrean yang diminta untuk segera turun mengikuti apa yang diperintahkan oleh Rio meskipun dirinya tidak memahami apa maksud dari Rio dan karena Andrian benar-benar tidak tahu maka Andrean lagi-lagi bertanya kepada Rio dengan satu pertanyaan yang membuat Rio harus memukul jidatnya dikarenakan pertanyaan dari Andrean benar-benar sangat bodooh.


"Apa itu traktir dan bengsin itu juga apa? "tanya Andrean yang tidak memahami apa yang dimaksud oleh Rio sehingga Andrean memutuskan untuk bertanya, sebuah kalimat yang sangat asing baginya di mana di dunia Vampir tidak ada yang namanya traktir ataupun bensin.


" Aku juga bingung harus bagaimana menjelaskan kepadamu sudahlah sekarang Ikuti aku Keluarkan dulu uang yang diberikan Bu Anjar kepadamu ada Rp50.000 kan? "

__ADS_1


"Uang yang mana? "


" Astaga yang kamu simpan dalam saku cepat ambil masih ada kan, kamu tidak menggunakannya untuk membeli makanan di kantin Sekolah juga kan? "


"Disaku? "


"Iya, disakumu, saat kita berangkat Aku meminta kamu menyimpan uang dari Bu Anjar dan aku menyuruhmu menyimpan desaku cepat lihat dan ambil, "


Andrean yang kini sudah memahami apa yang diperintahkan oleh Rio segera merogoh sakunya dan memberikan kepada Rio.


"Ini kan? "


" Bukan Andrean ini Namanya kertas tisu rupanya Bu Anjar juga memberikanmu beberapa lembar tisu sehingga kamu menyimpannya di saku, Coba lihat saku yang satunya jangan-jangan uang kamu sudah hilang lagi, apes deh kalau hilang Nggak jadi makan dan nggak jadi traktir Aku, " sungut Rio dengan sedikit kecewa.


Andrean segera memeriksa saku satunya dan memberikan kertas berwarna biru kepada Rio.


"Apa ini? " tanya Andrean yang masih belum mengerti dan tidak memahami apa yang dimaksud oleh Rio kepadanya.


Rio melangkah maju ke dalam warung akan tetapi ketika melihat Andrean tetap berdiri di tempatnya membuat Rio menghentikan langkah kakinya kemudian menoleh ke belakang.


" Ayo masuk Tunggu apa lagi cepat sini, "ajak Rio kepada Andrean yang kala itu masih berdiri termangu di samping motor Rio.


"Aku hanya ingin melihat rumahnya bukan ingin masuk Ayo kita pulang Untuk apa kita masuk, "ucap Andrean pada Rio.


Rio merasa heran dan aneh kepada Andrean yang tidak ingin masuk ke dalam warung sementara perut dari Rio sudah terasa sangat keroncongan di mana tadi ketika di kantin Andrian hanya membeli makanan kecil yang tidak bisa membuatnya kenyang.


" Kenapa masih berdiri di situ ayo masuk Aku sudah lapar nih," ucap Rio kepada Andrean yang kala itu masih tetap berdiri di samping motor Rio dan untuk kesekian kali Andrian menggelengkan kepalanya yang mana hal itu berarti Andrean tidak ingin masuk.


" Kenapa kamu tidak ingin masuk Cepatlah aku sudah sangat lapar jangan pelit-pelit punya uang,"

__ADS_1


" Maksud kamu apa? Aku tidak ingin bertemu Alya saat ini, Aku hanya ingin melihat rumahnya saja kenapa kamu mengajakku masuk Sudahlah Ayo kita pulang aku sudah tahu itu sudah cukup. '


Jawaban Andrean benar-benar membuat Rio melongo dan mendelik tak percaya dan baru Rio sadari ternyata Andrean berpikir jika dia ingin mengajak ke dalam warung itu bukan ke dalam warung akan tetapi ke rumah Alya.


"Astaga Andrean, ini bukan rumah Alya ini warung tempat kita makan sudahlah Ayo masuk Bukan rumah Alya ini tapi ini adalah Warung tempat kita makan tempat orang membeli makanan agar perut kita bisa menjadi kenyang.


" Oh, Aku kira ini Rumah Alya, "


"Bukanlah, sudah Ayo makan, "


Andrean dan Rio mulai melangkah masuk ke dalam Warung, Rio segera memesan dua porsi makanan yang dia suka, Soto Ayam.


"Aku tidak mau makan makanan ini Aku hanya mau ikan apa boleh Aku makan ikan? "


"Oh kamu mau makan lalapan sebentar ya akan aku pesankan serius segera memesankan lalapan ikan bakar untuk Andrea.


" Aku mau ikan bakarnya Apakah aku bisa makan hanya ikan bakar saja, "


"Hanya ikan Bakar saja? " tanya Rio dengan penasaran, "


" Iya Aku hanya ingin makan ikan bakar saja 5 saja dikarenakan Aku sudah kenyang dengan makan nasi dan aku hanya ingin makan ikan saja Apakah boleh? "tanya Andrean kepada Aryo yang kala itu Rio menatap tak percaya jika Andrean hanya menginginkan makan ikan tanpa Nasi ataupun lauk yang lain.


" Serius lo mau makan Ikan doang lima, mana cukup uangnya Nanti sudah dua saja, "


Rio segera memesankan dua ekor ikan bakar untuk Andrean dan tidak lama kemudian pesanan soto ayam yang tadinya 2 porsi kini diganti dengan ikan bakar dua potong dan satu porsi soto Ayam.


di sela-sela keduanya menikmati makan tiba-tiba Rio membuka percakapan kepada antrian yang kala itu sedang menikmati Ikan bakarnya.


"Itu Rumah Alya kamu tahu rumah yang berpagar besi berwarna hitam dengan rumah di dalamnya berwarna putih dan biru laut itu adalah Rumah Alya.

__ADS_1


Andrean yang kala itu menikmati Ikan bakarnya sedikit terkejut tapi kemudian tersenyum.


__ADS_2