Panglima Perang Kerajaan Xili

Panglima Perang Kerajaan Xili
Pengkhianatan orang dalam


__ADS_3

Lima bulan yang lalu ...


Ibu Suri tampak bahagia mendengar kehamilan cucu menantunya itu. Beliau sampai memaksakan diri bangun dari tempat tidurnya, saat Zhaoling setuju untuk menjemput istrinya untuk kembali ke Istana.


Bukan hanya Ibu Suri yang bahagia ketika mendapat kabar yang menggembirakan tersebut, melainkan Permaisuri pun merasa terharu atas kehamilan menantunya itu. Beliau tak pernah menyangka jika Xin'er akan memberikan generasi penerus tahta Kerajaan untuk mereka.


Setelah tinggal di Istana selama seminggu, Ibu Suri berangsur membaik. Kondisinya jauh lebih baik dari saat pertama kali Zhaoling datang. Begitu pun dengan Permaisuri yang tak terlihat sedih lagi, karena ada putranya yang menemani. Binar bahagia jelas terlihat di wajah kedua wanita beda usia, Sang Penguasa Istana Dalam tersebut.


Namun di sisi lain, kesedihan menerpa Selir Wang Xiumeng. Setelah kepergian Zhaohan dari Istana karena terbukti berkhianat pada Negara, wanita itu pun tak mendapatkan perhatian dari Kaisar lagi. Kaisar selalu menghabiskan waktu lebih banyak bersama Permaisuri serta putra mereka, Zhaozu.


Segala bentuk aturan yang berlaku dulu, kini digantikan dengan peraturan baru sesuai kehendak Pangeran Ketiga. Bukan tanpa sebab jika Zhaozu mengganti peraturan lama dengan yang baru. Namun, Pangeran Ketiga itu lebih memikirkan hal baik dan tidak merugikan kerajaan ataupun rakyatnya. Dia bersikap bijaksana layaknya seorang pemimpin seharusnya.


Banyak rakyat yang memuji dan mendukung tindakan Pangeran Zhaozu dalam masalah apapun, terutama kenaikan tahtanya menjadi Putra Mahkota. Walaupun Zhaozu sendiri menolak, tapi rakyat bersikukuh ingin agar Pangeran baik hati itu menjadi pemimpin mereka suatu saat nanti. Mau tak mau, Zhaozu pun menerimanya.


Tapi, Pangeran Ketiga itu meminta izin untuk kembali ke Desa Monthong terlebih dahulu karena ingin menjemput keluarga dan juga sahabatnya sebelum acara pelantikannya menjadi Putra Mahkota.


Menjelang pagi, Zhaoling berangkat dari Xili dengan hati yang riang tentunya. Dia membayangkan seperti apa ekspresi Xin'er dan yang lainnya ketika mengetahui bahwa semua orang bahagia mendengar dirinya akan mempunyai anak. Zhaoling menghentak kudanya supaya berlari dengan cepat, agar bisa sampai di Desa Monthong sebelum istrinya melahirkan.


Kuda yang ia tunggangi berlari dengan kencang seperti angin ribut yang berhembus menerpa sekitaran. Rasa bahagia tak bisa ia sembunyikan walaupun hanya sekedar senyuman tipis di bibirnya.


Saat menuju perbatasan Sharimie, hati Zhaoling mendadak gelisah. Seperti ada sesuatu yang menghantam dadanya dengan keras, sampai membuatnya sesak. Jantungnya berdetak tak beraturan, pertanda sesuatu yang besar akan terjadi, sehingga ia pun bertanya-tanya dalam hati. Apa yang akan terjadi? Sambil mencengkram dadanya, Zhaoling berjalan perlahan dengan kudanya, melanjutkan kembali niatnya untuk menjemput istri dan para sahabatnya.

__ADS_1


Sedangkan di Xili, terjadi sesuatu yang menggemparkan seluruh Istana dalam. Ibu Suri ditemukan sudah meregang nyawa di kamarnya tanpa diketahui penyebab pastinya. Seluruh orang dibuat terkejut dengan tewasnya Ibu Suri yang dikabarkan mendadak itu. Bukankah kemarin Beliau baik-baik saja? Apakah Tabib kerajaan tidak memeriksanya dengan benar, sehingga mereka kecolongan dengan kondisi kesehatan Ibu Suri?


Suara tangis terdengar di Istana Harem. Seluruh penghuni Istana dalam berduka atas kematian Ibu Suri, yang terlihat tak wajar itu. Tubuh Ibu Suri terlihat membiru dan berbintik merah seperti terkena racun, namun tak ada racun apapun yang ditemukan Tabib dalam tubuh Beliau.


Benar, ada yang janggal! Tapi, apa?


Kaisar memerintahkan seorang pengawal bayangannya untuk mengejar putranya sebelum Zhaozu benar-benar melewati perbatasan. Beliau ingin agar putranya itu tahu bahwa Ibu Suri meninggal setelah dirinya berpamitan. Tapi, bukan maksud Kaisar menudingnya melakukan sesuatu yang buruk, melainkan Beliau mengabarkan agar Zhaozu tahu bahwa Neneknya telah tiada.


Bergegas pengawal tersebut berlari sekencang mungkin untuk bisa mengejar sang Pangeran, tapi sepertinya Zhaozu sudah melewati gerbang perbatasan. Ia pun kembali memacu laju kudanya agar segera menyusul Zhaozu untuk menyampaikan kabar duka tersebut.


Sepertinya Dewa sedang berpihak padanya. Setelah cukup jauh berlari, akhirnya pengawal itu menemukan Zhaozu yang akan menyebrang menggunakan perahu untuk melewati sungai Gir. Dia pun berteriak keras memanggil nama Pangerannya tersebut, agar si Pangeran menoleh kearahnya.


Pikirannya saat ini tertuju pada keluarga kecilnya, namun ia tak bisa mengabaikan kematian neneknya yang tidak wajar itu. Dalam hati ia bertekad untuk mengungkap misteri kematian neneknya, dan menangkap dalang dibalik kejahatan ini. Dengan begitu, ia memberikan keadilan kepada neneknya setelah menghukum pelaku pembunuhnya.


Zhaozu menuliskan pesan singkat yang dikirimkan oleh burung Elang untuk istri dan teman-temannya, yang isinya adalah meminta mereka untuk bersiap kembali ke Istana setelah Xin'er melahirkan. Setelah menuntaskan kasus ini, ia harus segera menjemput mereka untuk kembali ke Istana. Dengan begitu, ia bisa melindungi seluruh keluarganya dalam satu tempat.


Namun sayangnya, Zhaozu tak tahu jika pesan singkat yang dikirim olehnya ternyata tak pernah sampai kepada istri maupun teman-temannya. Pesan itu di ambil oleh seseorang dan mengganti isinya tanpa sepengetahuan Zhaozu.


Setiap Zhaozu memberikan pesan singkat selalu ia ganti terlebih dulu isinya, begitupun jika ada balasan dari Xin'er untuk suaminya itu selalu diganti dengan tulisan orang tersebut. Dia memanipulasi keduanya agar salah paham lagi dan mereka pun akhirnya memutuskan berpisah. Itulah yang diharapkan oleh Khong Jihu.


Ya. Orang yang berada dibalik semua ini adalah Jihu, kakak angkat Yoona, putra pertama Tuan Khong Guan. Dia sangat membenci Panglima Xili itu karena telah berani merebut Yoona darinya. Dia pun merasa terabaikan ketika mereka meninggalkan Jihu di hutan angker dengan makhluk mengerikan penghuni kawasan Chang Chute.

__ADS_1


Jihu nyaris kehilangan nyawa saat para penghuni hutan angker itu menyerang dirinya. Namun, kedatangan Zhaohan bersama pasukannya bersamaan badai salju itu menyelamatkan hidupnya. Akhirnya, Jihu selamat dan ia pun bergegas pergi dari tempat itu untuk mencari keberadaan Yoona yang dibawa pergi Zhaoling.


Selama ini, Jihu diam-diam menaruh hati pada adik angkatnya itu, namun Yoona selalu mengabaikan perasaannya dengan alasan memiliki suami. Maka dari itu, sekaranglah waktunya bagi Jihu memisahkan mereka agar tak ada alasan lagi bagi Yoona menolaknya.


Jihu pun mengetahui letak keberadaan Yoona karena surat balasan yang dikirim wanita itu untuk suaminya, yang padahal ditulis oleh tangan Jihu. Dia cukup puas dengan hasil yang didapatkannya sekarang. Dengan begitu, ia bisa menemukan Yoona tanpa harus bersusah payah mencari ke penjuru Dunia.


Pria itu juga memilih bergabung dengan Zhaohan untuk menyingkirkan Zhaoling dari muka Bumi dan tentu saja niatnya disambut baik oleh pria licik itu. Zhaohan sangat senang bisa bekerja sama dengan Jihu untuk membunuh Zhaoling dan menemukan persembunyian Xin'er. Namun sayangnya Jihu tak tahu, jika Zhaohan mempunyai niat yang sama seperti dirinya, yaitu ingin memiliki Xin'er hanya untuknya sendiri.




Saat ini Istana sedang kacau, karena banyak orang yang terlibat dengan kematian Ibu Suri. Mereka seolah menciptakan kerusuhan ini untuk membuat Zhaozu tetap berada di kerajaan dan tak pernah kembali kepada keluarga kecilnya. Mereka pun melakukan kudeta untuk menggulingkan Permaisuri serta berkomplot dalam pembebasan tahanan kerajaan.


Para Mentri yang kebanyakan berpihak pada Ibu Suri, kini berbalik arah menentang mereka dan memberikan dukungan penuh kepada Selir Wang Xiumeng. Walaupun Zhaohan terbukti bersalah, tapi mereka tetap mendukung Selir Wang untuk naik jabatan sebagai Permaisuri. Jika tidak, maka mereka akan terus menciptakan kerusuhan di Istana Dalam.


Kaisar dan Pangeran Zhaozu menjadi kerepotan dibuatnya. Mereka tak bisa berkutik saat Permaisuri dijadikan tawanan oleh Kubu dari Selir Wang.


"Maafkan aku, Xin'er! Sepertinya, kau akan menunggu kedatanganku lebih lama lagi!"


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2