
Saat ini, Yoona sedang mengobrak-abrik isi perpustakaan di pusat kota. Sudah dua jam lebih dirinya berada di tempat ini hanya untuk mencari sesuatu yang dapat membuktikan rasa penasaran dalam diri.
Buku sejarah tentang kerajaan kuno masa Dinasti Bong, Kekaisaran Zhu, Kerajaan Xili, tahun 578.
Cukup lama ia mencari, namun tak ada buku atau artikel yang berisikan sejarah Kerajaan Xili. Ini membuat Yoona semakin frustasi, pasalnya ia penasaran dengan yang dialaminya ketika koma.
Apa benar dirinya telah menyebrangi dunia lain yang berlatar kerajaan kuno bernama Xili itu? Jika semua itu benar, pasti ada kisah tentang wanita yang Yoona masuki tubuhnya itu.
"Haaahhh," helaan nafas panjang terdengar. Semenjak dua hari lalu dinyatakan bisa pulang dan berobat jalan, Yoona terus sibuk mencari buku sejarah tentang kerajaan kuno yang bernama Xili.
Yoona tak henti-hentinya mencari dari buku sejarah, artikel jama dulu, serta searching lewat google. Tapi, jawaban yang ia inginkan tetap sama, tak ada!
"Argh, kenapa tidak ada sih?" erangnya pelan. Dirinya sadar, bahwa kini masih berada di tempat umum yang tak boleh mengeluarkan teriakan. Yoona menatap ke sekeliling ketika orang-orang seperti sedang memperhatikannya.
"Ada apa? Kenapa mereka memandangku seperti itu?" batin Yoona heran. Padahal, dia tak berteriak begitu keras yang dapat mengundang tatapan semua orang.
Pertanyaannya terjawab sudah ketika netra mutiaranya menangkap sosok pria yang kini tengah duduk dihadapannya. Pria tampan yang sering dilihatnya di Rumah sakit dua hari yang lalu.
Pantas saja, semua orang yang kebanyakan kaum hawa menatap kearah mejanya. Rupanya, ada seorang pria yang kadar ketampanannya melebihi dosis takar seharusnya, sedang duduk manis di hadapannya.
Jantungnya tiba-tiba berdebar ketika melihat sosok tampan dengan wajah yang mirip suami di alam mimpinya. Rasanya, ia sangat gugup ketika mata elangnya menatap lurus kearah Yoona tanpa terhalangi kacamata yang sering bertengger manis diatas hidung bangir itu. "Sangat tampan," puji Yoona dalam hati.
Untuk menghilangkan kecanggungan Yoona pun bertanya setelah berdehem, "Dokter, sedang apa disini?"
Jerry hanya melirik sekilas, kemudian pandangannya tertuju kearah tumpukan buku yang menggunung diatas meja tempat Yoona membaca. Alih-alih menjawab, pria itu balik bertanya. "Nona Sin, kamu sedang mencari apa? Kenapa mengambil buku sebanyak ini?"
Pria tampan itu bertanya, namun tanpa menatap Yoona sama sekali. Dia mengambil buku yang ada dihadapan Yoona yang kemudian dia buka halaman demi halamannya. Setelah itu, ia pun mengambilnya lagi dan membaca setiap judul buku yang ada di meja satu persatu.
Yoona tampak ragu untuk menjawabnya. Tapi, dia tetap membuka suaranya untuk menjawab pertanyaan si Dokter tampan. "Aku sedang mencari buku ...."
Belum sempat Yoona menjawab, Jerry sudah berucap kembali. "Untuk apa kamu membaca buku sejarah?" tanya Jerry lagi setelah memangkas ucapan Yoona. Dia sibuk memperhatikan tumpukan buku yang menggunung di meja, sambil membuka satu persatu buku tersebut.
__ADS_1
"Ckk," decakan sebal keluar dari mulut Yoona. Gadis itu seketika teringat Zhaoling yang selalu bersikap seperti itu. Jika ditanya selalu menjawab dengan pertanyaan, namun jika dijelaskan dia pasti memberikan pertanyaan yang membuat dirinya kesal.
Haish, Aling.
Eh, bukan! Dia bukan Zhaoling si Panglima perang, melainkan Jerry Chan si Dokter spesialis.
"Untuk apa kamu bertanya? Bukankah hal yang wajar bagiku membaca buku sejarah? Lagi pula aku ini seorang perwira," sahut Yoona membanggakan diri. Dia bersikap ketus layaknya mereka sudah saling kenal sejak lama.
Bibir Jerry sedikit terangkat. "Nona Sin Yoona, seorang Tentara Angkatan Darat. Aku kagum kepadamu, terutama pekerjaanmu sebagai pahlawan Negara. Tapi, aku tak mengerti satu hal. Kenapa kamu membaca buku sejarah tentang kerajaan kuno? Sebenarnya, apa yang sedang kau cari?" tanya Jerry seraya menyilangkan kedua tangan di dada.
Pria itu bersedekap sambil menatapnya serius, sedangkan yang ditatap justru salah tingkah dibuatnya. "Suka-suka aku dong, mau mencari apapun. Itu bukan urusanmu," ketusnya sambil memalingkan wajah.
Sejujurnya, jantungnya saat ini sedang tak baik-baik saja. Apa dia punya penyakit jantung semenjak bangun dari koma?
Oh, Ya Tuhan.
Yoona menetralkan perasaannya dengan cara berdehem dan kemudian melanjutkan kembali apa yang dilakukan sebelumnya, yaitu mencari sejarah kerajaan kuno.
Ucapan itu bukan sekedar pemberitahuan, tapi terdengar nada kesombongan. Ya. Dia sedang menyombongkan diri, pikir Yoona geram.
Apa pria tampan memang selalu bersikap seperti itu? Dingin, sombong, dan arogan.
"Oh ya. Kamu itu ternyata seorang Dosen!" ekspresi terkejut Yoona sangat natural. Padahal, dia berucap seperti itu bukan karena kagum, melainkan mengejek. Yoona pikir, pria ini sungguh sombong.
Tapi, Jerry yang ditanggapi seperti itu bersikap biasa saja. Dia tahu, Yoona sedang mengejek dirinya. Maka dari itu, dia kembali fokus kepada buku ditangannya. "Katakan! Sejarah kerajaan mana yang ingin kamu ketahui?" tanya Jerry santai.
Yoona menatap lekat wajah pria dihadapannya. Dengan sikap santainya itu, dia sangat mirip Zhaoling. Apa mungkin rasa narsisme nya juga sama? Ah, untuk apa dia berpikir seperti itu. Zhaoling ya Zhaoling, Jerry ya Jerry.
"Aku tahu kalau wajahku sangat tampan. Tapi ingat Nona, jika kamu tak segera memalingkan wajahmu sebelum aku menatapmu, maka kamu akan jatuh cinta kepadaku!" ucapnya tanpa mengalihkan mata dari buku ditangannya.
"Apa?"
__ADS_1
Baru saja Yoona berpikir jika Jerry tak mirip dengan Zhaoling. Ternyata pikirannya salah. Selain wajahnya yang mirip, ternyata kepribadian pria ini pun sama. Apa jangan-jangan, Jerry adalah titisan Zhaoling.
Haish,
"Cih," Yoona lekas memalingkan wajah ke samping sambil melemparkan buku ke meja. Membuat semua orang menoleh lagi kearah mejanya. "Astaga," gumamnya kesal.
Gadis itu segera bangkit dari duduknya, kemudian mengembalikan semua buku ke rak sesuai judulnya. Sedangkan Jerry, pria itu hanya memperhatikan gadis tersebut dengan kening yang mengkerut. Sejujurnya, pria itu sungguh tertarik dengan pasiennya yang satu ini. Lebih tepatnya, kepribadian Yoona yang membuatnya tertarik.
Setelah selesai membenahi buku ke rak, Yoona melangkah kembali menghampiri Jerry. Dia langsung menarik tangan Jerry untuk mengikuti langkahnya keluar dari perpustakaan tersebut.
"Mau kemana?" Jerry bertanya kebingungan.
"Bukankah tadi bilang kalau kamu itu Dosen!" seru Yoona sembari menghadap Jerry. "Baiklah pak Dosen, aku sekarang butuh bantuan mu!" lanjutnya kemudian.
Alis Jerry terangkat sebelah, menatap Yoona dengan lekat. "Bantuan seperti apa yang kamu butuhkan?" balik Jerry bertanya.
Yoona menghela nafasnya, kemudian dia menghentikan langkahnya di taman dekat perpustakaan kota. Walaupun terlihat ragu, Yoona segera berkata. "Bisakah kamu memberitahuku sejarah tentang Kerajaan Xili dimasa Dinasti Bong, Kekaisaran Zhu?"
Kening Jerry terlihat mengkerut mendengar pertanyaan serius dari Yoona. Pria itu tak mengerti, kenapa Yoona berantusias mengenai Kerajaan Kuno pada abad ke-5 itu. Bukankah itu sudah sangat lama?
"Dalam sejarah kita, tak ada yang namanya Kerajaan Xili dimasa Dinasti Bong dengan Kekaisaran Zhu." tutur Jerry menjelaskan. "Mungkin kamu salah, Nona Sin!" tegas Jerry lagi.
"Apa? Tidak mungkin! Jelas-jelas aku kemarin ...." Yoona segera menghentikan ucapannya. Dia tidak mungkin memberitahukan pasal kehidupan di alam mimpi itu.
"Tidak ... tidak, Yoona! Kamu tidak bisa mengatakannya pada Jerry kalau dirimu pernah hidup di Zaman itu. Tak kan ada yang percaya tentang cerita orang koma," batin Yoona.
Jerry memperhatikan mimik wajah Yoona yang terlihat tegang serta kebingungan. Dia pun segera berkata sambil melangkah pergi, "ikut aku!"
"Kemana?"
"Kamu akan tahu,"
__ADS_1