Panglima Perang Kerajaan Xili

Panglima Perang Kerajaan Xili
Janji Suci Pernikahan


__ADS_3

Pertarungan antara Xin'er melawan prajurit yang ditugaskan Pangeran Ketiga untuk menghukum keluarga Perdana Mentri, masih berlangsung sengit.


Semua orang tak ada yang menghentikannya, termasuk Kaisar sendiri. Tak ada yang berani mendekat saat kedua pedang saling berayun membenturkan bagian masing-masing.


Trang ... trang ... crash ...


Prajurit yang tadi terluka di bagian dada, dan lengannya. Tak tinggal diam. Xin'er langsung mengayunkan pedang lagi dan mengarahkannya pada leher prajurit tersebut sampai dia meregang nyawa.


Bruk


Tubuh prajurit itu ambruk dengan darah menetes dari bagian leher yang tersayat pedang Xin'er.


Nafas memburu seiring peluh yang membanjiri pelipis. Xin'er kembali mengacungkan pedangnya lagi ke sekelilingnya. "Siapa lagi yang ingin mati di tanganku?" tantangnya.


Melihat satu prajurit mati, prajurit lain maju untuk menyerang. Perdana Mentri pun dengan sigap melindungi putrinya dengan mengangkat pedang. Pengikut setianya pun langsung melindungi keduanya yang dikelilingi para prajurit istana.


Suasana yang seharusnya penuh suka cita, menjadi tegang dengan aura kebencian dan pembunuhan.


Saat mereka akan menyerang, Pangeran Ketiga mengangkat tangannya dan berkata dengan suara lantang. "Cukup!"


Semua kembali menurunkan senjata mereka, termasuk Xin'er dan para pengikut Perdana Mentri.


Pangeran Ketiga berjalan santai kearah Xin'er yang berada dibelakang ayahnya. "Kemari!" titahnya dengan singkat.


Perdana Mentri berusaha menghalangi. "Yang ..."


Namun, segera Pangeran Ketiga mengangkat tangannya sebagai penolakan tak ingin dibantah. Terpaksa, Xin'er maju dan kini ia berhadapan dengan sang Pangeran.


Setelah itu, dengan suara lantang, Pangeran Ketiga berkata. "Kepada seluruh rakyat Xili, aku umumkan. Bahwa Yun Xin'er, Putri Keempat dari Perdana Mentri Yun Xiaoyu. Telah resmi menjadi calon istriku, Pangeran Ketiga Kerajaan Xili. Mulai hari ini, dia akan mendapat gelar Putri Ketiga sesuai gelar ku." Semua orang terkejut, termasuk Xin'er dan keluarganya.


Tak ditunda lagi. Perbincangan itu langsung membuat geger seluruh orang yang hadir di acara tersebut. Kaisar dan para Pangeran lain pun tampak tak setuju dengan keputusan yang diambil Zhaozu, sehingga ini pasti akan mengakibatkan konflik yang cukup berat di keluarga Kerajaan dan akan dimanfaatkan seseorang untuk menggulingkan kedudukannya.


Kecuali Permaisuri, yang selalu mengerti akan keputusan putranya. Beliau tahu keputusan putranya berdasarkan pertimbangan yang matang sebelumnya. Maka dari itu, Permaisuri tak berkomentar apapun dan hanya mengangguk setuju.


"Pangeran Ketiga. Apa kau yakin dengan pilihanmu? Semua orang menyaksikan sendiri bagaimana beringasnya ia membunuh prajurit kita tadi. Pantaskah seorang gadis bersikap seperti itu? Apalagi, dihadapan seluruh keluarga Kerajaan dan dewan penting disini?" tanya Kaisar yang disetujui semua orang.


Pangeran Ketiga tersenyum sambil mengangguk. "Aku yakin, Yang Mulia. Dialah yang pantas menjadi pendampingku. Dia bersikap begitu karena ingin melindungi keluarganya. Jika dia di sampingku, bukankah ia juga akan melindungi suaminya yang cacat ini." ungkapnya tanpa rasa malu karena membeberkan kekurangannya dihadapan semua orang.

__ADS_1


Pangeran Ketiga tak perduli jika semua orang menggunjingnya karena akan berlindung dibalik tubuh istrinya kelak. Tapi, dia sangat senang jika Xin'er berada di sampingnya.


Tapi saat ini, semua orang masih tidak setuju dan mencoba mempengaruhi dengan bilang bahwa takutnya kelak Xin'er akan mengkhianati dengan cara membunuhnya jika sudah mendapat kekuasaan.


Lagi-lagi Pangeran menjelaskan bahwa gadis itu takkan berani melakukan itu, karena dirinya yakin dengan ajaran yang diberikan Perdana Mentri Yun pada putrinya. "Anggap saja, ini hukuman karena pemberontakan yang dilakukannya hari ini. Dengan dia berada di sampingku, aku bisa memantaunya tiap waktu dan memberikan tugas yang penting baginya. Yaitu ... menjagaku dari para pembunuh yang mengincar nyawaku!"


Sebenarnya, itu hanya alasan Zhaozu menjerat Xin'er agar mau bersamanya. Walaupun nantinya justru akan sangat membahayakan nyawa gadis itu, karena musuhnya pasti akan lebih waspada. Tapi, dia sudah menyiapkan segala hal untuk mengantisipasinya.


"Pernikahan akan di gelar dua hari lagi. Jadi, bersiaplah!" Lanjut Pangeran Zhaozu kemudian pergi dengan seringai kemenangan.


Tak ada yang bisa dilakukan lagi untuk mencegah pernikahan ini. Xin'er terduduk dengan tatapan kosong. Dia tak menyangka jika yang dilakukannya akan membuatnya terjerat kedalam masalah besar, yaitu menjadi bagian Istana.


Hah, sungguh sial!


Andai saja waktu bisa terulang kembali, dia akan memilih tak melawan dan membiarkan pedang itu menyentuh lehernya serta keluarganya. "Dasar, pria brengs*ek. Dia memanfaatkannya untuk mengurungku di Istana. Andai saja ... aarrgggh," jeritan hatinya tak mungkin dilontarkan didepan umum.


Berbeda dengannya yang menyesal karena menunjukan sisi keberaniannya. Justru, para Nona Bangsawan malah semakin memperolok dan menghinanya, bahkan menyebut dirinya pembunuh. Hal yang kejam memang. Tapi, ya sudahlah!




Sebenarnya, itu permintaan Xin'er agar tidak menggelar acara pernikahan secara besar-besaran. Cukup dihadiri keluarga dan kerabat dekat saja. Ini hanya akal-akalan gadis itu agar Pangeran marah dan membatalkannya. Tapi tak disangka, pria itu malah setuju dan mereka pergi hanya berdua ke luar daerah menuju sebuah kuil kuno tanpa diketahui siapapun.


Dengan memakai dua kuda, mereka berjalan menuju selatan dan menempuh perjalanan selama dua hari penuh, serta beristirahat sesekali. Setibanya disana, mereka disambut seorang pendeta, petapa, serta biksu tua yang ramah.


Xin'er cukup aneh melihat ketiga orang tua tersebut yang menyambut mereka secara hormat, padahal ini jauh dari wilayah Kerajaan. Dan juga, Zhaozu tak mengatakan jika dirinya adalah seorang Pangeran. Ini cukup membingungkan bagi Xin'er, namun ia memilih diam.


"Bagaimana Pendeta Tang? Apa semuanya sudah siap?" tanya Zhaozu.


"Tentu, Tuanku! Silahkan, naik ke altar." ucapnya sopan.


Zhaozu berjalan beriringan dengan Xin'er. Namun, ia berbalik kembali untuk menanyakan sesuatu. "Apa Kakek sudah datang?" tanya Zhaozu lagi.


"Belum, Tuanku. Tuan Lon mungkin saja akan terlam ... ah, itu dia!" belum sempat melanjutkan ucapan, orang yang dimaksud tiba-tiba muncul diarea kuil. "Tuan Lon. Cucu Anda sudah menunggu!" ucapnya sopan.


Kakek Lon Thong berjalan setelah mengangguk. "Anak nakal. Kau ini selalu meminta sesuatu secara mendadak. Jika aku tak berada di tempatku, bagaimana? Apa kau akan tetap melakukan pernikahan tanpa restu dariku!" hardiknya seraya memukul gemas kepala Pangeran.

__ADS_1


"Aduh ... aduh. Sakit, kakek!" rengeknya sambil memegangi kepala. "Malu dilihatin Xin'er dong, kek!" lanjutnya membuat kakek tersadar.


Kakek Lon segera memutar tubuh menghadap gadis cantik yang sedari tadi diam tak bersuara. Tangannya terulur kearah Xin'er dan mengelusnya dengan lembut. "Gadis cantik. Siapa namamu?" bertanya sambil tersenyum.


Xin'er menunduk hormat kepada kakek Lon Thong. "Namaku Yun Xin'er, kek!" jawabnya dengan sopan.


"Nama yang cantik, secantik wajahnya. Tapi, kenapa kamu mau menikah dengan pria buruk rupa ini?" pertanyaan kakek membuat jantung keduanya berdebar tak karuan.


Deg


Xin'er bingung harus menjawab apa atas pertanyaan kakek ini. Sedangkan Pangeran berharap-harap cemas atas jawaban yang akan terlontar dari mulut Xin'er. Apakah sebuah kejujuran? Ataukah, kebohongan? Entahlah!


Dengan senyum manis yang natural, Xin'er menjawab pertanyaan kakek Lon. "Aku menerima dia apa adanya, kek. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Tak perduli dia berwajah buruk atau tidak, yang terpenting dia menghormati dan menyayangiku. Bagiku, itu sudah cukup!"


Kakek tersenyum mendengar jawaban Xin'er yang lugas, tegas, tanpa ragu sedikitpun. Mungkin karena di kehidupannya dulu, dia seorang perwira. Maka, dia terbiasa berbicara tanpa membuat ragu lawan bicaranya.


Untuk perasaan Pangeran Ketiga saat ini? Jangan ditanya lagi! Dirinya dibuat takjub atas ekspresi serius di wajah Xin'er. Dia sangat kagum pada sosok gadis muda yang akan menjadi istrinya itu. Dibalik kepolosan dan keluguannya, Xin'er ternyata menyimpan sejuta rahasia yang belum bisa diketahui semua orang, bahkan Pangeran Ketiga sendiri.


"Baiklah. Kita mulai ritual pernikahannya!" ucap Kakek membuyarkan lamunan keduanya.


Dengan mengangguk, mereka semua masuk kedalam kuil Juenshing untuk melakukan ritual sakral yang terjadi sekali seumur hidup. Hanya ada kakek Lon Thong sebagai saksi dari pernikahan ini, tanpa di saksikan kedua orang tua dari pihak pria maupun wanita.


Walaupun seperti itu, mereka melakukannya dengan sungguh-sungguh.


"Langit dan Bumi menjadi saksi bersatunya Matahari dan Bulan. Bunga persik bermekaran indah, membawa keharmonisan bagi keluarga dan suami-istri. Dengan kebaikan dari dua keluarga, membawa jodoh ini kedalam pernikahan. Setelah itu, menjadi suami-istri yang saling mencintai tanpa ragu dan tidak terpisahkan!" ucap Pangeran Ketiga dengan lantang.


Xin'er tertunduk sendu meremat jari-jemarinya menahan haru. "Dia ... telah mengucapkan janji suci pernikahan." gumamnya lirih.


"Sekarang. Kalian resmi menjadi sepasang suami-istri!" ucap para saksi yang menikahkan mereka.


Tak terasa, buliran kristal bening meluncur tanpa bisa dicegah. Luruh sudah pertahanan yang sedari tadi ia halau supaya tak jatuh, namun pada akhirnya tak bisa dikendalikan. Xin'er menangis dengan tergugu. Akhirnya, dia harus mengemban tugas sebagai seorang istri dari Pangeran Ketiga.


"Ah, sial. Air mata ini membuatku tak keren lagi. Padahal, disiksa oleh komandan saat latihan tak bisa membuatku menangis, walaupun sekujur tubuh berdarah. Tapi ... apa ini? Hanya mendengar dia mengucapkan janji suci pernikahan, air mata sialan ini malah turun tanpa ku suruh. Sial ... sial ... sial!" Jerit Xin'er setelah mereka dinyatakan sah menjadi suami-istri.


...Bersambung ......


...Bab selanjutnya tak bisa ditentukan. Ikutin suasana hati othor aja. Bisa sehari, dua hari, atau tiga hari. Berikan semangat buatku agar up tidak melebihi batas waktu.😂😂...

__ADS_1


^^^~Lien Machan~^^^


__ADS_2