Panglima Perang Kerajaan Xili

Panglima Perang Kerajaan Xili
Fakta Mengejutkan


__ADS_3

Menikah dengan seorang pria baik dan juga setia. Siapa yang tak mau? Tentu saja semua wanita menginginkan hal tersebut. Namun, apa jadinya jika pria tersebut dipaksa menikah kembali oleh ibunya dan membuat kita harus rela berbagi kasih dengan wanita lain? Sungguh sakit, bukan!


Itulah yang dirasakan Permaisuri Jian Xia, istri dari Kaisar Zhu Zhihu. Pernikahan yang selalu diidamkan bahagia berdua, harus kandas dengan kedatangan beberapa wanita yang menjadi Selir sang suami. Memang hal itu wajar dilakukan para Penguasa suatu Negeri, mempunyai beberapa istri. Tapi, bagi Permaisuri itu sungguh pukulan besar untuk hidupnya.


Rasa ingin memiliki seutuhnya harus dikubur dalam-dalam karena, mertuanya yaitu Ibu Suri menikahkan kembali putranya dengan beberapa putri dari Bangsawan. Sakit hati, itulah yang selalu menemani keseharian Permaisuri Jian Xia. Walaupun kedudukan tertinggi di dapat olehnya, tapi kasih sayang Yang Mulia Kaisar harus terbagi dengan beberapa wanita lain yang dipanggil sebagai Selir.


Wajah Permaisuri selalu terlihat ceria, namun hatinya begitu sakit. Tapi, Beliau harus tetap merelakan berbagi suami bersama para Selir Kaisar karena itu juga hak mereka. Rasa sakit di hati bertambah dalam ketika mengetahui bahwa kasih sayang Ibu Suri tercurah untuk salah satu Selir yang bernama Wang Xiumeng.


Wanita itu menjadi Selir kesayangan Kaisar juga karena, mempunyai bakat serta pandai membuat hati Kaisar senang. Suatu hari Permaisuri diketahui sedang mengandung, Kaisar sungguh sangat bahagia. Apalagi, ini anak pertama mereka. Kaisar berharap jika yang lahir adalah seorang Pangeran. Tapi, kenyataan pahit harus ditelan mereka karena, anak pertama yang lahir dari rahim Permaisuri ternyata seorang bayi perempuan atau seorang Putri.


Sungguh, Kaisar sangat kecewa setelah anak itu lahir. Beliau sudah menantikan kelahiran sang Putra Mahkota, namun yang datang adalah seorang Putri. Tidak. Kerajaan tidak akan membiarkan tahta dimiliki oleh seorang Putri. Demi menyembunyikan fakta sebenarnya, Kaisar dan Permaisuri sepakat untuk menutupi identitas Putri mereka dan mengubahnya menjadi seorang Pangeran.


Benar. Pangeran Zhaoliang adalah seorang Putri yang memiliki nama asli Jian Suli. Dia dididik dan dibesarkan layaknya seorang anak lelaki. Bahkan, Putri cantik itu diajarkan cara bertarung layaknya seorang kesatria. Walaupun semua orang percaya terhadap penampilan luarnya, tapi tubuh sang Putri tak bisa dipaksa kuat selayaknya anak laki-laki.

__ADS_1


Bukan hanya kelahiran Putri Jian Suli, Kaisar pun mendapatkan seorang Putra dari Selir Wang Xiumeng yaitu Pangeran Zhaohan. Keduanya memiliki selisih usia hanya dua bulan. Tapi, keduanya tumbuh bersama seperti layaknya adik-kakak kandung.


Tapi, tetap saja itu tak sama. Bagi Permaisuri, Putra dari Selir adalah tingkat terendah dibawahnya. Zhaohan tidak boleh duduk setara dengan Zhaoliang dan dia pun tak pantas menjadi penerus tahta. Karena hal tersebut, sehingga Permaisuri merencanakan pembakaran gudang militer saat mengetahui bahwa Zhaohan ditugaskan mengambil senjata. Namun ternyata, yang bertugas mengambil senjata justru adalah Zhaoliang.


Karena Zhaoliang adalah seorang gadis, dia pun tak bisa bergerak cepat untuk menghindari reruntuhan bangunan yang dilalap api. Ditambah, persenjataan di sana sudah dilumuri zat berbahaya yang bila mana terkena api, maka zat itu akan menjadi beracun.


Awalnya, Permaisuri sangat senang mengetahui ada anak yang menjadi korban kebakaran gudang senjata militer. Namun, saat melihat mangsanya ternyata masih hidup dan berdiri di samping ibunya, ia pun menjadi panik. Apalagi, saat beberapa prajurit sudah menemukan jasad Putri Jian Suli dan membawanya kehadapan semua orang. Walaupun luka bakar tidak parah, namun Zhaoliang terlalu banyak menghisap asap beracun dari senjata yang dilumuri zat berbahaya.


Tangisan histeris Permaisuri membuat semua orang merasa iba. Beliau terus memeluk jasad Putrinya yang sudah terbujur kaku di pangkuannya. Identitas Putri belum diketahui semua orang, dan dia tetap di kenal sebagai Zhaoliang.


Dengan kematian Putrinya, bukannya membuat Permaisuri jera. Beliau masih ingin membalas dendam terhadap Putra dari Selir Wang, Zhaohan. Berbagai cara dilakukan agar Pangeran itu tersingkirkan dari dunia ini. Tapi, sepertinya Zhaohan memiliki keberuntungan dari Dewa. Hidupnya selalu dilindungi dan terhindar dari marabahaya.


Permaisuri semakin membenci anak itu saat Ibu Suri memanjakannya. Setelah kepergian Zhaoliang, Zhaohan diperlakukan layaknya Putra Mahkota. Apapun keinginannya selalu dituruti oleh Ibu Suri, dan itulah yang membuat dirinya menjadi seperti sekarang. Segala sesuatu yang diinginkan harus dia dapatkan, termasuk wanita. Jika menginginkan sesuatu, dia pasti datang kepada Ibu Suri dan meminta izinnya supaya mendapatkannya. Sialnya, Ibu Suri selalu dan selalu menuruti permintaannya tanpa menghitung jumlah kerugian yang akan didapat karena ulahnya.

__ADS_1


Zhaohan selalu dimanjakan, berbeda dengan Zhaoyan, Putra Kedua Selir Wang, adik Zhaohan sendiri. Namun, saat kelahiran Zhaozu, sikap Ibu Suri berubah. Beliau langsung berpindah memanjakan Putra Permaisuri tersebut. Kasih sayangnya tercurah hanya untuk Zhaozu, tapi anak itu tak bersikap sombong seperti Zhaohan.


Pangeran Ketiga tersebut memiliki sifat seperti Kakek dan Ayahnya, ramah dan juga baik hati. Sifat Zhaozu sudah terlihat dari sejak kecil, bahkan para Pendeta sudah meramal nasibnya di masa depan. Jika Zhaozu naik tahta, maka dia akan menjadi Kaisar seperti mendiang Kakeknya. Negara akan subur dan Rakyat pun hidup makmur.


Tapi, bencana sekali lagi datang tanpa di undang. Kejadian di masa lalu terulang, insiden kebakaran kembali terjadi. Dengan kasus yang sama, Zhaozu terbakar di dalam gudang persenjataan militer. Permaisuri sangat menyesali perbuatannya, karena pada akhirnya yang menjadi korban adalah putranya sendiri, bukan Zhaohan.


Tapi, Permaisuri tak tahu jika kejadian ini ataupun yang lalu, itu terjadi karena ada campur tangan dari pihak ketiga yang menginginkan penerus tahta itu lenyap untuk selamanya. Ya. Sebenarnya, Selir Wang mempunyai pikiran yang sama dengannya, yaitu mencelakai Putra dari Permaisuri untuk merebut tahta Putra Mahkota. Selir Wang pun tak tahu jika Permaisuri sudah merencanakan kebakaran gudang senjata untuk membunuh putranya, dia pun menyiapkan siasat untuk membakar gudang saat Zhaozu masuk kesana.


Dan benar saja, yang menjadi korban adalah Zhaozu, karena Selir Wang mengirim penjaga untuk memanggil putranya diwaktu yang tepat, sedangkan Permaisuri tak tahu jika yang masuk ke gudang adalah putranya sendiri.


Kejadian naas pun tak dapat dihindari, Pangeran Zhaozu terbakar di gudang senjata militer dan kondisinya cukup parah. Luka bakar hampir sembilan puluh persen, dan para Tabib tak sanggup menyembuhkannya, bahkan dirinya telah dinyatakan meninggal.


Namun, seorang kakek yang entah datang darimana, sanggup menyembuhkan luka di tubuh Pangeran Zhaozu dan membuatnya seperti sedia kala. Tapi, kakek tersebut meminta Zhaozu untuk ikut bersamanya selama sepuluh tahun. Walaupun awalnya menolak, tapi Kaisar dan Permaisuri tetap harus menepati janji kepada sang kakek dengan harapan putranya akan menjadi orang terkuat.

__ADS_1


Keinginan mereka tercapai. Zhaozu menjadi seorang Pendekar berilmu tinggi di usia yang masih muda. Dia pulang setelah menyelesaikan pelatihannya di Perguruan Naga Bayang. Namun, dia menyembunyikan identitas karena ingin menangkap musuh yang membuat Kakak dan dirinya celaka. Dia pun menyebarkan rumor tentang dirinya sendiri yang cacat kepada seluruh rakyat, demi mencapai tujuannya. Tapi, Zhaozu tak tahu jika musuh itu adalah ibunya sendiri.


...Bersambung ......


__ADS_2