
Di sebuah tempat yang disebut markas, terlihat banyak orang sedang menikmati pesta kecil yang digelar untuk merayakan keberhasilan. Mereka bersenda gurau, bahkan tertawa terbahak karena saling menceritakan lelucon masing-masing. Terlihat, raut wajah bahagia dari semua orang yang berada di tempat tersebut. Tak terkecuali seorang wanita yang sedang duduk di samping pria paruh baya yang diketahui sebagai pemimpin tertinggi di sini.
"Hahaha. Tuan Besar Khong ternyata pandai bergurau," salah satu pria tua melempar pujian kepada pria paruh baya sang pemimpin tersebut.
Tuan Besar Khong terkekeh geli. "Pak Tua Choi, kau bahkan belum melihat putraku yang tampil. Jika kau melihatnya, maka kau akan mati cepat karena tertawa terus-menerus." ujarnya dengan nada candaan. Semua orang tertawa mendengar ucapan pemimpin mereka yang selalu pintar dalam humor.
Tuan Khong Guan, adalah seorang pria paruh baya yang memiliki ilmu kanuragan cukup tinggi. Bahkan, di usianya yang menuju tua saja, Beliau masih sanggup melawan puluhan prajurit ataupun pendekar dalam sekali serang. Tidak ada yang salah, jika mereka menjadikan Tuan Khong Guan sebagai pemimpin di kelompok ini.
Sekelompok orang-orang yang menyebut dirinya sebagai 'Perampok Bertopeng', terdiri atas seratus lima puluh orang yang menyebar di segala penjuru, dengan dibekali ilmu bela diri cukup tinggi. Bahkan, jumlah anggota mereka semakin bertambah banyak saat mendengar misi dan visi mereka menjadi perampok.
Tapi, bukannya mudah untuk masuk kedalam kelompok Perampok Bertopeng ini. Setiap anggota yang masuk akan mendapatkan pelatihan serta uji kelayakan untuk menjadi anggota Perampok Bertopeng tersebut. Seperti pelatihan pada umumnya saat ingin menjadi seorang prajurit Kerajaan, mereka pun diberikan pelatihan khusus. Jika tidak lulus, maka mereka tidak akan pernah diterima sebagai anggota kelompok Perampok Bertopeng.
Perampok Bertopeng bukan perampok biasa pada umumnya. Mereka hanya merampok para Bangsawan atau Saudagar kaya dan menjarah harta benda mereka untuk dibagikan kepada warga miskin. Di seluruh dataran ini, Perampok Bertopeng mendapatkan julukan Pahlawan Bertopeng, karena aksinya yang menolong rakyat miskin dari kesengsaraan. Bahkan, seluruh rakyat mendukung juga memuja mereka karena dianggap sebagai penolong dalam kesusahan mereka.
Setiap anggota kelompok ini mempunyai tujuan yang sama, yaitu untuk membantu rakyat yang lemah dan menderita akibat penindasan oleh kaum kalangan atas. Seperti pemungutan pajak yang berlebihan, atau penagihan hutang yang terus berbunga dan membuat rakyat miskin semakin tertindas. Tujuan inti mereka juga yaitu, ingin mensejahterakan hidup rakyat kecil yang serba kekurangan, dan membebaskan mereka dari kelaparan yang berakibat pada kematian menyakitkan. Serta, membantu seluruh rakyat kecil untuk merasakan bagaimana hidup dalam kecukupan.
Hal itulah yang menjadikan anggota Perampok Bertopeng itu semakin banyak dan memperluas wilayah kekuasaan mereka. Nama kelompok mereka sangat ditakuti oleh para Bangsawan karena terkenal keganasan mereka dalam bertindak. Mereka tak segan membunuh jika para korban melawan atau menolak memberikan harta mereka.
•
"Kau belum tidur?" seorang pria melangkah masuk kedalam kamar seorang wanita tanpa mengetuk pintu terlebih dulu. Wajahnya tampak tersenyum tipis ketika melihat ekspresi terkejut si wanita. "Apa aku mengganggumu?" bertanya lagi seraya mendaratkan bobot tubuhnya di kursi depan wanita itu. "Maaf, aku masuk tanpa mengetuk pintu!" ucapnya.
Mendongak sebelum menjawab, wanita itu lekas merapihkan tempat tidurnya. "Tidak apa-apa, kak! Kau bisa datang kapan saja," cetusnya masih menyibukkan diri.
Pria yang dipanggil kakak tersebut kemudian berdiri lalu berjongkok di hadapan si wanita sambil menggenggam tangan setelah ia meraihnya. "Apa kau masih memikirkan hal itu? Yoona, dengarkan aku! Tidak peduli seberapa hebat kekuatan mereka, jika kau ingin aku membalaskan dendam atas kematian ayah dan kakakmu, maka aku akan melakukannya. Mereka yang telah merenggut kebahagiaan dan senyum di wajahmu harus mati," cetusnya meyakinkan.
Yoona menatap lurus mata pria dihadapannya. "Kak Jihu. Jujur saja, aku sangat sedih dan menyesal, karena waktu itu tak bisa berbuat apa-apa. Mungkin jika dulu aku sekuat sekarang, maka aku bisa menyelamatkan ayah dan kakakku!" ucapnya penuh kesedihan.
__ADS_1
Jihu menepuk bahu Yoona dengan lembut. "Tak perlu disesali apa yang telah terjadi. Sekarang, lebih baik kau terus mempelajari segala ilmu yang diajarkan ayah pada kita. Aku yakin, kau akan menjadi pendekar wanita terkuat di seluruh daratan Benua Jhajhanan ini." cetus Jihu memberikan semangat bagi Yoona.
Walaupun mereka bukan kakak-beradik kandung, tapi Jihu sudah menganggap Yoona sebagai adiknya sendiri. Dia sangat prihatin terhadap kondisi Yoona saat pertama kali ditemukan.
••
Sekelompok prajurit melewati hutan angker dengan membawa kereta tahanan. Di dalam kereta tahanan tersebut, terdapat tiga orang dalam satu keluarga, yang terdiri dari dua pria dan satu wanita. Mereka adalah tahanan kerajaan yang akan diasingkan ke perbatasan menuju Kuil Dewa Angin.
Kondisi mereka sangat memprihatinkan. Tubuh mereka sangat lemah karena tidak mendapatkan makanan ataupun minum. Walaupun seperti itu, para prajurit yang mengawal mereka tidak perduli bahkan mati sekalipun.
Saat itu, para perampok bertopeng yang dipimpin oleh Tuan Khong Guan tengah melewati hutan tersebut. Mereka melihat mangsa di depan mata dengan berbinar. Namun, sebelum mereka beraksi, tiba-tiba terdengar suara Serigala dari kejauhan. Suara itu semakin mendekat dan terdengar saling bersahutan. Kemungkinan, Serigala itu berkelompok.
Perampok bertopeng masih bersembunyi ditempat persembunyian mereka, yaitu diatas pepohonan. Alasan mereka memilih tempat tinggi tersebut untuk mengelabui serta mengawasi pergerakan mangsa mereka. Tapi, siapa sangka jika mangsa mereka telah dihadang binatang hutan itu.
Saat masih mengawasi, terlihat para prajurit yang berbalik arah dan meninggalkan tahanan kerajaan itu dan membiarkan mereka terkepung Serigala. Lebih tepatnya, mereka dijadikan umpan pelarian.
"Kita sergap dan basmi semuanya. Lalu, kita ambil barang berharga milik mereka!" titah Tuan Khong Guan kepada anak buahnya.
Para prajurit yang melarikan diri pun dihadang serta langsung dibunuh oleh mereka. Barang-barang yang masih bisa digunakan segera mereka rampas.
Sedangkan ditempat ketiga tahanan kerajaan berada. Mereka dikelilingi lima belas ekor Serigala yang kelaparan. Tatapan menyeringai terlihat sangat menakutkan ketika mereka menggertakan giginya. Gigi taring yang panjang dan runcing, serta cakar yang panjang membuat mangsa tidak bisa melepaskan diri.
Ya. Mereka adalah Tuan Perdana Mentri Yun Xiaoyu dan kedua anaknya, Yun Xiaolang dan Yun Xin'er, yang menjadi tahanan kerajaan karena dituding melakukan pembunuhan berencana terhadap Permaisuri.
Salah satu Serigala melompat kearah Xin'er. Namun tak disangka, jika Tuan Xiaoyu akan mengorbankan dirinya dengan cara menghadang terkaman Serigala yang mengarah kepada putrinya. Akhirnya, Tuan Xiaoyu mendapat luka cakaran serta gigitan taring Serigala itu. Padahal, kondisinya sendiri sudah sangat lemah akibat penyakit yang diderita serta kekurangan makan dan minum.
"Aaakkhh," jerit kesakitan terdengar memilukan.
__ADS_1
"Ayah!" teriak Xin'er dan Xiaolang. Keduanya berusaha menyingkirkan Serigala yang menerkam ayahnya itu dengan cara menendang juga memukulnya. Tapi, Serigala yang lain langsung ikut menerkam mereka.
Kedua kakak-beradik itu berusaha melawan sekuat tenaga. Mereka berusaha melakukan apapun sebisa mungkin. Tapi, karena Serigala itu terlalu banyak sehingga mereka kalah dengan mudah.
Walaupun kondisi Tuan Xiaoyu sangat parah, namun Beliau berusaha bertahan demi melindungi putra dan putrinya. Tapi pada akhirnya, tetap saja harus mati tanpa bisa menyelamatkan diri serta kedua anaknya. Para Serigala itu langsung mengerumuni mayat Tuan Xiaoyu serta meninggalkan sejenak Xin'er dan Xiaolang.
Melihat ayahnya yang sudah tak bisa terselamatkan, Xiaolang bergegas menarik adiknya untuk dapat menyelamatkan diri.
"Ayaaaaaah. Kakak, kita harus menyelamatkannya!" rengek Xin'er namun ditolak langsung oleh Xiaolang.
"Tidak, adik. Ayah sudah tidak bisa diselamatkan. Kita harus menyelamatkan diri dan mencari bantuan!" pungkas Xiaolang seraya terus menarik tangan Xin'er. Walaupun kondisi Xiaolang tak jauh berbeda dengan ayahnya, tapi ia bertekad untuk melindungi nyawa adiknya dengan sekuat tenaga.
Dengan terpaksa Xin'er berlari mengikuti tarikan tangan kakaknya. Tubuh mereka penuh luka, sehingga memperlambat pergerakan keduanya. Sebelum mereka pergi jauh, para Serigala itu berhasil mengejar karena mencium darah segar yang berceceran di tanah. Bau darah yang begitu menggoda membuat perut terasa keroncongan.
Xin'er dan Xiaolang yang tak punya senjata apapun untuk melindungi diri, hanya bisa pasrah dengan keadaan mereka saat ini.
"Zhaoling. Dimana kamu? Tolong aku!" jerit Xin'er dalam hati. Hanya satu nama yang terlintas dipikiran Xin'er saat ini, yaitu Panglima Besar Xili. Pria yang mengajarkan arti kata cinta dan kesetiaan kepadanya. Namun dia tak tahu, jika pria itu yang telah dibencinya saat keluar dari Istana.
Saat para Serigala akan mulai menyerang, tiba-tiba semuanya terjatuh oleh beberapa anak panah yang melesat menusuk mereka. Tidak hanya berhenti disitu, terlihat beberapa orang datang dan mengayunkan pedang kearah para Serigala itu hingga mati.
"Kita selamat, kak!" seru Xin'er bersorak kegirangan seraya memeluk kakaknya.
Semua orang bersorak karena kemenangan mereka. Tapi, mereka tidak mengetahui bahaya yang mendekat dari arah lain. Sekelompok Serigala datang kembali karena mendengar panggilan temannya.
Aaauuuuuuuuuu ...
"Astaga. Mereka datang lagi," keluh semua orang termasuk Xin'er dan Xiaolang.
__ADS_1
...Bersambung ......