Panglima Perang Kerajaan Xili

Panglima Perang Kerajaan Xili
Tantangan Zhaoling


__ADS_3

Pagi itu, seorang pria tampan dengan pakaian ciri khas bangsawan baru saja turun dari kereta kuda mewahnya. Dia bersama beberapa pengawalnya terlihat berjalan menyusuri keramaian Kota Yongsheon.


Pria itu tersenyum ramah saat berpapasan dengan semua orang yang lewat. Hatinya bergetar seiring debaran jantung yang berpacu cepat. Perasaannya saat ini tak karuan, antara gugup dan juga senang. Senang karena sebentar lagi akan bertemu dengan orang yang dicarinya selama ini, gugup karena tak tahu harus berbuat apa bila bertemu nanti.


"Pangeran Pertama. Kami akan mencari tahu dimana kediaman Nona Yun dengan bertanya pada warga sekitar," ucap pengawalnya sambil membungkuk hormat.


Pria yang disebut Pangeran Pertama itu segera mengangguk mengiyakan ucapan prajuritnya. Dia lantas duduk di salah satu kedai minuman yang ada dipinggiran kota. "Aku akan menunggu kalian disini," ujarnya.


Para pengawalnya segera pergi untuk bertanya pada warga sekitar mengenai Nona Yun yang mereka cari itu. Karena tak banyak orang tahu mengenai gadis yang sedang dicarinya, para prajurit pun melangkah sedikit menjauh dari posisi sang Pangeran.


Sementara ditempat Pangeran Jianglie berada. Seseorang yang sedang duduk disalah satu bangku kedai tersebut terus memperhatikannya sambil mencuri dengar apa yang dibicarakan tadi. Penampilan mewah dari Pangeran tersebut menarik niat pria itu untuk berbuat jahat padanya.


Pria itu lantas berjalan mendekati sang Pangeran, supaya bisa menjalankan aksinya. Dengan berpura-pura menjatuhkan minuman kearah Pangeran, dia berharap mendapatkan apa yang diinginkannya.


Pria itu segera minta maaf karena membuat pakaian Bangsawan itu basah. Dengan menawari kebaikan untuk membantu membersihkan pakaian Bangsawan tersebut, dia justru mencurinya saat pakaian telah ditanggalkan. Bukan hanya pakaian saja, dia pun mencuri seluruh barang berharga yang dimilikinya, serta mengikat Pangeran di gudang tua belakang Desa.


Karena Pangeran tidak mempunyai kemampuan bela diri, dia pun dengan mudahnya ditaklukan oleh pria tersebut.


Pakaian serta barang berharga Bangsawan tersebut ia gunakan untuk kepentingannya sendiri, yaitu menipu orang-orang sekitar. Dia pun mengaku dirinya adalah seorang Pangeran Pertama dari Kerajaan Jixang, seperti identitas pria yang disekap olehnya di gudang tua tadi.


Saat tengah berjalan-jalan di sekitaran kota, tak sengaja ia bertabrakan dengan dua orang wanita yang menenteng barang belanjaan di tangan. Kedua wanita itu adalah Yun Mingna dan Ghehu, pelayan pribadinya.


Kecantikan Mingna memang tidak diragukan lagi dimata para lelaki hidung belang. Hanya dengan sekali tatap, para pria akan jatuh cinta oleh pesonanya. Tapi, itu tak berlaku bagi Zhaoling. Sekeras apapun wanita itu merayu, tak kan sedikitpun Zhaoling tergoda olehnya.


Mingna yang melihat penampilan mewah pria dihadapannya sangat yakin, bahwa pria itu adalah seorang Bangsawan. Dia tambah yakin saat pria itu sengaja menjatuhkan sebuah cincin giok merah dari kantong pakaiannya.


Mingna lekas memungut barang tersebut untuk mengembalikan pada sang pria. Tapi, dia meneliti dahulu benda tersebut supaya tahu keasliannya. Setelah meyakini keasliannya, ia tersenyum ramah sambil meminta maaf. Tentunya, dengan sedikit rayuan.


Pria itu memang terlihat lebih tua dari Pangeran Zhaohan, pria yang diidamkan Mingna selama ini. Usianya sekitar empat puluh tahun. Namun, Mingna tak perduli. Selama pria itu adalah seorang Bangsawan, dia akan gencar mendekatinya supaya bisa dipamerkan kepada semua orang.

__ADS_1


Dengan senyum yang mengembang, Mingna membawa pria itu ke rumahnya dan mengenalkannya pada sang ibu. Tentu, ibunya sangat senang jika putrinya mendapatkan pria seorang Bangsawan, terutama Pangeran Pertama Jixang. Itu lebih baik daripada seorang Panglima seperti Zhaoling itu. Walaupun Jixang bukan kerajaan besar, tapi itu cukup untuk membuat kedudukannya lebih tinggi.


Yun Muning sangat menyetujui kedekatan putrinya bersama Pangeran Pertama tersebut, walaupun perbedaan usia yang cukup jauh. Muning yang gila akan kekuasaan dan kedudukan tinggi, rela menyerahkan putrinya kepada siapapun yang mempunyai kekuasaan. Dia tak pernah perduli akan kebahagiaan yang harus didapatkan putrinya bila hidup dengan orang tersebut. Selama orang itu mempunyai kekuasaan dan berkedudukan tinggi, maka tak apa.


Pangeran palsu itu pun memanfaatkan keadaan ini untuk bersenang-senang. Dengan santainya dia meminta Mingna melayaninya di ranjang dari siang sampai sore. Mereka tak lelah melakukan perbuatan menjijikan tersebut, walaupun tanpa ikatan pernikahan.


Karena dijanjikan akan menjadi salah satu selirnya, Mingna pun tak pernah protes dan membantah saat si pria itu mengajaknya pergi dari rumahnya untuk bermalam di penginapan, dengan alasan akan membawanya ke Kerajaannya.


Tanpa rasa curiga, Mingna ikut bersama Pangeran palsu itu dengan hati girang dan tentu atas persetujuan ibunya. "Jadi Selir Pangeran Pertama," jeritnya kegirangan. "Xin'er. Akan aku buktikan, bahwa bukan cuma kau saja yang punya kedudukan tinggi karena menikah dengan Pangeran Ketiga. Tapi, aku juga akan menikah dengan Pangeran Pertama Kerajaan Jixang, dan memiliki kekuatan untuk menghancurkan kesombonganmu!" ia bertekad dengan penuh keyakinan.


Tapi, Mingna tak tahu bahwa dirinya telah ditipu oleh seorang pria miskin yang mengaku sebagai Pangeran Pertama Jixang. Karena terlanjur senang, tanpa curiga dia hanya percaya perkataan pria dihadapannya tersebut. Mereka bermalam di penginapan yang sama dengan Xin'er dan Zhaoling.


Sedangkan Pangeran asli, kini telah ditemukan para pengawalnya dalam keadaan terikat. Dia pun menceritakan semuanya pada pengawalnya dan lekas mencari penipu itu. Mereka terus mencari dari satu tempat ke tempat lain, karena penipu itu bukan hanya mencuri pakaian dan juga barang penting milik Pangeran. Tapi, dia juga tahu mengenai tujuan kedatangan Pangeran Jixang ke Kota Yongsheon ini.


Karena hari sedang hujan badai, pencarian pun dihentikan sejenak. Setelah hujan reda, mereka kembali mencari dan menggeledah semua penginapan supaya dapat menangkap penipu itu dengan cepat.


Pangeran lupa bagaimana rupa si penipu, karena kepanikannya saat penipu itu memukul serta menutupi kepalanya menggunakan karung. Jadi, yang bisa ia lakukan adalah menggeledah semua orang dan mendapatkan barang-barang miliknya lagi.


Sang Pangeran terkejut saat mengetahui bahwa wanita itu bermarga Yun, seperti gadis yang dicarinya selama ini. Tapi, dia pun memiliki keraguan karena usia wanita itu sangat jauh dari perkiraannya. Gadis bermarga Yun yang ia cari diperkirakan berusia sekitar dua puluh dua tahun, sedangkan dihadapannya kemungkinan lebih dari dua puluh lima tahun. Apa ia salah?


"Apa kau benar-benar Er'er ku? Benarkah kau Yun Xin'er?" tanya Pangeran penuh harap sambil menekan kedua bahu Mingna.


Mingna yang tidak mengerti situasi sebelumnya segera tersadar, bahwa pria tampan dihadapannya itu sedang mencari adik tirinya. Jika dia menggelengkan kepala, maka dia akan mendapat hukuman seperti si penipu itu. Namun, jika dia mengakuinya, Xin'er yang asli saat ini berada tepat dihadapannya bersama si pria dingin Zhaoling. Itu sama saja mencolok mata yang sedang terbuka lebar.


Yang bisa dilakukan Mingna saat ini hanya tertunduk lesu seperti orang yang tak berdaya, walaupun memang keadaannya saat ini tak menguntungkan. Tapi, dalam hati ia menggerutu kesal pada Xin'er. "Bagaimana Xin'er bisa mengenal pria tampan dan kaya itu. Apa dia memakai ajian supaya bisa memikat banyak pria tampan disekelilingnya?"


Melihat Mingna yang tertunduk tak mau menatapnya, Pangeran segera melepaskan tangannya dan sedikit menjauh. "Kau bukan Xin'er-ku! Siapa kau? Kenapa kau memiliki marga yang sama dengan Paman Xiaoyu?" bentaknya keras.


"Karena dia adalah saudari tiriku," sahut seorang gadis yang tadi datang bersama pria tampan lainnya.

__ADS_1


Pangeran Jianglie segera memutar tubuhnya menghadap gadis cantik yang tengah berdiri di samping seorang pria. Dia memperhatikan penampilan gadis itu dari atas sampai bawah. Pakaiannya terlihat biasa saja seperti bukan Nona Bangsawan, dia juga terlihat seperti bukan seorang gadis pada umumnya yang cenderung memakai make-up tebal. Gadis itu biasa-biasa saja tanpa pakaian mewah dan juga polesan make-up di wajah.


"Apa maksudmu tadi dengan berbicara bahwa dia saudari tirimu? Apa kau ... Xin'er putri dari Paman Xiaoyu dan Bibi Xinwa yang asli? Kau benar-benar adik dari Xiaolang?" tanya Pangeran sambil mendekati gadis itu dengan tangan terulur untuk menyentuhnya.


Namun, Zhaoling segera menepis tangan tersebut sambil berkata. "Jangan menyentuhnya sedikitpun!" peringat Zhaoling dengan nada ancaman.


Semua orang menatap Zhaoling yang terlihat tak takut sedikitpun. Aura dinginnya mampu menyadarkan orang disekitar, bahwa dirinya bukan orang sembarangan. Tapi, Jianglie yang merasa bahwa dirinya dilindungi para prajurit hanya tersenyum meremehkan. "Siapa kau? Apa kau anjing penjaga Xin'er?"


Mendengar penghinaan yang dilontarkan Jianglie, Zhaoling menjadi sangat marah dan tangannya dengan cepat mencengkram leher pria itu sangat kencang. "Beraninya kau berbicara kasar kepadaku? Kau pikir dengan kedudukanmu sebagai seorang Pangeran, bisa merendahkanku? Cih. Kau hanya Pangeran dari Kerajaan kecil. Sedangkan aku ..." Zhaoling tak bisa melanjutkan ucapannya karena beberapa prajurit menyerangnya.


"Ciyaaaaattt,"


Perkelahian antar sepuluh pengawal Jianglie melawan Zhaoling segera terjadi. Baku hantam serta adu pedang menggema dilantai dua, merusak properti penginapan tersebut.


Xin'er tak tinggal diam. Dia lekas membantu Zhaoling untuk melawan pengawal lainnya yang datang dari luar kamar.


Mereka memukul mundur musuh supaya bisa keluar ruangan, agar memudahkan saat berkelahi. Dengan lihainya, Zhaoling dan Xin'er melompat dari lantai dua dan mendarat mulus di lantai bawah. Para pengawal Jianglie segera mengejarnya dan perkelahian berlangsung kembali.


Para pengunjung yang ketakutan segera melarikan diri keluar penginapan tanpa menunggu waktu lagi.


Bagh ... bugh ... brakk


Zhaoling terus memukul semua pengawal itu, dibantu oleh Xin'er yang terus mengayunkan pedangnya.


Trang ... trang ... crash


Para pengawal terkapar tak berdaya dilantai penginapan. Bahkan, mereka terpental sampai menabrak meja, bangku, pintu, serta jendela.


"Ayo, berdiri kalian semua! Lawan aku dengan seluruh kemampuan kalian!" tantang Zhaoling dengan berani.

__ADS_1


...Bersambung, gaess ......


__ADS_2