
Yoona terlihat mondar-mandir didepan ruang ICU, tempat dirawat kedua orang tuanya.
Hatinya sangat resah, karena Dokter tak kunjung keluar untuk memberikan kabar terkini mengenai kondisi keduanya. Ditambah lagi, pikirannya kacau saat ini.
Jerry menjelaskan mengenai Kerajaan Xili yang sedang dicari tahu oleh Yoona. Dia sendiri mengetahuinya dari cerita Nenek Huo, pemilik toko kue yang ada di sebrang perpustakaan kota.
Ternyata, nenek Huo sama halnya seperti Yoona yang mengalami kejadian aneh dengan memasuki alam mimpi disaat koma sebulan yang lalu. Nenek Huo berperan sebagai Ibu Suri yang sangat kejam terhadap cucunya sendiri dikarenakan sesuatu.
Seperti yang diketahui ketika Zhaoling memutuskan memilih Xin'er, waktu itu Ibu Suri tidak setuju sebab sudah mengetahui nasib buruk yang akan menimpa Xin'er dikemudian hari. Jika Zhaoling tetap keukeuh menikah dengan Xin'er, maka mala petaka akan terjadi.
Oleh sebab itu, Ibu Suri berusaha menyingkirkan Xin'er dengan segala upaya agar tidak terjadi bencana yang merugikan Kerajaan Xili.
Beliau mengetahui setiap kejadian yang akan terjadi kepada kerajaannya, baik itu pendukung maupun pengkhianat, serta kelima cucunya yang akan bertarung memperebutkan kekuasaan dan hak mutlak kekaisaran.
Maka dari itu, Ibu Suri berusaha membangkitkan semangat Zhaoling ketika dirinya kehilangan Xin'er yang diketahui mati dimakan serigala.
"Nak Jerry, kau mirip sekali dengan pria yang menjadi cucuku di Kerajaan Xili, yaitu Zhaozu." ungkap nenek Huo.
Jerry termenung. "Jadi, nenek pun masuk ke zaman itu ketika koma?" bertanya seraya memperhatikan lukisan-lukisan yang ada dihadapannya.
Lukisan tersebut dibuat oleh nenek Huo sendiri berdasarkan ingatannya di alam mimpi yang panjang itu. Ada lukisan wajah Kaisar Zhihu, Permaisuri Jian Xia, para Selir serta kelima Pangeran Xili, termasuk Zhaohan dan Zhaozu.
Pria yang ada di lukisan tersebut betul-betul mirip dengan Jerry. Yang membedakan hanya rambut panjang yang di kuncir kuda serta pakaian ciri khas seorang ...
"Kenapa Pangeran Zhaozu berbeda?" Nenek Huo menoleh kearah Jerry yang bertanya dengan wajah seriusnya.
Nenek Huo tersenyum sebelum menjawab. "Dia memang berbeda karena dia yang spesial seperti Dokter Jerry ini," sahutnya sembari membalas tatapan Jerry dengan lembut.
"Maksudnya?" Jerry benar-benar bingung.
"Ceritanya panjang," lagi-lagi nenek hanya berkata tanpa memberikan jawaban yang diinginkan.
Melihat Jerry sangat penasaran, nenek pun menceritakan segalanya tentang cucu ketiganya yang memilih menjadi Panglima perang daripada menjadi Pangeran Kerajaan.
__ADS_1
Zhaozu atau Zhaoling, mendapatkan kekuasaan dengan usahanya sendiri yang mampu menaklukan semuanya dengan kebaikan serta keadilannya terhadap sesama.
Dia juga memilih seorang istri bukan dari golongan Putri Kerajaan, melainkan menikahi seorang Putri Perdana Mentri.
Itulah yang menjadi malapetaka baginya dikemudian hari, sebab para Bangsawan yang tak terima langsung membentuk kubu dan menggabungkan diri untuk melakukan kudeta.
Jerry meraih lukisan yang rusak sebagian karena terkena tumpahan minyak. "Siapa ini, Nek?"
"Itu istri dari Zhaoling, Yun Xin'er!" sahut nenek Huo.
Pria itu terus memperhatikan lukisan yang rusak sebagian tersebut. Wajah itu mirip sekali dengan seorang pasien yang sedang dirawatnya lima bulan terakhir ini.
Jadi, sebelum dirawat oleh Jerry, Yoona sudah dirawat terlebih dahulu oleh dokter lain namun mereka menyerah setelah dua bulan merawatnya. Begitupun dengan dokter lain yang menyatakan ketidaksanggupannya untuk merawat Yoona, karena mereka beranggapan tak ada harapan untuknya sadar kembali.
Beruntung ada Jerry yang menyatakan sanggup untuk merawat Yoona, setelah melihat berbagai usaha yang dilakukan kedua orang tua gadis itu.
Sebuah rasa yang menuntun Jerry untuk menyelamatkan Yoona dari tidur panjangnya. Dan akhirnya, Jerry pun berhasil membawa Yoona kembali ke dunia nyata dengan ingatan yang terbawa dari alam mimpinya sebagai seorang calon Permaisuri.
Nenek Huo pun menceritakan rahasia tentang kebenaran, yang mana itu membuat Jerry membelalakkan mata dengan sempurna.
Rahasia itu diketahui oleh Ibu Suri dan Permaisuri ketika Zhaozu kembali ke Istana setelah belajar ilmu bela diri di Perguruan Naga Bayang.
Walaupun mereka tahu masalah tersebut, tapi keduanya tak bisa berbuat apa-apa untuk mengungkap kebenarannya sebab takut terjadi sesuatu kepada Zhaokang.
Untuk menebus semuanya, keduanya pun memberikan segala kemewahan untuk Zhaokang yang tak pernah merasakan fasilitas seperti Zhaozu, walaupun Zhaozu sendiri sebenarnya tak pernah menggunakan segala fasilitas yang mewah tersebut.
Zhaozu memilih menjadi seorang Panglima daripada menjadi Pangeran. Dia tumbuh menjadi pria kuat dan memiliki kekuasaan dengan usahanya sendiri, bukan dengan bantuan Permaisuri ataupun Ibu Suri.
Itulah sebabnya, Ibu Suri dan Permaisuri selalu berusaha menyingkirkan Zhaozu dengan berbagai cara dan membuatnya tidak hidup bahagia. Dan sampai saat dimana peperangan dimulai antara Zhaozu dan Zhaohan, Permaisuri tetap berusaha menyingkirkannya karena rasa benci yang tak bisa diungkapkan.
Permaisuri mendapat kabar bahwa Zhaokang terbunuh oleh Zhaozu di medan perang. Beliau sangat sedih mendapatkan kabar tersebut, sehingga menyuruh Muning untuk membunuh Xin'er dengan tujuan agar Zhaozu juga merasakan kesedihan seperti dirinya.
Benar saja. Setelah kematian Xin'er, Zhaozu sangat bersedih. Ditambah lagi dengan harus mengurus putranya seorang diri tanpa istri yang menemani. Dengan sifat yang dimiliki Zhaozu, Permaisuri yakin jika pria itu tak kan menikah lagi dan memilih membesarkan putranya seorang diri. Hidup putranya pasti akan sangat menyedihkan tanpa seorang ibu, pikir Permaisuri.
__ADS_1
Berbeda halnya dengan Permaisuri, Selir Wang justru tertawa bahagia walaupun kedua putranya yaitu Zhaohan dan Zhaoyan, serta Zhaokang tewas terbunuh oleh Zhaozu.
Setelah kematian Zhaokang, maka Zhaozu akan menjadi satu-satunya penerus tahta Kekaisaran. Putra Selir Gu itu akan menjadi pemimpin seluruh daratan benua Jhajhanan. Dengan begitu, kedudukannya akan naik dari Selir kesayangan menjadi Ibu Suri setelah kebenaran diungkapkan.
Tapi, Selir Wang sudah mempunyai rencana untuk mengubah segalanya. Dia akan mengakui segalanya dan dengan begitu Zhaozu tidak akan pernah mendapatkan tahtanya.
Tapi sepertinya itu bukan hal yang mudah, sebab Permaisuri pasti tak membiarkan itu terjadi.
Satu-satunya cara untuk menyingkirkan Permaisuri yaitu dengan memberitahukan siapa pembunuh Xin'er kepada Zhaozu. Dengan cara itu, bisa dipastikan jika Zhaozu akan membenci Permaisuri.
Walaupun Zhaozu sudah mengetahui kebenaran dari pergerakan bibir Xin'er, tapi dia tetap tak percaya begitu saja. Dia ingin membuktikan bahwa ibunya atau Permaisuri tidak melakukan kekejaman tersebut.
Zhaozu lebih meyakini dengan pasti, jika pembunuh Xin'er adalah Selir Wang.
•
Yoona terdiam mendengar cerita Jerry, yang mengatakan bahwa Zhaozu atau Zhaoling, bukan putra dari Kaisar dan Permaisuri, melainkan putra Kaisar dengan Selir Gu.
"Pantas saja dia sangat membenci Aling," gumam Yoona sembari mengusap dagunya. "Tapi, aku tak percaya jika Aling bukan putra Permaisuri! Dilihat dari segalanya, Aling lebih mirip Permaisuri dari pada Selir Gu. Apa mungkin mereka salah?" sambungnya kemudian bertanya pada diri sendiri.
Yoona kembali berjalan bolak-balik dengan kening mengkerut. Tangannya menyilang satu di dada, dan satunya lagi menyentuh dagu. Dia sedang berpikir keras dengan semua kejadian yang pernah dialaminya dalam mimpi panjang itu. "Dia membunuhku agar Aling menderita,"
Kemudian Yoona menatap Jerry dengan seksama. "Menurutmu, apa kerajaan Xili itu ada?"
"Tidak!" sahut Jerry cepat.
"Benarkah? Tapi ...."
"Nona Sin, sebaiknya kamu melupakan semua itu dan fokuslah pada hidupmu di dunia nyata. Segala sesuatu yang kamu alami itu hanya sebuah mimpi buruk. Jadi, mulailah menata kembali kehidupanmu dengan lebih baik!" ujar Jerry memberi nasehat.
Yoona kembali terdiam sejenak sebelum berkata lagi. "Kamu benar, Dokter! Aku tidak boleh memikirkan hal itu lagi dan harus fokus dengan keadaan kedua orang tuaku. Terima kasih, Dokter! Karena kamu, aku terbebas dari maut."
Gadis itu mengingat kembali apa yang terjadi beberapa jam yang lalu dirumahnya, ketika Jerry datang untuk menolongnya.
__ADS_1
"Zhaohan. Bukan! Mayor Bang Khong, aku tidak akan memaafkan mu!"