Panglima Perang Kerajaan Xili

Panglima Perang Kerajaan Xili
Pembalasan Yoona


__ADS_3

"Aku ingin pergi ke pusat perbelanjaan terdekat. Ada yang harus dibeli," ucap Yoona kepada Polisi yang bertugas di sekitar area perumahannya.


Polisi tersebut menatap Yoona, kemudian menoleh ke belakang.


Yoona yang mengikuti arah pandang Polisi tersebut pun langsung berkata. "Aku pergi bersama dengannya," cetusnya membuat Polisi itu kembali menoleh.


"Salah satu dari kami akan mengikuti kalian." tukas Polisi tersebut yang kemudian memanggil rekannya untuk mengikuti Yoona dan Jerry ke pusat perbelanjaan.


Gadis itu membeliak sebal menatap para polisi di hadapannya. Dia itu korban tapi seolah menjadi tahanan, dan kemana pun pergi harus diikuti para Polisi.


Namun, dia mengiyakan dengan anggukan kepala. Tak mau berdebat, pikir Yoona. Itupun yang dikatakan Jerry_jangan berdebat!


Yoona dan Jerry mengendarai motor sport milik si Dokter tampan itu diikuti motor Polisi di belakang. Keduanya sengaja pergi menggunakan motor agar lebih cepat sampai tujuan ketimbang menggunakan mobil.


Jerry sang pengendara tersenyum tipis di balik helm full face miliknya. Dia berencana membawa laju motornya sekencang mungkin, dengan tujuan mengerjai Polisi tersebut juga berniat kabur dari pengawasannya.


Polisi dibelakang berteriak memanggil, tapi diacuhkan olehnya dan memilih menambah kecepatan. Akhirnya, mereka meninggalkan Polisi itu jauh di belakang.


Namun tak disangka, ketika di perempatan jalan malah bertemu beberapa Polisi yang sepertinya sudah dihubungi Polisi yang mengejar mereka tadi. Mereka pun disuruh menunggu sebentar dengan berbagai alasan.


Jerry membatin, pasti ulah Polisi tadi.


Benar saja. Tak lama kemudian, Polisi yang bertugas mengikuti mereka akhirnya sampai di tempat itu. Dia menatap sengit ke arah Jerry dengan tatapan membunuh.


"Kalian ingin kabur?"


"Tidak, Pak! Perutku sakit, dan aku harus cepat-cepat untuk ... kalian paham kan!" kilah Jerry.


"Toilet umum banyak di jalan dan kamu mau menuntaskan di mana?" bentak Polisi tersebut. "Dengar! Walaupun kedudukanmu adalah Letjen sekalipun, kalian harus tetap mengikuti aturan yang ditentukan. Kalian paham?" lanjutnya kemudian.


"Baiklah ... baiklah! Ayo cepat, aku sudah tidak tahan!" Jerry mengalah demi tak terlibat pertengkaran. Bukannya dia takut, tapi hanya tak ingin menghambat rencana yang mereka buat.


"Kita akan kemana?" tanya Polisi itu menghentikan Jerry dan Yoona.


"Sesuai rencana awal_pusat perbelanjaan," sahut Yoona santai.

__ADS_1


Motor mereka pun melaju kembali di jalanan beraspal dengan padatnya kendaraan.


Namun ketika di tengah jalan, Jerry melihat sosok Bang Khong tengah berkumpul bersama kawan-kawannya. Dia pun memberikan kode kepada Yoona menggunakan jari setelah menepuk pelan pahanya.


Yoona yang mendapat perlakuan itu tentu risih, dia marah namun tak jadi karena mengikuti arahan dari Jerry.


Wajahnya seketika menoleh ke arah tunjukkan Jerry. Yoona mengeram karena emosinya kini muncul setelah melihat orang yang telah menghabisi kedua orang tuanya.


"Aku ingin menghabisi pria itu sekarang juga!" cetusnya geram. Yoona sangat marah dan ingin segera membunuh pria jahat itu.


Tapi, Jerry menahannya agar Yoona lebih bersabar untuk tidak bertindak gegabah. Dia takut jika Bang Khong mempunyai senjata rahasia untuk membunuh Yoona tanpa diketahui Polisi.


Pria kejam itu bisa menghilangkan bukti kejahatannya ketika membunuh kedua orang tua Yoona. Kemungkinan besar dia punya koneksi di kepolisian. Adanya pengkhianat di pihak aparat penegak hukum, dengan menyembunyikan kejahatan seseorang yang bukan warga negara tersebut.


Identitas Bang Khong pasti tidak biasa. Buktinya, dia memiliki koneksi besar di negara tetangga tanpa kesulitan apapun. Hal ini membuat Jerry harus memutar otak lebih keras lagi.


Motor Polisi masih mengikuti di belakang motor Jerry. Dia tak memiliki pilihan lain selain mencuri perhatian si penjahat dengan memberikan umpan yang besar agar dia terpancing.


Tapi, bagaimana caranya?


Beberapa menit kemudian mereka telah sampai di pusat perbelanjaan. Polisi itu masih mengikuti di belakang mereka berdua dengan menyamar menjadi warga biasa agar tak mengundang perhatian orang sekitar.


Haish, sudahlah!


Jerry dan Yoona saling menatap sembari memberi kode rahasia. Keduanya mengangguk satu sama lain tanpa sepengetahuan Polisi di belakangnya.


Jerry berpamitan untuk ke toilet, sedangkan Yoona memilih untuk masuk ke toko pakaian yang ada di sana. Mereka sudah merencanakan sesuatu untuk mengelabui Polisi yang terus mengikutinya sampai sejauh ini. Mungkin, takut kehilangan jejak!


"Kenapa aku yang seolah menjadi tahanan?" batin Yoona menatap sebal Polisi itu.


Dia berjalan sambil sesekali melirik ke belakang yang ternyata diikuti terus sampai toko pakaian. Dia pun segera memasuki toko tersebut dengan sedikit berlari dan ternyata Polisi itu pun ikut berlari.


Setelah masuk toko, Yoona pun merasa lega. Ternyata, toko tersebut cukup ramai di hari ini dan itu bisa ia manfaatkan. Dia pun berpura-pura memilih pakaian yang berjejer di kanan dan kirinya dengan ikut berdesakan bersama yang lainnya membuat Polisi itu kebingungan melihat sosok Yoona.


Melihat perhatian Polisi teralihkan, Yoona bergegas menyelinap ke luar menuju parkiran. Di sana Jerry telah menunggunya untuk bergegas pergi dari tempat tersebut.

__ADS_1


Jerry membawa motornya dengan kecepatan tinggi untuk kembali melewati tempat di mana mereka melihat Mayor Bang Khong. Ternyata, pria itu masih berkumpul di tempat tersebut sambil bersenda gurau bersama teman-temannya.


Sesuai rencana awal, Jerry harus memancing Bang Khong dan kawan-kawannya ke tempat yang jauh dari pusat kota hingga Polisi tak mengetahui keberadaan mereka.


Motor Jerry berhenti di jalan utama yang bisa dilihat mereka dari kejauhan. Motornya mati dan ia pun mendorongnya ke Pom. Yoona yang berada di jok belakang tentu mengikuti Jerry sambil menenteng helm.


Beruntung saat itu salah satu kawan Bang Khong melihat Yoona dan dia memberitahukan padanya dengan menunjuk ke arah gadis itu.


Bang Khong yang melihat kehadiran Yoona di sana seketika berdiri dengan tatapan penuh kebencian. Dia bergegas mengikuti Yoona untuk memberikan salam pertemuan sekaligus perpisahan. Namun, dia tak tahu jika Yoona dan Jerry telah melihatnya lebih dulu hingga melakukan siasat ini.


Untungnya mereka tak bertindak di tempat itu. Mungkin juga karena mereka tak mau mengundang perhatian warga sekitar ketika menghabisi Yoona.


Jerry menyeringai ketika melihat beberapa motor mengikuti dari belakang. Dia sengaja mengarahkan mereka ke luar kota dan memancing menuju ke jalanan area pegunungan_bermaksud menghilangkan bukti.


Di jalur lingkar dalam kota terdapat banyak CCTV yang terpasang berdampingan dengan lampu jalanan. Namun, di luar daerah lebih tepatnya jalan pegunungan, tak ada satupun kamera yang bisa mengecek keberadaan mereka.


Motor-motor itu mengejar motor Jerry dan berusaha menyalipnya tapi gagal. Kembali, motor Jerry dikejar kemudian di tendang dari samping hingga motornya oleng. Tapi, Jerry masih bisa menjaga kestabilan laju kendaraannya supaya tak jatuh.


Namun itu tak berlangsung lama. Bang Khong kembali menendang motor Jerry dengan sekuat tenaga membuat motor Jerry oleh dan berakhir jatuh di tanah.


Bruk


Beruntung mereka tak terluka parah walaupun berguling di jalanan yang sedikit berbatu.


Jerry dan Yoona segera menegakkan tubuh untuk bersiap melawan kawanan Bang Khong yang berjumlah sepuluh orang. Keduanya mengangguk sambil memasang kuda-kuda.


Tanpa berkata, keduanya menerjang ke arah mereka dengan tendangan keras.


Buk ... bukk


Beberapa orang terpental akibat tendangan Jerry dan Yoona. Merasa belum puas, keduanya kembali mengangkat kaki dengan gerakan memutar hingga mengenai beberapa orang lainnya sampai mereka jatuh.


Bang Khong yang melihat itu lantas maju untuk menyerang Yoona. Namun, secepat mungkin Yoona menghindar dengan cara memutar tubuh ke samping sambil mendaratkan sebuah pukulan keras di punggung Bang Khong.


Baaaakkk

__ADS_1


"Ugh,"


...Bersambung ......


__ADS_2