Panglima Perang Kerajaan Xili

Panglima Perang Kerajaan Xili
Telah berakhir


__ADS_3

Tatapan tajam menusuk ke arah Yoona. Bang Khong mengusap ujung bibirnya yang sedikit mengeluarkan darah. "Cih," Pria itu memasang kuda-kuda dengan tangan yang mengepalkan tinju.


Begitupun dengan Yoona. Gadis itu seolah tak ingin kalah dari penjahat di hadapannya. Rasa benci dan amarahnya sudah menyelimuti hati Yoona, hingga ia rela melakukan apapun demi membalaskan kematian kedua orang tuanya. "Kau harus mati di tanganku!" serunya dengan rahang mengeras.


Bang Khong pun tak tinggal diam ketika Yoona menerjang ke arahnya. Dengan sekali hentak, tubuh Yoona ditendang begitu keras hingga terjungkal ke belakang.


Bugh


"Akh!"


Tak cukup sampai di situ saja. Di belakang Yoona sudah menunggu teman Bang Khong yang bertubuh gempal siap melayangkan tendangan bebas hingga mengenai punggung gadis itu.


Bakkk


Kembali Yoona meringis menahan sakit akibat dua tendangan sekaligus dari depan maupun belakang. Gadis itu di serang terus menerus oleh kedua pria jahat tersebut hingga kewalahan. Sedangkan Jerry tak bisa membantunya sebab dirinya pun menghadapi empat pria sekaligus.


"Yoona. Kamu baik-baik saja?" tanya Jerry disela perlawanannya.


Yoona hanya menyahuti dengan datar. "Jangan khawatir!"


Mereka tak membiarkan Yoona ataupun Jerry santai barang sejenak. Keenam pria tersebut melayangkan pukulan demi pukulan, tendangan demi tendangan ke arah kedua orang itu.


"Sin Yoona, menyerah saja jika kamu tak sanggup!" ujar Bang Khong dengan seringai di wajahnya. Dia merasa menang kali ini, sebab Yoona terlihat kelelahan melawannya.


Yoona mengelap wajahnya yang dipenuhi keringat serta sudut bibirnya yang mengeluarkan darah segar. Gadis itu meludah untuk menghilangkan rasa amis dari darah yang keluar dari bibirnya. "Kamu pikir aku akan menyerah semudah itu? Heh, jangan harap!" cetusnya dengan tegas.


Gadis itu kembali bersiap dengan mengepalkan tangan membentuk tinju. Tangannya melambai sebagai tanda tantangan untuk musuhnya.


Tentu saja, Bang Khong yang melihat merasa dipermainkan dan juga diremehkan. Pria itu kembali menyerang Yoona untuk memberikan pelajaran sekaligus mempersingkat waktu agar segera membunuhnya. Namun diluar dugaan, Yoona bergerak secepat kilat memutar tubuhnya yang kemudian melayangkan tendangan keras ke wajah Bang Khong. Akhirnya, pria jahat itu terjatuh dengan merasakan rasa sakit di wajahnya. .

__ADS_1


Bang Khong mengeram kesal. Dikeluarkan sebuah belati berwarna emas dengan lambang khusus di gagangnya. Belati itu sama persis dengan belati yang digunakan Muning ketika menghabisi Xin'er di alam mimpi.


Yoona terperanjat saat Bang Khong melesat dengan mengulurkan belati untuk menusuk perutnya. Beruntung dia segera tersadar dan dapat menghindari serangan Bang Khong yang cepat itu.


Srekk


Darah segar keluar dari lengannya yang tergores belati tersebut. Beruntung ia dapat bereaksi tepat waktu untuk menghindarinya. Jika tidak, maka itu akan sangat berbahaya.


Bang Khong tertawa mengejek karena bisa melukai Yoona, namun gadis itu melemparkan tatapan sinis kepadanya hingga pria itu kembali memasang wajah datarnya. Dia pun bergerak kembali untuk menuntaskan apa yang seharusnya dilakukan, yaitu membunuh Yoona.


Tapi, kali ini Yoona tidak memberikan kesempatan baginya untuk menyerang dirinya lagi. Saat belati itu mengarah ke arahnya, dengan cepat ia memutar tubuh hingga tangan Bang Khong yang bergerak sangat cepat tidak bisa berhenti dan menusuk temannya yang tadi melawan Yoona bersama dirinya.


Si pria bertubuh gempal mengerang kesakitan akibat dada kirinya tertusuk belati yang digunakan Bang Khong untuk membunuh Yoona. Ternyata, sesuai dugaan Yoona bahwa belati itu dilapisi oleh racun berbahaya sebab dirinya pun merasa sangat tersiksa akibat goresan di lengannya tadi.


Walaupun lukanya kecil, tapi itu membuat penglihatan Yoona sedikit kabur. Dia tidak fokus menatap objek yang ada di depannya, termasuk pergerakan Bang Khong yang kembali melesat ke arah dirinya.


"Yoona, sadarlah!" teriak Jerry. Pria itu segera menyelesaikan perkelahiannya dengan teman-teman Bang Khong. Beruntung, mereka bisa cepat dikalahkan oleh Jerry sehingga pria itu bisa membantu Yoona. "Kamu enggak apa-apa, kan?" tanya Jerry khawatir.


Karena Bang Khong bergerak ke arah mereka, Jerry pun tak jadi memeriksa keadaan Yoona. Dia melawan musuhnya terlebih dulu agar perkelahian ini segera diselesaikan.


Walaupun kesadaran Yoona sedikit hilang, tapi dia tetap berusaha melawan walau hanya sekedar pertahanan diri. Dengan sekuat tenaga Yoona menyerang orang yang membunuh kedua orang tuanya. Dia tak mau pembunuh itu tetap hidup dengan damai tanpa merasakan hukuman apapun.


Jerry masih bergerak ke sana-kemari untuk menyerang ataupun menghindari serangan Bang Khong, sehingga perhatian pria jahat itu teralihkan oleh serangan Jerry.


Melihat ada kesempatan bagus, Yoona segera memanfaatkannya. Dengan gerakan cepat, gadis itu melempar belati yang diambilnya dari tubuh pria gempal setelah orang tersebut mati di tempatnya.


Jleb


Belati itu tertancap tepat di perut Bang Khong sehingga dia menunduk dengan terkejut. Darah segar keluar dari luka tusukan itu hingga wajahnya mendongak menatap Yoona dengan sengit.

__ADS_1


"Kamu ...." erangan kesakitan terdengar lirih namun pria itu masih bisa bergerak untuk mencabut belati yang menancap di perutnya.


Tapi, sebelum itu terjadi, Yoona berlari kemudian menendang perut Bang Khong dengan cara menerjangnya terlebih dahulu. Akibatnya, belati itu semakin dalam menancap di perut Bang Khong yang mengakibatkan darah keluar dengan deras.


Tubuhnya ambruk di tanah sembari memegangi perut yang terluka. Semakin lama lukanya semakin parah karena racun sudah mulai menyebar ke seluruh pembuluh darah. Bukan cuma bagian yang terluka, bahkan seluruh tubuhnya membiru akibat racun yang sangat cepat penyebarannya itu.


Sama seperti si pria gempal, Bang Khong pun mengalami kejang-kejang sebelum akhirnya meregang nyawa karena senjatanya sendiri.


Beberapa teman Bang Khong pingsan setelah terkena pukulan Jerry yang bertubi-tubi. Mereka tak tahu apa yang terjadi kepada Bang Khong dan temannya itu sebab telah pingsan terlebih dulu.


Yoona terengah dengan nafas memburu. "Apa dia mati?"


"Sepertinya begitu," sahut Jerry singkat. Pria itu berjalan ke arah motornya yang tergeletak dan segera mengambil kamera kecil yang terpasang di sana. "Kita sudah mendapatkan bukti kejahatan mereka. Ayo, kita segera pergi dari sini!" ajaknya seraya menelpon seseorang terlebih dahulu.


Setelah berbicara lewat sambungan telpon, Jerry kembali menoleh ke arah Yoona yang masih terdiam. Pria itu mengerutkan keningnya. "Ada apa?"


Namun, Yoona tak menjawab pertanyaan Jerry karena tubuhnya ambruk seketika, membuat Jerry terkejut.


"Yoona!" Beruntung pria itu segera menangkap tubuh Yoona sebelum jatuh ke tanah. Jerry melihat luka gores akibat belati milik Bang Khong di lengan Yoona. "Racun," desisnya lirih.


Ia segera merobek pakaian Yoona bagian tangan untuk melihat penyebaran racun tersebut. Sesaat kemudian Jerry bernafas lega karena goresan itu tidak terlalu dalam, namun itu tetap berbahaya bila dibiarkan terlalu lama.


Tanpa banyak bicara, pria itu menghisap racun yang ada di lengan Yoona menggunakan mulutnya. Dengan sedikit kesadaran, Yoona menarik lengannya agar Jerry tak melakukan hal yang dapat membahayakan nyawa sendiri. Tapi nyatanya, Jerry tak menggubris penolakan Yoona.


Jerry membuang darah yang telah dihisapnya itu dan melakukannya secara berulang hingga dirasa telah benar-benar bersih. Ia menekan bagian sekitaran lengan Yoona untuk memastikannya. "Kamu akan baik-baik saja," desis Jerry yang hanya di dengar Yoona untuk terakhir kalinya sebelum ia benar-benar pingsan.


"Yoona ... Yoona!"


Tak lama kemudian, terdengar suara mobil ambulans dan mobil polisi mendekat ke tempat mereka berada. Beberapa tim medis segera mengangkat tubuh Bang Khong dan rekannya yang telah meregang nyawa. Untuk yang lainnya, mereka segera dibawa menggunakan mobil polisi.

__ADS_1


Yoona sendiri dibawa Jerry menggunakan mobilnya, sedangkan untuk motor mereka diangkut menggunakan mobil truk.


Jerry menggenggam tangan Yoona dengan lembut. "Jangan khawatir, semuanya telah berakhir!"


__ADS_2