Papa Merindukannya

Papa Merindukannya
Bab 12 Kenapa dia harus kembali!


__ADS_3

Setelah Ilona pergi dari ruangan, Afmar dan Arthur langsung membicarakan semua kelebihan Ilona.


"Pah..." bisik Afmar memanggil Arthur.


"Apa?" jawab Arthur.


"Bunda sangat cantik." ucap Afmar.


"Memang dia adalah istriku yang paling istimewa dan mempunyai banyak kelebihan."


Melirik ke arah Arthur dengan mata yang sinis. "Dia juga bundaku, dan miliku juga tau!"


"Hmm... ya tetap saja dia lebih mencintai papah di banding kamu, karena papah adalah cinta pertama bunda sebelum kamu, tau." ujar Arthur yang sombong.


"Papah, kau jangan membuat api!"


"Papah tidak membuat api, tidak terlihat ada api disini dan alarm kebakaran pun tidak ada yang menyala."


"Terserah papah aku mau pulang!" seru Afmar.


Namun tiba-tiba Arthur menarik baju Afmar untuk menanyakan apa maksud dari sikapnya yang mengendap-endap tadi.


"Et... kamu mau kemana?, sudah berani masuk ke kandang singa sekarang mau pergi?, kenapa kamu tidak di hotel? dan dengan siapa kamu kesini, kamu lagi-lagi kabur yah!" ujar Arthur yang menginterogasi Afmar.


"Baik-baik, akan Afmar jelaskan, tapi lepaskan dulu tangan papah dari baju Afmar." jawab Afmar.


Arthur melepaskan tangannya dari baju Afmar, "Baiklah, ayo ceritakan."


"Awalnya Afmar kesini mau cari sesuatu petunjuk tentang bunda, Afmar menebak papah sedang rapat di ruangan rapat, tapi taunya papah ada disini bersama bunda, oleh sebab itu Afmar mengendap-endap tadi."


"Afmar... Afmar, tidak di rumah ataupun di Inggris kamu tetap saja mencari bunda yah, terus kenapa kamu bisa disini?, bukannya papah sudah memberitahumu untuk tidak lagi membodohi tante Susan?"


"Sedikit aja pah, lagian Afmar ga akan gitu lagi kalo ada bunda." ucap Afmar yang diam-diam terus berjalan mundur ke arah pintu keluar.


"Baiklah satu lagi. Kamu juga tidak boleh memberitaukan tante Susan soal ini yah!" ujar Arthur yang memperingati.


"Kalau ke temen-temen Afmar?" tanya Afmar.


"Boleh saja si tapi ingat pastikan dulu keadaannya aman atau tidak." ujar Arthur.


"Baiklah, papah tenang saja teman-teman Afmar pasti menjaga rahasia ini baik-baik."


"Yasudah sekarang kamu pulang duluan, minta supir di kantor untuk mengantarmu ke hotel."


"Baiklah papah, Afmar pulang dulu."


Afmar bergegas menelfon teman-temannya untuk menanyakan situasi disana, dan menanyakan apakah Susan mencarinya atau tidak.


Bergumam, "Sebaiknya aku menelfon teman-teman untuk memastikan keadaan disana aman, dan semoga saja tante Susan tidak mencariku."


Afmar segera menelfon teman-temanya.


Tut... tut... berdering...


...Percakapan di telefon...


^^^"Halo Afmar." ucap Danis yang mengangkat telefon.^^^

__ADS_1


"Ada hal yang harus ku ceritakan pada kalian, namun nanti saat aku sudah sampai di hotel, hal ini sangat rahasia jadi kalian harus langsung pastikan keadaannya aman, sebentar lagi aku pulang ke hotel, tante Susan mencariku tidak?"


^^^"Baiklah kami semua menunggumu, kamu tenang saja tante Susan sedang mabuk, jadi dia tidak mungkin mencarimu."^^^


"Baguslah, aku tutup dulu telefonya, beritau Alex dan Misha yah."


Tut......


Afmar sangat pintar dalam menyembunyikan rahasia, ia pun pintar dalam hal menipu lawannya, ditambah ia memiliki teman-teman yang cukup sama sepertinya yaitu berkualitas, tak terbayangkan jika mereka semua sudah dewasa.


Singkatnya Afmar sedang di dalam perjalanan untuk menuju hotel, tiba-tiba Susan menelfonnya dengan suara yang sayu karena ia sedang mabuk.


Handphone Afmar berdering.


Bergumam, "Tante Susan?, bukankah ia sedang mabuk?, kenapa ia menelfonku? yasudalah jawab saja."


...Percakapan di telefon...


"Halo tante?"


^^^"Afmar, kamu dimana? ko belum pulang-pulang tante sangat hawatir."^^^


...ucap dalam hati Afmar "Benar saja, tante Susan sedang mabuk suaranya sangat sayu, aku sedikit benci dengan seorang pemabuk, kenapa pula papah mempekerjakan tante Susan."...


"Iyah tante, aku tadi sedikit berjalan-jalan, eh taunya kejauhan ini aku sedang dalam perjalanan pulang, tenang saja."


^^^"Oh baiklah, tante tunggu."^^^


"Iyah, dan sebaiknya tante sadar dulu jika Afmar pulang, dadah tante." Afmar mematikan telefonnya.


Sesampainya Afmar di hotel ia bergegas ke kamarnya untuk bertemu dengan teman-temannya.


Afmar masuk kedalam kamarnya lalu berteriak memanggil teman-temannya, "Aku pulang!, teman-teman kalian dimana aduh... Danis, Misha, Alex!."


"Aduh... kamu datang datang teriak-teriak." ujar Misha.


"Iyah tenang dong manggilnya kan kita juga denger, sabar bos sabar." ucap Alex sambil mengusap-ngusap dada Afmar.


"Afmar, semuanya sudah aman, tidak ada yang dapat mendengar kita. Ayo sekarang ceritakan apa yang kamu ingin ceritakan pada saat tadi di telfon." ujar Danis mengingatkan.


"Baiklah, teman-teman kemarilah kita duduk tenang dan santai." Afmar menarik ketiga tangan temannya.


"Aduh... Afmar aku ini seorang wanita kamu harus bersikap baik kepada wanita, jangan anggap aku seorang pria!." ujar Misha yang mengeluh di tarik tangannya oleh Afmar.


"Iyah Misha maaf, kalian pasti tidak akan pernah menyangka soal ini, siap mendengarkan?" ujar Afmar yang bersemangat.


"Iyah kami siap mendengarkan." ucap teman-teman Afmar bersamaan.


"Baiklah, aku ke kantor papah untuk menemukan sesuatu tentang bunda, akan tetapi aku malah menemukan bunda di kantor papah."


tiba-tiba Alex menyela, "Maksud mu bertemu dengan bunda?"


"Ya jadi pendesain museum papah itu bunda, kenapa bisa? awalnya bunda tidak tau kalau museum itu milik papah, itu tebakan ku sih belum tentu benar. Tapi aku sangat senang sekali akhirnya aku dapat bertemu dengan bunda."


Teman-teman Afmar sangat terkejut karena ini adalah sebuah keajaiban takdir, mereka pergi ke Inggris untuk menemukan bukti tentang bundanya Afmar, akan tetapi di permudah dengan jalan bundanya Afmar sendiri yang datang.


"Afmar selamat, lalu kapan bunda mu kesini?" tanya Misha.

__ADS_1


"Eum... entah sebab apa, tetapi bunda ingin hal ini dirahasiakan, aku mohon kalian jaga baik-baik rahasia ini."


Teman-teman Afmar bersamaan memeluk Afmar dengan erat, lalu Danis berkata. "Tenang percayakan saja pada kami, dan kami akan selalu mensuportmu."


"Terimakasih teman-teman." ucap Afmar yang memeluk balik mereka semua.


"Sama-sama Afmar."


"Oh yah... sebaiknya aku tidur sekarang, karena besok aku harus ikut papah."


"Apa kami boleh ikut?" tanya Alex.


"Ya bolehlah... yasudah ayo kita tidur." seru Afmar.


"Hore... baiklah ayo kita tidur."


Karena ketidak sabaran Afmar untuk hari esok, ia memilih untuk tidur agar waktu cepat berlalu.


Keesokan harinya, di tempat Ilona.


"Bu... aku bekal makannya yah, soalnya Ilona sudah telat berangkat ke tempat pembangunan." teriak Ilona.


"Iyah sayang, hati-hati di jalan." seru ibu Rio dari lantai 2.


"Wah... ternyata ada kesayangan ayah disini, biar aku antar ke kantor." ujar Rio yang menawarkan tumpangan.


"Yasudah ayo cepat!" Ilona menarik tangan Rio.


"Sabar dong, dasar kesayangan ayah memang manja."


Ilona pergi bersama Rio ke tempat pembangunan. Rio sama sekali tidak tau bahwa ternyata Ilona bekerja di tempat Arthur, sesampainya Ilona di sana, Rio pun berpesan pada Ilona untuk lebih berhati-hati saat bekerja di dekat pembangunan.


Namun sialnya saat Ilona turun dari mobil Susan melihatnya, ia pun segera mengikuti Ilona dan ternyata Ilona masuk ke area pembangunan. Susan terus mengikutinya sampai akhirnya Ilona bertemu dengan Arthur. Karena Susan tidak mengetahui maksud dari kedatangan Ilona disini, ia pun memutuskan untuk mendatangi mereka berdua.


Susan bersandiwara terkejut dengan kedatangan Ilona ke tempat pembangunan yang tujuannya adalah agar terlihat baik dimata Ilona, dan binggo dia mendapatkan hati Ilona semudah itu.


Saat Susan menanyakan kabar Ilona, dan lain-lainnya, ia pun menyelipkan pertanyaan ini kepada Ilona "Kamu kesini untuk kembali kepada Arthur atau?", Dan betapa kesalnya Susan saat mengetahui bahwa Ilona adalah pendesain yang di kirim oleh pak Xhi.


Setelah berbincang Ilona segera beranjak dari tempat mereka mengobrol ke tempat pembangunan, dan ia sangat bersemangat di hari pertamanya bekerja. Ilona melihat-lihat kondisi pengerjaan di proyek agar tepat dengan apa yang ada di gambar, dan memilih-milih bahan apa saja yang bagus untuk pembangunan museum.


akan tetapi berbeda dengan Susan ia hanya ingin segera menyingkirkan Ilona dari sini. Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Susan untuk merencanakan hal-hal yang buruk, dan tujuannya sekarang adalah menyingkirkan Ilona dari kehidupan Arthur selamanya bagaimanapun caranya.


🌻🌻🌻


...♥Bersambung..... lanjut baca Bab 13 yah, makin kepo nih. Jangan lupa untuk terus suport, dan selalu berikan dukungan terbaik Kalian.♥...


♡(∩o∩)♡


Jangan lupa mampir ke Novel baru Author yah❤


Judulnya : Cinta Dalam Balas Dendam



Waktunya iklan check💘jangan lupa mampir ke rekomendasi novel di bawah ini.


__ADS_1


__ADS_2