
Adira, yang sudah merasa cukup dengan info yang dia dapat pun segera melaporkannya kepada Arthur, bahwasanya ada kemungkinan besar bahwa lelaki yang berada di dekat Novita sekarang itu benar-benar mencintainya.
Adira, segera mengambil handphonenya yang berada di dalam saku celana untuk memberi informasi lewat voice not pada Arthur.
"Lapor Tuan, aku rasa lelaki itu memang benar-benar mencintai Novita. Namun entahlah saya tidak merasakan cinta di mata Novita terhadap lelaki itu."
Dengan cepatnya Arthur pun membalas pesan voice notnya itu. Setelah mendengar voice not yang di katakan oleh adira, ia pun sedikit mendapatkan jawaban dari itu. "Baiklah kerja bagus Adira, bulan depan gajimu aku naikan lima kali lipat."
"Hahaha baik Tuan terimakasih, aku akan kembali betugas."
Beralih ke sisi Arthur.
Di malam ini Arthur akan menepati janjinya untuk menceritakan keseluruhan ceritanya ketika ia bersama dengan Novita itu bagaimana, karena Ilona tidak mau lagi jika rumah tangganya di hantui oleh banyak sekali rahasia yang di sembunyikan oleh Arthur.
"Sayang, sekarang aku akan mulai menceritakan kisah ku boleh?" tanya Arthur, dengan lembut.
"Baiklah sayang, aku sudah siap mendengarnya." jawab Ilona, dengan senyuman tipis yang menghiasi wajahnya.
__ADS_1
"Baiklah aku mulai. Ketika aku dan Novita kecil, tidak menutup kemungkinan kami memanglah sangat dekat, kami juga sering kali bermain bersama pada saat itu, dan singkatnya kami akhirnya masuk sekolah menengah pertama bersama di sekolah yang sama." Seketika Ilona, langsung menyela cerita Arthur.
"Jadi kalian sudah tumbuh bersama sejak kecil? sering bermain? dan juga satu sekolah bersama terus menerus?" tanya Ilona.
Arthur, tersenyum dan langsung mengusap kepala Ilona dengan lembut. "Iyah sayang, tapi tenanglah dulu aku pasti akan keceritakan semua, kamu siapkan? janji dulu jangan nyela lagi."
"Ummm baiklah, janji." ucap Ilona
"Oke sayang aku akan lanjutkan, di karenakan sekolah menengah pertama adalah tahap menginjak ke usia remaja aku yang sedang beranjak ke usia remaja pun mulai menyukai lawan jenis yaitu teman ku sendiri Novita, dan singkatnya kami pun akhirnya lulus sekolah menengah pertama bersama."
Arthur, berhenti sejenak untuk mengambil nafas dan kembali melanjutkan ceritanya.
"Lalu kami mendaftar ke sekolah menengah atas yang sama lagi, dan lebih singkatnya lagi ketika kami sudah sama-sama sedang mulai beranjak ke fase pubertas yang matang, aku menyatakan cinta pada Novita duluan, namun pada saat itu Novita memintaku untuk menunggu jawaban nya, dan apapun jawaban yang nantinya ia akan jawab, aku harus menerimanya dengan baik, namun aku sudah tau yang sebenarnya bahwa Novita itu lebih menyukai orang lain di bandingkan dengan diriku ini pada saat itu."
"Izin menyela." ujar Ilona.
"Kenapa istriku sayang?" tanya Arthur.
__ADS_1
"Kenapa aku malah merasa kasihan padamu? sayang, kamu pasti patah hatikan? jika saja dirimu langsung bertemu dengan ku." jawab Ilona.
"Jika sejak awal diriku sudah bertemu dengan mu, mungkin sekarang kita sudah memiliki lima orang anak." ujar Arthur, dengan senyuman tipis menggoda di pipinya.
"Kok lima?" tanya Ilona, lagi yang kebingungan.
Arthur, seketika langsung menatap kedua mata Ilona, sangat dalam. "Kamu itu sangat imut, aku pasti tidak bisa menahan hasratku ketika berada di sisimu."
Seketika Ilona, langsung terkonek dengan apa yang di katakan oleh Arthur, sebelumnya. "Ahh... jangan! dua anak sudah cukup sayang!"
"Hahaha aku ingin tiga, wle." ejek Arthur.
Bersambung....................
Jangan lupa Like + Komen + Share + Vote 💜
Jangan lupa mampir ke Novel baru Author yah❤
__ADS_1
Judulnya : Cinta Dalam Balas Dendam