Papa Merindukannya

Papa Merindukannya
Bab 68 Rencana baru


__ADS_3

"Kita tunggu sebentar lagi, kapalnya pasti akan segera datang kesini." ujar Arthur.


"Hah?! yang serius pah? bukannya harusnya kita yang ke dermaga?" tanya Afmar.


"Ini kan kapal pribadi, jadi bebas ajalah." ucap Arthur, dengan melipatkan tangan nya dan memasang wajah sombong.


"Ih papah, sombong banget deh! tapi Afmar, seneng bisa keliling lautan naik kapal."


"Hahaha... anaknya bunda, happy terus yah."


"Iyah dong wajib!" jawab Afmar.


15 menit kemudian.


Kapal pribadi Arthur, akhirnya tiba di hadapan mereka. Dengan senangnya Afmar, langsung meminta kapten untuk membantunya naik ke atas kapal.


"Kapten! Afmar, minta bantuan nya buat naik dong..." teriak Afmar.


"Baiklah tuan muda, lewat sini." saut sang Kapten.


"Astaga sayang, kapalnya besar sekali, berapa kamu membelinya?" tanya Ilona, yang berdecap kagum.


"Tidak begitu mahal kok, tapi ya sudahlah jangan di fikirkan, ayo naik." jawab Arthur.


Gambaran kapal pribadi Arthur.



"Iyah-iyah deh, pelit banget sih ngasih taunya." sindir Ilona.


"Kamu nggak perlu tau harga kapal ini, yang harus kamu ketahui adalah aku membeli kapal ini memang niat awalnya adalah untukmu sayang." ujar Arthur.


Ilona, sangat kagum dengan kesetiaan yang di miliki oleh Arthur, selama ia pergi. Bisa-bisanya ia membeli kapal ini tanpa mengetahui kapan ia dapat bertemu kembali dengan Ilona. "Umm... baiklah, terimakasih sayang atas semuanya."

__ADS_1


Setelah itu mereka pun akhirnya berangkat menuju luasnya samudra, walaupun mereka tidak mengarungi lautan seperti layaknya bajak laut yang mencari harta karun, namun mereka sudah menemukan kebahagiaan yang sangat berharga melebihi harta apapun di dalam kehidupannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi lain itu, di kediaman Sheng.


Novita sedang berfikir bagaimana caranya agar ia dapat menghipnotis Arthur dengan mudah, namun sekarang bukanlah waktu yang tepat baginya untuk menghipnotis Arthur. Novita berfikir bahwa ia harus menempatkan waktu yang dimana di saat itu Ilona sedang berada di posisi paling lemah.


"Astaga! apa yang harus aku lakukan sekarang?! rencana ku berantakan begitu saja. Pokoknya aku harus dapat merencanakan rencana baru lagi!" gumam Novita, di dalam kamarnya.


Setelah itu ia pun tiba-tiba menghitung hitungan bulan untuk melunasi hutang-hutang yang ia miliki. "Masih tersisa sepuluh bulan lagi untuk aku melunasi hutang-hutangku."


Maka ia lebih memilih untuk menunggu kabar kehamilan Ilona, dan di situ barulah ia akan meluncurkan senapan beracun nya, namun sebelum itu ia harus dapat menunggu Arthur dan Ilona kembali pulang terlebih dahulu.


"Posisi terlemah? eum... aku mengerti. Sepertinya aku harus menunggu kabar kehamilan Ilona dulu." ujar Novita, dengan senyuman liciknya.


Tak lama dari itu tiba-tiba Bima menelfon, dan mengajak Novita untuk makan malam di hotel mewah miliknya.


Drerr... drerr...


...Pembicaraan di telefon...


"Halo?"


^^^"Hai sayang."^^^


"Berhenti mengatakan panggilan itu padaku! harus berapa kali aku mengatakannya padamu?"


^^^"Aku hanya bercanda Novita. Aku hanya ingin bertanya apakah malam ini kamu punya waktu luang?"^^^


"Apa urusan mu? cepat katakan!"


^^^"Hahaha... aku ingin mengajakmu makan malam di hotelku."^^^

__ADS_1


"Makanan mewah?"


^^^"Tentu saja."^^^


Novita, yang sudah lama tidak pernah merasakan lagi jamuan mewah pun akhirnya langsung menyetujui tawaran Bima.


"Eumm... baiklah, jemput aku jam delapan."


^^^"Baiklah nyonya, aku pasti akan tepat waktu menjemputmu."^^^


"Sampai jumpa nanti malam."


^^^"Sampai jumpa."^^^


Tut...


"Hahaha... !!! ternyata cukup mudah untuk menjebak wanita penggodaku ini." ujar Bima, yang senang karena Novita dapat menerima tawaran nya itu.


"Tuan, apakah hari ini saya harus menyiapkan semuanya dengan mewah?" tanya sang pelayan rumah Bima.


"Siapkan semuanya dengan sempurna Fedrik!" seru Bima.


"Baik tuan, saya permisi."


Fedrik, adalah salah satu pelayan lama di rumah besar keluarga angkat Bima, dan ialah yang telah merawat Bima semenjak ia menginjakkan kakinya di rumah tersebut. Fedrik, sudah di anggap sebagai keluarganya sendiri oleh Bima.


Bersambung.......


Jangan lupa Like + Komen + Vote setiap hati senin, Share juga yah.


...♡(∩o∩)♡...


Jangan lupa mampir ke Novel baru Author yah❤

__ADS_1


Judulnya : Cinta Dalam Balas Dendam



__ADS_2