Papa Merindukannya

Papa Merindukannya
Bab 70 Sebenarnya apa yang dia rencanakan?


__ADS_3

Beralih ke sisi Arthur, ia begitu sangat tidak mempercayai dengan perubahan Novita yang secara tiba-tiba ini. Mau bagaimana pun ia harus segera menyelidiki hal ini, karena semua yang akan di lakukan oleh Novita pasti bertujuan untuk menghancurkan keluarganya.


"Aku harus segera menelfon Adira untuk memberitahukan hal ini." gumam Arthur, yang segera langsung menelfon Adira.


Berdering...


...Percakapan di telfon...


^^^"Halo Tuan, ada apa?"^^^


"Aku butuh bantuan mu sekarang juga."


^^^"Baik Tuan Arthur, katakan saja."^^^


"Wah... wah... gaya bicara mu sudah berubah yah."


^^^"Hahaha... tuan jangan begitu saya jadi tersipu malu." ujar Adira, dengan candaan nya.^^^


"Hahaha... baik kembali ke topik. Aku ingin kamu menyelidiki gerak gerik Novita."


^^^"Memangnya ada apa dengan nona Novita?"^^^


"Ayah memberitahuku bahwasanya Novita kini telah dekat dengan lelaki lain, namun aku tidak mempercayainya begitu saja, kamu bisakan untuk menyelidikinya?"


^^^"Ah Tuan... itu hal kecil, baiklah kapan saya harus memulainya?"^^^


"Malam ini... ikuti dia, dan cari tau dia akan pergi kemana."


^^^"Baiklah Tuan, laksanakan. Saya pasti akan secepatnya memberi kabar."^^^


"Ya aku percayakan semuanya padamu."

__ADS_1


^^^"Terimakasih Tuan."^^^


"Kalo begitu, cukup sampai disini saja pembicaraan kita, lanjutkan aktifitas mu, sampai jumpa beberapa hari lagi."


^^^"Siap Tuan, sampai jumpa."^^^


Tut...


Setelah telfon di tutup seketika mata Adira langsung berbinar-binar karena senang. "Astaga-astaga! Tuan Arthur, memanglah bos yang terbaik di dunia ini! dia memberikan aku segalanya, dan ia pun mempercayai perusahaan nya padaku, ini semua bagaikan simulasi menjalankan perusahaan besar bagiku. Kepercayaan nya tidak akan pernah ku hianati!"


Adira, memiliki tekad besar untuk membayar balas budinya pada Arthur. Apapun yang Arthur, perintahkan ia pasti akan melaksanakannya dengan baik, dan selama Adira bekerja bersama Arthur, ia belum pernah mengecewakan Arthur.


Adira, pun segera meninggalkan kantor untuk menjalankan misi selanjutnya, yaitu menyelidiki gerak gerik mencurigakan dari Novita. Adira, sepertinya tidak memiliki rasa lelah untuk bekerja bersama Arthur, ia mungkin saja sudah cukup lelah dengan pekerjaan kantor, namun pendirian yang ada di dalam dirinya itu begitu sangat kuat, Adira akan selalu mengusahakan segala yang di perintahkan oleh Arthur padanya.


Jika ada satu perintah maka ia akan laksanakan sebaik-baiknya begitupun jika Arthur, memberikan lima perintah sekaligus ia pun akan melaksanakan nya dengan usaha yang sebaik-baiknya.


"Aku harus dapat melindungi semua keluarga Sheng, karena keluarga Sheng lah yang telah membuatku seperti ini. Sekalipun itu akan membahayakan diriku sendiri, aku akan tetap melindungi mereka." gumam Adira, dengan nada suara yang sangat serius.


Kembali ke sisi Arthur, setelah telfon di matikan ia segera kembali untuk bersenang-senang dengan anak dan istrinya.


"Papah, udah beres nih telfonnya." ujar Arthur.


"Yey! pah sini deh... kenapa terumbu karang di laut sangat indah? dan kenapa warna mereka sangat cantik?" tanya Afmar.


"Papah tau, kalo Afmar tau jawabannya." jawab Arthur, dengan menghiraukan pertanyaan dari Afmar.


"Ih papah! ya setidaknya jawab dong, bisa jadikan Afmar lupa." seru Afmar, yang kesal karena pertanyaan nya tidak di jawab oleh Arthur.


"Jujur saja..." bisik Arthur.


"Ah yasudahlah, papah memang pelit! bunda, Afmar mau lihat-lihat ke sebelah sana dulu ya?"

__ADS_1


"Iyah sayang, hati-hati."


"Baik bunda." saut Afmar.


......................


"Arthur..." panggil Ilona.


"Iyah sayang, kenapa?"


"Bisakah kamu memberitahu istrimu ini tentang hal apa yang barusan kamu bicarakan di telfon? apakah ada masalah?"


"Eum.. tidak kok sayang, kamu tenang saja."


"Arthur... ini bukan soal ketenangan, tetapi aku ingin kamu memberitahuku."


Menarik nafas dalam-dalam. "Aku berjanji akan aku ceritakan nanti malam bersamaan dengan janjiku sebelumnya."


Ilona, menjulurkan jari kelingking nya pada Arthur. "Janji?"


Arthur, pun menerima uluran jari kelingking Ilona, dengan keadaan tangan yang satunya lagi ia gunakan untuk mengusap kepala Ilona. "Iyah sayangku, aku berjanji."


Bersambung...


Seperti biasa... jangan lupa Like + Komen + Vote + and Share


...♡(∩o∩)♡...


Jangan lupa mampir ke Novel baru Author yah❤


Judulnya : Cinta Dalam Balas Dendam

__ADS_1



__ADS_2