Papa Merindukannya

Papa Merindukannya
Bab 51 Hari pertama dari kebahagiaan


__ADS_3

Mengandung konten 🔞


Arthur, menghentikan tangannya sementara. "Lalu dimana?"


"Ya di kamar! gimana kalo ada yang liat." seru Ilona.


"Kamu sanggupkan? karena kau harus benar-benar di hukum." ujar Arthur yang mulai kembali menggoda Ilona.


"Ya baiklah-baiklah, tapi di kamar ya!"


"Iyahh sayangku..." bisik Arthur.


"Apa?" tanya Ilona dengan wajah yang mulai berkeringat.


"Kau ingat dengan permintaan Afmar yang harus kau tepati?" tanya Arthur.


Dengan wajah yang kini mulai memerah Ilona menjawab. "Iyah aku ingat."


"Biar aku bantu, okay?" ujar Arthur yang mulai melangkah maju ke arah pintu kamar.


"Eumm..."


Mereka berdua pun bergegas masuk ke dalam kamar untuk menciptakan malam yang penuh dengan cinta dan kasih sayang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokan harinya.


Afmar, yang sudah kembali pun harus melaksanakan kembali pembelajarannya di sekolah setelag liburan di Inggris, dan ternyata Afmar begitu berantusias untuk kembali ke sekolahnya, sampai-sampai ia terbangun sebelum kedua orang tuanya bangun


Tuk... tuk...


Suara ketukan pintu yang di ciptakan oleh Afmar, di pintu kamar Ilona dan Arthur. "Bunda... Papah... hari ini Afmar sekolah loh, kalian harus cepat bersiap."


Namun, karena tidak ingin menunggu lama Afmar pun memutuskan untuk bersiap duluan, dan setelah dirinya siap ia akan kembali membangunkan kedua orang tuanya.


"Eum... Bunda sama Papah kok belum bangun? tapi yasudahlah, lebih baik Afmar siap-siap aja dulu sendiri." gumam Afmar.


Akan tetapi setelag lima belas menit Afmar mengganti pakaiannya mereja berdua sama sekali belum ada yang bangun, sebenarnya mereka sedang apa? tanya Afmar di dalam hatinya.


Tuk...!!! tuk...!!! tuk...!!!


Suara ketukan pintu yang di ciptakan oleh Afmar kembali terdengar, namun kali ini lebih banyak dan lebih besar volumenya.


"Bunda! Papah! kau cepatlah bangun! aku tidak ingin di antar oleh supir, aku ingin Bunda dan Papah yang mengantarku, ayolah bangun."


Ilona, yang denger teriakan Afmar pun langsung membangunkan Arthur yang masih terlelap tidur di pelukannya.


Ilona, mengusap kepala Arthur dengan berlahan, sambil membisikan panggilan namanya dengan lembut. "Sayangku, anak kita meminta kita untuk mengantarnya ke sekolah, ayo cepat bangun."


Arthur, menggeliatkan tangannya ke atas dan setelah itu ia langsung kembali memeluk Ilona. "Sayang, lihat jam."


"Sekarang pasti sudah siang, ayo cepat." ujar Ilona.


"Lihat jam sayang!" perintah Arthur sekali lagi.


Ilona, melirik ke arah jam dinding. "Puftt..."


"Sekarang masih jam 05.00 bukan jam 06.30, sepertinya kau harus lebih memahami anakmu itu." ujar Arthur.


"Hahaha... mungkin Afmar terlalu bersemangat, sayang."


"Ilona..." panggil arthur.


"Apa?" tanya Ilona.

__ADS_1


"Aku ingin memelukmu dari belakang." jawab Arthur.


Ilona, pun menuruti kata suaminya dan langsung membalikan badannya. "Baiklah, kenapa kamu ingin memeluk ku dari belakang?"


"Karena, sudah lama aku tidak memelukmu seperti ini." jawab Arthur.


Tuk... tuk...


Hmm, lagi-lagi Afmar datang mengetuk pintu kamar. "Bunda! Papah! bangun! kalian tidur mulu ihhh..."


"Iyah sayang, bunda udah bangun kok tapikan ini masih jam 05.00." teriak Ilona dari dalam kamar.


"Hanya berjaga-jaga... dududu..." ujar Afmar sambil meninggalkan tempat.


"Lihatlah anakmu itu, dia memiliki seribu cara untuk mengganggu kita, untung saja kemarin dia tidur duluan kalo gak, mungkin aku tidak akan bisa menghabiskan malam seindah malam ini, yakan?" ujar Arthur.


"Ah... sudah-sudah, aku mau mandi."


"Barengan!" seru Arthur.


30 menit kemudian


Ilona, dan Arthur, akhirnya keluar dari kamar untuk sarapan.


"Hmm... hmm... ada pengantin baru nih." gurau Ibu Arthur.


"Ibu..." ujar Ilona dengan raut wajah malu.


"Bunda! aku sangat merindukanmu." ujar Afmar yang langsung memeluk Ilona.


"Umm... anaknya bunda, nanti malem bunda temenin tidur yah."


"Iyahh okay, bunda sekarang antar Afmar ke sekolah yah."


"Belum... hehehe."


"Yasudah, bunda tugaskan Afmar, siapkan buku-buku dan tugas bunda adalah memasak makanan enak untuk bekal makan siang Afmar, okay?"


"Okey bunda." ujar Afmar sambil berlari ke arah kamarnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Singkatnya, mereka pun akhirnya berangkat untuk mengantar Afmar ke sekolah.


"Nenek... sampai jumpa nanti, dadah." seru Afmar yang melambaikan tangannya dari dalam mobil.


"Baiklah, semangat." saut Ibu Arthur.


"Bunda, kau harus berjanji padaku untuk tidur bersama ku, jika bunda tidak memberi janji Papah, pasti akan mengambilmu kembali." ujar Afmar sambil menutup kaca mobil.


"Hahaha iyah sayangku."


"Yeay! bunda aku ingin duduk di tengah-tengah kalian, please." ucap Afmar yang memohon.


"Kamu ini, duduklah dimana saja." seru Arthur.


"Ta--tapikan, Afmar hanya ingin merasakan bagaimana rasanya duduk di dalam mobil diantara kalian berdua, karena Afmar, sering kali melihat teman-teman Afmar seperti itu." ujar Afmar dengan mengandalkan wajah memelasnya.


"Baiklah-baiklah." ujar Arthur.


Tujuan dari Afmar, berpindah posisi duduk yang paling utama memanglah untuk merasakan kenyamanan dari kedua orangtua, namun tujuan keduanya adalah untuk memisahkan jarak diantara Ilona dan Arthur.


Namun, sepertinya Arthur memiliki seribu cara untuk menangkis jarak tersebut, dengan menggunakan tangannya yang cukup panjang untuk menggandeng Ilona bersama Afmar.


Tapi bukan hanya sampai disitu Arthur, malah mencium Ilona dan sama sekali tidak mempedulikan Afmar yang berada di tengah-tengah mereka.

__ADS_1


"Papah, kau merasa senang yah? tumben sekali." ujar Afmar.


"Iyah papah sangat senang." jawab Arthur.


"Papahmu, sedang merasakan bagaimana rasanya keluarga yang sudah lama berpisah dan sekarang mulai kembali bersatu, aku benarkan?" tanya Ilona.


"Iyah kau benar sayang, mau tau yang lebih benarnya seperti apa?"


"Seperti apa?"


Berlahan Arthur langsung mendekatkan wajahnya ke wajah Ilona, awalnya Arthur mengarah ke pipi Ilona akan tetapi ia malah membelokan posisinya ke arah bibir Ilona.


"Seperti ini..."


"Arthur...! UHM!"


Seketika Afmar langsung melihat ke atas, dan betapa terkejutnya ia melihat papahnya malah mencium bundanya, padahal di tengah-tengah mereka ada dirinya.


"Pria kejam! kau ini sangat jahat!" teriak Afmar.


Ilona, langsung mendorong mundur Arthur. "Sayang... maafkan bunda, itu semua papahmu yang memulai."


"Hiks... papah jahat!" ujar Afmar yang langsung memeluk Ilona.


"Maaf-maaf, habisnya kamu ada di situ si jadikan kepaksa harus liat semuanya."


"Kau ini! sangat tidak mempedulikan diriku!"


Arthur, ikut memeluk Afmar. "Iyah sayang... maafkan papah, okey?"


"Hiks... okay." ujar Afmar yang tidak bisa menolak pelukan dan permintaan maaf.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Akhirnya, mereka pun sampai di sekolah Afmar, dengan senang hati Afmar pun langsung turun dari mobil, dan meminta Ilona untuk menjemputnya jam sepuluh nanti.


"Yeay! sampe ke sekolah, bunda Afmar mohon kau harus menjemputku okey?" ujar Afmar.


"Iyah sayang, okay." jawab Ilona.


"Afmar... !!!" teriak teman-temannya dari kejauhan.


"Bunda, Papah, Afmar, pergi dulu sekolah yah... dadah." ujar Afmar yang langsung berlari menuju ke arah teman-temannya.


"Lihatlah Ilona, sebentar lagi ia akan masuk SMP." ujar Arthur.


"Waktu berputar begitu cepat, aku berjanji tidak akan meninggal pertumbuhan anakku lagi, karena aku sungguh rugi."


"Baiklah, sekarang kau harus ikut ke kantor ku, okay? pak supir jalan."


Ilona, menghembuskan nafasnya. "Arthur..."


Bersambung..........


Jangan lupa like! Tunggu up-up selanjutnya yah!


Jangan lupa mampir ke Novel baru Author yah❤


Judulnya : Cinta Dalam Balas Dendam



Author, mau rekomendasiin novel bagus nih, jangan lupa mampir.♡(∩o∩)♡


__ADS_1


__ADS_2