
Jangan lupa like and share novel "Papa merindukannya"
...♡(∩o∩)♡...
"Yaudah deh gapapa iyah gapapa..." ujar Afmar.
"Tapi nanti papah minta cium lagi ya bun." ujar Arthur.
"Ahh... tidak-tidak, papah dapat Afmar juga dapat. Pokoknya Afmar, malam ini tidur disini! titik ga pake koma."
"Eh! kok mendadak sih?! papah kan mau berduaan sama bunda, jangan ganggu!"
"Papah... satu hari aja kok, besok waktu di hotel Afmar janji tidurnya sama suster aja deh, gimana?"
"Nggak! kata papah nggak ya nggak."
"Bunda... liat papahnya, yaudah kalo gitu selama kita liburan Afmar mau sekamar aja sama bunda sama papah!" seru Afmar.
"Ya jangan dong! emm... yaudah deh gapapa, hari ini doang yah."
"Iyah... Afmar, janji kok pah."
Arthur, langsung menggengam tangan Ilona. "Sayang... ceritanya besok, gapapa?"
Ilona, sangat menghargai permintaan maaf yang di ucapkan oleh Arthur sehingga ia pun berusaha bersabar untuk menunggu cerita yang akan di ceritakan oleh Arthur. "Iyah sayang gapapa kok, Afmar kan anak kita juga."
Memeluk dengan erat. "Umm... kamu tau tidak? kamu adalah satu-satunya perempuan yang dapat sesabar ini terhadapku, dan dapat menerima ku kembali ke sisimu. Sekaligus dengan memaafkan segala kesalahan ku."
"Sudah seharusnya aku menghargaimu sebagai suamiku." jawab Ilona.
Afmar, sedikit geram terhadap papahnya yang malah menggombali bundanya. "Ahh... papah! berisik banget sih, mau tidur nih."
"Umm anak bunda udah ngantuk yah? sini tidurnya di tengah, biar aman." ujar Ilona.
Afmar, langsung bergegas berbaring di tengah-tengah orang tuanya. "Yey... !!! sekarang tidurnya peluk bunda."
"Papah juga bisa kok!" seru Arthur.
Dengan tatapan sadis Afmar memalingkan wajahnya ke arah Arthur. "Oh... jadi besok mau di ganggu aja gitu? kan sekarang bagian Afmar yang peluk bunda. Jadi... papah diem! peluk guling aja."
"Iyah deh iyah, terserah aja deh..." jawab Arthur.
"Ish malah debat, udah ayo tidur." ujar Ilona.
"Ayo!" jawab Afmar, dan Arthur secara bersamaan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan harinya, ketika matahari mulai merangkak naik ke atas, mereka bertiga terbangun dengan jarak waktu yang cukup berdekatan. Awalnya Arthurlah yang mulai terbangun duluan, setelah itu ia mengecup kening Ilona yang membuatnya terbangun dari tidurnya.
"Huwa... pagi yang sangat cerah." ucap Arthur, sambil menggeliatkan badan nya.
Arthur, melihat ke arah Ilona yang masih tertidur lelap dengan manis. "Muach... manisnya istriku."
Ilona, yang merasakan keningnya di kecup seketika langsung membuka matanya pelan-pelan. "Arthur? tadi kamu yang mengecup kening ku?"
"Iyah sayang, kenapa?" tanya Arthur.
"Tidak apa-apa, hanya saja aku sedikit terkejut. Eumm... Afmar, tumben belum bangun, biasanya dia bangun subuh." ujar Ilona.
__ADS_1
"Dia nyaman tidur bersama kedua orang tuanya, yasudah ayo cepat bangun kan anakmu itu."
"Dia juga anakmu."
"Hahaha... hanya bercanda sayang, yasudah kamu kecup pipinya saja." ujar Arthur, yang menyarankan.
"Eumm ide bagus, dan kamu juga ikut kecup pipi sebelah sana okey?" jawab Ilona.
"Okey..."
Muach.....
Secara bersamaan Ilona, dan Arthur, pun mengecup pipi Afmar dari sebelah kanan dan juga kiri. Dengan raut wajah yang sedikit terkejut akhirnya Afmar pun terbangun dengan gemasnya,
"Bun-da? Pa-pah? huwa... kenapa kalian malah mengecup pipiku?" ujar Afmar, yang kelihatan nya masih kebingungan.
"Biasanya Afmar bangun subuh, kok sekarang ga?" tanya Ilona.
"Karna badannya bunda itu harum... sekali, jadinya Afmar tidur nyenyak banget deh."
"Masih pagi juga, udah gombalin bundanya aja." ujar Arthur.
"Apa?! gak suka?" tanya Afmar.
"Eh... eh... kok malah berantem, cepet mandi dulu." ujar Ilona, yang memisahkan Afmar dan Arthur.
"Tapi Afmar, mau di mandiin sama bunda." jawab Afmar.
"Kalo papah, mau mandi bareng sama bunda." sambung Arthur.
"Hahaha... yasudah sebentar, papah tunggu dulu disini sambil siapin bajunya Afmar yah, sekalian check out hotel dulu, kalo Afmar udah selesai mandi baru kita mandi bareng yah."
...----------------...
Singkatnya setelah mereka mengganti pakaian, mereka pun pergi ke meja makan untuk sarapan, dan kebetulan di pagi itupun Novita kelihatan nya sudah berpakaian sangat rapi. Arthur, yang baru saja duduk di meja makan bersama anak dan istrinya secara tiba-tiba di hampiri oleh Novita yang mendadak memaksa pada Ilona ingin duduk di sebelah Arthur.
"Pagi Ayah, Ibu." ujar Arthur dan Ilona secara bersamaan.
"Pagi sayangku." jawab Ibu dan Ayah.
"Selamat pagi nenek! dan juga kakek!" teriak Afmar yang mengucapkan selamat pagi.
"Hahaha selamat pagi sayang, kelihatan nya cucu nenek sangat bersemangat hari ini." ujar Ibu Arthur.
"Miranda... apakah kamu lupa? cucu kitakan memang selalu kelihatan bersemangat di pagi hari." saut Ayah Arthur.
"Eumm... akan tetapi hari ini kelihatannya berbeda, apakah ada makanan yang kamu incar?"
Afmar, melihat kesekeliling meja makan. "Udang! ada udang! bunda... Afmar, mau makan udang."
"Hahaha... matamu jeli sekali." ujar Ilona.
Akan tetapi sayang nya, piring yang di dalam nya terdapat udang berada jauh, dan tepatnya berada di sisi Novita.
"Biar Bibi ambilkan yah Afmar." ucap Novita, yang mengambil kesempatan.
"Ahh... iyah terimakasih bibi." ujar Afmar.
Setelah Novita selesai menaruh udang di atas piring Afmar, tiba-tiba Novita meminta Ilona untuk pindah, karena ia ingin duduk di sebelah Arthur. Di karenakan Ilona, sudah mengetahui rencana hari ini untuk berpura-pura ramah dan baik kepada Novita, akhirnya Ilona dan Afmar pun mengalah untuk pindah posisi.
__ADS_1
"Ilona, pindahlah." ujar Novita.
"Pindah?" tanya Ilona.
"Aku ingin duduk di sebelah Arthur, cepat!" ujar Novita, yang memaksa.
"Wanita yang sama sekali tidak memiliki kesopanan." bisik Ayah Arthur.
Akhirnya Ilona, pun mengalah untuk bertukar tempat dengan Novita. "Baiklah, silahkan."
"Ahh... bunda, aku ikut! Afmar, ingin duduk di sebelah bunda." seru Afmar.
"Baiklah ayo." jawab Ilona.
Novita, pun langsung duduk di sebelah kanan Arthur, tanpa merasa bersalah sedikitpun. "Arthur, apakah kamu ingin di suapi oleh ku? seperti dulu."
"Tidak terimakasih, cepat makanlah." jawab Arthur.
"Eumm... baiklah."
15 menit kemudian.
Setelah selesai sarapan mereka pun akhirnya bergegas berangkat untuk mengantar Afmar ke sekolah, dan Ilona memilih untuk ikut bersama Arthur ke kantor.
"Ayah, Ibu, kami sudah selesai sarapan." ujar Ilona.
"Nenek... Kakek... bunda sama papah mau anter Afmar dulu ke sekolah yah, eum... terus bunda kayanya mau ikut papah ke kantor, nenek sama kakek hati-hati di rumah yah." ujar Afmar, yang menunjukan sisi cerewetnya.
"Adududu... iyah sayang, semangat yah belajarnya." ujar Ibu Arthur.
"Siap laksanakan nek!"
"Kalo begitu kami pamit dulu yah, sampai jumpa nanti." ujar Arthur.
Akhirnya mereka pun berangkat bersama untuk mengantar Afmar ke sekolah.
"Ilona, apakah kamu tidak akan mempersiapkan baju-baju kita?" tanya Arthur.
"Eumm... aku menyuruh pekerja di rumah, hehehe." jawab Ilona.
"Hahaha... yasudah tidak apa-apa, tumben sekali kamu mau mengandalkan para pekerja."
Ilona, memegangi perutnya. "Mulai dari sekarang aku harus dapat menjaga kesehatan ku."
Arthur, langsung mengecup kening Ilona dengan lembut. "Muach... baguslah sayang, jangan pernah berusaha untuk memaksakan diri lagi yah."
"iyahh sayang." ujar Ilona, dengan wajahnya yang mulai memerah.
Bersambung...................
Jangan lupa terus suport novel ini yah! kasih semangat juga nih buat Authornya.
...♡(∩o∩)♡...
Jangan lupa mampir ke Novel baru Author yah❤
Judulnya : Cinta Dalam Balas Dendam
__ADS_1