
Singkatnya, mereka pun sampai di Itali. Adira, harus kembali berpisah dengan Nadhira, akan tetapi Adira, memberikan nomer telfon nya pada Nadhira, karna mungkin saja ia akan membutuhkan perlindungan nya jika ada hal berbahaya yang tiba-tiba terjadi.
"Sampai jumpa Tuan baik, jika kita berjodoh kita pasti akan bertemu kembali." ujar Nadhira.
"Eumm... ya sampai jumpa. Oh ya Nadhira, simpan lah nomor telefon ku ini, siapa tau kamu akan membutuhkan nya nanti." ujar Adira.
"Baiklah Tuan, terimakasih."
"Sama-sama."
Mereka pun langsung berpisah, dan Adira kembali melanjutkan tugasnya untuk memata-matai Novita dan Bima. Pada saat Adira, sedang mengikuti mobil Bima dari belakang tiba-tiba Nadhira, menelfon dan memintanya untuk datang ke apartemen nya nanti karna ia takut ada seseorang yang akan datang.
Drrrt... drrrt... drrt
"Nomor tak di kenal? apakah mungkin itu Nadhira?" gumam Adira.
...Pembicaraan di telefon...
"Halo?"
^^^"Tuan, ini aku Nadhira."^^^
"Ouh ya ada apa?"
^^^"Tuan, ternyata hanya memberikan nomer bukan kartu nama, jadi Dhira tidak tau nama tuan."^^^
"Jadi intinya kamu menelfon saya untuk apa?"
^^^"Eumm Tuan, aku bolehkan meminta mu datang ke apartemen ku? karena aku sangat takut jika ada seseorang datang kemari."^^^
__ADS_1
"Eumm baiklah, kirim saja lokasinya, saya pasti akan segera datang kesana setelah membereskan pekerjaan saya dulu, sebentar kok."
^^^"Baiklah, sekali lagi terimakasih banyak tuan, Dhira tutup telfon nya."^^^
Tut...
Adira, masih terus membuntuti mobil yang di pakai Novita, dan ketika Adira sudah mengetahui posisi hotel yang mereka sewa Adira, pun bergegas mencari alamat apartemen milik Nadhira.
Ketika ia baru saja datang Nadhira, begitu ketakutan, dan ia ingin Adira menemaninya terlebih dahulu di sini.
"Nadhira..." panggil Adira.
"Tuan... akhirnya kamu datang, aku mohon temani aku di sini sebentar saja hingga aku tenang."
Adira, seketika terkejut karena kenapa bisa-bisanya Nadhira, percaya begitu saja dengan seseorang yang ia tidak kenal. "Kenapa kamu langsung mempercayai seseorang begitu saja? padahal kamu belum kenal dekat dengan ku, apakah kamu selalu bersikap seperti ini pada seseorang yang baru kau kenal terkhusus pada lelaki?"
Seketika hati adira bergetar lalu bertanya. "Siapa lelaki itu?"
"Eumm, sedikit cerita bahwa kami dulu berpisah karna aku selalu merasa di campakan olehnya dan pacarku itu lebih mementingkan pekerjaan nya di bandingkan dengan aku. Aku tau bahwa dia itu sangat mencintaiku, namun dengan perlakuan nya yang selalu tidak memprioritaskan diriku yang membuat aku merasa sendirian walau dia itu sangat mencintaiku."
"Kenapa kamu tidak berusaha untuk mengerti posisinya?" tanya Adira.
"Aku sudah berusaha untuk mengerti akan kesibukan nya, namun ia tidak pernah mengerti perasaan ku. Tapi ya sudahlah lagian di juga sudah bahagia dengan wanita lain, aku pun ikut bahagia."
Seketika Adira, langsung bertanya. "Wanita mana?"
Nadhira, seketika bingung akan tetapi ia tetap menjawabnya. "Aku pernah melihatnya bersama wanita lain saat aku sedang bekerja di rumah sakit."
Adira, kembali mengingat di saat ia mengantar pulang Susan, pada saat itu dari rumah sakit. Adira, menghembuskan nafasnya dan berkata. "Jika lelaki itu benar-benar mencintaimu, dan kamu malah memutuskan hubungan mu dengan dia tanpa mengerti bagaimana perasaan dia pada saat di tinggalkan olehmu, aku percaya cintanya masih sama untuk mu sampai sekarang, dan mungkin saja yang kamu lihat itu adalah bosnya, atau sodaranya."
__ADS_1
Kata-kata itu membuat Nadhira, berfikir dua kali, dan mulai menyesal atas keputusan nya. "Eumm... kau benar juga tuan, rasanya aku ingin sekali mencarinya, namun percuma saja karena aku sudah tidak bisa mencarinya lagi."
Hoam...
"Aku sangat mengantuk Tuan." ujar Nadhira, yang langsung tertidur di bahu Adira.
Adira, yang melihat Nadhira, tertidur di bahunya pun langsung mengecup kening Nadhira, dan berkata. "Andai saja kamu tau aku itu masih mencintaimu."
Adira, memutuskan untuk menunggu beberapa menit hingga Nadhira, benar-benar tertidur dengan lelap. Sebelum Adira pergi, ia terlebih dahulu menulis surat untuk Nadhira, yang berisi."Aku akan membantu mu untuk mencari kembali lelaki yang kamu cintai itu. Aku pergi dulu masih banyak hal yang harus aku lakukan."
Dan singkatnya Adira, pun segera kembali ke hotel dan sama-sama menyewa hotel yang sama dengan Novita dan Bima. Sesampainya di kamar ia langsung mengabari Arthur bahwa dirinya telah sampai.
...Isi chat...
"Tuan, saya sudah sampai di Itali, dan sudah menemukan hotel yang di sewa oleh Novita dan Bima."
^^^"Baiklah, lanjutkan misi mu."^^^
"Baik Tuan."
Bersambung......
Jangan lupa mampir ke Novel baru Author yah❤
Judulnya : Cinta Dalam Balas Dendam
Tetap suport terus Author🖤
__ADS_1