Papa Merindukannya

Papa Merindukannya
Bab 79 Masa lalu Adira


__ADS_3

Saat makan malam Novita, berjalan menuju meja makan dengan rasa bahagia yang sangat terlihat pada wajahnya. Ibu Arthur bertanya apakah kamu sedang bahagia? jika benar ia sedang merasa bahagia, itu karna apa? Novita menjawab sekaligus meminta izin bahwasaya ia esok akan pergi ke Itali bersama kekasihnya yaitu Bima, seketika seluruh keluarga menjadi terkejut dengan keputusan nya yang begitu mendadak, namun apa boleh buat mereka pun mengizinkan nya untuk pergi ke Itali.


Makan malam pun akhirnya selesai Arthur, dan Ilona segera masuk ke kamar untuk membicarakan perihal Novita. Arthur, dengan sigap memerintah Adira untuk ke Itali yang tujuan nya untuk memata matai keadaan mereka saat disana Adira pun langsung menyanggupinya.


Keesokan harinya Novita pun di jemput oleh bima di depan rumah keluarga Sheng, mereka berdua berpamitan untuk pergi ke Itali bersama. Di perjalanan mereka sama sekali tidak menduga bahwasanya Adira, mengikuti mereka dari belakang untuk memata matai.


Sesampainya di bandara Adira melihat dari kejauhan bahwasanya Novita, tertawa di samping Bima, awalnya ia sempat berfikir, mungkin benar bahwa Novita telah menemukan cintanya, namun mau apapun itu yang ia fikirkan, ia tetap harus memata matai mereka berdua sampai akhirnya Arthur memerintahkan nya untuk kembali pulang.


Di saat Adira sedang asik asiknya memata matai, tiba-tiba ada seorang wanita cantik yang menabraknya, dan tak di sangka wanita itu adalah Nadhira, entah kenapa ia seperti ketakutan sampai-sampai menabrak Adira, namun sayangnya Nadhira, sama sekali tidak mengenali bahwa pria yang ia tabrak itu adalah Adira, ia hanya meminta maaf dan segera kembali pergi.


Bruk...


Seorang wanita jatuh menimpa Adira. "Maaf... maaf... maafkan aku tuan, aku sedang buru-buru, sekali lagi maaf."


Wanita tersebut segera bangkit dan kembali berlari menjauh dari Adira.


"Nad-Nadhira?! apakah itu kamu?" gumam Adira.


Tak berselang lama dari itu ada dua orang pria sepertinya pengawal dan seorang Tuan yang menanyakan pada Adira apakah ia melihat wanita, yang jika di sebutkan ciri-cirinya itu memanglah benar Nadhira, yang barusan telah menabraknya, Karena adira masih memiliki perasaan pada Nadhira ia pun memberitahu dua orang itu ke arah yang sebaliknya Nadhira, lewati.


"Permisi Tuan." ucap Pria tak di kenal.


"Iya?" jawab Adira.

__ADS_1


"Apakah anda melihat seorang wanita yang berlari ke arah sini? ciri-cirinya ia tak terlalu tinggi juga tak terlalu pendek, cantik, putih, membawa koper dan memakai topi."


"Eum... ternyata itu memang benar-benar Nadhira." gumam Adira, di dalam hatinya.


"Tuan? apakah anda melihatnya?"


"Ouh ya dia ke arah kanan." ujar Adira, yang memberikan arah yang salah.


"Baik tuan terimakasih."


30 menit kemudian


Persawat yang akan di naiki Adira, Bima, dan Novita pun akhirnya akan berangkat, semua penumpang harap masuk ke dalam pesawat.


Adira pun duduk dan Nadhira dengan sekejap langsung menyadari bahwa dia adalah lelaki yang tadi telah ia tabrak, ia pun segera meminta maaf kembali padanya.


Grek...


Seorang pria duduk di sebelah Nadhira, lalu ia berfikir dan mengingat. "Oh... Tuan?! anda pasti pria yang tadi aku tabrak ya? ah... maafkan aku sekali lagi, tidak di sangka kita akan bertemu lagi di dalam pesawat yang sama."


Dengan dingin nya Adira, segera mengganti suaranya menjadi lebih berat agar tidak di kenali oleh Nadhira. "Tidak apa-apa, ngomong-ngomong tadi saya bertemu dengan dua orang lelaki yang sepertinya sedang mencarimu, namun saya telah memberitahunya ke arah yang sebaliknya kamu tuju."


"Umm... terimakasih Tuan, Tuan sangat membantu saya." ujar Nadhira.

__ADS_1


Sebenarnya Adira, sangat ingin tau siapa lelaki yang sedang mengejarnya itu. "Eum... kalo boleh tau, mereka itu siapa? kenapa kamu memilih untuk kabur?"


"Ouh dua orang itu adalah teman dan bos ku, mereka ingin aku tetap bekerja dengan mereka tapi..." tiba-tiba Adira, menyela.


"Ouh baguslah, lalu kenapa kamu malah pergi? mencari sebuah pekerjaan itu sulit."


"Ya mereka ingin aku tetap bekerja, sekaligus untuk melayani nafsu mereka berdua." ujar Nadhira, yang melanjutkan ucapan sebelum nya.


Adira, langsung berbalik ke arah Nadhira. "Apakah kamu sudah di sentuh oleh mereka?! biar aku bantu kamu untuk memberantasnya."


"Hahaha... Tuan, kau tenang saja. Aku sangat beruntung dapat mengetahui sedikit bela diri dari seseorang jadi aku berhasil lolos dari mereka, dan langsung kabur kesini."


Di dalam hati Adira, begitu senang karena ternyata ajaran nya dahulu terhadapnya itu tidaklah sia-sia. "Hahaha... maafkan aku yang terlalu bersiap siaga, karena aku tidak mau seorang wanita sangat mudah di lecehkan begitu saja oleh lelaki, seorang perempuan pun memiliki hak atas segalanya."


"Tuan, kau lelaki yang sangat baik." ujar Nadhira, dengan senyuman manis di pipinya.


Bersambung...........


Jangan lupa Like + Komen + Vote and Share🖤


Jangan lupa mampir ke Novel baru Author yah❤


Judulnya : Cinta Dalam Balas Dendam

__ADS_1



__ADS_2