Papa Merindukannya

Papa Merindukannya
Bab 78 Mendadak


__ADS_3

Arthur, yang sangat senang pun segera memberitakan hal Ini pada ibu dan ayahnya.


"Ibu dan Ayah harus tau soal berita gembira ini." ujar Arthur.


"Eumm... coba kamu telfon saja sekarang." jawab Ilona.


"Baiklah tunggu sebentar."


...Obrolan di telfon...


"Halo ayah, apa kabar?"


^^^"Ayah baik, ibumu pun baik, ada apa nak?"^^^


"Aku ingin memberitahu sesuatu hal yang sangat penting."


^^^"Baiklah cepat katakan."^^^


"Selamat Ayah dan Ibu akan segera menjadi nenek dan kakek lagi."


^^^"Apa?! maksudmu? I-Ilona, hamil? secepat ini?"^^^


"Iyah ayah."


^^^*Berikan telfon nya padaku! (ujar ibu Arthur)^^^


^^^"Nak apakah benar-benar Ilona hamil?"^^^


"Iyah Ibu, selamat bagi kalian berdua."


^^^"Hahaha aku tak menyangka akan secepat ini, selamat juga untuk kalian yah."^^^


"Tapi, ibu dan ayah harus berjanji padaku untuk tidak memberitaukan hal ini pada Novita."


^^^"Baiklah kau tenang saja."^^^


"Ouh ya satu lagi, sepertinya aku, Afmar dan Ilona akan cepat-cepat untuk pulang, karena aku tak mau jika hal yang buruk terjadi pada Ilona, di saat kita jauh dari orang tua."

__ADS_1


^^^"Kau itu memang pengertian Arthur, baiklah bawa menantu kesayangan ibu kemari, dan ibu berjanji akan selalu menjaganya di saat kamu bekerja."^^^


"Baik Ibu terimakasih, yasudah aku tutup telfon nya."


^^^"Baiklah."^^^


Tut...


"Papah, apakah kita benar-benar akan pulang?" tanya Afmar.


"Iyah, sebaiknya kamu bereskan barang-barang sekarang, setelah beres semua kita akan langsung berangkat." jawab Arthur.


"Astaga sayang, kenapa mendadak sekali?" tanya Ilona.


"Bunda... ini demi keselamatan bayi oke? sudah turuti saja keputusan papah" ujar Afmar.


"Dengan anak mu itu hahaha..."


"Ahh yasudah, ayo bantu aku membereskan semua ini." ujar Ilona.


"Baiklah istriku tercinta."


Singkatnya semuanya barang telah selesai di kemas, mereka pun segera berangkat ke bandara, di dalam perjalanan betapa senangnya Arthur, sehingga begitu sangat menjaga Ilona di sisinya.


Lebih singkatnya mereka pun akhirnya sampai di rumah mereka. Ilona, begitu di sambut dengan sangat hangat oleh kedua orang tua Arthur sekaligus dengan para pelayan di rumah, lalu Arthur menegaskan kembali bahwa tidak ada yang boleh memberitahukan berita ini pada Novita.


"Sekali lagi aku tegaskan, berita ini tidak boleh sampai terdengar oleh Novita!" seru Arthur.


Dengan kompak nya para pelayan sangat siap untuk membungkam rahasia ini. "Siap tuan."


Ilona, ingin sekali membagi kebahagiaan ini kepada teman memutuskan untuk segera memberitahu berita ini kepada Sindi, Susan, Rio sekaligus dengan kedua orang tua Rio.


Setelah mereka semua mendengar berita ini sungguh mereka tidak menyangka akan secepat ini dan sangat turut berbahagia, mereka pun mendoakan yang terbaik untuk kehamilan kedua Ilona ini.


...----------------...


Tak lama dari itu Novita kembali ke rumahh, dan betapa terkejutnya ia ketika melihat Arthur telah kembali ke rumah, maka ini menandakan bahwasanya ia harus segera pergi dari rumah ini, dan berusaha meyakinkan keluarga besar Sheng bahwasanya ia sudah melupakan Arthur.

__ADS_1


"Ibu, Ayah, aku sudah pulang..." ujar Novita, yang terkejut dengan kehadiran keluarga kecil Arthur, yang telah kembali.


"Novita, kamu akhirnya kembali." jawab Ibu Arthur.


"Hehehe... iyah bu. Arthur, cepat sekali pulang nya kenapa?" tanya Novita.


"Ada pekerjaan kantor yang tidak dapat Adira tangani sendiri." jawab Arthur, dengan sedikit kebohongan.


"Oh kalo begitu berbahagialah selalu." Novita, dengan cueknya berkata seperti itu dan langsung berpaling begitu saja dari Arthur.


Setelah Novita, sampai di kamarnya ia dengan segera memberitahukan Bima tentang berita ini.


"Gila! kok cepet banget sih pulang nya? mendadak lagi! pokonya aku harus cepet telfon Bima, sekarang!" Novita, mengambil handphone nya dan langsung menelfon Bima.


Berdering...


...Pembicaraan di telefon...


"Bima! gawat, mereka sekarang udah pulang, apa yang harus aku lakukan sekarang?"


^^^"Tenang dulu Novita."^^^


"Bagaimana aku bisa tenang jika keadaan nya sudah begini Bima?! semua rencana kita akan hancur."


^^^"Susah yah ngomong sama orang yang punya penyakit panick attack, udah sekarang kamu siapin baju besok kita berangkat ke Itali, setelah semua selesai di bereskan kamu turun ke bawah cari kedua orang tua Arthur, dan meminta izinlah."^^^


"Eumm baiklah, kalo begitu telfon nya aku matikan sekarang."


^^^"Iyah."^^^


Tut...


Bersambung............


Jangan lupa Like + Komen + Vote + Share🖤


Jangan lupa mampir ke Novel baru Author yah❤

__ADS_1


Judulnya : Cinta Dalam Balas Dendam



__ADS_2